Senin, 23 November 2020

Tanya Jawab Menulis buku Autobiografi


Karena seru ya sesi tanya  jawab tadi malam  ingin rasanya  mengabadikan dalam buku  ini, sebenarnya  ada 13 pertanyaan  yang disampaikan  peserta, tapi karena  waktu  sudah menunjukkan  pukul 11.30 maka dibatasi  sampai 10 pertanyaan.  Pertanyaan  yang belum  dijawab silahkan  japri, dan pasti  saya jawab. 

AAM NURHASANAH: P1
Bu Erry
Bogor

Salam kenal, Pak Suparno.
Terima kasih atas kesempatan yg diberikan untuk bertanya.

1. Dalam menuliskan autobiografi, apakah pernah menghadapi dilema antara ingin menceritakan pengalaman pribadi dg sejujurnya atau tidak? Sebagai manusia tentu kita tidak sempurna. Sejauh mana Bapak juga menceritakan kehidupan Bapak tentang ketidaksempurnaan itu dan menuangkannya dalam buku? Boleh tahu alasannya, mengapa?
2. Apa kriteria Bapak tentang buku biografi yang baik?
3. Berdasarkan itu, bagaimana Bapak menilai buku2 biografi yang sudah terbit sejauh ini?
Terima kasih.
Salam persahabatan.
Jawab :
Bu Erry  dari  bogor  yang baik  hati,  sisi  kelam  yang buruk,  yang tidak  ada nilai  edukatifnya tidak  usah  ditulis. Cerita  tidak  nenyenangkan  tapi  ada nilai  edukatif  dan sekiranya  bisa menginspirasi  pembaca  layak  untuk  ditulis

Kriteria buku  biografi  yang  baik  adalah  1. yang selesai  dituliskannya  dan  diterbitkan.  
2. Yang  ada nilai  edukatif 
3. Yang menginspirasi  pembaca untuk  mengambil keputusan  yang  membuat  dia melakukan  terbaik  tindakan  dan perilakunya
4. Di situ  ada prestasi yang  menginspirasi

Buku  biografi yang sudah terbit sejauh  ini  hebat semua,  lebih  lebih  para  tokoh,  tapi  kebanyakan  mereka  tidak  ditulis sendiri

AAM NURHASANAH: P2
Didi dari Serang

1. Saya bukan siapa2, lalu ketika kita buat buku autobiografi, siapa yang mau baca??
2. Saya paling sulit disiplin, apalagi menulis. Saya bisa disiplin jika ada konsekuensi, kalau tidak ada rasa malas teman setia. Bagaimana solusinya biar disiplin
Jawab
Pak  Didi dari  Serang yang  baik  hati,  menulis  buku  biografi  tidak  harus hebat  dulu,  riwayat  hidup  Bapak  dari  kesederhanaan,  kejujuran,  keikhlasan  , kedisiplinan,  pengorbanan  Bapak  bisa  diangkat  jadi  topik  yang  menginspirasi. 
Kalau  tidak  ada  yang baca  setidaknya  murid murid  Bapak,  anak cucu Bapak  kelak  kemudian hari.

Saya  dulu  seorang  guru  BK, yang banyak orang  tidak  menganggap  penting,  saya datang awal  pulang akhir,  saya  tekuni  profesi  ini, th  2015 nilai  UKG  saya 92.

2. Barangkali  kita bisa belajar  dari  orang orang  disiplin,  dan apa  hasil  akhirnya. Belajar  pada orang orang  yang tulus  iklas  dan  bagaimana  hasil  akhirnya.  Seperti  pesan  Omjay  yang dihafal  oleh  seluruh  peserta,  menulislah  setiap  hari  dan buktikan  apa yang akan terjadi.
Akhirnya  terpilih  sebagai  narasumber  nasional, diklat  di Makassar, di Bali,  menatar  di Bandung,  Surabaya,  naik  pesawat  gratis  dibiayai  negara

AAM NURHASANAH: Pak, ada pertanyaan masuk lagi
 Silahkan  bu Aam

AAM NURHASANAH: P3
Ibu Min Hermina,
SMPN 1 Cikampek Karawang Jabar

Selamat malam,
Senang sekali membaca biografi bapak.

