Minggu, 30 Mei 2021

Menanamlah, karena ada keberkahan di sana

Pagi tadi agak santai,  tidak aktivitas  ke luar. Akhirnya  saya  gunakan berkebun  membersihkan  rerumputan disekitar  alpukat.  

Setelah  dibersihkan kemudian  diberi pupuk  kandang. Ada secerah harapan  terbayang  diangan  angan. Besuk  kalau sudah pensiun  akan merawat kebun  ini.  5 tahun yang akan datang  panen alpukat  dan pete.

Karena  ada harapan  itulah  saya rela mencangkul  sampai  bermandikan  keringat. Kemudian minum  habis banyak,  wah sehat  sekali.  Kalau  seminggu sekali  saja bisa seperti  ini  dijamin  badan terasa sehat.

Yu Ni membantuku  mendistribusikan  pupuk  kandang  itu. Hingga  seluruh tanaman  mendapatkan  bagian pupuk  itu.  Luar biasa  tetangga  yang satu  ini   semangat kerjanya  tanpa tanding,  iklas  dan tangguh.

Yu  Ni membantu  saya sudah  sejak  anak  saya  yang kedua  berumur  2 tahun. Jadi sudah 15 tahun. Orangnya jujur,  disiplin dan tanggung jawab. 

Dalam  setengah  hari semua pekerjaan  selesai. Luar biasa.  Puas  rasanya  sudah memenuhi  kebun  dengan tanaman  yang hijau.

Ada satu filosofi  yang penting  kita  camkan  di benak  kita. Menanamlah  agar bisa panen. Dengan menanam  akan ada harapan masa depan yang lebih baik. Tidak usah khawatir  nanti dimakan  burung   dicuri  orang,  di makan tikus dan sebagainya.  Semuanya  itu menjadi sedekah  kita. 
Kalau pohon yang kita tanam tidak berbuah, setidaknya  pasti menghasilkan  oksigin, menyimpan air, yang itu dibutuhkan  semua makluk  hidup. 

Nabi bersabda,

“Seorang muslim yang menanam pohon, menabur benih,lalu pohon/tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, dan binatang ternak, maka semua itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari)

Betapa menanam pohon adalah amal yang produktif. ‘Amal jāriyah namanya, amal yang terus dicatat sebagai kebaikan meski orangnya duduk sambil minum kopi. 


Tentang pentingnya  menanam bahkan jika hari Qiyamat pun sudah terjadi dan di tangan  memegang  biji untuk  ditanam. Maka tanamlah. Nabi bersabda,

"Jika kiamat sudah terjadi dan kebetulan tangan kalian memegang batang kurma, sekiranya kalian sempat menggali, maka tanamlah ia.” (HR. Bukhari)

Oo iya, kalau  tidak  punya kebun bagaimana? Yah, tanam saja  kebaikan dalam "kebun -kebun" kehidupan. 

Berdasarkan uraian  di atas  maka berbahagialah  dengan menanam karena  ada harapan  di sana  , harapan memanen dan harapan  pahala. Yang jelas  menanam juga perintah  agama yang ada keberkahan  di dalamnya. 


Magetan,  31 Mei 2021

Sumber bacaan

https://www.aswajadewata.com/sabda-menanamlah-walau-besok-hari-kiamat/; 31 Mei 2021; 09.45




5 komentar:

  1. Alhamdulillah....Sdh diingatkan suruh nanem lagi..suwun

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah......
    Walau saya tidak punya lahan sawah tapi kami bisa menyewa lahan utk tanam tanaman produksi Holtikultura. Krn di Nganjuk Sentra Brambang kami mencoba utk tanam Brambang minim hisa membuka lapangan kerja bagi yg kehilangan lapangan ierja krn covid hrs di rumahkan alias PHK


    Selain brambang ada Tanaman Hortikultura yaitu Melon. Sebelum saya hijrah ke Nganjuk saya nanam Melon di Madiun krn Madiun cocok utk Melon.

    Bgt hijrah ke Nganjuk justru Melon pun juga cocok utk kondisi tanahnya.
    Aplg Kota Nganjuk punya Icon kota Pertanian


    Terima kasih sahabat bertanamlah dgn sepenuh hati semoga apa yg kita tanam akan berbuah manisa baik menanam kebaikkan dalam kehudupan maupun menanam dalam arti tanaman.

    Tetap semangat sehat dan good luck..

    BalasHapus
  3. Saya suka tulisan bapak. Tidak bertele-tele.

    BalasHapus