Selasa, 30 November 2021

Visi Anda tidak jelas

Sering kita jumpai  di sekolah- sekolah , diperkantoran atau di instansi  lain tentang visi misi.
Itu selalu ada. Pada waktu saya sekolah di SD, di SMP, di SPG, bahkan di IKIP,  tidak ada istilah itu  atau saya yang kurang teliti mengikuti  fenomena itu.

Saya baru mendengar setelah jadi guru  kira kira tahun 1995 -an. Pada hal itu sangat penting bagi sebuah instansi. 

Tidak saja pada instansi tapi juga pada "instansi terkecil" diri kita.

Kita harus memiliki  visi yang jelas,  karena visi itu akan mengarahkan aktivitas  kita untuk  mencapainya,  sahingga  langkah gerak hidup kita terarah jelas, dan jelas jelas terarah.

Visi adalah harapan yang ingin dicapai ke depan.

Misi adalah tindakan , strategi atau cara mencapainya. Kalau di sekolah  sekolah visi bisa berubah ubah, kadang dipengaruhi  beberapa variabel sebagai berikut; pergantian pimpinan , sudah tidak uptudate atau sudah  tidak sesuai  dengan zamanya,  pertambahan ilmu pengetahuan dan teknologi  dari personilnya. 

Kemarin  saya diminta memberikan komentar  atas tulisan sahabat  saya tentang kesuksesan.  Dia sendiri menulis karena permintaan sahabatnya untuk menjawab pertanyaan, seperti ini;

Kemarin ada pertanyaan dari teman yang sering diskusi begini pertanyaannya apakah artinya "SUKSES?".

Saya menjawab sbb : Dengan menyampaikan  2 tolok ukur yaitu :

1. Sukses dari sisi duniawi
2. Sukses dari sisi ukrowi 

Penjelasan point 1.
Umumnya orang dikata kan sukses secara "duniawi" adalah orang yg serba ada dalam bingkai kebendaan, serba bergelimang harta apa-apa bisa dengan hartanya, punya jabatan dan pengaruh.

Itu duniawi namun perlu diketahui "segala sesuatu yg ada kaitannya dgn urusan dunia adalah tidak pasti" kalau urusan dunia kita tarik ke ukrowi tentunya tidak pas. 
Alasannya...?
Karena orang yg banyak harta belum tentu dia itu kaya karena hatinya masih merasa kurang bahkan  tamak misalnya koruptor dia merasa kurang apa yang ia peroleh.

2. Namun kalau kita berbicara "sukses ukrowi" maka tolok ukurnya adalah ke Iman-an dan hati merasa cukup.

Sedikitpun harta apabila mensyukuri atas yg Allah berikan dengan rasa "Qonaah" merasa cukup maka itulah orang yang sukses. Jadi Tetaplah merasa cukup apa yg diberikan Allah. Karena pada hakekatnya orang yang sukses ukrowi tentunya masuk kedalam Surga. Walau toh kita tidak pernah tahu.
Dengan merasa cukup nikmat yang Allah berikan kemuliaan lah yang didapat.
Dan kalau urusan ukrowi itu "pasti".

Yg paling menohok adalah sukses kalau mati masuk "Surga".
Semua tanpa ke Iman an sulit rasanya untuk bisa menerima.

Saya jawab begitu ☝️☝️ temanku diam saja...

Bagaimana menurut njenengan tentang definisi "Sukses".

Tulisan  sahabatku ini luar biasa, benar 100% , seperti tulisan seorang ustadzah saja. 
Tanggapan saya seperti  ini ,

Sukses  itu  orang yang bisa mencapai atau meraih harapannya,  mimpinya atau cita-citanya.

 Misalnya  harapannya  bisa menyebrang sungai  lewat  seutas tali bandat,  dia bisa menyebrang  beneran, maka dia sukses.

Dia jatuh ke sungai  dan tidak bangun lagi,  menyerah,  maka dia gagal

Visi seorang muslim adalah ridho Allah. Maka ketika  Allah ridho ,sukses  berarti. Kalau Allah sudah ridho , maka Surga  itu sudah didepan mata. 

Contoh  sahabat-sahabat  yang bergelar ra. ( rodhiallohu 'anhu ). Beliau orang orang  sukses,  itu secara ukrowi.  Mereka mendapatkan  gelar itu dari Alloh, lewat wahyu yang disampaikan  malaikat  jibril  kepada Kanjeng Nabi.

Kesimpulan  dari tulisan ini adalah kita harus punya  visi yang jelas dalam hidup ini,  dan harus punya misi  yang jelas pula  dan harus dicapainya  dengan semangat  yang menggebu  gebu,  tidak hanya biasa -biasa saja. Kalau biasa -biasa saja nanti hasilnya juga biasa. 

Kata Prof. Dr. Budi Darma, M.A., "Kita ini orang biasa,  kalau ingin sukses  harus bekerja dan berusaha luar biasa. 

Bagaimana menurut  pendapat  Anda? Sudahkah Anda punya visi ?
Yang jelas  visi itu penting,  jangan sampai hidup yang sekali ini tidak punya visi, atau  jangan sampai kalimat ini Anda banget, "Visi Anda tidak jelas."


Magetan,  1 Januari  2021



Senin, 29 November 2021

Gebyar pendidikan Inklusif membangun potensi anak negri

Hari in Selasa, 30 Nopember  2021, saya mengunjungi  gebyar pendidikan  inklusif yang digelar  Dinas Pendidikan  Kepemudaan dan Olahraga.  
Walaupun ditengah kesibukan yang padat merayap,  Bapak Kadin, Bapak Drs. SUWATA,  M.Si berkenan membuka acara yang digelar  di halaman GOR Ki Mageti ini.

Beliau  berpesan  pada Pak Kabid, Bapak Drs. Suroso, MM "anak anak hebat  ini perlu  diapresiasi,  dan mereka yang tampil  dengan baik akan diberi hadiah."

Tak kalah untuk  dituliskan  juga kemampuan  MC hebat yang diperankan bu Neneng GPK dari SMK 1 Bendo  dan Bu Heni Galaran  GPK dari SMP1 Sidorejo,  betul betul kolaborasi  yang  sepadan  berpasangan.
Acara yang didukung lebih dari 40 sekolah ini menggetarkan hati penonton betapa anak inklusif  juga bisa dikembangkan kemampuannya. Reihan anak dari SMP 1 Sidorejo misalnya,  bisa bermain elekon,  ini merupakan  potensi yang dimilikinya.

Sesuai dengan konsep guru penggerak,  didiklah anak sesuai  dengan potensinya.  Jadi jangan ajari "kera berenang  dan jangan berharap ikan dapat memanjat  pohon." 

Setiap mereka memiliki  kodrat  hidupnya  masing-masing.  

Ananda smara  punya chanel  youtub sendiri,  dia pinter melukis juga ikut  memeriahkan  gebyar  pensif ini.

Yang menjadi  catatan  saya dalam acara ini adalah betapa  hebatnya  guru guru  yang telah mendidik  dan melatih anak-anak  ini sehingga bisa tampil  menyajikan buah karya mereka. 

Jangan  dinilai  kesempurnaannya dari penampilan  mereka,  apapun hasil karya  mereka tetap kita apresiasi sebagai luar  biasa.

Ada juga yang menampilkan  drama,  luar biasa, penggunaan bahasanya,  penghayatannya,  ini gabungan dari anak inklusi  dan anak reguler 
Yang berkolabirasi secara  apik.  Hidup itu indah tanpa melihat  perbedaan.  

Perasaan penonton hanyut  dibuatnya  bercampur  baur antara haru dan bangga SDN Balegondo 2 memang luar biasa.  

Anak anak SMPN  4 mempersembahkan tari pangimpen,  dengan tegas trengginas  mengikuti irama gerak lagu. Tari ini bagus sekali  jika diajarkan di semua sekolah. 

Sudah jam 11.30 acara belum selesai,  nanti diprediksi sampai pukul  14.00, semoga  langit tetap cerah,  awan bersahabat melindungi,  angin berhembus  mendistribusikan oksigen segar  di bumi Mageti. 

Bapak Kabid Dikdas ( Bpk Drs. Suroso, MM) yang menunggui hingga akhir acara ketika saya tanya bagaimana  kesan  acara ini, beliau menyampaikan, "Mengharukan sekali, satu sisi ada kekurangan selebihnya punya kelebihannya, sehingga memang tugas kita semua untuk menghantarkan menjadi anak hebat...
Apresiasi kepada semua PPI yang sudah memberikan daya upayanya untuk menghantarkan anak ABK menjadi generasi hebat.

Terima kasih  semoga  semua anak  anak negeri  ini tanpa  melihat  perbedaan,  semuanya  menemui  keberuntungan  masing-masing menggapai bintang -bintang setinggi  yang dicita-citakan.

Semoga tahun depan kita masih diberi umur  panjang  untuk  ikut  menyaksikan  gebyar  yang sama  ditahun yang berbeda.

Magetan,  30 Desember  2021



Menginspirasi memberikan kekuatan untuk diri kita sendiri

Tindakan yang baik memberikan kekuatan untuk diri kita sendiri dan menginspirasi tindakan yang baik pada orang ( Plato )

Banyak komentar dari pembaca untuk tulisan saya seperti ini, "tulisan Bapak menginspirasi kami". Kata menginspirasi  menurut KBBI artinya  adalah menimbulkan inspirasi,  mengilhami . Mudah-mudahan acara historis itu dapat menginspirasi kita untuk tujuan yang lebih mulia dan besar.

Jadi seseorang  dapat bergerak  melakukan  tindakan  seperti yang dicontohkan  orang lain itu namanya terinspirasi. 

Seorang guru yang mengajarnya baik,  menyenangkan siapa saja, muridnya, atasannya, teman-teman  dan dirinya sendiri sejatinya  dia telah melakukan praktik  baik.
Guru seperti  ini bisa menginspirasi teman sejawatnya,  muridnya,  yang suatu  saat menjadi cerita  penting.

Tidak harus sempurna,  karena kalau  berbicara kesempurnaan tidak ada manusia yang  sempurna  kecuali para Nabi.

Tapi cukuplah  melakukan  praktik  baik,  walaupun  hanya satu hal saja, tapi dilakukan  secara kontinyu  maka bisa menginspirasi  orang lain. 

Ada satu cerita nyata,  dari teman saya namanya Pak Seno,  ketika menjadi guru  ada siswanya  yang pentas dalam suatu acara. Kemudian pak Seno   mengacungkan jempol  tangan kanannya. 

Setelah 10 tahun kemudian  anak ini bertemu  dengan pak Seno  walaupun di dunia maya,  maka anak ini mengatakan, " Yang paling berkesan  pada Pak Seno adalah  ketika  pentas seni  pak Seno satu  satunya  gurunya  yang mengacungkan Jempol."

Apa yang dilakukan  Pak Seno sebenarnya  sederhana  hanya memberikan  pujian pada siswanya  dengan mengacungkan Jempol  tangan kanannya. 

Ternya  yang dilakukan  Pak Seno di ingat  oleh muridnya  sepanjang hidupnya.

Pesan moral  dalam cerita  ini adalah kebaikan yang dilakukan guru akan diingat  oleh murid  sepanjang hidupnya,  jadi mari kita melakukan  praktik  baik  dalam  pembelajaran. Karena praktik baik yang kita lakaukan  akan menguatkan diri kita sendiri  untuk  melakukan kebaikan. Karena melakukan  kebaikan juga perlu kekuatan.

Sehingga benar apa yang dikatakan Plato, 
Tindakan yang baik yang kita lakukan memberikan kekuatan untuk diri kita sendiri dan menginspirasi tindakan yang baik pada orang. Seperti  awal tulisan ini.

Magetan,  30 Nopember  2021

  


Minggu, 28 November 2021

Mengajar itu menyenangkan

Mungkin  anda mengajar sudah puluhan tahun, anda sebagai guru senior bahkan sebentar lagi mungkin pensiun.

Bagaimana  pengalaman  anda mengajar,  tentu hal yang banyak luar biasa,  kalau ada pepatah  "sudah banyak makan asam garam", Mungkin itu cocok untuk Anda.

Tapi ada satu hal yang penting  ditanyakan,  apakah  anda sudah mengajar  dengan menyenangkan? Apakah anda  menikmati  masa-masa itu?

Apa mengajar  yang menyenangkan itu? Sebenarnya  sederhana  sekali definisi  itu, yaitu mentranformasi pengetahuan  kepada murid yang mana pengajar  merasa senang dan murid  juga senang. 

Indikator  murid senang  adalah:  
1. Murid bisa  menerima  dan menguasai  pengetahuan yang sedang Anda ajarkan. Artinya penjelasan  atau sajian anda menarik sehingga  murid  dengan mudah memahami  materi  itu. 
2. Murid tidak ada perasaan tertekan.  Mereka  betul betul  merdeka  belajar,  murid merasa  dimulyakan,  dihargai  dan diorangkan. 
3. Murid memiliki semangat  belajar karena sajian Anda yang menarik , bervariasi dan selalu ada yang baru.

4. Murid merasa rindu belajar,  rindu  sekolah  dan rindu  bertemu  Anda.  Karena Anda adakah sosok guru  yang diidolakan berkat  gaya dan penampilan  dalam mengajar. 

5. Anda  sebagai  guru  juga merasa  senang ketika mengajar.
6. Anda punya perasaan rindu mengajar dan rindu  bertemu  dengan murid muridnya.

Kemudian agar  anda bisa melaksanakan  tugas mengajar  dengan  senang, maka anda harus menyelesaikan  masalah  yang anda miliki.  Mungkin  masalah kesehatan,  masalah ekonomi,  masalah keluarga,  masalah sosial  dan lain- lain. Selesaikan masalah  masalah  itu semua. Prinsipnya  anda berangkat  ke sekolah  dengan tanpa beban  berada di pundak Anda. 

Lalu bagaimana  kalau tidak selesai, anda harus belajar  memanage  masalah, anda harus belajar menerima  kenyataan, setidaknya  akan mengurangi  beban yang ada di punggung Anda.

Yang kedua, niatkan  nengajar  itu sebagai ibadah  yang kelak  Allah pasti  akan membayar  dengan yang lebih baik. Orang  baik itu  rejekinya selalu baik,  bertemu  dengan orang-orang  baik  ditempat  yang baik. Jadikanlah ini  motivasi  pertama  ketika Anda melaksanakan tugas  mengajar.
Ketika  Anda mengajar  dengan baik maka akan dilihat  Allah, Malaikat,  pimpinan  Anda, teman-teman  Anda dan murid murid. Diam- diam atau terus terang pimpinan  Anda, teman-teman  Anda dan juga murid-murid  Anda akan memberikan  apresiasi.

Bagaimana  agar murid  senang?
1. Tampilan yang menarik,  tapi jangan diluar kewajaran.
2. Kondisikan kelas yang menarik, fentilasi yang cukup,  pencahayaan  yang standar. Lengkapi juga dengan tokoh  tokoh yang menginspirasi dengan memasang di dinding kelas.
3. Ciptakan  situasi  kekeluargaan,  saling menghormati,  menghargai dan melindungi.
4. Sediakan sumber  belajar yang lengkap. Hal ini penting sehingga siswa  lebih bervariasi mendapat  sumber pengetahuan yang tidak  monoton.
5. Siapkan bantuan  belajar. Ketika  ada murid yang mengalami  kesulitan  sediakan bantuan,  karena  kalau tidak dia akan prustasi  untuk  belajar  berikutnya.

6. Ciptakan  situasi menantang. Sediakan soal bervariasi, jangan terlalu mudah  tapi jangan terlalu sulit terus.  Kalau terlalu mudah maka  tidak ada gairah  untuk  belajar  lagi,  tetapi ketika  sulit  terus, juga akan melemahkan  semangat belajarnya.
7. Usahakan  ada kejuaraan  yang bervariasi. Sudah menjadi  tabiat  manusia,  mereka  selalu ingin memiliki  sesuatu lebih. Lebih pandai,  lebih kaya,  lebih rajin,  dan lain lain.  Sediakan  penilaian  yang bervariasi  sehingga  yang juara  akan berganti-ganti.  Usahan  setiap  siswa adalah juara  di bidangnya  masing-masing. Karena setiap  mereka  pasti memiliki  potensi  yang bisa dijuarakan.  

Demikian  selamat  menjadi guru yang menyenangkan,  menyenangkan  diri sendiri,  murid-murid dan siapa saja yang berjumpa dengan Anda.


Magetan,  29 Nopember  2021







Sabtu, 27 November 2021

Aktualusasi Kepempinan merajut masa depan

Kemarin ( Sabtu ,27 Nopember  2021, kami mengadakan perjalanan  ke Kemuning, sebuah kawasan destinasi wisata yang dikelola secara apik  sehingga  semuanya  menghasilkan  uang. 

Pengunjungnya  cukup  padat, terbukti  banyaknya mobil parkir yang berjajar  di sana. Mereka berasal  dari berbagai daerah, Jawa Timur, Jawa Tengah bahkan Jawa Barat.

Kami datang  pukul 08.30 kemudian  setelah istirahat  sejenak  minum teh dan menikmati makanan  ringan,  kami naik Jip, kendaraan tua yang diproduksi tahun 1982. 

Berjalan  mengintari kawasan itu  hingga  ke sebuah  area yang tinggi menuju puncak. Diatas itu  kami minum kopi dan menikmati aneka gorengan sambil berbagai. 

Kami turun dengan diguyur  hujan deras ketika naik  Jip, ada yang  sudah menyiapkan  jas hujan,,ada yang belum.  Yang belum betul  betul  uji seberapa tangguh  stamina  kita  ketika  dihadapkan  dengan kejadian  alam. 

Sampai di Pos, kami menyiapkan untuk  kegiatan  selanjutnya,  revting atau river tubing. 
Jadi gambarannya  kita diajak naik ban yang dirangkai  dengan tali,  kemudian menyusuri  sungai  kecil yang airnya jernih karena berasal dari sumber air  langsung. 

Sayangnya  kondisi hujan  sehingga  air itu berubah  menjadi keruh karena  mendapat pasokan dari penduduk dan perkebunan. 


Berbagi ilmu dan pengalaman,  di sinilah  letak aktualisasi  kepemimpinan  itu,  yang senior  berkenan membagikan  pengalamannya  sebagai seorang  leader. 

Menjadi  seorang  leader  memang banyak  bekal  yang harus  dimiliki,  misalnya  konsep kepemimpinan  Kihajar Dewantara ,"Tut wuri handayani,  ing ngarso  sung tulodo, ing madya mangun karsa." 

Kemudian ada lagi konsep kepemimpinan  astabrata, dan konsep  kepemimpinan  yang lain  yang secara teori  peserta  sudah mengenal dan memahami dengan baik.  

Saat seperti  Kemarinlah  waktunya  nengaktualilasi. Oleh karena  itu yang senior  jangan  pelit  berbagi, yang yunior siap mengosongkan gelas memori  pengetahuannya, untuk  menerima  ilmu  yang tidak ada dalam buku dan teori. 

Dalam kebersamaan  itu  juga ada canda dan tawa,  yang merupakan  refresing  , agar tidak jenuh  dalam bertumpuknya tugas dan agenda keseharian  yang serba cepat harus  diselesaikan. 

Dengan  refresing  akan didapatkan  energi baru  untuk  berinovasi dan berkreasi  yang di era sekarang sangat penting artinya  untuk  memajukan  institusi  kita masing-masing. 

Melihat  pemandangan indah,  banyaknya  destinasi  wisata  yang kita saksikan  disepanjang  jalan,  membuka  minset  kita  bahwa  kalau tidak ada inovasi dan kreasi  kita akan ditinggalkan. 

Seperti  produk  HP, dulu ada Nokia, ada Motorola, ada blackbarry, ada simens  dan lain-lain  yang tidak  berinovasi  dan kreasi  sekarang  sudah hilang  tidak dipakai  lagi. 

Bagaimana  kesan  pesan tokoh kita  , mari kita simak berikut  ini; 

"Sangat bagus untuk awal giat di masa pandemi dengan prokes ketat guna meningkatkan kompetensi dan kedekatan sebagai mitra kerja dan keluarga MKKS, kedepan harus lebih lengkap selain diberi materi dikelas PEMBELAJARAN TATAP MUKA KS juga giat Out Bond di lapangan, matur nuwun."
(Titik  Sudarti, S.Pd.,M.Pd, KS SMP1  Magetan ).

"Kegiatan aktualisasi kepemimpinan yg dilaksanakan MKKS SMPN Magetan berjalan dengan lancar dan semua anggota menikmati dengan penuh suka cita. Meski cuaca hujan saat  menyusuri sungai dengan naik ban  tapi justru merasakan suasana ceria ,ada sensani seperti saat masih kecil...

Memang ada beberapa kegiatan yang perlu dievaluasi." ( Drs. Agus Sunadi, M.Pd., Ketua MKKS)

"Alhamdulillah ...imun sudah meningkat fresh...semua senang dan bahagia kompak kekeluargaan mantap...bisa diagendakan lagi... sukses semuanya... semangat." ( Sumadi, M.Or., KS SMP1 Lembeyan)

"Trimakasih pak Lantur dan panitia penyelenggara . . Nambah imun , ada gembira dan ceria di sana . . .salam sehat dan jangan lupa bahagia . . .πŸ™πŸ™πŸŒΈπŸŒΈ ." ( Dra. Sri Hari Suyanti,M.Pd., KS SMP1 Ngariboyo)

"Alhamdulillah... Sukses bopo.. Kami mengucapkan terima kasih pengurus MKKS sudah memfasilitasi kami sehingga kegiatan ini bisa terlaksana... luar biasa.... Tak lupa selalu bahagia.. Salam sehat."  ( Endro  Sri Widayati, S.Pd., M.MPd., KS SMP 3 Kawedanan)

Demikian  catatan  hari ini semoga bermanfaat  menjadi pengingat dalam  suasana hangat. 

Sampai jumpa di kegiatan  berikutnya. 
Bagaimana  kesan anda yang lain bisa dituliskan di kolom komentar berikut  ini  

Magetan,  28 Nopember  2021 


Senin, 22 November 2021

SMP2 Karangrejo masuk sekolah Inovasi

Sesui  brand sekolah  , hari ini Selasa, 23 Nopember  2021, SMP 2 Karangrejo  masuk nominasi  penghargaan  sebagai sekolah  yang berinovasi  di dua kategori,  yaitu taman sekolah dan satu lagi inovasi dalam membuat  tempat cuci tangan. 

Taman ini menjadi satu dengan sendang  "Derajat Tirtowening",  kami berharap  dengan do'a semoga siapa saja yang sekolah di SMP 2 Karangrejo  kelak mendapatkan  derajat yang tinggi. Mungkin menjadi pemimpin,  atau tokoh masyarakat yang amanah  dan bermanfaat  bagi  kehidupan masyarakat. 

Kemudian di teras gedung merah  putih ditulis sengkalan   "Sapta arga ambuka nata" atau artinya tahun 1977 sebagai candra sengkala berdirinya SMP 2 Karangrejo.  
Sapta argo itu pertapannya  Begawan Abiyasa. Kalau pendawa bermasalah  selalu minta petunjuk sang Begawan yang juga kakeknya Pandawa  ini.

Acara dimulai  dengan sambutan  kepala Dinas yang pada saat ini diwakili  Ibu Dra. Endang Ambarwati, MM. 

"Penjenengan  adalah inovator- inovator di bidang pendidikan,  sekarang  ini kita dituntut  untuk  berinovasi diberbagai bidang,"kata bu Endang dalam sambutannya.

Semangat berinovasi  harus ditularkan,  sehingga ke depan diharapkan Kab. Magetan berinovasi  sesuai  dengan kompetensi  lokal.

Satu lagi  yang ingin saya  kabarkan tentang inovasi perpustakaan sekolah,  kemarin  lolos akreditasi oleh Perpustakaan Nasional RI dengan  nilai C. 
Perpustakaan kita diberi  nama  Perpustakaan "Graha Pustaka Utama" SMP 2 Karangrejo. 