Bagaimana cara memasarkan buku biografi agar orang mau membeli kisah kita ?

Ibu  Min Hermina  dari Cikampek yang baik  hati,  cara memasarkan  buku  1 dibantu  penerbit,  2. di MKKS    dengan saling  membeli  karya  guru  antar  sekolah dari  anggaran  BOS, untuk koleksi  perpustakaan, 3 lewat  FB, Murid  murid  saya  alumni  dll

AAM NURHASANAH: P4

Tri sutrisno 
Dari kepri

Izin bertanya bapak. 
Bagaimana langkah awal kita dalam menulis novel agar tulisan kita tidak terputus d tengah jalan atau tidak menemukan endingnya. Mhon berbagi kiat2 jitunya. Terimakasih🙏🏻🙏🏻

Sebenarnya  jujur  saya  belum  pernah  menulis  novel  Bapak,  Novel  Halo itu  karya  anak  saya.
Menurut  saya  sebelum  menulis  novel  kita harus membaca  banyak  novel,  lebih  mendukung  lagi  kita  melakukan  perjalanan  ke  luar  kota  misalnya,  makin  banyak  membaca,  makin  banyak  berkunjung  ke berbagai  kota,  berbagai  negara,  membuat  mata  air menulis  kita  tak pernah  mati

P5
Assalamu'alaikum Pak Suparno yang superb👍
Mau bertanya, saya Suyati dari Purbalingga Jateng
1. Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menulis biografi selain outline Pak.
2. Menarik sekali sekeluarga kompak menulis. Apa resepnya hingga terbentuk literasi keluarga yg ok seperti itu?
3. Bagaimana mengatasi "pandangan aneh" orang lain thd penulis yg Bapak ceritakan supaya tetap konsisten jadi penulis.
Terima kasih atas responnya🙏

Bu  Suyati  yang baik hati , pertanyaan  yang super  sekali 
1. Semangat. 
2. Istiqomah dalam menulis. 3. Segera  menulis. 
4. Foto foto  pendukung yang mungkin  masih terserak.
Anak  saya,  saya  motivasi  disaat  liburan  menulislah,  saya  beri  hadiah  Laptop  ketika  SMP  kelas  8.

Istri  saya  juga guru,  Ketika  saya menulis,  dia  ingin juga menulis,  disamping  ada angka  kreditnya  untuk  kenaikan  pangkat.
Novelnya  pernah  di sarasehan-kan,  dapat  apresiasi  dari  Bapak  Bupati, dapat  hadiah  1.5 juta,  tambah  senang  menulis  

Tidak  usah ditanggapi,  pandangan  aneh  aneh  itu,  nanti  energi  kita habis,  tulisan  kita  diblog  misalnya,  dibaca  orang atau  tidak,  gak masalah,  gak usah  berharap  apa apa, pokoknya  menulis. Menurut  matematika 1/0 itu  hasilnya  tak terhingga.

Menurut  agama  amalan  yang  ikhlas  itu  pahalanya  10 x ,70 x, 700 x berapa kali  saja  sesuai  kehendak  Allah.

Ibu Nizariah Saudaraku dari Aceh  yang baik  hati,  Pejuangan  hidupku  65 ribu  + ongkir 
Catata Seorang  KS, 50 ribu  + ongkir,  terimakasih atas perhatiannya 🙏

P6
Nizariah
Aceh

Salam kenal Pak Suparno
Terimakasih atas kesempatannya

Saya sangat tertarik untuk baca buku 
1. Perjuangan Hidupku
2. Catatan Seorang Kepala Sekolah
Bagaimana cara mendapatkannya dan berapa garganya?
Terimakasih🙏
Jawab :
Hubungi  08125212122, wa

AAM NURHASANAH: P7
Assalamualaikum,...
Nana-Majalengka.
Lgsung saja pa
1. Dalam menulis biografi apa ada tahapan2nya, misalnya per-babnya tentang apa saja. Kmudian bab berikutnya tentang apa lagi dst.

