Sabtu, 19 November 2022

Atur pambagyo harjo

Assalamu 'alaikum wr.wb.

Innalhamda lillah nastainuhu  wanastaghfiruhu, wanau dubillahi minsyururi  angfusina, wamin syayyiati a'malina,  mayyahdihillahu fala mudilalah wamayyudlilhu  fala hadiyalah.

Ashadu  alah  iraha illalloh  wa asyhadu ana  Muhammadarosuululloh

Allahumma  sholi  ala  sayidina  Muhammad  wa  ala aliihi  wa  ashabihi  ajmain. 

Robisrohli  sodri  wayassirli  amri  wahlul  ukdatam milisani  yafkhohu  kouli. 

Amma  bakdu.
Para alim ulama ingkang tansah sinand8ng wahyuning Gusti,
Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.
Kadang besar sak penderek saking puh 3 inhkang kinabekten 
Para Rawuh kakung putri ingkang kinurmatan.

Ing ngriki kulo minongko sulih sariro talanging boso  saking Bapak H. Parmo.

Minangka purwakaning atur sumongga  kula derekaken  manengku  puja mewah ngunjukaaken raos syukur  wonten ngarsa  dalem Allah  SWT,  awit lumintuning barokah saha rahmat sahingga saget makempal wonten dalemipun Bapak H Parmo.
Kaping kalih mugi sholawat saha salam tansah kunjuk ngarso  dalem Rosululloh SAW ingkang sampun paring turunan Agami Isalam ingkang anjog dateng karahayon.

Para tamu ingkang luhuring budi ,
Bapak Haji Parmo  ngaturaken agunging panuwun ingkang tanpo pepindan awit rawuh penjenengan  sedaya , selajengipun ngaturaken wilujeng rawuh, mugi dipun sekecaken  anggenipun pinarak lenggah ngantos dumugi  purnaning pawiwahan.


Selajengipun Bapak H Parmo datan kekilapan ngaturaken  agunging panuwun dateng sanak kadang mitra pitepangan ingkang sampun  paring pambiyantu iguh pertikel  minggahipun dateng dana prabeyo. Sedaya kasumanggaken dateng ngarsaning Gusti  mugi sih kadarman penjenengan  kacatet dados amal sholeh  ingkang Gusti  bade paring piwales ingkang sakalangkung  ageng.

Bapak Ibu para tamu kakung putri wreda tumaruno ingkang kinurmatan. 

Sanadyan sampun cetho kaserat dateng kintokoworo, parandene awit sukingtyas marwotosuto, ingkang menika kanti raos suka kepareng ngaturaken baybaring sedyo wudaring gontho.

Madyaning suko ing kalenggahan menika Bapak H. PARMO kepareng mahargyo suta amiwoho siwi , putranipun ingkang kekasih bagus Alim
Ingkang pikantuk  kusumaning ayu Roro.... nun inggih  putranipun Bapak ..... ingkang mijil saking...



Pepuntaning  atur mbok bilih anggenipun  nampi  rawuh penjenengan  wonten kiranging boja mewah  krama Bapak  H. PARMO  namung tumadah baludaging  samudra pangaksama ingkang Agung.
mbok  bilih anggen  kula matur  wonten  gonyak  ganyuking wicara  ingkang  boten nuju  prana  kulo ngaturaken  jenang  sela wader  kalen  sesoanderan  ngapuranta sedaya  kalepatan  kulo.

Yu painten  marut  klopo,  tuku kupat nang Sukomoro , cekap semanten  atur kawula, menawi lepat  nyuwun  pangapura.

Wassalamu  alaikum wr.wb. 

Selasa, 15 November 2022

I want to be your fiend

Hari ini kami  diajak ke kebun kopi Jember. Dari hotel hanya perjalanan selama 10 menit. Kebunya  luas sekali ada160 ha.

Begitu turun dari bus kami disiapkan mobil kereta kelinci  yang terbuat dari kayu. Keren sekali aku duduk di depan bersama mas sopir. Sopirnya dari teman kami sendiri. Mas Heru namanya dari BBGP

Mobil kami melewati jalan yang membelah luasnya kebun kopi dan kakau.
Lihat itu sebelah kiri dan kanan kami ada kebun kopi dan kakau. Buah banyak dan waktunya panen. Sungguh suatu pemandangan yang menakjubkan. Jadi ingat dulu saya ketika jadi KS  di SMPN 3 Kawedanan menanam pohon kakau 1000 pohon. Dalam perkembangannya  yang hidup  sekitar  300 pohon. Di SMP 3 Kawedanan tanahnya memang kurang subur  dan air. Sehingga  ketika pasca tanam perlu kontrol air yang maksimal.

