Senin, 31 Agustus 2020

Semangat menulis di era pandemi

Saya kadang  kadang berfikir,  kira kira bosan apa tidak  ya  orang membaca tulisan saya. untuk itu saya pada tanggal 9 Agustus lalu membuat semacam angket. Angket saya saya sebar di FB, jadi hanya menunggu kepedulian orang lain untuk menjawabnya.

diantara teman saya di FB yang jumlahnya 4008, yang memberikan komentar 25 yang like 46.

angket itu isinya sebagai berikut:

Banyak teman atau entah siapa saja pingin bersahabat dengan saya lewat fb, tapi setelah berteman mungkin berpikir:
A. Sebel dengan orang ini , selalu saja menyuguhi tulisan tulisan untuk dibaca.
B. Senang , karena dapat informasi atau pengetahuan yang baru, tanpa beli buku.
C . No comen, no respon. Tulisan gitu saja suruh baca.
D. Ah, nulis gitu saja saya juga bisa .
Sahabatku yang baik hati yang berjumlah 3.945 , semua itu adalah asli tulisan saya, saya ingin mengadakan penelitian, jawablah a,b,c atau d. Dari statemen diatas sesuai dengan hati nurani penjenengan. Saya tak akan kecewa, lebih lebih marah, apabila jawaban anda berbeda. Terima kasih ya ๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ

Diantara 25 orang yang memberkan komentar itu tidak semuanya menjawab b, 5 diantaranya malah bercanda. berarti 20 orang mereka merasa senang , karena dapat informasi atau pengetahuan yang baru, tanpa beli buku. 5 orang merasa biasa saja.
Kemudian ada 46 orang menyatakan like. untuk kelompok yang ini saya masih ragu, apakah dia membaca tulisan saya atau tidak. 

Dikomentari atau tidak dikomentari bagi saya tidak menyebabkan terus tidak menulis, tetapi terus saja saya menulis, kadang satu judul, kalau kondisi sedang moot yang 2 judul, kalau kondisi sangat moot bisa sampai 3 judul. Saya ingin tahu saja keajaiban apa yang bakal terjadi dengan kebiasaan menulis ini.
 
kalau di blog saya yang membaca ada yang sampai 480 orang. Pada saat saya menulis membangun Indonesia melalui dunia pendidikan yang efektif dan menyenangkan. Yang memberikan komentar bahkan sampai 127 orang. 
 
kepada yang telah sudi membaca tulisan tulisan saya, saya mengucapkan terima kasih, aslinya penjenengan adalah luar biasa, orang orang yang bersemangat untuk merubah keadaan. Orang-orang yang menyadari pentingnta sebuah motivasi dalam hidup ini. 
 
Manusia itu asalnya dari tanah, tanah itu dalam bahasa Jawanya " lemah". Jadi kecenderungan kita itu adalah lemah.  Tidak bersemangat, malas dan cenderung cari enaknya saja. Padahal akibatnya tidak baik. Oleh karena itu kita senantiasa perlu motivasi.
 
oleh karena itu saya senang menulis tema tentang motivasi, terutama saya tujukan kepada murid murid saya agar jadi orang-orang yang hebat yang keberadaanya sangat dibutuhkan oleh orang orang di dekatnya.
 
Mereka seperti garam, yang tanpanya sambal masyarakat akan terasa hambar. Mereka seperti bulan, yang menerangi digelapnya malam, mereka seperti matahari, yang memberikan cahaya kepada kehidupan tanpa pilih kasih dan pandang bulu. 

Saya tidak ingin "diakui" sebagai gurunya, saya hanya ingin mengantarkan dia menuju jalan yang dipilihnya. Dan mereka akan melaluinya dalam suka dan duka. Kedukaanya akan mematangkan pribadinya, kemudahannya akan menyebabkan rasa syukurnya. 
 
Sehingga ketika bersama dalam pergaulan, tidak akan mudah menghina, menyalahkan, memaki dan merendahkan sesamanya.  Akan tetapi sama sama memulyakan sesama. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi.

Dalam pergaulan dunia mereka tidak merasa canggung , mereka berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa maju didunia. Kalau tokoh nasional salah satu diantaranya saya melihat sosok Ibu Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D.
 
Beliau lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962; umur 57 tahun beliau adalah  wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010 hingga dia dipanggil kembali oleh Presiden Joko Widodo, untuk menjadi menteri keuangan.
 See the source image
Sumber Ilustrasi : cnnindonesia.com

Bahasa Inggrisnya bagus, memang beliau lulusan luar negeri, orangnya cerdas, penuh rasa percaya diri walaupun seorang wanita , kalau berjalan langkahnya panjang menunjukkan semangatnya dalam hidup ini. Kedua orang tuanya seorang Profesor, baik ayah maupun ibunya. Ayahnya bernama
Prof Dr Satmoko (Ayah), dan ibunya bernama Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko.
 
Demikian semoga kita semua selalu sehat semangat . terima kasih. 

Takeran 1 September 2020

Sumber bacaan :
https://id.wikipedia.org; 1 September 2020; 11.40
 
 
 
 






 
 
 
 



Manusia mati meninggalkan karya

Pada jaman  milineal  seperti ini agama harus diperkuat,  iman harus dipertebal, kalau tidak  seringkali kita terjebak  pada perbuatan  yang tidak terasa  ternyata  itu  adalah  dosa.

Dengan ilmu pengetahuan  dan teknologi memungkinkan seseorang  untuk  bisa meraup keuntungan dalam jumlah besar.  Sepertinya seseorang  hanya  berdiam diri  di rumah dengan utak atik  laptop, "dolanan laptop", ternyata  bisa menghasilkan  keuntungan  miliaran rupiah,  sehingga  mereka bisa  jadi  milyarder muda  dadakan.

Contoh founder  Ruangguru,  namanya
Adamas Belva Syah Devara, M.P.A., M.B.A. , biasa dipanggil Belva, pengusaha muda   dan aktivis sosial Indonesia ini dikenal sebagai Pendiri dan Direktur Utama Ruangguru. 

Tampan, pintar, sukses. Tiga kata itulah yang menggambarkan pemuda Indonesia hebat ini. Pada tahun 2017, ia terpilih sebagai salah satu dari 30 pengusaha muda paling berpengaruh di Asia oleh Forbes , dia lulusan Harvard University. 

gambar ilustrasi: instragram.com/belvadevara

Ruangguru menawarkan bimbingan belajar  online,  setiap  peserta membayar kurang lebih  Rp. 400.000. Per tahun. Kemudian  diikuti  anak  SD,SMP, SMA  se Indonesia,  kita  tidak  bisa membayangkan  rupiah  yang dikumpulkan. Dahsyat....!

Kemarin  saya juga didatangi  seorang anak muda keren ke kantor saya, menawarkan  aplikasi program  pembelajaran daring atau online.  Berapa biayanya? Per anak  dikenakan biaya Rp. 80.000 per semester  atau Rp. 160.000 per  tahun. Jika  siswa  saya 390 siswa  , maka 390 x 160.000 = 62.400.000.

Kalau  semua sekolah  se Magetan  menggunakan  program  itu, dan jika rata  rata tiap  sekolah  jumlah muridnya seperti  SMP 1 Takeran,  maka 62.400.000 x 39 = 2.433.600.000. Wow..... dahsyat. 2,4 M.

Dua  contoh  anak  muda diatas  adalah  ilustrasi  usaha  anak muda milinial  yang melesat  seperti  anak  panah,  meninggalkan busurnya. 

Jadi  dalam  era milinial  sekarang  ini  kalau kita tidak cerdas, maka siap  siap ditinggalkan  teman teman kita. 
Kita jangan iri, kita tidak  bisa menyamai mereka, mereka  memang  "janmo limpat seprapat tamat", artinya manusia  pilihan, yang sulit  ada tanding nya. 

Dia  belajar di Harvard University,  meninggalkan  tanah airnya,  belajar di negeri orang, harus pisah dengan ayah ibunya, berani menghadapi  berbagai  kesulitan dan tantangan hidup. 

Sedangkan  kebanyakan  kita  terlalu  santai,  menikmati  indahnya masa remaja. Coba  kita saksikan di malam hari, di sekitar  tugu  Monas Gorang goreng,  banyak anak muda ngopi, merokok  sambil  main  internet,  mereka kebanyakan berstatus  pelajar. Pertanyaanya,  bagaimana  belajar  mereka?

Kesuksesan itu berbanding  lurus dengan seberapa usaha  , mujahadah yang dilakukan. Maka dari  itu  usaha dan kerja keras disertai  doa adalah  kunci utama yang harus kita miliki. 

Senyampang  masih muda,  belajarlah, berkaryalah sebab  nilai manusia  itu  terletak  pada  seberapa  besar produktifitasnya dalam  berkarya.
Mari berkarya  sesuai bidang masing agar bisa seperti  harimau, dia mati meninggalkan belang. Seperti  gajah,  dia mati meninggalkan gading. Maka kita  akan mati  meninggalkan karya, semoga.

Magetan,  31 Agustus  2020


Sumber bacaan:
https://id.m.wikipedia.org; 31 Agustus 2020;21.05














Apel pagi




gambar ilustrasi: dokumen  pribadi 

Setiap  hari  di sekolahku diadakan acara apel pagi,  acara dimulai  pukul 07.00 s.d 07.20 WIB.
Hanya 20 menit saja, guru guru  bersiap  berbaris  rapi. Tidak kalah dengan muridnya  yang selalu berjejer rapi  di setiap  Senin pagi, sebelum wabah pandemi.

Salah seorang  bertugas sebagai  pemimpin  apel  dan satu orang lagi  sebagai pembina apel.