2. Klo yg di ceritakan orang terkenal mngkin memiliki nilai jual, tp bagaimana dgn kita2 ini.
Terimakasih.
Jawab :
Yang no 2 jawabannya  seperti  pertanyaan  no 2 , pak Didi 😃🙏🙏
Bu  Nana  Majalengka  yang baik  hati,  1. Sebaiknya  urut  sesuai  dengan  tahapan  usia  kita,  misalnya  hari  kelahiran, masa  TK, Masa SD, SMP,  SMA,  kuliah,  kerja  , menikah,  punya  anak,  membangun  rumah  dsb

AAM NURHASANAH: P8
Saya, Ida dari Tegal.  Saya twrtarik materi bapak tentang autobiografi. Saya pernah lenulis tentang perjalanan bisnis orang tua saya di tahun 2012.  Apakah itu juga bisa menjadi sebuah karya biografi? Bagaimana menulis biografi yang baik?

Jawab:
Bu Ida  dari  Tegal yang  baik  hati,  tetangganya  pak Dalang Enthus  Susmono  ya bu 😃

Bisa  bu  tapi  sebaiknya  dilengkapi  dari  awal,  misalnya  kehidupan  di waktu  kecil,  remaja,  merintis bisnis,  kendala kendalanya  dan sebagainya

Yang menjawab  tantangan  membuat  outline  buku  biografi  sudah  7 orang  minta  tolong  bu  Aam  nanti  di  akhir  sesi  untuk  mengundinya, diambil  3 ya bu 😃🙏

Tapi  buku  autobiografi  yang  ada nilai  angka  kreditnya  adalah  yang  nenceritakan  perjalanan  menjadi  pendidik. Perjalanan  menjadi pengusaha  tidak  bisa  dinilaikan  angka  kredit,  untuk kenaikan  pangkat

Menulis  biografi  yang  baik  seperti uraian  dalam  belajar  menulis sejak  atas  tadi 😃🙏

AAM NURHASANAH: P9
Astuti. PALU Sulawesi Tengah
1. Bisakah kita menuliskan kisah hidup orang lain?
2. Kalau untuk kenaikan pangkat, apakah buku itu bermanfaat bagi tokoh yang saya kisahkan?
Terima kasih banyak atas penjelasannya 🙏

Jawab :
Biografinya  bu Fatmawati,  yang menulis  Mahasiswa S2 UGM

Menulis  kisah  hidup  orang  lain itu  namanya  biografi,  bisa bu Astuti,  seperti  pak Chairul  Tanjung  itu penulisnya Tjahya Gunawan  Direja,  seorang  wartawan kompas

2. Tidak  bisa,  tapi  bermanfaat  untuk  Ibu
Ada  di blog  saya

AAM NURHASANAH: P10 
Ai Setiawati M.Pd
SMPN 1 Sukatani
Kab. Purwakarta

Pa,,,saya dari kecil senang menulis terutama di buku diary,,,itu bisa dijadikan biografi??
Bagaimana cara mempertahankan mood menulis pa?
Saya banyak tulisan tapi belum berani ditampilkan

Jawab:
Bu Ai  Setiawati yang senang menulis  sejak kecil,  yang  ditukiskan  dalam  biografi  yang  ada nilai  edukatif,  keteladanan,  bisa menginspirasi  pembaca  saja  bu, jadi  yang  penting penting  saja ibu.

Cara  mempertahankan  mood  menulis,  1. Doa,  2 bergabunglah  dengan  para penulis,  3  Yakinlah  bahwa  yang dilakukan ibu  itu  tidak sia sia.

Ditampilkan  saja  di blog  ibu,  di  grup  ini  luar  biasa,  tidak ada  yang mencela  tulisan  teman,  semuanya  memotivasi,  menyemangati satu  sama lain. Betul betul memiliki akhlaqul  karimah  semua.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar