Sabtu, 22 Mei 2021

Orang Kaya

sumber ilustrasi: finansialku.com

Kalau hati kita jujur, pasti  kita ingin jadi orang kaya, badanya sehat.  Makannya enak, Pakaiannya  bagus, rumahnya bagus, mobilnya bagus. Tambah lagi istrinya cantik,  haha.....

Itu  masih agak sederhana  ada yang ingin  punya  perusahaan,  hotel, investasi,  hartanya  banyak  tidak habis dimakan 7 keturunan.  

Orang jawa mengatakan  "patuto jagad iki arep diemperi" . Jadi Dunia yang sudah luas masih mau ditambah teras. 

Oleh karena itu  orang rela kerja keras, berpendidikan  tinggi  dan sebagainya atau strategi untuk  mencapai  kekayaan. 

Yang kedua, orang  beriman  pasti juga ingin menjadi  orang kaya di negeri akherat. Untuk  itulah  para Kyai rela beribadah mati-matian adalah  untuk  mencapai  kejayaan  hidup dinegeri  akherat.

Pada suatu saat kami mendapat  hadiah makanan  dari tetangga  , hingga di meja makan kami penuh  dengan makanan. 

Saya berdoa,  ya Allah banyak rejekiMu yang Engkau berikan  kepada  kami hari ini, janganlah  di akherat  nanti kami mengalami kelaparan.  

Terus terang  saya termasuk  orang
yang tidak kuat menahan  lapar.  Tidak kuat  menahan haus, dan tidak kuat menahan sakit. Saya takut  kalau  di akherat  kelaparan,  kehausan  dan sakit. 

Kemudian  yang ketiga  yang selalu  terngiang  di telinga dan tertulis  di hati. Kelak  kekayaan  kita  di dunia  itu  selalu  ditanyakan dari mana diperoleh  dan dibelanjakan untuk  apa?
Kemudian waktu, atau umur  yang diberikan Tuhan kepada kita digunakan  untuk  apa?  Tidak itu saja akan tetapi  ilmu yang diberikan  Tuhan  sejauh mana kita mengamalkan , serta tubuhnya untuk apa dimanfaatkan.  Ada 4 hal itu yang akan disoal nanti di akherat.

Nabi Muhamm SAW bersabda "Tidak akan bergeser kaki seseorang hamba pada hari kiamat nanti sampai ditanya 4 perkara ini : Umurnya, untuk apa dia habiskan; Ilmunya sejauhmana dia amalkan; Hartanya dari mana dan digunakan untuk apa; serta tubuhnya untuk apa dia manfaatkan. 
(HR. At Turmidzi No 2417)

Kalau  jawaban  kita salah, kita akan malu  dihadapan  Allah, bahkan  bisa diseret ke Neraka. Hii.... ngeri  banget. Boro boro jadi orang kaya, cita-cita  menjadi  orang kaya kandas. Bahkan menjadi tahanan  kelas kakap di neraka,  tanpa diberi  makan  dan minum. Makannya  buah zakum  yang tidak mengenyangkan  bahkan membuat  usus  kita "mrotholi".  Naudzubillahi  min dzalik. (Baca buku Duratun Nasihin).

Di Dunia ini mungkin kita selamat,  tidak pernah  ditahan atau dipenjara,  jangan - jangan  penjaranya ketika  di akherat,  wah ngeri lagi ini. 

Maaf  ya hari ini  tulisan  saya kok berat  banget. Saya sendiri juga tidak  tahu. Biasanya  tulisan saya ringan  ringan saja. Biasanya  berisi motivasi.  Saya hanya menuliskan  apa yang ada dihati. 

Jangan jangan ini  nasihat  untuk  diri  saya sendiri, yang harus saya ingat-ingat  tidak boleh  lupa.  Kalau lupa akan bahaya. Cita-citaku bisa kandas.

Kira kira  kesimpulannya  adalah  jangan terlalu kaya di dunia ini yang penting  di akherat  jadi orang kaya. 

Jangan menghina  pada orang miskin di dunia ini, jangan-jangan dia jadi orang kaya di akherat.  

Jangan menyakiti  orang-orang  lemah, jangan  jangan dia jadi orang kuat  di akherat.  

Ya Allah  ini diskusi  yang ada dihatiku. Aku hambamu  Engakau adalah Tuhanku    aku memohon kepada-Mu,  berikanlah kawanku, saudaraku dan anak keturunannya  hidayah hingga hari Qiyamat,  belilah  rejeki yang banyak yang barokah dan sebagian dibelanjakan  dijalanmu . Berikanlah  virus corona  ini segera  berlalu, sehingga  kami bisa beribadah haji bersama saudara kami umat Islam seluruh  alam . 

Jadikanlah kami semua  orang  kaya yang sholih  baik di dunia  dan juga  di akherat. Aamiin  ya Robbal  alamiin.


Magetan,  23 Mei 2021

Sumber bacaan :
https://makassar-sindonews-com.cdn.ampproject.org/ 23 Mei 2021; 07.16









8 komentar:

  1. Aamiin. Semoga doa doa kita dikabulkan Allah

    BalasHapus
  2. Aamiin....
    Islam menganjurkan utk kaya ken apa ? Biar tdk khufur Nikmat.

    Sejatinya ukuran kaya adalah relatif. Nabi Muhammad SAW menyampaikan jikalau kamu cukup utk urusan dunia dlm arti makan itu adh kategori kaya. Sederhana sekali ya ?

    Tapi sekarang jaman sdh berkembang pemukiran / penilaian kaya adalah Gemerlapnya Harta.

    Padahal rasa Qonaah lah yg membuat kita punya rasa cukup. Artinya kita pandai hersyukur.
    Mensyukuri apa yg jadi kehendak Allah utk kita.

    Jangan pernah memandang orang lain kebih enak dr kita. Krn akan muncul iri.
    Tp utk urusan duniawi pandanglah yg dibawah kita agar kita pynya rasa syukur.
    Namun utk urusan Akhirat pandanglah orang yg amal ibadahnya diatas kita spy kita lebih menambah ketaqwaan.


    Thanks you sahabat tetap sehat semangat dan good luck.
    Allah senantiasa melimpahkan Rahmat dan HidayahNya utk kita semua.

    BalasHapus