Pada hari ini ( 31 Agustus  2020) yang bertindak sebagai  pembina  apel  saya  sendiri.  Materi  yang saya  sampaikan  yang pertama  sekitar  covid-19,  bagi  bapak ibu guru yang merasa  tidak  enak badan,  misalnya  batuk  pilek,  badan meriang,  badan panas, tidak usah masuk  kantor. Silahkan bapak ibu bekerja dari  rumah  atau  WFH, hingga  Bapak ibu sehat  seperti  sedia kala.

Pada  hari  ini  saya  menerima  laporan  bahwa kecamatan  Takeran,  zona merah lagi. "Pak ini Takeran  umbar umbaran  lho  pak  , banyak  yang tertular  virus corona", kata seorang guru wanita  menghampiriku sambil  tergopoh gopoh dan sedikit mensincingkan roknya.

"Ya bu nanti  kami  tindak  lanjuti ", jawabku  menenangkan  hatinya.  

Untuk  mengantisipasi  sebaran penularan  virus  corona,  saya  meminta bapak ibu  guru  untuk  menyampaikan  kepada anak  anak  lewat  daring,  agar hati hati  dan waspada,  kemana saja  memakai  masker, memakai masker yang benar,  jangan hanya berada dibawah hidung,  tapi  hidungnya  harus tertutup  masker,  sering cuci  tangan pakai sabun dengan  air mengalir dan jangan lupa jaga  jarak.

Mulai  hari  ini  piket  siswa ditiadakan , anak-anak  full  daring,  sampai  menunggu perkembangan lebih lanjut. 

Materi  yang kedua,  dalam  mengisi  sambutan apabila  bapak ibu  bertindak  sebagai pembina apel,  silahkan  diisi  dengan materi materi  motivasi. Bisa  motivasi  belajar,  motivasi  bekerja, dan  motivasi  ibadah dll.

Materi  yang ketiga,  kami  menghimbau  untuk  senantiasa melaksanakan  esensi  yel yel kita,  yang mengandung  filosofi  yang  bagus. 

Yel yel  kami  adalah,  SMPN1 1 Takeran,  sehat,  kompak, semangat wow..... dahsyat.
Sehat  itu  penting  sekali  sebab kalau  tidak  sehat,  kita tidak dapat  bekerja, tidak dapat belajar, acaranya  berobat  agar  sembuh. Kalau  kita sakit  seluruh  anggota  keluarga  serasa sakit,  tidak  bisa  bekerja,  hanya merawat dan  menunggui  saja. 

Kemudian Kompak,  kalau  kita  bekerja  sendiri sendiri  beban  kerja yang berat  tidak  kuat terangkat. Seperti satu  lidi tak akan memberi  arti  dalam hidup ini,  tetapi  kumpulan lidi yang terikat  akan  bisa  berfungsi  sebagai  sapu  untuk  membersihkan  halaman  yang luas.

Yang ketiga, semangat. Dengan semangat  kita  akan menjalani  hidup ini  dengan ringan,  senang  dan berhasil  dahsayat. Semangat  adalah perwujudan  iklas  dari  hati  kita yang tercermin  dalam ghirah  kerja kita. Menurut  saya ada 3 semangat penting dalam  hidup kita,  yaitu  semangat  belajar,  semangat  kerja dan semangat ibadah. 

Semangat  belajar  untuk  mendapatkan ilmu pengetahuan, semangat  kerja  untuk  mengikat  rezeki  dan eksistensi pribadi  kita dan semangat  ibadah  sebagai  bekal kita  untuk  hidup  di hari  akhir  nanti.

Apa bila kita tidak  memiliki  3 semangat  itu  maka  kita  termasuk orang  yang rugi.  Nanti  kita  akan menyesal,  menyesal  itu  letaknya  dibelakang,  kalau  didepan  namanya  pendaftaran. 

Sambutan  selesai  pada pukul  07.15 di akhiri  dengan  berdoa  semoga  seluruh keluarga besar  SMPN1 TAKERAN  diberikan  sehat wal afiat dan senantiasa  dilindungi  dari  segala macam musibah, balak,  penyakit dan senantiasa  diberikan  hidayah  dan rahmat  dari  Allah  SWT.

Takeran,  31 Agustus  2020


Minggu, 30 Agustus 2020

Membaca dan menulislah

gambar ilustrasi: kompasiana.com 

Wahyu  yang diturunkan  kepada Nabi  Muhammad SAW pertama kali, adalah perintah  membaca. Iqro. Artinta bacalah. Wahyu itu ada dalam surat al alaq, artinya  segumpal darah. 

ุงِู‚ْุฑَุฃْ ุจِุงุณْู…ِ ุฑَุจِّูƒَ ุงู„َّุฐِู‰ ุฎَู„َู‚َ ﴿ุงู„ุนู„ู‚:ูก

iqro’ bismirobbikalladzii kholaq

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.

Oleh karena itu  dalam agama Islam  membaca  adalah  pelajaran  yang penting. Membaca  Alquran  walaupun  tidak  tahu  artinya mendapatkan pahala yang besar. Membaca adalah salah satu cara belajar  ilmu. Dengan membaca  akan mendapatkan banyak ilmu,  siapa  yang banyak membaca, akan memiliki banyak ilmu. 

Membaca merupakan kegiatan penting bagi seorang penulis,  karena bobot tulisan seseorang sangat dipengaruhi seberapa banyak membacanya. Wijaya Kusumah (2018) mengatakan bahwa tulisan terasa hidup dan bernyawa karena diperoleh dari hasil membaca secara mendalam.

Jadi untuk  seorang  penulis, kualitas  membacanya  sudah berbeda dengan yang lain. Membacanya seorang penulis adalah  secara mendalam. Membaca dengan melibatkan  segenap ruh, jiwa dan raga.

Agar apa yang  dibaca  terkesan dalam ingatan, maka  apa yang dibaca tadi dituliskan. Oleh karena itu  sahabat  Ali, menantu  Rosulullah itu mengatakan,  "ikatlah ilmu  dengan menuliskannya."

Menulis merupakan  cara belajar  yang lebih kompleks  dari pada membaca. Biasanya  kalau  bisa menulis pasti  bisa  membaca. Tapi bisa  membaca  belum tentu bisa menulis. 

Menulis  adalah  ketrampilan,  semakin  kita terbiasa  menulis maka kualitas  tulisan kita akan semakin bagus.  Oleh  karena  itu  yang penting  kita sadari adalah membiasakan diri untuk  menulis. Wijaya Kusumah ( 2018) mengatakan bahwa cara paling efektif  untuk  bisa terampil menulis ya harus rajin menulis. Seperti halnya kita terampil mengendarai  sepeda.

Menulis itu  perlu kesabaran, ketekunan, ketelitian,  dan keberanian. Jangan menunggu ilmunya banyak  baru  menulis, jangan menunggu  sampai  gelar S3, baru  menulis. Banyak  tulisan penulis  penulis  hebat, yang bermanfaat, enak dibaca, menginspirasi, walaupun  belum  atau  tidak S3. 

Penulis harus memiliki  keberanian  untuk  menuangkan idenya,  tanpa rasa kuatir,  malu, takut, takut  dicela, takut  salah, takut  dihujat  orang dan sebagainya.  

Oleh  karena  itu  satu hal  yang penting kita  tanamkan ke benak anak-anak  adalah  keberanian. Sebab hanya  orang-orang  yang memiliki keberanian,  yang akan mengambil keputusan besar.  

Pada hakikatnya  kesuksesan kita  adalah  akumulasi dari  keputusan keputusan  yang kita eksekusi yang  benar,  yang linier pada tercapainya  tujuan kita. Termasuk  keputusan  hendak menulis. 

Oleh  karena itu  apapun yang terjadi ya menulis. Agar tulisan kita ada perkembangan kemajuannya, agar tulisan kita berkualitas,  bacalah  tulisan tulisan senior  anda. 

Kalau anda  membaca tulisan senior  anda,  kata kunci  yang musti disiapkan adalah,  inspirasi  apa yang akan  saya dapatkan dari membaca tulisan ini?. Apa yang dapat anda adopsi  dari  gaya penulisannya?. Tema apa yang bisa  anda angkat  untuk  menulis  selanjutnya?

Kalau  anda  menjadi  senior,  anda bisa memberikan  masukan untuk  bagusnya  tulisan  yunior anda. Kalau  dirasa tidak  enak menuliskan  di kolom  komentar,  anda bisa japri kepada penulisnya, dan memberikan masukan.

Untuk  seorang  penulis ada 3 keputusan  besar,  yaitu membaca, menulis, mengedit. Banyak  membaca tulisan senior,  banyak  melakukan kegiatan menulis,  kemudian melakukan editing terhadap  tulisan kita.  

Lakukan kegiatan itu secara terus menerus kemudian rasakan  apa  yang terjadi. Pasti  beda  antara  penulis  dan bukan penulis.  Penulis  pasti  orang yang banyak membaca, banyak  membeli  buku, banyak ilmunya.  Pasti  beda  orang yang banyak  membaca  dengan sedikit  membaca. Oleh karena itu  membaca  dan menulislah.

Magetan,  30 Agustus  2020






Sabtu, 29 Agustus 2020

Senangnya KS jika punya guru-guru creatif dan semangat

Sebagai kepala sekolah  saya mewadahi  ide  creatif  guru  guru,  pemikiran,  tindakan  guru yang positif,  untuk  memajukan  sekolahnya harus diapresiasi, didukung dan dimotivasi.  