Sekarang  sudah berbuah banyak. Kendalanya  dimakan tupai. Tapi kendala ini saya pikir lebih mudah dari pada menanam dan merawat  hingga berbuah.

Di Kebun Kakau ini juga diberikan edukasi  cara  membuat coklat  hingga mesin ya disediakan.  Sehingga memungkinkan sekali dari coklat  itu dibuat berbagai jenis makanan.
Kita sudah sampai di tempat outbond.  Di sini juga ada kijang, rusa dan dipelihara juga ular dan burung. Untuk dilihat pengunjung.  Kijangnya jinak  hingga ada diantara peserta  berkenalan dengan mengusap kepalanya.
gambar tersebut Kijang berwarna tutul. Ada yang tidak berwarna
Kijang itu binatang yang paling suka menjaga kebersihan.  Dia sering menjilat  tubuhnya  agar tetap bersih. 

Di tempat ini udaranya sejuk membuat kami senang dan segar menghirup udara  perkebunan. 

Kami di sambut mas Irwan ketua Tim Out bond 

Permainan tepuk Indonesia.
In- do-ne-sia.... = prok prok  prok prok......... prok.
Dalam permainan , Itu juga dipakai tepuk satu.
Tepuk satu = prok ...prok... prok... prok.... prok .........

Tepuk dua = prok ...prok... prok... prok.... wus
 Tepuk tiga = prok ...prok... prok... prok.... wa a

Perintahnya bisa 123, 321,221 dsb.

Nah selanjutnya diperkenalkan permainan samurai perintahnya begini
Samurai: haik.....
Musuh didepan : peserta menebaskan pedangnnya ke depan dengan berteriak Haa.....
Musuh di belakang ; samurai balik kanan dan berteriak huu......
Pesan moral dari permainan  ini visi itu harus dipahami sama oleh tim. Kalau berbeda  maka akan berbenturan  sehingga tidak akan kompak.

Permainan  kedua menyanyi bahasa inggris.  Peserta mencari pasangan masing-masing. 
Peserta berjabat tangan kemudian menyanyi 
I wont to be your friend 
Kemudian berjabat tangan yang kiri dan melantunkan 
I wont to be your friend 
Kemudian tangannya diayunkan kekiri ke kanan . Kemudian melantunkan  lagi 
I wont to be your friend .

Mencubit pipi kiri kanan Kemudian tous kedua telapak tangan.
Sambil menyanyikan 
A litle beet more 3x 

Silahkan sentuh tulisan  berwarna merah berikut  ini:


Kemudian pemandu membunyikan peluit tanda peserta dengan cepat mencari pasangan 

Permainan bola. Ada bola kecil ditaruh dalam gelas yang menjadi gawangnya.  
Kemudian pemandu menjadi komentator  pertandingan  sepak bola.  
Peserta sebelumnya disuruh berhitung mulai no 1 sd no 13. 

Kalau permainan  bola yang sebenarnya komentator   mengikuti bola berlari. Tapi dalam permainan ini pemain mengikuti komando yang disampaikan  komentator. 

Bola dipegang  pemain  dengan nomor punggung 1 kemudian diiringi dilempar ke nomor punggung 3 kemudian 6 dioper  ke 10 dan ternyata Gooll.

Ketika gool  no 10 memasukkan  bola ke gawang.  

Seru sekali gelak tawa bahagia  mewarnai permainan ini. 

Kemudian sebelum sholat  duhur  kami sudah di Masjid.  Ini yang menjadi ikon di sini  bukan on time tapi in time.

Kalau on time itu Jin, sim sala bim  langsung ada. Kalau in time  pas waktunya  sudah ada. Jadi nanti kita belajar  in time. 

Saya beruntung  bertemu dengan Kepala BBGP , Bapak Drs. Abu Khaer, M.Pd. ternyata beliau baik sekali mau dekat dengan kami, ikut kegiatan  bersama kami sejak awal hingga akhir.  Sebelumnya  saya juga sering mengikuti  ceramah beliau baik luring maupun daring. Tapi baru ini bisa berdiri dekat dengan beliau.
Ini foto bersama beliau di Kebun Kopi Jember setelah selesai outbond. Pesan moral dalam outbond ini adalah dalam satu tim kita harus semangat, kompak, bersatu.
Dalam hal bekerja kita harus kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas  dan kerja ikhlas.

Sudah sampai di sini , kita akan sholat ďuhur dulu ya.
Air beriak perahu laju kita bergerak Indonesia Maju.

Jember, 16 Nopember 2022








Kerjasama dan Pelayanan prima yang berkualitas

Dalam pembagian hotel saya tidak menjadi satu dengan pak Andi dari Magetan. Pak Andi di Hotel Java Lotus sedangkan saya di Hotel Aston bersama  peserta di 4 bus yang lain. Mereka kebanyakan  tim BBGP. 

Saya masuk rombongan bus 6. Tidak satu pun saya kenal diantara peserta.  Tapi mereka semua memiliki karakter  yang baik. Saling mengenal, saling menyapa, bahkan canda tawa itu  betul-betul  ada.

Jadi kami memang dipersatukan dalam kegiatan  capacity building ini. Dalam program  pendidikan guru penggerak ini Kami memang memiliki peran yang berbeda tapi misinya sama.  Sama-sama  melayani publik  untuk  itu diperlukan kerja  sama yang baik agar pelayanan  publik  berkualitas.

Pembukaan  secara seremonial dilakukan tadi siang pukul 14.30. Malam ini sesuai dengan run down acara ada kegiatan  tauziah Agama oleh KH Sudirman Nahrowi, M.Ag.

Baru kali ini penataran  ada tauziah Agama. Senang itu pasti. Karena bagi kami bisa menjadi siraman rohani.  Seperti oase padang pasir yang tersirami hujan semalam.

Kami bisa memandang ulama, mengikuti tauziahnya, ditempat baik bersama  orang-orang baik.

Bapak Kepala BBGP  Bapak Drs. Abu Khair, M.Pd  memberikan sambutan awal. BBGP itu adalah pelebaran   dari  P4TK  PKn IPS , BP Paud , BPMPTK yang dulu BPMTV.  Beliau mengajak  memaknai dan menangkap perubahan yang kini sedang terjadi.
Beliau juga memberikan apresiasi kepada pegawai yang memasuki purna tugas

Berikutnya giliranya  pak Kyai Dr. Sudirman Nahrowi MAg.untuk  memberikan  tauziah Agama. Masih berkaitan  dengan pelayanan Prima. 
Pelayanan  Prima itu Pelayanan  maksimal agar yang dilayani puas.

Menurut  beliau ada tiga pendekatan  agar kuta bisa memberikan  pelayanan prima, yaitu ;
1. Pendekatan sikap atau attitude
2. Pendekatan  perhatian attention / perhatian. Disapa didekati,  dihafal namanya dsb.
3. Tindakan / action. 

Berikutnya kita  harus memiliki  sikap syukur yaitu; 
1. Rasa memiliki  terhadap instansi.
2. Rasa bangga terhadap pekerjaan. 
3. Loyalitas  yang tinggi  terhadap pekerjaan. 
4. Ingin menjaga  martabat dan nama  baik instansi.  Jangan malah "dielek- elek, dibanding-bandingke  disaing-saingke."

Apakah perasaan syukur itu? Perasaan  syukur adalah: ungkapan rasa atas segala nikmat  yang telah diberikan  oleh  Allah.  

Apakah manfaat  bersyukurlah  itu? Manfaat bersyukur adalah sebagai berikut; 
1  Hidup lebih barokah.
2. Terbebas dari "AIDS" nya  hati. Aids itu apa ? Yaitu Angkuh, Iri, Dendam, syirik/serakah/ suudhon.
3. Semakin dekat dengan Allah. 
4. Terhindar  dari penyakit  fisik. 
5. Allah  menambah kenikmatan dalam hidupnya.  
Bersikaplah loman maka akan dekat dengan Allah,  Rosululloh  dan jauh dari adzabnya Allah. 
Semakin dekat dengan Allah itulah yang senantiasa  harus kita usahakan .  Sekecil apapun nikmat yang diberikan  Allah  kita syukuri.  Lebih-lebih  nikmat besar, misalnya kesehatan, iman, ilmu., rizki yang banyak berkah dll.

