Rabu, 09 September 2020

Jangan berhenti membaca dan menulis

Jika anda berhenti  belajar, maka berhenti  sampai  disitulah pertambahan  ilmu pengetahuanmu. Oleh karena itu  belajar  itu seumur hidup (long live education) Belajar apa saja tentang kebaikan yang bermanfaat  untuk kehidupan.

Membaca salah satu  cara untuk  menambah pengetahuan , meningkat ilmu dan menambah kecerdasan. Oleh karena itu di Negara negara  maju, masyarakatnya memiliki  kesadaran  yang tinggi  dalam membaca. 

Bagi  anda yang  memiliki  passion menulis  , teruslah lakukan menulis,  menulis tentang apa saja,  yang anda alami, yang anda lihat yang anda rasakan, yang anda  kuasai.

Yang anda lakukan  adalah suatu  kebaikan, jangan berhenti  melakukan kebaikan,  walaupun  disindir orang, walaupun  tidak  disukai orang,  walaupun  tidak diperhatikan orang walaupun hanya sedikit yang membacanya. Yang  penting  apa yang anda lakukan dicatat  Allah  sebagai  kebaikan. Apa yang anda lakukan  suatu saat nanti  akan melihat  balasannya. 
"Maka barang siapa  mengerjakan  kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). QS. Az Zalzalah 7.

Jangan berhenti melakukan kebaikan, walaupun  kecil, walaupun sedikit walaupun  berat.  Karena manusia  tidak tahu kebaikan mana  yang diterima oleh Allah, dan itu yang akan menyelamatkan  anda. 

Menulis  menjadikan  amal zariah anda, karena sampai kapanpun selama tulisan  anda masih dibaca orang maka  anda masih mendapatkan  pahala. 

Oleh karena  itu  dalam menulis,  tulislah  kebaikan, tulislah sesuatu  yang bermanfaat,  yang dengan membaca  tulisan anda, seseorang  akan melakukan kebaikan walaupun hanya seberat  zarrah.  

Dengan menulis kebaikan, setidaknya anda sudah mendapat 1 kebaikan, dari niat anda, apabila dibaca orang mendapatkan satu  kebaiakan  lagi. 

Imam Bukhori  menjadi terkenal karena  menulis buku hadits Shahih Bukhori , Imam Muslim  juga begitu menulis buku Shahih Muslim, Hamka menulus buku Tasawuf modern,  Falsafah hidup,  Di bawah lindungan ka'bah, Tenggelamnya  kapal vanderwij dll.

Buku- buku  itu selalu  dibaca orang,  dipelajari  orang,  menjadi  rujukan  dalam menulis. Maka penulisnya  akan mendapatkan  pahala hingga kapanpun selama buku itu dibaca orang hingga  hari Qiamat. 

Oleh karena itu jangan berhenti  menulis, jangan berhenti  membaca, jangan berhenti  melakukan suatu kebaikan, walaupun kecil  walaupun  sebiji zarrah.

Lakukanlah setiap hari menulis  walaupun hanya satu kalimat,  walaupun hanya  satu paragraf  ,  dua paragraf.  Kalau  kita melakukannya setiap  hari  dalam  satu minggu  akan tersusun menjadi satu bab. 

Kalau kita melakukannya terus  satu bulan dapat 4 bab. Dalam tiga bulan sudah menjadi  satu buku. Inilah  resep jitu  menulis buku yang dilakukan  para penulis hebat.

Banyak  hambatannya.
Atasilah hambatannya,  lewatilah rintangannya,  , tidak ada pekerjaan  baik yang tidak ada hambatannya. Yang penting anda sungguh  sungguh  melakukan dan melewatinya. Man jadda wajada,  barang  siapa yang   bersungguh  sungguh ia akan dapat. Atau  dalam peribahasa Indonesia,  "berakit  rakit  ke hulu, berenang  renang ketepian, bersakit sakit dahulu  bersenang senang kemudian." 

Jadi apa saja kebaikan  yang kita lakukan, kuncinya  adalah kesungguhan, bersakit sakit dahulu, baru berenang ketepian.  Sekali lagi  jangan berhenti  membaca dan menulis. Bagaimana pendapat anda?

Magetan,  10 September  2020













4 komentar: