Sabtu, 21 November 2020

Mengangkat martabat guru Indonesia




Sumber  ilustrasi : Https://www.gurupenggerakindonesia.com

Tanggal  28 November 2020 nanti  ada acara peringatan HUT  PGRI yang ke 75. Pada saat  itu  akan hadir  Bapak Presiden Jokowi, dan para menterinya secara virtual. 

Yang menjadi tokoh sentral  nanti adalah  Bu Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd  dan Bapak Presiden  Jokowi. 

Sambutan dari  kedua tokoh ini  akan didengarkan  dan diharapkan  oleh Guru  seluruh  Indonesia,  apakah  menguntungkan  dunia  pendidikan, apakah  menguntungkan Guru apakah  memecahkan  persoalan  yang  masih  ada  di dunia  pendidikan? Ini  yang kita nantikan  bersama.

Peringatan  hari Guru  biasanya  diadakan secara meriah di Jakarta.  Kalau di tingkat  Provinsi  diadakan secara  bergilir  di berbagai  kota/ Kabupaten. Tahun lalu Provinsi Jatim, mengadakan  peringatan  HUT PGRI ke -74 di Sumenep Madura,  demi  solidaritas  profesi semua  perwakilan  seluruh  Kabupaten/ kota hadir. 

Biasanya  mengangkat  isue  sekitar  permasalahan  Guru  atau permasalahan  di dunia  pendidikan. 
Dari group WA saya mengedarkan angket permasalahan permasalahan  apa yang dialami  Guru  yang sekiranya  bisa  diperjuangkan  PGRI.  Begini redaksinya;

Coba  teman  teman  , masalah  masalah apa yang dihadapi guru dan  harapan harapannya  bagaimana  yang sekiranya bisa diperjuangkan  pengurus  PGRI. Saya pengurus  PGRI  walaupun  ditingkat  paling bawah,  tapi  saya  punya  akses  dengan pengurus  tingkat  pusat,  silahkan  dituliskan  untuk  saya usulkan , terima kasih

Dari sharing itu bisa dirumuskan sebagai  berikut;
1. Guru  honorer yang puluhan tahun mengabdi  belum diangkat.
2. Kenaikan  pangkat  guru yang sulit , puluhan tahun tidak naik  pangkat
3. Guru harus bersusah payah, berdarah  darah mencari  murid. 
4. Akhirnya  itu  "sumur  golek timbo seharusnya  timbo  golek  sumur".
5  Penyebaran guru  yang belum merata,  ada di suatu  sekolah  kelebihan guru  tapi ada di sekolah  lain kekurangan guru. 
Ini ungkapan  seorang KS  di daerah Sumatera, "Kalau masalahku penyebaran guru di wilayah Sumatera tidak merata yang di kota atau pinggiran kota menumpuk, Sementara didaerah semacam kami daerah terpencil kurang,tempatku yg PNS hanya 4 mas dengan KS, Itulah yg bikin 😇😇dana Bos habis tuk bayar honorer".
Guru  honorer  usianya  ada yang sampai  35 tahun  bahkan  ada yang 50 tahun. 

6. Disisi  lain mereka  menyampaikan  bahwa banyak  disekolah  SD sangat  kekurangan  guru mapel  PAI.

7. Permasalahan  mencari  murid  yang  bersaing  ketat  dengan sekolah  lain.  Kalau  persaingan  yang sehat  tidaklah  menjadi masalah , terapi  apabila  persaingan yang tidak sehat  yang menjadi  korban adalah  kualitas pendidikan  masa depan. 

8. Sertifikasi  guru  yang belum  dirasakan merata. Ada di banyak  sekolah  guru tidak bisa Sertifikasi  karena kekurangan  jam mengajar. Yang mengalami  nasib demikian biasanya  tidak semangat  kerja,  kasihan  mereka,  temannya  menerima  puluhan juta  dalam setahun tapi  dia sendiri  tidak  merasakan  manisnya  Sertifikasi. Sebenarnya  pemerintah  sudah memberikan solusi untuk  pindah  ke SD,  tapi  yang bersangkutan  tidak mau, yang seperti  ini  perlu  adanya mediator  yang baik agar  bisa  diputuskan  solusi  terbaik.

9. Kualitas kompetensi  guru  yang belum merata. 

Sembilan  permasalahan  ini  yang saya usulkan  ditingkat  kecamatan  dimana  saya  menjadi pengurusnya, dan saya  sampaikan  ke guru  "spiritual" saya dalam  menulis,  Omjay.  Yang  beliau  pengurus  pusat  dan dekat  dengan  Ibu  Ketum PB PGRI,  Prof. DR. unifah  Rosyidi, M.Pd.

Bulan September  2020 yang lalu  ibu Ketum menghadap Presiden  Jokowi, yang berkenan mendengarkan langsung   perjuangan PGRI, CPNS Honorer PPPK yang sudah lulus, perhatian kesejahteraan honorer, penolakan penghapusan Mapel Sejarah, perlindungan guru siswa dalam PJJ, memohon klaster pendidikan di luar RUU Cipta Kerja, penguatan peran LPTK, dan lain-lain yang selama ini menjadi isue perjuangan PGRI.

Semoga  semuanya permasalahan  guru di hari Guru  ke- 75 ini ada solusi yang baik dan bijaksana  sehingga  guru  bisa melaksanakan  tugas pengabdiannya dengan baik  , tenang  dan bahagia sejahtera  sehingga  bisa turut  serta  memajukan kualitas  pendidikan  di tanah air tercinta , Indonesia. 

Hidup  PGRI,  Hidup Guru,  solidaritas..... yes!


Magetan,  21 Nopember  2020



Sumber  bacaan:

Https://www.gurupenggerakindonesia.com
















8 komentar:

  1. Aamiin, semua masalah tersebut di atas sdh masuk dalam agenda perjungan PGRI, semoga bisa terus kami perjuangkan, Hidup PGRI, hidup guru, solidaritas yes!

    BalasHapus
  2. Terima kasih Omjay, kita meriahkan hari Guru ke 75 dengan mengangkat martabat Guru Indonesia

    BalasHapus
  3. Tulisan yang bagus, mas.
    Selamat hari guru.

    BalasHapus
  4. Hidup PGRI, hidup guru. Terima kasih b as Bapak, aryikelnya sangat bagus dan berbobot

    BalasHapus
  5. Sangat situasional. Lanjut dan tetap semangat

    BalasHapus
  6. Terima kasih bu Susilo yang baik hati

    BalasHapus