Orang kalau  pandai bersyukur maka akan ;
1. Jarang mengeluh,
2. Selalu husnudhon
3. Tidak merasa rendah diri
4. Suka berterima kasih 
5. Tidak sombong/  takabur.
6. Suka berbagi  pada sesama.
7. Memiliki  qalbun salim. Apa qalbun salim itu. Yaitu  orang yang memiliki  spiritual  sangat tinggi, hatinya tenang tentram dan damai.

Orang yang sabar menurut Ibnu Sina memiliki nisfu syifa, orang denikian itu punya separuh obat kesembuhan, akhirnya  awet sehat. 

Jagalah hati janganlah kau kotori  jagalah hati lentera hidup  ini. 

Kegiatan selesai pada pukul 10.00 dan diakhiri dengan doa untuk  keselamatan kita semua agar seluruh  rangkaian program GP  berjalan lancar, BBGP semakin jaya.

Demikian catatan malam saya, Kesepian tanpa  kekasih  cukup sekian terima kasih. 


Jember, 15 Nopember  2022












Senin, 14 November 2022

Perjalanan Malam Guru Penggerak

Ada kata kata mutiara yang bunyinya begini "hanya orang-orang  yang melakukan  perjalanan malam yang akan meraih fajar. Malam ini saya betul-betul  melakukan perjalanan malam bukan arti kiasan. 

Bersama teman saya Andi Juwari malam ini ke Jember  dengan kendaraan  Kereta Api Mutiara Timur.  

Kami memilih kelas eksekutif, biar pernah merasakan  nyamannya  perjalanan  malam dengan Kereta Api. Berangkat  pukul 10.34 dari stasiun Madiun ke stasiun Jember.  

Sampai di Jember pukul 04.52 pagi. Kami turun dari kereta  dan segera mencari mushola untuk  sholat  subuh.

Selesai sholat kami keluar dari stasiun. Mau menuju hotel naik becak saja. Biar tahu dan bisa menikmati  segernya udara pagi kota Jember.  Saya lupa tidak bertanya   namanya Bapak tukang becak, tapi kami selalu menyapa  bercakap  cakap.  

Kami mulai berjalan  mengelilingi  alun alun-alun  Jember naik sepeda roda tiga ini. Alun-alunnya berbentuk  lingkaran.  Seperti di Semarang. Kemudian banyak jalan bercabang  yang muaranya  ke pusat  kota ini.  

Tidak lama kami sudah sampai, kemudian menitipkan  koper  ke hotel  karena acaranya  baru mulai pukul  12.00

Kami jalan-jalan menuju alun-alun kembali  tapi jalan kaki  sambil olahraga.  

Lihat itu  ada penjual kue. Lekker namanya. " "Beli kuenya pak 4 saja, berapa Pak?"
"Sepuluh  ribu Pak."
"Ok. Dibungkuskan"

Kami melanjutkan  berjalan kaki menuju  alun-alun.  Lihat itu mau ada konser  besar. Terpasang satu unit sound besar.  Di alun alun-alun.  Acaranya besuk pagi ada acara besar  Kabupaten. 

Lihat itu  ada pohon kelapa  di pinggir  alun-alun.  Banyak sekali ada 80-an pohon. Tampaknya disini cocok tanaman kelapa. 


Kami melanjutkan perjalanan.  Nah itu ada Masjid Jamik. Struktur  bangunannya  unik, melingkar. Kami nanti  akan ke situ. Tapi masih mencari depot  untuk  makan pagi.

Sebelah barat alun-alun ada banyak depot. Kami memilih  soto ayam kampung. Penjualnya  orang Madura.  Soto Magetan  dengan soto Madura  beda. Soto Madura cenderung asam, tapi terasa seger.

Ingat  jaman kuliah  dulu sarapanya  soto Madura Cak Samsul.  Dengan 300 rupiah  sudah dapat satu mangkok. 

