Minggu, 29 November 2020

Pendadaran KS 2014

Sumber ilustrasi: dokumen  pribadi 

Saat itu  di SMK 1 Magetan  tahun 2014 kami  mengikuti diklat  calon kepala  sekolah.  Brjumlah 55 orang dari berbagai  tingkatan,  SD, SMP dan  SMA.

Enam tahun yang lalu, sudah  berubah. Ada yang langsung diangkat  KS tahun itu  juga,  ada yang tahun 2019 kemarin  mendapatkan  giliran  untuk diangkat.

Tadi pagi  kami  ngumpul  bareng, sekedar  bincang  bincang  mengenang  masa  lalu,  masa yang penuh  suka  dan duka, kadang  memacu adrenalin. Dengan metode andragogi  kami  di siapkan  untuk  menjadi  seorang leader. Yang hadir  ada 18 Orang. Yang lain belum  bisa hadir  karena  berbagai  kepentingan  yang bersamaan. Semoga  semuanya  sehat  wal  afiat.

Joko Margono,  Ketua  paguyuban  ini mengajak  anggota  untuk  melanjutkan persahabatan  dan persaudaraan  ini bisa  berlangsung  terus,  tidak dibatasi  usia  pensiun. Selanjutnya  karena berbagai kesibukan  anggota,  pertemuan  diadakan  3 bukan sekali.  Dalam pertemuan  saling memotivasi dan berbagi  pengalaman  tentang kepemimpinan sekolah.

Bapak Bambang yang sudah memasuki  masa purna tugas  juga menyampaikan beberapa tips  menghadapi masa pensiun  dengan Kegiatan  kreatif dan produktif untuk  mengisi  masa pensiun untuk  hiburan  agar  sehat  panjang  umur  dalam mendampingi  anak cucu.

Leader  itu  mempengaruhi  orang lain  untuk  melakukan  perubahan dalam mencapai  tujuan  bersama yang  lebih baik. Dari   berbgai materi  yang diberikan  ketika  diklat  membuat  kami  bisa  menyelesaikan  berbagai  masalah  dilapangan  dengan baik,  walaupun  tidak  ada di buku. 

Sedangkan kepemimpinan  atau leadership adalah salah satu fungsi manajemen untuk mempengaruhi, mengarahkan memotivasi dan mengawasi orang lain untuk menyelesaikan tugas-tugas yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi. Keterampilan Leadership akan sangat mempengaruhi kinerja organisasi, khususnya dalam hal mencapai tujuan organisasi.

Itu  beberapa  poin  penting  yang  diberikan  oleh  narasumber  dari LP2KS. Merupakan  pembekalan  yang diberikan kepada  peserta,  untuk  lebih siap melaksanakan  tugas  yang semakin  kompleks  sesuai dengan kemajuan  dan keadaan  jaman  seperti ini. 

Contoh  kasus,  dengan  adanya  pandemi  korona apa  yang dilakukan  seorang pemimpin kadang salah  sedikit  saja seolah  bisa menyebabkan  semua  kebaikan  yang telah dilakukan terkubur.

Sehingga  seorang  pemimpin  itu  orang-orang  luar  biasa  yang mendapatkan wahyu kepemimpinan. 
Dalam  cerita  pewayanagan  wahyu  kepemimpinan  disebut  juga  wahyu  makutoromo.  Artinya  Mahkotanya Prabu Romowijoyo. Dalam  Makutarama berisi ajaran  hastabrata. Hastabrata  berasal  dari bahasa  sansekerta  yang berarti 8 perilaku pengendalian diri.
Kesatria yang berhasil terpilih mendapatkan  wahyu  ini adalah Raden Harjuno. Oleh karena  itu teman saya KS sangat  mengidolakan  Raden Harjuno, dan menamakan sekolahnya  sebagai kasatrian Madukoro. Harjuno punya anak Abimanyu,  punya anak Raden Parikesit,  inilah  yang  kelak  menjadi Raja dan Oleh  orang-orang  jawa  dihubungkan yang kelak  menurunkan  Raja Raja  tanah  Jawa.

Seorang  pemimpin yang mampu menguasi Ilmu Hasta Brata maka pemimpin tersebut akan mampu mengejawantahkan nilai-nilai agung yang tersirat dalam Hastabrata. Karena, delapan sifat agung ini adalah mewakiliki kearifan sifat yang dimiliki oleh Sang Pencipta alam semesta. 

Yasadipura I (1729-1803 M), pujangga keraton Surakarta menggambarkan Hasta Brata sebagai delapan prinsip kepemimpinan yang sesuai filosofi atau sifat alam, yaitu:    

  1. Mahambeg Mring Suryo (Meniru sifat matahari), sosok pemimpin harus mampu menampilkan diri sebagai sosok yang memberi inspirasi, memancarkan cahaya kehidupan dalam bermasyarakat dan mampu mendaya kembangkan rakyat yang dipimpinnya untuk kemajuan bangsa dan negara.
  2. Mahambeg Mring Condro (Meniru sifat bulan), bulan yang mampu menyinari kegelapan malam, dan sosok pemimpin saat ini harus mampu memberikan semangat, dukungan dan motivasi saat suka maupun duka, apapun dan namun situasi dan kondisinya pemimpin harus hadir.
  3. Mahambeg Mring Bhumi (Meniru sifat bumi), bersifat murah hati, kuat dan sebagai ibu pertiwi. Pemimpin sudah selayaknya memiliki sifat bermurah hati dan melayani pada rakyatnya dan memiliki prinsip dan karakter yang kuat untuk menjalankan roda kepemimpinanya serta tidak mengecewakan kepercayaan rakyatnya.
  4. Mahambeg Mring Samudro (Meniru sifat laut / samudra), bersifat luas, tenang, dan berombak. Sudah selayaknya pemimpin yang mampu memiliki pandangan dan pengetahuan yang luas, mampu mengupayakan aspirasi masyrakatnya serta memberikan solusi dengan sopirnya dan selalu tenang dalam menghadapi goncangan.
  5. Mahambeg Mring Kartika (Meniru sifat bintang), bersifat memancarkan kemilau di tempat tinggi. Pemimpin sudah sepatutnya mampu memberikan yang baru, arah pada menunjukkan dan mampu memberikan suri tauladan pemimpin walaupun berada di pucuk manajerial tertinggi.
  6. Mahambeg Mring Angkasa (Meniru sifat Langit), luas tak terbatas, hingga mampu memahami apa saja yang datang padanya. Prinsip seorang pemimpin yang dapat menentukan ketulusan batin dan kemampuan mengendalikan diri menurut pendapatnya yang bermacam-macam.
  7. Mahambeg Mring Dahana (Meniru sifat Api), mempunyai kemampuan melakukan semua yang bersentuhan dengannya. Seorang pemimpin pemimpinnya berwibawa dan berani menegakkan secara tegas tanpa pandang bulu
  8. Mahambeg Mring Maruto (Meniru sifat Angin), selalu ada dimana-mana tanpa membedakan tempat serta selalu mengisi semua ruang yang kosong. Seorang pemimpin pemimpinnya selalu dekat dengan rakyat, tanpa membedakan derajat dan martabatnya.
Itulah  delapan  prinsip  kepemimpinan  yang  perlu kita  pelajari seperti  kita  mendapatkan wahyu Makutarama. Yang mendapatkan  wahyu  tidak sembarang  orang,  benar-benar  orang pilihan.  Semoga  kita  semua termasuk  yang terpilih.


Magetan,  29 November  2020

Sumber  bacaan:
www. Kompasiana.com; 29 November 2020;16.15



8 komentar:

  1. Cepat sekali bisa bikin tulisan, pak. Kok idenya ada saja? Luar biaaa

    BalasHapus
  2. Itu yang saya alami tadi siang, terima kasih sudah berkenan membacanya

    BalasHapus
  3. Semoga kita mampu menjadi pemimpin yg baik

    BalasHapus
  4. Mantap betul Pak, ilmunya, sy pemimpin yg masih yunior, mash harus belajar dan belajar..

    BalasHapus
  5. saya pun terus belajar Bu Tini, agar menjadi lebih baik, tidak alergi ilmu orang lain

    BalasHapus
  6. Bagus sekali literasinya selalu ada topik atsu ide itk dituliskan. Tidsk setiap orang ditakdirksnnjd pemimpin namun berusaha utk jd pemimpin. Dari diri kita sendiri yg paling sulit dan harus bisa mengendalikan diri dr berbagai ujian / cobaan dr luar atau dlm. Terima kasih karyanya tetap sehat semangat dan good luck.Semoga Allah selalu me Rahmati kita semua.

    BalasHapus