Menurut  psikologi, manusia  itu  ingin di puji. Sejak  kecil hingga  tua,  manusia ingin dipuji,  tak seorangpun  yang ingin di cela, direndahkan,  tidak dihargai hasil karyanya.  Sehingga ketrampilan memberikร n  pujian itu penting.  Bahkan  pujian itu  termasuk  alat  pendidikan.  Apabila  anak kita melakukan kebaikan  kemudian mendapat pujian, maka dia senang.  Tindakan yang menyenanagkan selalu diulang ulang. Dipuji  termasuk  respon yang menyenangkan. 

Tindakan  yang salah  jangan dipuji,  jangan dilirik,  asalkan  tidak  bahaya  biarkan  saja.  Maka suatu  saat anak akan memilih  tindakan yang positif  yang berakhir  dengan pjjian.  

Saya pernah  mendapatkan  prestasi  sebagai lulusan terbaik,  dari IKIP  SURABAYA,  saya dipanggil  kedepan, saya mendapatkan  hadiah vandel  IKIP Surabaya, hati saya  berbunga  bunga  ketika  mendapatkan  itu. Keberhasilan  yang  saya  peroleh memotivasi  saya untuk  berprestasi  lagi.  Ketika  saya  melanjutkan  S1, juga lulus  terbaik. 

Kemarin  guru-guru  saya, membuat  batik ciprat . Sebuah  karya khas  masyarakat  Magetan.  Di Magetan  ada macam macam batik, ada batik  bambu, ada batik, ciprat, ada batik gepyok, ada  batik ecoprint.

Disela sela beliau   melaksanakan daring,  membuat  batik ciprat,  dananya mandiri,  habis 100 ribu.  
gambar ilustrasi dokumen pribadi

Untuk  membuat  batik seperti  ini diperlukan waktu  2 jam saja, tapi perlu  kesabaran, ketelitian, ketekunan dan keberanian.  

Berani untuk  mengekspresikan  idenya, tidak ragu  ragu,  penuh keyakinan.

Sebenarnya  ketrampilan seperti  ini  kalau ditekuni,  bisa  menjadi sarana untuk  mendapatkan uang. Nanti  kalau  corona  sudah  reda, pariwisata  menggeliat , maka  batik  ciprat  bisa  dijadikan  barang  oleh oleh  kas Magetan,  yang pada gilirannya  akan meningkatkan  perekonomian  masyarakat  Magetan.

Sebenarnya  ide ini  adalah  untuk  diajarkan  pada anak anak  inklusi,  agar  setelah  tamat  SMP, memiliki  life skiil,  ketrampilan hidup, sehingga  bisa dijadikan senjata untuk  menghadapi  hidupnya.

Dalam  jaman  milineal  seperti  sekarang  ini  orang yang sakti  adalah orang  yang  banyak memiliki  "senjata".  Senjatanya  adalah  life  skiil. Siapa  yang bisa menggunakan  senjata  dengan baik,  maka akan menjadi  pemenang  bukan pecundang dalam kehidupan.
Jika ingin mengetahui  bagaimana  proses pembuatan  batik ciprat  karya  guru SMPN1  TAKERAN,  bisa klik tautan berikut ini. 

 
Demikian  , semoga kita semua  menjadi  pemenang  dalam kehidupan. Jangan  menjadi  pecundang,  pecundang  itu  kalah.  Kalah itu  tidak  enak,  bisa jadi  dibentak  bentak, apalagi diinjak-injak. 

Mageta, 30 Agustus  2020






Permulaanku menulis


Saya menulis pertama kali  tahun 86 di majalah Pramuka, saat itu saya sebagai anggota  Pramuka  IKIP SURABAYA,  saya menulis  kisahku ketika  kemah bakti  di Trawas Mojokerto.  

Awalnya  saya  tunggu tunggu  tidak  dimuat,  ternyata  setelah  setahun dapat dimuat,  saya terkejut kok  dapat  wesel,  masak kiriman  dari Bapakku,  sedangkan aku baru saja pulang,  aku sudah  dikasih  uang untuk  keperluan  sehari  hari.  "Rasanya  tidak  mungkin  kalau  dari Bapakku. Terus dari  siapa lagi ini", gumamku  dalam hati.

Setelร h saya teliti  ternyata  dari Majalah  Pramuka, "alhamdulillah  dapat rejeki anak sholeh", tertulis  uang  Rp. 7000. Saat itu  soto  madura  harganya  Rp. 300.
Lumayan,  satu  kebanggaan  tersendiri.  Bukan  jumlah  uangnya  tetapi  apresiasi  atas tulisan saya. 

Saat  itu  tidak  diketik  komputer, karena belum ada komputer,   tetapi  diketik  manual  dikirim  lewat  pos.  Entah mengapa tidak  menulis  lagi,  saya dengar  majalah Pramuka  tidak terbit lagi. Sebenarnya  sangat  positif  keberadaan majalah Pramuka

Setelah  itu  saya  sibuk  dengan  tugas tugas kuliah,  tapi  menurut  penulis  hebat  seperti ini  hanyalah  alasan saja, tidak  ada  alasan  untuk  tidak  menulis. Penulis hebat  itu  setiap  hari  selalu  menulis,  menulis  dan terus  menulis.

Kemudian  tahun  1992 saya  diangkat  CPNS, baru  tahun  1996 saya  menulis  lagi. Menulis buku  panduan  Excel,  untuk  anak  SMP. Setelah  itu  tahun 2004 saya mendirikan  majalah  sekolah ,  namanya Tramedia,  kebetulan  didukung  oleh  KS, Guru  dan siswa.

Siswa menulis  disitu,  kemudian  dibeli  sendiri,  dan dapat  hr menulis. Kalau  menulis  cerpen  dapat hr 6000, harga  majalah  5000, kalau  menulis  cerpen plus  puisi,  dia  bia  dapat  uang  9000, bahkan ada yang mendapat 12.000.  Jumlah  yang  lumayan  untuk  anak  SMP  waktu  itu. 

Kemudian  tahun 2010, saya serahkan  ke pak Joko,  biar kaderisasi,  tahun  2016 saya diangkat  KS hingga  sekarang. 
Kecuali  hal  tersebut  saya sejak  1996 aktif sebagai  pengurus  MGBK, saya ikut  membuat  modul BK sampai tahun  2014. 

Menulis  lagi  tahun  2019, dengan terbitnya buku  saya Perjuangan hidupku,  sebuah autobiografi  seoranga  anak desa  yang  menurut  saya  sudah  melewati  cita cita  yang  kugantungkan  dilangit tinggi  sekali.

Kemudian  terbit  lagi  buku  saya  panduan  Pranatacara, bekal seorang yang bertugas sebagai pembawa acara, dalam  acara resepsi pernikahan  maupun  acara lainnya.

Disamping  itu  sejak  2019 saya  sebagai pemimpin redaksi  majalah  Pena Mageti ,  perjalanannya  terseok  seok,  karena virus  corona,  virus ini  yang menjadikan segalanya  berubah. Yang membuat  kebahagian  menjadi kesedihan,  yang  membuat  ibu  berpisah  dengan anaknya,  yang membuat  guru  tak berjumpa dengan muridnya,  yang membuat  jamaah  haji menunggu  puluhan tahunpun tidak jadi berangkat,  walaupun rindunya  sujud  dibawah lindungan ka'bah tak terbantah.

Sejak tahun  96 saya "nyambi" jadi MC juga, akhirnya  saya ingin mengabadikan pengalamanku  ini dengan menuliskan di buku  ini. Benar  apa yang dikatakan  penulis hebat,  bahwa menulis itu  pekerjaan keabadian. Mengabadikan kejadian,peristiwa  dalam bentuk  tulisan, yabg kapan saja bisa  di baca oleh  banyak  orang.

Mungkin beberapa  orang tidak  menganggab menulis  itu  sebagai  suatu  pekerjaan  yang penting. Ya itu  sah-sah saja, tapi  apa jadinya kalau  dunia  itu  tidak  ada tulisan.

Saya  yang prihatin adalah  kemampuan membaca  Bangsa kita  yang masih saja rendah, lebih lebih kesadaran membeli  buku,  oleh karena itu  saya mengajak  kepada semua  orang tua untuk  mengajarkan kepada anaknya  untuk  memiliki  kesadaran membaca. 

Belikanlah  anak  anak kita buku  bacaan. Bacaan apa saja yang dia senangi, agar  dia menjadi anak yang memiliki  kompetensi  membaca,  agar  ilmunya  luas,  pandangร nnya  jauh, mimpinya tinggi.

Dalam fenomena  sekarang ini  banyak diantara  orang tua yang  "eman" mengeluarkan  biaya  untuk  pendidikan  anaknya,  tapi  berharap  kalau  anaknya  sudah bekerja nanti  gajinya  banyak. Menurut  saya  tidak linier berfikir  seperti  ini. Sekali lagi  belikan  anak kita buku, karena buku  adalah jendela untuk  melihat  dunia. Agar anak kita tidak canggung  dalam pergaulan dunia.

Saya ingin menulis  100 judul buku,  agar  bisa  dibaca  orang  orang  setelah saya meninggal  dunia. Agar  dunia  penuh warna. Tidak  indah  rasanya  jika  dunia  itu hanya  satu  warna. 

Untuk  itu  jangan beranjak kemana-mana  hingga  terbit bukuku yang kelima,  Catatan harian seorang  Kepala Sekolah.

Mageatn,  30 Agustus  2020









Jumat, 21 Agustus 2020

CATATAN HARIAN SEORANG KEPALA SEKOLAH


Buku  saya sebentar  lagi jadi, sudah  ada daftar  isi  kata pengantar  dan juga ada tambahan  kata pengantar  dari guru  Blogger  Indonesia,  Wijaya Kusumah, S.Pd.MPd. , yang kebih dikenal dengan Omjay. 

Ditengah  kesibukan  beliau,  masih menyempatkan memberikan  Kata Pengantar  untuk  buku  saya. Ini  adalah bentuk  kepedulian pada sesama yang luar  biasa,  saya  hanya  berdoa  semoga  beliau  selalu  sehat, dilindungi  dan dirahmati  Allah  dimanapun  beliau  berada. Dan kebaikan  yang senantiasa  beliau  tebarkan  di muka bumi senantiasa  dicatat  oleh Allah dan mendapatkan  balasan  yang berlipat  ganda.

Berikut  ini  pengantar  yang beliau  tuliskan  untuk  buku  saya.

Catatan Harian Seorang Kepala Sekolah.

Membaca buku catatan guru Blogger yang ditulis oleh pak Suparno membuat saya kagum kepada beliau. Kami memang belum pernah jumpa tapi terasa sudah kenal lama. 

Orang baik rezekinya baik dan selalu berkumpul dengan orang baik. Berkat kebaikan yang beliau lakukan, tugas sebagai kepala sekolah beliau terima dengan penuh amanah. 

Menjadi kepala sekolah itu bukan pekerjaan mudah. Beliau mampu memotivasi kawan sejawat untuk meningkatkan kompetensinya. Semua itu beliau tuliskan dalam catatan harian seorang blogger. Saya lebih suka menuliskannya sebagai catatan harian seorang kepala sekolah yang ingin sekolahnya maju dan berprestasi. 

Semua hal di atas bisa dilakukan, bila semua guru ikut terlibat dan mau berkolaborasi untuk memajukan sekolah dan membuat peserta didiknya berprestasi.

Sudah lama beliau meminta dibuatkan kata pengantar. Namun harus sabar antri menunggu giliran. Saya harus menyempatkan waktu khusus untuk membaca bukunya selama 2 hari ini. Menulis dalam kesibukan menjadi aktivitas saya setelah banyak membaca.

Setelah melumat habis isi bukunya, barulah saya bisa membuat kata pengantar ini. Sebuah kata pengantar sederhana dari guru blogger Indonesia.

Lanjutkan kegiatan menulis setiap hari yang bagus ini. Tularkan virus literasi kepada teman sejawat. Kepala sekolah memiliki peran penting dalam mengembangkan budaya literasi di sekolah. 

Setelah membaca isi buku ini, saya menjadi belajar menjadi kepala sekolah berprestasi dan berdedikasi. Salut dengan perjuangan beliau semenjak jadi guru hingga kepala sekolah. Masih jarang kepala sekolah yang mau menulis dan menerbitkan buku. 

Bahkan beberapa teman sejawatnya beliau motivasi untuk menjadi kepala sekolah juga dan alhamdulillah semua itu beliau ceritakan dalam buku ini. Saya dibuat kagum dengan apa yang beliau lakukan dalam memimpin sebuah sekolah negeri. 

Suatu hari beliau menyebarkan angket kepada semua guru di sekolahnya. Dari 41 orang guru, hanya 3 orang yang mengisinya dengan lengkap. Hal ini tidak membuat beliau kecewa. Namun memberinya tantangan untuk mengajak rekan sejawat untuk bersama sama berprestasi dan mampu beradaptasi di saat wabah Corona yang semakin merajalela di dunia.

Semua orang terkena dampak dari wabah Corona dan kisahnya beliau tuliskan dengan sangat menarik dalam buku ini. Salah satunya kisah pedagang ayam yang harus mampu bertahan meskipun pembelinya semakin sepi. 

Saat pandemi covid-19 banyak orang melihat kepala sekolah mana yang mampu memimpin dengan hati dan mampu beradaptasi menghadapi musibah ini. Kepemimpinan kepala sekolah teruji di saat pandemi. 

Semua pengalaman itu beliau tuliskan sebagai catatan harian seorang kepala sekolah. Semoga pak Suparno selalu sehat dan kuat dalam menjalani amanah dan tanggungjawab beliau sebagai kepala sekolah. 

Buku ini menjadi kisah nyata seorang anak manusia yang lahir di bulan Juli 1966. Sebuah usia yang membuatnya matang dalam berpikir dan bijak dalam bertindak. Belajar mengaji dengan pak kyai selalu beliau lakukan ditengah kesibukannya menjalankan amanah sebagai kepala sekolah. 

Catatan harian seorang kepala sekolah membuat saya belajar menjadi kepala sekolah yang dikagumi oleh teman sejawat dan disukai peserta didiknya. Segera pesan buku ini sebelum kehabisan. 

Salam Blogger persahabatan 

Omjay
Guru Blogger Indonesia 
Blog http://wijayalabs.com


Sekali lagi  terima kasih Omjay  yang baik  hati,  semoga  virus  kebaikan  yang ada di hati nuranimu  menular  kepada banyak  orang  yang senantiasa  ingin hidupnya  lebih baik.

Magetan,  22 Agustus  2020

10 Muharram, hari yang dimulyakan

10 Muharram  disebut  juga Asyura, bulan  ini  termasuk  bulan  yang  dimulyakan oleh Allah.  Oleh umat  Islam Jawa,  Pada bulan ini  diadakan selamatan. Karena memperingati kejadian  kejadian besar  sepanjang sejarah  umat  manusia  di  10 Muharram ini. Antara lain adalah  sebagai  berikut:

1. Nabi Adam a.s bertaubat kepada Allah SWT atas pelanggarannya di dalam syurga yang mengakibatkannya diturunkan ke bumi.

2. Nabi Idris a.s diangkat oleh Allah SWT ke langit hingga  masuk  surga.

3. Nabi Nuh a.s diselamatkan Allah SWT dari banjir besar yang belangsung selama 6 bulan, hingga keluar dari perahunya dengan selamat. Dalam  surat  Hud  ayat  44, Allah berfirman 

ูˆَู‚ِูŠู„َ ูŠَٰุٓฃَุฑْุถُ ูฑุจْู„َุนِู‰ ู…َุงุٓกَูƒِ ูˆَูŠَٰุณَู…َุงุٓกُ ุฃَู‚ْู„ِุนِู‰ ูˆَุบِูŠุถَ ูฑู„ْู…َุงุٓกُ ูˆَู‚ُุถِู‰َ ูฑู„ْุฃَู…ْุฑُ ูˆَูฑุณْุชَูˆَุชْ ุนَู„َู‰ ูฑู„ْุฌُูˆุฏِู‰ِّ ۖ ูˆَู‚ِูŠู„َ ุจُุนْุฏًุง ู„ِّู„ْู‚َูˆْู…ِ ูฑู„ุธَّٰู„ِู…ِูŠู†َ 

 Terjemah Arti: Dan difirmankan "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim".

           gambar ilustrasi: Kompas.com 

4. Nabi Ibrahim a.s diselamatkan Allah SWT dari Raja Namrud yang akan membakarnya, dengan mendinginkan api yang membakar nabi Ibrahim.

5. Nabi Musa a.s menerima kitab Taurat dari Allah SWT.

6. Nabi Musa a.s diselamatkan dari kejaran Firaun  dan tentaranya  dengan tongkatnya dipukulkan ke laut  merah,  akhirnya terbelah menjadi  2 yang bisa  digunakan sebagai  jalan untuk  menyelamatkan diri. 

               gambar ilustrasi: viva.co.id 

7. Nabi Ayub a.s. disembuhkan kembali oleh Allah SWT dari ujian penyakit kulit yang di deritanya.

8. Nabi Yunus diselamatkan Allah SWT keluar dari perut ikan Nun, setelah tinggal di dalamnya selama 40 hari 40 malam. Nabi Yunus  berdoa, la illa ha illa anta subhanaka inni kuntum minadholimin. 

9. Nabi Yusuf a.s dibebaskan Allah SWT dari penjara, yang sisebabkan fitnah seorang wanita

10. Penglihatan Nabi Ya’qub a.s yang kabur dipulihkan Allah SWT.

11. Nabi Sulaiman a.s dikaruniakan kerajaan yang besar oleh Allah SWT.

12. Nabi Isa a.s diangkat ke langit oleh Allah SWT.

13. Nabi  Muhammad  diselamatkan  dari  berbagai  ujian. 

14. Diturunkannya hujan pertama kali  di  muka bumi.

15. Dan lain lain.

Karena kejadian kejadian  besar itu maka SH Terate  juga mengesyahkan warganya  dibulan  Muharam  ini,  diawali  dengan malam 1 Syura dengan tirakatan semalam suntuk  tidak  tidur  dan melakukan perjalanan malam dengan "topo  mbisu", artinya  tidak  berbicara  dengan siapa  saja, kemudian  diakhiri  dengan mencuci  sabuk mori, sebagai  perlambang  "sesuci" dari  hati  yang  kotor,  dari  penyakit penyakit  hati  yang ada pada dirinya dan  dari "sakabehing sukerta"

Tidak  SH Terate  saja, ternyata  banyak  perguruan yang  "ngalap berkah kasekten jaya kawijayan"  juga di  bulan Syura ini.

Di Magetan  pada  Malam 1 Syura  atau  siang hari  banyak  orang  yang naik  ke  gunung  lawu, di atas sana  ada Guwa Lawa, Ada sumur  Jalatunda, ada sendang derajat,  ada Hargodumilah dan lain  yang  dikeramatkan. Naik  ke gunung Lawu  dengan ngalap  keberkahan  sesuai  dengan niatnya masing masing. Wallohu a'lam.

Santunan Anak Yatim 10 Muharram

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak yatim dan beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura (tanggal 10 Muharram).

Di mana pada tanggal tersebut, Beliau menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak yatim, tapi juga keluarganya.

Di SMP 1 Takeran, pada tanggal 10 Muharram  nanti direncanakan diadakan acara santunan anak yatim, dan anak-anak  yang tidak mampu,  lebih-lebih  pada anak-anak  yang orang tuanya terdampak  pandemi  virus corona- 19.

Acara  ini  merupakan  partisipasi  dari  Bapak Ibu Guru  dan karyawan,  semoga  beliau  semua  diberi panjang umur,  dijauhkan  dari segala macam musibah dan penyakit,  diberikan rejeki  yang halal, yang banyak yang berkah. Aamiin. 

Amalan  puasa di bulan Muharam 

Hadis 1

Diriwayatkan  dari Abu Hurairah r.a. Ia berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda,"Puasa yang paling utama sesudah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharam,  dan shalat yang paling utama setelah sholat  fardhu adalah  shalat  di malam hari. ( shahih  Muslim 610)

Hadis 2

Diriwayatkan  dari  Ibnu Abbas r.a , bahwasanya  Rosulullah  SAW datang ke Madinah  , lalu beliau  dapati orang-orang  Yahudi  berpuasa  pada hari Asyura  , kemudian Rasulullah Saw  bertanya kepada  mereka, Hari  apa yang kalian lakukan puasa  ini ? Mereka menjawab, "Ini hari yang agung. Pada hari ini Allah  menyelamatkan  Musa  dan kaumnya  , dan Allah  menenggelamkan Firaun  beserta kaumnya,  lalu Musa berpuasa  pada hari ini  ." Kemudian Rasulullah Saw  bersabda  "Kamilah yang lebih berhak dan lebih  utama daripada  kalian terhadap Musa, " Maka Rasulullah Saw   berpuasa  pada hari  itu  dan memerintahkan  orang-orang  agar  berpuasa  pula. (Shahih Muslim 613).

Orang yahudi juga berpuasa  pada hari itu,  agar  berbeda dengan mereka  maka Rosulullah  memerintahkan  umat Islam untuk  berpuasa  pada tanggal  9 dan 10 Muharram. 

Pada tahun 1442 H ini puasa 9 Muharam ( tasu'a ) jatuh pada hari Jumat  28 Agustus  2020 dan Asyura  jatuh  pada hari Sabtu,  tanggal  29 Agustus  2020.

Terkait ganjaran yang didapatkan jika mengerjakan puasa Asyura, Rasulullah saw. bersabda, "Puasa [pada] hari Asyura, saya berharap Allah mengampuni dosa setahun lampau" (H.R. Muslim).

Semoga  Allah memberikan  kemudahan kepada kita semua untuk bisa  berpuasa  di  dua  hari tersebut , seperti kejadian kejadian  tersebut  diatas  Allah  memberikan pertolongan  pada 10 Muharam ,  semoga  di 10 Muharam  1442 H ini,  Allah  memberikan  pertolongan  kepada  seluruh  umat manusia dengan  menyelesaikan  pandemi  covid-19  dan musibah  musibah  yang  lain,  sehingga  tahun  2021  bagi  yang  mendapatkan  giliran haji,  bisa  melaksanakan  dengan  nyaman.

Anak anak  bisa segera masuk sekolah, para santri  bisa  segera ke pondoknya,  aktivitas ekonomi  segera  bangkit  dan kemakmuran  segera  terwujud,  "ayem tentrem gemah  ripah lohjinawi tata tentrem kerta raharjo murah  sandang pangan baldatun  thoyibatun warobbun ghofur."

Magetan, 21 Agustus  2020.

*) Penulis Warga SH Terate  pengesahan  tahun 83

Sumber bacaan:

Portal Jember.pikiran rakyat.com; 21/8/2020; 17.20

Imam Al Mundziri, Ringkasan hadis shahih muslim, Pustaka amani, Jakarta.

Referensi: https://tafsirweb.com/3536-quran-surat-hud-ayat-44.html: 21/8/2020; 20.15


Kamis, 20 Agustus 2020

Sholat subuh

gambar ilustrasi: merdeka.com 

Jujur  saya katakan , hari ini saya  tidak  punya  judul  apa yang mau  saya tulis. Kemudian saya baca  blognya Omjay,  beliau  sedang berlibur  juga, tulisannya menceritakan  dinginnya  suasana  tempat  berliburnya. Sepinya  suasana membuat  beliau  lancar  dalam mengetik  apa yang ada di benaknya. Lancar sekali  seperti  air  yang mengalir di kali. 

Omjay  menceritakan  apa yang dialami dan dirasakannya  pagi  ini, sambil menerawang tugas tugas beliau  yang banyak,  antara lain  menyelesaikan  proses  penilaian  lomba  guru  Blogger  tingkat  nasional,  belum janjinya akan  memberikan  kata pengantar untuk  buku  saya. Hahahaha. 

Terinspirasi Omjay, saya menulis apa yang saya alami dan rasakan hari ini. Ini  hari  kedua  saya libur  cuti  bersama,  tidak  pergi  kemana-mana,  hanya  menikmati minum "Jaseku" ( minuman ikon sekolahku yang terbuat  dari jahe  sereh, kunir temulawak , masih saya tambah madu) diteras  rumahku. Sambil  merasakan  betapa  besar  nikmat  Tuhan yang  diberikan  kepadaku sekeluarga.

Sebenarnya sederhana saja cara menikmati  hidup,  yang pertama  diberikan  kesehatan, yang ke dua keimanan dan yang  ketiga diberikan  ilmu pengetahuan.  Tapi sejatinya  ini  bukan  sederhana  justru  ini nikmat  yang menurut  saya paling  besar, yang apabila  seorang hamba  diberi  3 perkara  itu  akan  beruntung  di dunia  dan akherat. 

Kalau  kita sehat, menikmat  makanan  apa  saja  serasa  nikmat.  Tapi  kalau sakit,  merasakan  apa saja tidak nikmat.  Harta  kekayaan  yang banyak,  tidak  membuat  bahagia  kalau  sipemiliknya  sedang  sakit. Lebih  lebih apabila  dalam  menjalani  sakitnya tidak  iklas,  tidak sabar,  tidak  menerima  ini  sebagai  pemberian Allah. 

Maka  akan  disertai  rasa  kecemasan,   takut  mati. Karena sakit itu kalau  tidak  sembuh  ya mati. 

Yang  kedua  diberikan  keimanan,  percaya  bahwa  Allah itu  ada, bahwa  malaikat itu  ada,  bahwa  kitab  suci itu  benar, bahwa  Rosul itu  benar,  bahwa  hari  akhir  itu  ada dan benar,  bahwa segala sesuatu itu sudah ditakdirkan  Allah. 

Yang  ketiga diberikan  ilmu pengetahuan,  menurut  saya ilmu  itu  bekal kita  untuk  menghadapi dan mengatasi  seluruh permasalahan  hidup.  Ilmu itu senjata untuk  hidup lebih baik. Dengan ilmu,  yang gelap menjadi terang , yang berat  menjadi  ringan,  yang sulit  menjadi mudah,    yang jauh menjadi  dekat. Apalagi? ..... lanjutkan sendiri,  hahaha.

Oleh karena itu untuk anak muda yang hebat,  tuntutlah ilmu setinggi langit, "mumpung padang rebulane, munggung jembar kalangane" (senyampang  masih ada waktu,tenaga, biaya ). Yakinlah pasti berbeda antara  orang  berilmu  dan tidak berilmu.

Alhamdulillah  masih diberikan  istiqomah,  kalau  habis subuh  berjamaah di  mesjid  terus  baca Al Qur'an,  ketepatan  surat  yang saya baca surat Al Isro  ayat 78.

ุฃَู‚ِู…ِ ูฑู„ุตَّู„َูˆٰุฉَ ู„ِุฏُู„ُูˆูƒِ ูฑู„ุดَّู…ْุณِ ุฅِู„َู‰ٰ ุบَุณَู‚ِ ูฑู„َّูŠْู„ِ ูˆَู‚ُุฑْุกَุงู†َ ูฑู„ْูَุฌْุฑِ ۖ ุฅِู†َّ ู‚ُุฑْุกَุงู†َ ูฑู„ْูَุฌْุฑِ ูƒَุงู†َ ู…َุดْู‡ُูˆุฏًุง 

Terjemah Arti: Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). 
Ada tafsirnya juga
Tafsir Quran Surat Al-Isra Ayat 78 78. Dirikanlah salat dengan melaksanakannya secara sempurna di waktu-waktunya, mulai dari tergelincirnya matahari dari tengah langit yang mencakup waktu salat zuhur dan asar, sampai gelapnya malam yang mencakup waktu salat magrib dan isya, serta dirikanlah salat fajar dengan memperpanjang bacaan Al-Qur`ฤn di dalamnya, karena salat fajar dihadiri oleh Malaikat malam dan Malaikat siang.

Berati  kalau bisa shalat  subuh  berjamaah  termasuk nikmat  yang besar. Oleh  karena itu  rasanya  eman  apabila  diberikan  kesehatan  kok tidak ke masjid.

Semoga  kita  semua  diberikan  kemudahan  untuk  bisa menjalankan  sholat  5 waktu  di Masjid.  Terima kasih  Omjay  inspirasinya. 

*) Omjay  adalah  seorang  tokoh  senior  guru Blogger,  tinggal  di Jakarta. 

Magetan,  21 Agustus  2020.

Referensi: https://tafsirweb.com/4682-quran-surat-al-isra-ayat-78.html








Rabu, 19 Agustus 2020

Menulis buku itu mudah

Masih tentang  resume  dari  mengikuti  kuliahnya  Pak Akbar Zainuddin  secara  daring,  tapi  yabg ini  lebih detail  disertai  contoh  contohnya. 

Walaupun  sekarang  itu  masih sedikit orang yang memiliki kesadaran  membeli buku, tapi  buku tulisan alumni Gontor  ini sampai terjual 25 000 lebih. Luar  biasa kan, oleh  karena  itu pantas  kita  semua belajar  dari  beliau.

Masih  tentang  TOJTRP
Langkah pertama adalah T. Tentukan TEMA tulisan. Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi. 

Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya. 

Kalau buku saya, kebanyakan adalah buku-buku motivasi. Kalau buku Asma Nadia, Novel. Ahmad Fuadi, Novel tentang pesantren dan kerja keras. Dan sebagainya. 

Bolehkah satu orang menulis berbagai tema buku? Menurut saya, karena ini terkait dengan “branding”, berusahalah untuk fokus menulis satu tema tertentu, agar kita dikenal ahli dalam tema tersebut. Kalau temanya berubah-ubah, nanti orang bingung, kita ini sebenarnya ahli dalam bidang apa?

BAGAIMANA MEMBUAT OUTLINE UNTUK BUKU FIKSI?

Pertama: WHO? Siapa saja tokoh-tokohnya. 

Tentukan tokoh-tokoh yang akan menjadi bagian dari cerita.

Misalnya, ayah, ibu, teman, guru, dan sebagainya. 

Kedua: Karakter.
Gambarkan profil setiap tokoh dengan sifatnya masing-masing. 

Ketiga: Plot atau Alur Cerita.
Gambarkan alur cerita dari awal hingga akhir. Potongan ceritanya seperti apa. Di mana akan membangun cerita emosionalnya, di mana sedihnya, di mana senangnya. 

Terus ending cerita seperti apa, apakah happy ending, sad ending, dan sebagainya.

Langkah kedua adalah O. Buatlah OUTLINE atau DAFTAR ISI. 

Gunanya outline:
1. Agar tulisan kita terarah.
2. Bisa buat jadwal dan target.
3. Menghindari "ngeblank" pada saat menulis. 
4. Agar bukunya selesai. 

Kalau tidak ada daftar isi, akan sulit bukunya bisa selesai. Inilah salah satu hal penting yang sering diabaikan orang. Merasa sudah tahu apa yang ditulis, akhirnya tidak ada outline dan langsung menulis. Akibatnya, tulisannya tidak terarah, “melenceng” dan “lari” ke mana-mana, tidak tahu jalan akhirnya. 

Bukunya akan selesai? Tentu tidak. Banyak ide itu bagus, tetapi yang jauh lebih bagus adalah ide yang difokuskan. Cara memfokuskan ide adalah dengan membuat outline. 

HOW: Bagaimana
Cara Mengembangkan Daftar Isi (outline)

UNTUK BUKU NON FIKSI

1. Gunakan prinsip dasar 5W dan 1H. 

WHY: 
Ini terkait pengertian, definisi, pembagian, jenis-jenis, dan sebagainya. 

WHY:
Ini adalah tentang alasan (mengapa) buku ini ditulis, tujuannya apa dan manaatnya apa. 

HOW
How ini berbicara tentang bagaimana, tips and trick, strategi, langkah-langkah, dan sebagainya. 

Untuk 2 W yang lain, yaitu Where dan When bisa tidak digunakan. 

CONTOH. 

Tema: Santri dan Menulis

WHAT

1. Santri dan keterampilan menulis. 
2. Keterampilan apa saja yang dibutuhkan agar bisa menulis.
3. Para ulama dan karya mereka dari masa lampau.
4. dan seterusnya. 

MENGAPA?
1. Mengapa Santri Harus Menulis?
2. Tujuan Menulis.
3. Tantangan Mengapa Santri Harus Bisa Menulis.
4. dan seterusnya.

HOW?

1. Bagaimana cara menulis?
2. Bagaimana membangun disiplin menulis?
3. Tips and Tricks Menjadi Penulis.
4. dan seterusnya.

MASIH TENTANG OUTLINE

Buku lain yang ingin saya bedah Daftar Isinya adalah buku "Ketika Sukses Berawal dari Pesantren". Target buku ini adalah para santri, umur SMP dan SMA. 

Karena itu, buku ini harus sederhana, ringan, bisa dibaca oleh pembaca dalam rentang umur tersebut, dan tetap bobot isinya tinggi. 

Saya mulai dengan cara yang sama; menguraikan WHAT, WHY, dan HOW.

1. Apa itu sukses. 
2. Apakah bisa anak pesantren itu sukses?
3. Kisah-kisah sukses alumni pesantren. 
4. Sukses itu apa menurut pesantren?
5. Bagaimana caranya agar kita sukses?
6. Apa yang harus kita lakukan mulai dari sekarang? 

Dari poin-poin itu saya jabarkan lebih detail lagi menjadi daftar isi yang cukup lengkap. Daftar isi ini lalu saya tuliskan satu per satu, maka jadilah buku "Ketika Sukses Berawal dari Pesantren".

Buku ini alhamdulillah sekarang sudah terjual lebih dari 25.000 eksemplar di seluruh Indonesia.

CONTOH OUTLINE

Saya ingin memberi contoh buku saya: "Man Jadda Wajada".

Buku ini adalah buku dengan tema motivasi umum, motivasi hidup. 

Saya kembali ke konsep dasar 5W dan 1H. 

Biasanya saya mulai dengan WHY. Kalau terkait motivasi, penjabaran tentang WHY bisa digambarkan sebagai berikut: 

1. Mengapa motivasi itu penting dalam hidup.
2. Motivasi apa yang membuat orang tergerak untuk berubah.
3. Apa tujuan hidup seseorang?
4. Mengapa orang harus berubah?
5. Darimana perubahan itu bisa dimulai?
6. Apa saja yang harus diubah?

Setelah WHY, hal kedua yang terpikir adalah WHAT.

Hal-hal yang terpikir dalam kategori WHAT adalah:

1. Apa itu sukses?
2. Langkah-langkah apa saja yang harus dijalani agar kita bisa sukses?
3. Potensi diri, kelebihan dan kekurangan.
4. Memahami bahwa sukses itu bisa kita dapatkan. 

Setelah WHY, hal ketiga yang saya coba jabarkan adalah HOW. Ini tentang bagaimana, strategi, langkah-langkah, tips & Trick, dan juga action. 

Penjabarannya: 

1. Bagaimana bermimpi besar.
2. Bagaimana membuat rencana (action plan).
3. Bagaimana berani memulai.
4. Menjadi kreatif.
5. Membangun momentum berubah.
6. Kapan harus memulai?

Nah, ketiga hal itulah yang akhirnya menjadi dasar outline buku saya "Man Jadda Wajada"
===
CONTOH OUTLINE BUKU UKTUB
Satu lagi, buku saya yang saya khususkan untuk panduan menulis buku, judulnya "UKTUB: Panduan Lengkap Menulis Buku dalam 180 Hari".
Buku ini merupakan rangkuman best practices Akbar Zainudin sebagai penulis sekaligus motivator andal yang ingin ditularkan kepada Anda.

Rahasia Akbar Zainudin menjadi penulis sukses terangkum lengkap dalam buku ini. Semua pertanyaan dan keingintahuan tentang dunia penulisan, perbukuan, dan penerbitan dijawab secara lengkap dan jelas di buku ini. Jika Anda serius mempraktikkan isi buku ini, dijamin Anda akan menjadi penulis sukses hanya dalam 180 hari!

"Judul buku ini sangat tepat karena semangat Iqra’! (Bacalah!) sebaiknya diikuti dengan Uktub! (Tulislah!). Bacalah buku senior saya di Gontor ini, untuk belajar kiat-kiat menulis, dari proses menangkap ide sampai menerbitkan buku yang bagus dan laris"

—Ahmad Fuadi, Penulis Novel Best Seller Negeri 5 Menara

"Para penulis adalah orang-orang terpilih yang memiliki visi jauh melampaui zamannya. Jika Anda ingin menjadi orang seperti itu, bacalah buku ini!"

Ahmad Gaus, Dosen Bahasa dan Budaya Swiss German University

"Andai dari dulu buku ini sudah ada, mungkin perjalanan saya menjadi penulis bisa lebih mudah. Uktub! Menulislah sekarang juga!"

Ollie, CMO & Co-Founder NulisBuku.com

"Cukuplah bagi seseorang membaca buku ini untuk mewujudkan keinginannya menjadi penulis buku atau memiliki penerbit buku".

M. Abdul Ghoffar, Pemilik Penerbit Al-Mahira

"Melalui bukunya ini, Akbar Zainudin menunjuk-kan bukti betapa menulis adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan"

Nashrulloh ZM Zarkasyi, Guru Bahasa Indonesia di Pondok Modern Gontor

Saya bagi buku UKTUB ini dalam beberapa bagian besar:

1. Sikap Mental
2. Motif Menulis
3. Mencari Ide
4. Apa yang Ditulis
5. Bagaimana Menulis
6. Mengenal Pembaca
7. Mengenal Penerbit. 

Dari poin-poin inilah saya kembangkan menjadi daftar isi.

Karena itulah, buku UKTUB ini lengkap sekali. Anda tinggal mengikuti satu demi satu langkah-langkah nya untuk menjadi penulis buku.

Saya sarankan, highly recommended Anda membeli, mempelajari dan mempraktikkan apa yang ada dalam buku ini. Biar lebih serius dalam belajar menulisnya.

Langkah ketiga adalah J. Buatlah jadwal penulisan.

Kalau daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau selesai. 

Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.

CARA MEMBUAT JADWAL.
1. Buatlah tabel dengan 4 kolom, yang berisi No-Judul Artikel-Target Lama Menulis-Tanggal-Keterangan
2. Isi Nomer 
3. Isi Judul Artikel
4. Perkirakan Berapa Lama (Berapa Hari) Artikel akan Ditulis
5. Buat sesuai dengan tanggal yang ada saat ini. 
6. Isi Keterangan dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum.

Langkah keempat adalah T. Tuliskan. 

Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya. 

Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak. 

Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.

Langkah keempat adalah T. Tuliskan. 

Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya. 

Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak. 

Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.

Langkah keenam adalah kirim ke penerbit. 

Apa yang menadi pertimbangan penerbit?

Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca.

Apakah pembaca butuh buku kita? 
Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh? 
Buku kita menjawab kebutuhan apa?

Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar. 

Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca. 

Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis. 

Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis? 

Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit. 

Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku? 

Harus punya jawabannya. Misalnya iklan di Medsos, Seminar, Pelatihan, Diskusi Buku, Membangun Komunitas, Dan Sebagainya. 
Apakah perlu membayar kepada penerbit? 

Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual. 

Bagaimana cara mengirim naskah?

1. Naskah harus sudah jadi. 
2. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash Disk

Berapa lama?

Kabar diterima atau tidak sekitar 3 bulan.

Langkah kelima adalah R,  REVISI. 

Revisilah tulisan kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai sempurna. 

Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa. Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku. 

Tahap kedua, baru revisi. Apa saja yang direvisi?

1. Data dan informasi yang kurang. 
2. Tata Bahasa
3. Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir. 
4. Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.

Baiklah Bapak Ibu sekalian, saya akan lampirkan contoh pembuatan jadwal penulisan buku. Ini jadwal sering sekali dilupakan, padahal inilah salah satu faktor penting buku bisa selesai atau tidak.
(terlampir)

Tanya  jawab 
P.1 Assalamu'alaikum pak Akbar. Nama saya Adi dari tangerang, banten.
Pertanyaan : Apa konten utama ketika kita ingin menulis buku motivasi pak? Bagaimana tips and tricknya. Terima kasih pak๐Ÿ™‚๐Ÿ™
JAWABAN:

Waalaikum salam. Terima kasih Pak Adi Tangerang. Bagus sekali pertanyaannya. 

Saya selalu memulai sebuah konsep tulisan dengan 3 hal yang saya sebutkan di atas, yaitu WHY, WHAT, dan HOW. Buku motivasi ini kan sangat luas, kita sempitkan temanya misalnya motivasi belajar. 

Kita mulai dengan WHY?
1. Mengapa belajar itu penting.
2. Apa akibatnya kalau tidak belajar.
3. Tujuan dan manfaat belajar.

WHAT
1. Belajar itu apa sih?
2. Macam-macam teori belajar.
3. Dari mana kita belajar.

HOW:
1. Bagaimana agar efektif belajar?
2. Bagaimana mengelola waktu?
3. Bagaimana cara meringkas pelajaran?
4. Bagaimana menghilangkan rasa malas?
5. Bagaimana tips menghadapi ujian? 

Dengan 3 konsep tadi, kita sudah punya kerangka tulisan. Buatlah kerangka tulisan kalau satu buku sekitar 20-30 judul. 

Setelah itu dibuat jadwalnya, dan mulailah kita menulis. 

Silakan dimulai Pak Adi.

P 2 Nurhidayati dari Tegal Jawa Tengah 

Pertanyaan : 
1.  Mematuhi Jadwal
Kiat nya apa mas mematuhi jadwal biar bs sukses sesuai jadwal yg disusun 

2. Mas Akbar sdh byk pengalaman mengadakan pelatihan yg outputnya peserta membuat buku. 

Bisa sedikit di jelaskan penerbit mana saja yg recomended utk penulis pemula ?

Apa harus ada orang yg dijadikan referensi dulu..... biar kita dikenal penerbit ?
JAWABAN 

Terima kasih banyak ibu Nurhidayati dari Tegal Jawa Tengah 

Pertanyaan : 
1.  Mematuhi Jadwal
Kiat nya apa mas mematuhi jadwal biar bs sukses sesuai jadwal yg disusun 

JAWABAN:

Terkadang sukses itu memang harus dipaksa. Kalau kita tidak pernah memaksa diri kita, rasanya sulit kita akan berhasil. 

Menulis itu sebenarnya terdiri dari dua sisi; MENTAL dan KETERAMPILAN. Antara MAU dengan MAMPU. Pengalaman saya berinteraksi dengan banyak penulis, masalah MENTAL ini jauh lebih penting. Kalau orang MAU berjuang, akan lebih cepat tulisannya selesai walaupun secara kemampuan biasa-biasa saja. Sebaliknya, kalau sudah tidak mau atau malas-malasan, walaupun sebenarnya kualitas tulisannya baik, akan sulit untuk cepat selesai. 

Kuncinya cuma satu: PAKSA DIRI untuk SUKSES. Agar bisa memaksa diri, selain target di depan, harus ada motivasi besar mengapa buku harus selesai.

Bisa buat angka kredit, bisa buat branding personal, dan sebagainya. Kalau keinginan kuat, maka akan lebih mudah memaksa diri. 

Dan, buatlah waktu khusus untuk menulis SETIAP HARI. Misalnya pagi, siang, atau malam. Cukup 15-30 menit. SETIAP HARI. Misalnya sebelum subuh, setelah subuh, sore hari sebelum pulang, atau malam hari sebelum tidur. 

Kalau sudah dijadwalkan menulis setiap hari, maka kita akan otomatis DIPAKSA menulis. InsyaAllah jadwal akan bisa kita penuhi.

Pertanyaan 2; Penerbit Mana?

Banyak penerbit. Di sini ada Pak Agus penerbit Andi. 

Mohon maaf kalau saya dulu buku saya memang ingin diterbitkan Gramedia. Jadi, saya pede aja saya kirimkan ke sana. 

Saya coba petakan siapa yang mau membaca dan mau membeli buku saya, lalu saya coba ajukan. Alhamdulillah diterima. 

Kuncinya percaya diri saja. 

Kalau memang hanya untuk kepentingan angka kredit, sekarang ini banyak penerbit yang bisa membantu dengan penerbitan terbatas sesuai kebutuhan (printing on demand), dan mendaftarkan ISBN-nya. 

Pokoknya, percaya diri saja. 

Saya list di buku saya UKTUB ada sekitar 150an penerbit Anggota IKAPI. Silakan nanti dilihat di buku saya UKTUB.

P 3 Assalamualaikum wr. Wb. Saya ahmad Mohon ijin Bertanya bagaimana cara menulis biar kalimt per kalimat biar enak di baca dan nyambung. Serta bagaimana cara mengembangkan sebuah kalimat menjadi paragraf? Terima kasih
Maaf masih newbe banget tentang menulis
Terima kasih Pak Ahmad yang baik hatinya. 

Sebenarnya tidak ada yang pemula atau newbie banget dalam menulis. Karena Bapak Ibu sudah banyak menulis selama ini. Menulis RPP, menulis laporan, tugas-tugas, skripsi, dan sebagainya. Itu semua bekal yang sangat baik. 

Dulu, mengapa bisa ya, menulis tugas dan skripsi? 

Satu, karena dipaksa.
Kedua, karena memaksa diri.

Sekarang apakah bisa diterapkan hal yang sama? 
TENTU BISA. 

Bagaimana memulai sebuah kalimat?
Saya sampaikan trik yang sangat sederhana. 

1. Pikirkanlah sebuah kata, apa saja. Misalnya: zaman.
2. Dari kata tersebut, buatlah sebuah kalimat. Misalnya: Zaman sekarang ini saatnya para guru berubah. 
3. Jadilah sebuah kalimat. Sekarang pikirkan kata berikutnya, misalnya: Mengapa. 
4. Buatlah menjadi kalimat berikutnya. Contoh: Mengapa harus berubah, karena zaman juga berubah. 
5. Begitu seterusnya sampai satu paragraf selesai. Satu paragraf selesai, disambung dengan paragraf berikutnya. 

Pada awalnya, memang tidak langsung berjalan cepat. Lama kelamaan, nanti kita akan terbiasa seperti itu. 

Kualitas menulis kita akan terus bertambah jika kita mendisiplinkan diri untuk menulis. Yang penting itu bukan hanya tahu cara menulis, tetapi praktiknya. 

PRAKTIK. PRAKTIK. PRAKTIK. Itulah kuncinya. Kalimat dan paragraf yang baik dan enak dibaca adalah masalah jam terbang. Jam terbang itu artinya banyak berlatih. 

Mudah-mudahan menjawab Pak Ahmad. 

Terima kasih banyak.

P 4Assalamu'alaikum Pak Akbar. 
Saya Endartiningtyas Sulistiyo dari Rembang, Jawa Tengah. 
1.Mohon penjelasan lebih lanjut tentang gaya tulisan. Apakah yang Bapak maksudkan dengan " disamakan dari awal hingga akhir. 
2. Saya merasa lebih mudah menulis sebuah novel daripada sebuah buku nonfiksi. Namun, saya sangat ingin dapat menulis buku nonfiksi semudah menulis novel. Mohon tips dari Bapak agar keinginan saya itu dapat terwujud. 
Terima kasih atas penjelasan dari Bapak.

Terima kasih ibu Endartiningtyas yang baik hatinya. 

1. Ini tentang audiens atau pembaca. Kalau pembaca kita remaja, maka gaya penulisan kita dari awal hingga akhir untuk remaja. Kalau pembaca kita orang tua, maka gaya penulisan kita juga untuk orang tua. Tentukan siapa pembaca kita, dan konsisten menulis dengan gaya mereka. 

Karena menulis itu bagi saya seperti sedang "ngobrol" dengan pembaca. Mengobrol-lah sesuai dengan bahasa mereka. 

2. Setiap orang biasanya memiliki kecenderungan tertentu, apakah menulis buku fiksi atau nonfiksi. Menulis itu memang tentang kenyamanan. Kalau terbiasa menulis fiksi, butuh sedikit adaptasi. Bisakah? Pasti bisa. 