Semoga memotivasi  anak-anak  untuk  memajukan kecerdasan  literasinya  sehingga  bermanfaat  untuk  masa depan yang lebih baik.

Saya berharap  anak  anak meningkatkan kemampuan  menulisya  selanjutnya  nanti diterbitkan  menjadi buku.  

Ada nasihat  yang luar biasa,  "Bila kamu bukan anak raja , juga bukan anak ulama besar , maka menulislah".  ( Al Ghazali ).

Magetan, 26 Nopember  2021





Minggu, 21 November 2021

Lokakarya 1 mewujudkan aksi nyata CGP

Alhamdulillah  perjalanan saya memberikan pendampingan individu  terasa lancar,  Medan sulit  ku lalui dengan ikhlas , sabar dan kuperlakukan sebagai tantangan  untuk  berkontribusi pada upaya meningkatkan  mutu pembelajaran  yang semakin baik.  

Hari ini 22 Nopember  2021, tiba saatnya  lokakarya 1. Bertempat  di Red Hotel Sarangan. Ketika  Lokakarya 0, Bertempat  di Hotel merah Sarangan. 

Ada satu yang  istimewa , saya jadi satu kelas dengan  Ibunya Hindun 

Ada 4 kompetensi pokok guru penggerak, yang harus kita pahami bersama adalah sebagai berikut;
1. Mengembangkan  diri  dan orang lainnya. Sungguh satu kompetensi yang luar  biasa,  menggerakkan  diri dan orang lain untuk  lebih maju.
Dalam hal ini Guru  penggerak  menunjukkan  praktik  pengembangan  yang didasari kesadaran  dan kemauan  pribadi, mengembangkan kemampuan  warga sekolah untuk  meningkatkan  kualitas belajar  murid, berpartisipasi  aktif dalam kegiatan  organisasi profesi kepemimpinan sekolah dan komunitas  lain untuk  mengembangkan karir, menunjukkan  kematangan  moral,  emosi dan spiritual untuk berperilaku  sesuai kode etik.

2. Memimpin pembelajaran.  Memang  seorang  CGP di cetak menjadi  pemimpin,  diawali dari pemimpin pembelajaran. Antara lain ; Memimpin upaya membangun  lingkungan  belajar yang berpusat pada murid.  Memimpin  perencanaan dan pelaksanaan proses belajar  yang berpusat  pada murid. Memimpin  refleksi  dan perbaikan kualitas proses belajar yang berpusat pada  murid. Melibatkan  orang tua sebagai  pendamping  sumber  belajar  di sekolah.  

3. Memimpin  manajemen  sekolah. Aksi nyata yang dilakukan  guru penggerak  adalah  memimpin upaya  yang mewujudkan  visi sekolah  menjadi budaya belajar  yang berpihak pada murid. Memimpin  dan mengelola  program  sekolah  yang berdampak pada  murid.  

Sudah barang  tentu kesemuanya  berkoordinasi  dengan Kepala  Sekolah, wakasek, dan Kaur  yang ada. Diawali  dengan menyampaikan  konsep ini kepada Kepala sekolah  secara  baik-baik.

4. Memimpin  pengembangan  sekolah .
Memimpin pengembangan  sekolah  untuk  mengoptimalkan  proses  belajar dan relevan dengan kebutuhan  komunikasi  di sekitar sekolah. Melibatkan  orang tua dan komunitas dalam pembiayaan  dan pengembangan  sekolah. 

Itu aksi nyata  yang akan diraih  seorang  guru  penggerak  hingga lokakarya 8 yang akan dilaksanakan setiap bulan.  

Untuk itu  kepada  komunitas  guru  penggerak,  mari tetap semangat,  jaga kesehatan  dan stamina untuk  bisa samapai ke Lokakarya  8 ,  mencapai  itu  semua. 

Guru  bergerak, Indonesia  maju. 

Magetan,  22 Nopember  2021

Sumber  Bacaan:
Modul 1.2 Guru  Penggerak.