Rabu, 16 September 2020

Merawat Cita-cita

Tadi (16 September 2020) saya menghadiri  undangan  Kadindikpora. Keperluanya membicarakan  "action" yang akan dilakukan sekolah se Kabupaten  Magetan  berkaitan dengan tindak lanjut  tulisan Bapak Bupati  di Jawa Pos, 7 September  dilanjutkan dengan undangan Bapak Bupati di Pendopo Suryagraha Magetan, Kamis tgl 10 September  2020.

Rapat  dibuka oleh Bapak Sugeng selaku Kasi Kurikulum  Dikdas,  tidak lama kemudian  Kadindik  hadir, Bapak Drs Suwata,M.Si  dan juga memberikan  sambutan, motivasi, dan arahan.

Rapat dihadiri  pengurus  MKKS dan pengurus  MGBK  Kab. Magetan.  Pengurus  MKKS juga memberikan arahan  untuk  baiknya  pelaksanaan  merawat cita-cita anak-anak. 

Menurut  saya *) untuk  program ini  diawali dengan assesmen  tentang cita-cita  anak, potensi yang dimilikinya  dan hambatan hambatan yang  dialami  anak.

Setelah itu   dianalisis,  diklasifikasi  berdasarkan jenis cita-cita. 

Tahap  selanjutnya  guru bisa  mencari  sumber  materi , bahan informasi yang diperlukan  oleh anak. 

Materi  yang penting  diketahui  anak-anak  yang berkaitan  dengan cita-cita  adalah sebagai berikut;
mengenal dan menggali potensi diri, kenali bakat,minat dan kesenangan (passion), mengenal berbagai profesi,  melanjutkan  kemana setelah tamat  SMP, merencanakan  karir,  cara menentukan  karir  dan cara meraihnya. Motivasi untuk  mencapai impian dll.

Strategi  merawat  cita-cita 
Untuk  mencapai  tujuan  merawat  cita-cita  anak,  bisa dilakukan  beberapa  pendekatan  atau  strategi  sebagai  berikut.;
1. Layanan  informasi.  Yang memberikan  informasi  bisa guru,  alumni yang berprestasi  di  karir  tertentu,  bisa dari  wali murid,  bisa tokoh masyarakat  atau Narasumber  lain. Pelaksanaannya  bisa klasikal  maupun  dalam  skala besar, bertempat  di  aula.

2 Konseling.  Konseling merupakan jantungnya bimbingan. Hidup  tidaknya  bimbingan di sekolah  terletak  pada seberapa kemampuan konselor  untuk  melaksanakan konseling. Untuk  menjadi  konselor  yang handal diperlukan jam terbang yang banyak  juga  kesediaan  bagi  konselor  tersebut  untuk  meningkatkan  kompetensinya. Harus ada upaya  meningkatkan  kompetensinya lewat  jurnal jurnal  psikologi,  seminar,  membaca buku  tentang konseling atau meningkatkan kompetensi lewat jalur  formal,  yaitu  melanjutkan  studi. 
Konseling ada dua macam. Yaitu konseling perseorangan  dan konseling kelompok.  Konseling kelompok  anggotanya  antara  8 sd. 12 orang. 

3. Bimbingan kelompok.  Suatu kegiatan kelompok dimana pimpinan kelompok menyediakan informasi informasi  dan mengarahkan  diskusi agar anggota kelompok  menjadi lebih sosial,  atau untuk  membantu  anggota kelompok  untuk  mencapai  tujuan bersama. Untuk  pelaksanaan  bimbingan kelompok yang efektif biasanya  terdiri  dari 8 sd. 12 anak. 

4. Parenting. Dalam kegiatan  ini mengundang orang tua  untuk  mendapatkan  wawasan  yang luas  tentang  cita-cita anak,  terutama  yang berkaitan  dengan orang tua. Sehingga  ada kolaborasi  antara  apa yang dilakukan sekolah  dengan  apa yang dilakukan orang tua,  sehingga  "kongruen" atau sebangun.

5. Untuk  hal-hal  tertentu  bisa  dilakukan home visit.  Home  visit  bisa  melakukan bimbingan dengan  mendapatkan  informasi  mengenai  keadaan sebenarnya anak di  rumah.

6. Leaflet,  buku mengenai merawat  cita-cita.  Dipojok  pojok literasi  bisa  disediakan  Leaflet  tentang merawat  cita-cita. 

7. Konselor  sebaya.  Konselor  sebaya dapat dibentuk  di setiap  sekolah dengan menunjuk atau dengan kesadaran sendiri bagi  anak-anak  yang sudah memiliki  kematangan  pribadi untuk  ikut berbagi dengan temannya dalam  merawat  cita-cita.
Konselor  secara berkala  dapat memberikan pembekalan  kepada konselor  sebaya agar  konseb (konselor  sebaya) dapat  memiliki asas asas konseling  yang meliputi  asas kerahasiaan,  kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tut  wuri handayani.  

8 Layanan konsultasi,  sebagai suatu  proses penyediaan bantuan teknis untuk konselor,  orang tua,  administrator dan konselor lainnya  dalam mengidentifikasi dan memperbaiki  masalah yang membatasi efektivitas  peserta didik atau  sekolah.

9. Buku  merawat  cita-cita.  Buku ini berisi  hal ihwal mengenai  cita-cita  anak , mulai dari  cita-citanya apa, potensinya  bagaimana, hambatan hambatannya apa, hasil  konsultasi, hasil konseling  kelompok, hasil konseling perseorangan,  hasil tes psikologi, rekomendasi  konselor  dan lain lain.

10. Monitoring dan tindak lanjut 
Konselor,  guru mapel dan wali kelas  secara berkolaborasi melakukan monitoring kegiatan  peserta  didik secara keseluruhan dalam menjalani  program merawat  cita-cita, perkembangan dan berbagai  permasalahan  peserta didik  dalam mengikuti  program pendidikan  di sekolah.

11.  Pelaporan.  Setiap bulan sekali  akan diadakan pelaporan  yang menggambarkan  progres  konselor  dalam merawat  cita-cita  anak.

12. Sertifikat  merawat  cita-cita 
Setelah anak tamat  dari satuan pendidikan,  sekolah  memberikan sertifikat  merawat  cita-cita  yang berfungsi  untuk  kepentingan  bimbingan  merawat cita-cita  di satuan pendidikan yang lebih  tinggi.

Demikian  semoga program  merawat  cita-cita di Kabupaten Magetan  dapat  terlaksana  dengan baik  seperti  harapan kita  bersama.  Untuk itu saran, kritik yang membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya pelaksanan merawat cita-cita anak. Aamiin. 

Magetan, 16 September 2020

Penulis adalah Kepala Sekolah Pembina MGBK Kab. Magetan


Sumber bacaan
Kemendikbud, 2015, Materi  pelatihan guru implementasi KK 2013 tahun 2015.

Wardati, 2011,  Implementasi  Bimbingan  dan Konseling di sekolah,  Jakarta, Prestasi Pustaka.






6 komentar:

  1. Setuju sekali pak guru sebab tidak sedikit anak yg bingung menjadi apa kelak Krn kurangnya bimbingan cara merawat cita2....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu Rini semoga anak-anak Magetan diberikan kesuksesan semuanya

      Hapus
  2. Ketika guru TK saya bertanya:"Apa cita-citamu Nduk?" Saya jawab : "Jadi manten Buuuk" Alhamdulillah sdh tercapai sekarang berkat merawat cita2 😃😃😃😃😁😝

    BalasHapus
  3. 😄😆😀😁penting itu bu Retno, yang lain mengikuti

    BalasHapus