Kalau buku nonfiksi lebih mudah untuk dibuatkan kerangkanya. Kerangka bisa dibuat dengan prinsip WHY, WHAT dan HOW seperti di atas saya jelaskan. 

Kalau buku nonfiksi, kita bercerita tentang apa masalahnya, mengapa terjadi, dan bagaimana cara penyelesaiannya. Biasanya bersifat langsung. Kalau buku fiksi kan kita berbicara penyelesaian masalah melalui cerita, kalau nonfiksi kita langsung mengungkapkan pemecahan masalahnya secara langsung. 

Mohon dicoba dengan membuat kerangka tulisan, setelah itu menulis berdasarkan kerangka tersebut. 

Terima kasih.

P 5 Saya Yohana dari NTT mohon  izin bertanya.. dalam menulis judul dalam satu buku ada 20- 30 judul apakah judul - judul itu harus saling  berhubungan ?

Terima kasih ibu Yohana yang baik hatinya. 

Buku itu ada yang memuat satu pemikiran lengkap ada juga yang memuat bunga rampai pemikiran dari berbagai aspek. 

Kalau memuat satu pemikiran lengkap, judul-judul dalam sebuah buku harus saling berhubungan dan membangun satu pemikiran lengkap. Kalau berbentuk bunga rampai, tulisan bisa tentang apa saja. 

Ada lagi satu buku antologi tulisan bersama. Ini ditulis bersama-sama oleh beberapa orang. 

Kalau saya lebih sering menulis satu pemikiran lengkap dalam satu buku. Karena itu saya buat dulu outline atau daftar isinya secara lengkap agar saling berhubungan. Baru saya menulis berdasarkan daftar isi yang sudah saya buat. 

Jadi saya menulis setiap hari bukan tulisan acak, tetapi tulisan yang memang saya sudah buatkan daftar isinya untuk menjadi buku. 

Terima kasih Ibu Yohana.

P 6 Assalamualaikum, mohon ijin bertanya. Bagaimana menjaga ritme menulis supaya bisa tetap konsisten selesai tepat waktu.  Bila kita juga sedang menulis yang lain secara bersamaan seperti artikel  jurnal, laporan, dst.
Terimakasih

Sri Mulianah
Parepare
Gelombang 15
TERIMA KASIH ibu Sri Mulianah yang baik hatinya. 

RITME menulis itu dijaga dengan beberapa hal:

1. Target; kapan buku kita selesai.
2. Jadwal: berapa lama setiap tulisan akan selesai.
3. Jadwal menulis harian. Setiap hari, kapan jadwal menulis kita lakukan. 

Kita punya waktu satu minggu. Kalau kita bisa menyiapkan jadwal 1 jam untuk menulis setiap hari, maka itu sudah waktu yang cukup untuk kita bisa menulis banyak hal. 

Misalnya, saya beri contoh:
Senin: Laporan
Selasa: Laporan
Rabu: Artikel Lepas
Kamis: Artikel Lepas
Jum'at: Artikel Buku
Sabtu: Artikel Buku

Kalau laporan bisa juga diselesaikan pada saat jam kerja. Maka dalam satu minggu kita punya 3 hari untuk menulis artikel lepas dan 4 hari untuk menulis artikel buku. 

Ini masalah kemauan. Menulis itu memang butuh perjuangan dan kerja keras. Kalau sudah terbiasa seperti itu, Insya Allah akan jauh lebih mudah kita mengatur waktunya. 

Mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaannya. Terima kasih. 
Minggu:


P 7  Izin bertanya Bu..

1. Bagaimana memastikan outline yang kita buat sudah baik

2. Bagaimana jika outline yang kita buat seakan meloncat loncat keterkaitan antar tema nya?

Terima kasih
Sy Wiwi Purnawati dari SMKN 1 TONJONG
๐Ÿ™๐Ÿป
JAWABAN

1. Kalau kita ingin mengecek apakah outline yang sudah kita buat itu baik atau belum:
a. Diskusikan dengan rekan-rekan, berikan mereka gambaran outlinenya, dan minta pendapat mereka. 
b. Diskusikan dengan calon pembaca kalau kita mau menulis satu buku dengan tema dan kerangka seperti ini apakah mereka mau membaca dan yang lebih penting mau membeli atau tidak. 
c. Coba lihat beberapa buku sejenis. Bagaimana para penulis itu membuat outline. 

2. Kalau meloncat-loncat, ya disuruh diam anaknya. Hehehe...๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿ™

Itulah pentingnya outline. Kita punya gambaran besar buku kita akan menjadi apa. Kita tahu outline kita meloncat-loncat karena sudah kita buat terlebih dahulu. 

Ada draft awal outline. Setelah itu kita lihat lagi apakah sudah kita rasa baik atau belum.

Lalu kita diskusikan dengan beberapa teman kita, kalau menulis seperti ini bagaimana. Apa yang perlu ditambahkan. 

Jadi ada cek dan ricek dari kita sendiri, dan akan baik sekali kalau ada juga hasil review dan tambahan dari rekan-rekan.

P 8 Nama : Indrakeren
Asal : Ciledug, Tangerang
Pertanyaan :
Assalamulalaikum Mas Akbar
Seru sekali materi malam ini, 
1. Apa yang Memotivasi Mas Akbah hingga bisa terus produktif menulis ?

2. Apa hambatan yang Mas Akbar alami dalam menulis ?
 
3. Bagaimana (solusi) Mas Akbar untuk memecahkan hambatan tersebut?

Terima kasih Pak Indrakeren yang memang keren. 

1. Motivasi saya? Saya ingin minimal seperti HAMKA; bisa menulis 100 buku dalam hidup saya. Masih panjang perjuangan saya, baru 13 buku yang saya tulis. Kalau saya tahu masih panjang perjuangan saya, maka saya tidak punya waktu untuk bermalas-malasan. 

2. Hambatan terbesar seorang penulis itu bukan dari orang lain, melainkan dari diri sendiri. Melawan rasa malas, melawan rasa "tidak pede", melawan kekhawatiran, melawan "menunda menulis". 

Yang menyebabkan buku kita tidak selesai biasanya bukan karena orang lain, tetapi karena diri sendiri. 

Seandainya saja kita mau berjuang lebih keras, sebenarnya buku kita sebenarnya sudah terbit, terbit jauh lebih banyak dibandingkan sekarang. 

3. Solusinya? Lihatlah anak-anak. Buku saya itu menghidupi kuliah mereka, menafkahi mereka sehari-hari. Senang sekali kalau saya mendapatkan email atau WA dari pembaca; "Terima kasih mas Akbar, habis membaca buku mas Akbar, saya langsung tergerak untuk berubah", "Seakan-akan saya tertampar karena selama ini terlalu banyak mengeluhkan diri sendiri", "Saya tergerak untuk langsung membuat outline dan memaksa diri untuk menulis buku setelah membaca UKTUB karya mas Akbar".

Apa lagi di dunia ini yang lebih menyenangkan dibandingkan memberi manfaat buat orang banyak? Salah satu hal yang paling membahagiakan kita sebagai penulis adalah saat pembaca merasakan manfaat dari buku yang kita tuliskan. 

Jadi, terus menulis agar kita lebih banyak bermanfaat. 

Demikian, mudah-mudahan menjawab.

P 9 Saya nurhabubah dari Riau mohon  izin bertanya. Bagaimana membuat judul yang menarik. Makasih๐Ÿ™๐Ÿ™
Jawab
Terima kasih Ibu Nurhabubah

Kalau saya membuat judul:

1. Kalimatnya pendek, jangan terlalu panjang.
2. Cari kata yang paling menunjukkan emosi dengan pembaca. 
3. Semakin provokatif, semakin baik karena membuat pembaca penasaran dan ingin membaca tulisan kita. 

Misalnya, kita mau membuat judul tentang malas.

Judul 1: Agar Kita Tidak Malas

Saya lebih suka: 

"Malasmu Menghancurkanmu",

P 10 Assalamu'alaikum... Saya Lilis dari Majalengka mohon ijin bertanya. Mohon pencerahan bgmn membuat buku dari kumpulan resume dengan tema materi berbeda-beda. Terima kasih

JAWABAN

Terima kasih ibu Lilis dari Majalengka. 

Buku apapun yang kita tulis, hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat kerangka tulisan atau outline. 

Misalnya, kalau resumenya tentang menulis, maka kita buat kerangka bukunya. 

TIPS & TRIK MENULIS dari Para Penulis Hebat

1. Bagaimana Mencari Ide
2. 
3. 
4.
5. 
6. 
7.

Nah, setelah itu kita tuliskan. Nanti tulisannya jangan hanya asal resume saja, atau memindahkan materi yang sudah diberikan ke buku. 

Mesti ada penambahan dari pemikiran kita, sehingga menjadi satu tulisan yang lengkap. 

Misalnya:

Materi malam ini: Langkah-Langkah Menulis Buku. 

Saya punya beberapa langkah. Nah, setiap langkah itu diberikan penjelasan lebih detail, kalau perlu dituliskan contoh-contohnya sehingga bisa lebih lengkap setiap artikelnya. 

Dengan demikian, buku hasil resume itu tidak sekadar memindahkan materi, tetapi DITULIS ULANG dengan gaya tulisan kita sendiri. 

Tidak perlu takut ada lebih dari 200 buku hasil resume seminar. Karena setiap orang mempunyai gaya tulisan berbeda. 

Keren sekali kalau dari hasil seminar ini bisa menghasilkan 200 buku. 

Silakan dicoba Bapak Ibu sekalian. 

๐Ÿ™๐Ÿ™