Rasanya  senada  dengan soto Jember  ini. Harganya  juga cukup  murah.  28 Ribu dua mangkok  plus minum  dan krupuk. 

Masih jam 07.30 kami istirahat  di Masjid  sambil sholat duha.  
"Ayo mas sholat duha dulu."
"Iya Pak" , jawab mas Andi temanku  guru pengajar  praktik  dari Magetan  ini.
Masjid ini bertajuk lingkaran, semuanya serba melingkar. Bangunan  utama ditopang oleh 17 tiang penyangga.   Bentuknya  juga melingkar. 
Disamping  kiri dan kanan bangunan utama  juga ada bangunan  melingkar.  Bangunan  ini digunakan untuk  kegiatan belajar  mengajar.  Seperti  latihan alberjanji, belajar sholat dan lain lain. Bangunan lainnya kalau ada tamu digunakan  untuk  istirahat  tamu. Kami dipersilahkan istirahat  di sini.

Takmir masjidnya baik. Ramah dan peduli  pada musafir  yang singgah  melepas lelah.

Kami kesini memenuhi undangan dari BBGP Jawa Timur . Tema kegiatan hari ini adalah Capacity building "Peningkatan  pelayanan prima bagi guru  penggerak dan tenaga pendidik dengan tema kerjasama dan pelayanan publik yang berkualitas".

Dilaksanakan mulai tgl 15 sd 17 Nopember  2022 di hotel Java Lotus Jember. JL. Jend. Gatot Subroto no. 47, Tembaan, Kepatihan Kec. Kaliwates Jember.

Kami penasaran  tentang apa lagi ini, yang jelas bermanfaat  besar  untuk  guru penggerak. Guru  Penggerak  itu pasti tergerak, bergerak  dan menggerakkan. 

Tidak diam saja.  Kata mbah Semar "Begegek ugek-ugek  sak dulito  hemel-hemel.  
Jadi orang  itu untuk  bisa makan  harus bergerak. Jadi jangan takut berkeringat, takut capek, takut kehujanan, takut kepanasan. Jadikanlan  hujan  itu penyegar  setelah tubuhmu  kepanasan  seharian. 

Guru Penggerak  aksi nyata  itu pasti. 

Jember, 15 Nopember  2022



Jumat, 11 November 2022

Sambutan Kepala Sekolah

Assalamualaikum  Wr.Wb
Puji syukur  kita panjatkan kehadirat Allah SWT  atas limpahan rahmad taufiq dan hidayahNya kepada kita semua  sehingga  kita masih bisa beraktivitas  positif untuk  kehidupan  yang lebih baik.

Anak-anakku yang baik hati, saya mengucapkan selamat  atas prestasi yang kalian capai. Prestasi itu memang berbanding lurus  dengan usaha yang kita capai. Siapa yang bersungguh  sungguh, kerja keras, belajar keras dan doa saya yakin  Allah  akan menolong  kita. Tak ada yang sia sia usaha  yang kita lakukan, sekecil apapun. Oleh karena itu  tugas kita adalah  semangat dalam berusaha, dalam belajar, bekerja ibadah dan doa. 

Bagi yang sudah berprestasi tetap semangat  jangan mau disalip, terus kita tingkatkan usaha baik itu.  Bagi yang belum berhasil  mari segera kita sadari  bahwa sekarang  ini kita sedang memperjuangkan  masa depan  agar kita hidup  lebih baik.  Kita harus naik kelas, kualitas hidup  kita harus meningkat, jangan dibawah orang tua kita, jangan merosot. 

Jika di usia muda kita kerja keras , diusia tua kita  hidup kaya. Jika diusia muda kita  malas, maka harus siap bekerja keras diusia tua.

Di tahun ini kita mendapatkan 12 piala dari berbagai kejuaraan, ditahun  2023 beranikah  kita targetkan  menjadi 20 piala? Jawabnya tentu ada pada kita semua.  Saya yakin, kalau kita semangat, kompak , bersatu , berjuang dengan ikhlas bersama sama. Gunung Lawu, puncak Mahamerupum bisa kita taklukkan. 

Terakhir  mari kita cintai tunas bersemi agar terus tumbuh berkembang  subur  berbuah manis  untuk masa depan kita yang  lebih baik. 

Semangat........

Wassalamu alaikum wr wb. 

Minggu, 06 November 2022

Masjid Ki Mageti menambah khazanah destinasi pariwisata Magetan

Hari ini waktuku agak longgar, setelah selesai berkebun  ingin memanjakan diri  berdua seperti dulu lagi.

Bersama bu Parno ingin sholat di Masjid Mageti. Sesampainya di sana perut ini terasa lapar, akhirnya kami makan di warung sebelah selatan masjid. 

Warungnya  berjajar panjang  menawarkan berbagai masakan. Kami memilih tepo tahu. Wah rasanya mantab harga bersahabat.  Dua piring cuma Rp. 20.000.

Kami melihat  orang dari luar kota  juga datang  untuk  mampir  dengan berbagai tujuan. Ada yang sekedar  ingin sholat di Masjid  itu, ada yang sambil makan di warung bersama keluarga. Ada juga yang memanjakan anak-anaknya dengan menyewa sepeda motor mini. Walaupun terik matahari  tak bersahabat  yang namanya  anak-anak  sehat itu  tak kenal panas dan letih.  Mereka terus menaiki  sepeda  motor  mini ke sana  kemari di depan pelataran masjid. 

Setelah selesai makan  kami sholat  di Masjid.  Oo iya tentu berwudu dulu  di sebelah selatan masjid. Airnya dingin , segar sebagai ciri khas  daerah Plaosan. Kemudian aku memasuki  masjid. Baru menginjakkan kaki aku sudah ada rasa kagum. Lantainya dikerjakan dengan halus dan teliti.  Terbuat dari marmer. Saya berpikir pasti  harganya mahal. Banyak orang duduk-duduk santai beristirahat  setelah sholat.  

Mungkin mereka dari sarangan   atau akan ke Sarangan  mampir  dulu di Masjid  ini. Lihat itu tiang masjidnya luar biasa  besar. Aku mencoba merangkulnya  kedua ujung  tanganku tidak bertemu. Artinya  tiangnya besar sekali.  Tiang itu menjulang  tinggi dan lurus. 

Dipasah halus  dan diplitur  bagus sekali. Tanganku meraba  penyangga  utama atap masjid itu. Sekali lagi halus. Sebuah karya yang paripurna.
Saya melihat semuanya kayu jati dengan kualitas terbaik. Saya terkagum bagaimana  orang zaman dahulu sekitar  abad 18 mendirikan Masjid besar itu. Terus kayunya diperoleh dari hutan mana. Terus diangkut  pakai apa. Dan sebagainya  banyak pertanyaan  yang tak menemukan jawabannya. Sehingga  sebuah ide yang luar  biasa dari Pak Bupati  untuk mendirikan Masjid ini yang sebelumnya kayu-kayu ini disimpan begitu saja. Untung  tidak lama dan kayu-kayu itu  masih utuh. 

Lihat itu dindingnya  dicatat putih bersih, kualitas plasterannya  juga sempurna  halus, detil dan teliti.

Aku mendongak keatas, plafonnya juga dari kayu jati. Nah pintunya, diatasnya ada ukiran khas Jepara. 

Selesai sholat aku keluar melihat  ada di sebelah kiri masjid  ada prasasti  yang ditandatangani Bapak Bupati. Bapak Dr. Drs. H. Suprawoto, S.H., M.Si.
Dari prasasti ini diketahui bahwa Masjid ini  mulai dibangun pada 31 Mei 2021 dan diresmikan pada 12 Oktober  2022. 

Masjid ini merupakan pindahan dari Masjid Agung sebelah barat  alun-alun  yang dibangun pada tahun 1886. Pada saat itu masih jaman penjajah, saya pikir  suatu perjuangan dan tekad yang besar  untuk  mendirikan Masjid itu. 

Di belahan Tenggara Magetan juga  ada masjid tua, didirikan tahun 1835 oleh KH Abdurrohman di  Tegalrejo desa Semen Kec. Takeran. Konon masjid ini dipercaya sebagai masjid  tertua  di Magetan.  
Betapa  kokoh keimanan  dan tekad  para ulama  zaman dulu  yang perlu kita teladani bersama. Jangan sia-siakan jejak sejarahnya.

Oleh karena itu Bapak Bupati  berfikir  untuk  mengabadikan  Masjid  peninggalan  ulama  pendahulu  kita itu, dan diberi nama Masjid Mageti  sebagai penghormatan  bagi leluhur kita yang dikenal masyarakat  sebagai "sing babat Magetan".

Mari kalau ada waktu  luang mampir  di Masjid ini sambil  cuci mata melihat  hasanah  warna-warni bunga  di refugia yang terletak  di  depan pasar sayur Plaosan kebanggaan  orang  Magetan.

Magetan, 6 Nopember  2022






Jumat, 04 November 2022

Pak Polisi yang simpati

Seiring dengan banyaknya anak-anak usia sekolah yang kecelakaan, pagi tadi kami mengundang Pak Kapolsek untuk  menjadi narasumber dalam sosialisasi tertib berlalu lintas di SMP 2 Karangrejo. 

Kebetulan disaat yang sama ada pemberitahuan  dari Polres  bahwa akan ada kegiatan  di sekolah kami  kaitannya  dengan keamanan dan keselamatan. 

Akhirnya  pada pukul 07.30 pak Polisi sudah datang, dari Polsek satu orang dan dari Polres 3 orang. 

Kami ber-5 koordinasi  akhirnya  atas inisiatif  dari pak Kanit Kamsel kegiatan dipadukan menjadi satu, baik  dari Polsek maupun Polres. 

Saya memberikan sambutan pengantar kaitannya  dengan banyaknya anak-anak usia sekolah yang laka lantas. Alangkah sedihnya  kalau orang tua kehilangan  anaknya. Pagi tadi masih makan bersama dimeja bersama, dirumah yang sama, masih tertawa, bercanda  dan sebagainya, sore harinya sudah di alam yang berbeda alias meninggal dunia. 

Oleh karena itu saya berpesan  pada anak-anak  untuk  hati-hati dalam berkendaraan  , jangan ngebut, harus pake  alat keamanan berkendaraan seperti helm, jaket, sarung tangan  dll. 

Kita ini baru merasakan kalau jari jempol kita itu penting setelah kehilangan jari jempol.
Artinya  kita harus menjaga keselamatan  dalam berkendaraan  agar tidak terjadi laka lantas.  

Acara inti disampaikan oleh  Pak Beny dan pak Ipda Kateno.  

Pak Benny menyampaikan dengan gaya5 motivator.  Dengan alunan musik yang apik kemudian disampaikan narasi  yang sesuai. Tentang kebaikan ibu. Bagaimana ibu bersusah payah mengandung, melahirkan, merawat  hingga sekarang. Kita diajak membayangkan  ibu hadir dihadapan kita.

Peserta berdiri memejamkan mata. Kemudian disampaikan  narasi dengan baik. Anak-anak  ada yang  berkaca kaca,  mengingati  orang tua, bahkan ada yang menangis menyesali mungkin telah berbuat  tidak baik  pada orang tua.

Anak-anak  yang sampai menangis  mendapat hadiah dari pak Polisi 


Terima kasih  Pak Benny Martinus , ternyata beliau adalah adik  teman saya mbak Rini yang dulu pernah sekelas ketika belajar di SMP 1 Maospati, Mas Benny sendiri juga alumni SMP  1 Maospati  dan Smanti. 

Setelah materi dari Pak Benny dilanjutkan dari Pak Kanit Kamsel, Ipda Kateno.  Anak-anak diajak melantunkan  shalawat,  luar biasa suaranya merdu menentramkan hati. 
Pak Ipda Kateno juga menyampaikan himbauan  kepada anak-anak  untuk  hati-hati berkendaraan , melengkapi  alat-alat berkendaraan  pake helm, jaket , sarung tangan. Dan yang tidak kalah pentingnya  adalah  nenjadi anak-anak  yang berakhlaq  mulia, berbakti kepada orang tua, guru  dan orang-orang  yang berjasa  padanya. 

Terima kasih  Pak Polisi senang sekali menerima kehadiran  Bapak-bapak, kedepan akan terus berlanjut  dalam event  menjadi pembina Upacara.  Pak Ipda juga menyampaikan siap untuk  menjadi pembina Upacara  sekaligus  dapat  memberikan  pembinaan  kepada anak-anak  calon generasi  penerus  bangsa, tempat kita berlindung di hari tua.

Magetan, 5 Nopember  2022