Rabu, 19 Mei 2021

Kang Slamet (2)


Saat Dia lahir  memang  kondisi ekonomi  negara  sedang  kurang bagus. Demikian juga stabilitas politik  kurang stabil.  Tahun 1953. Jadi orang  butuh slamet,  makanya Dia diberi nama Slamet.  Alhamdulillah  juga slamet  sampai sekarang.

Saya juga punya  teman  beberapa bulan  yang  lalu terkena  Covid-19,  karena namanya Slamet  akhirnya  kok ya Slamet, sembuh  dari sakit  itu. 

Slamet adalah  sebuah keadaan  yang tetap  dibutuhkan  saat sekarang  hingga  sampai  kapanpun  sejarah  kehidupan  manusia.  Bahkan  sampai  akheratpun  juga butuh  slamet. 

Dalam agamapun  ada doa slamet.  Doa ini  yang  saya hafal pertama  kali  sewaktu kecil  karena saya juga pingin slamet. 

Bagi orang Jawa, nama itu sangat penting sekali. Mereka mengatakan, "asma kinarya japa." Artinya nama  itu sebagai  doa. 

Kembali pada Kang Slamet.  Tahun lalu Dia pernah sakit satu bulan, sampai  tidak bisa jalan, setelah kecapean yang panjang  dan dinyatakan  kena penyakit  gula. Berbagai usaha dilakukan  sampai opname  di rumah sakit Alhamdulillah  sembuh  dan slamet lagi. Tak rugi rasanya orang  tuanya  menamakannya  Slamet.

Sore ini saya dapati  Dia sedang  mencari rumput  di depan  jalan rumahku,  bekasnya bersih  sekali  seperti  bekas  dipotong  rumput  pakai  mesin.  

Berbeda  dengan pencari  rumput  yang lain  , hanya dicari rumput  yang hijau, tapi tidak untuk  Kang Slamet,  dibersihkan  sehingga  indah. 

Hal ini juga dilakukan  berhari  hari  di sepanjang  RT ini.

"Tak kira dipotong  pake mesin pemotongan  rumput  lho Kang." Sapaku sepulang ngantar  ibuku  kontrol  ke dokter.

"Aku Ru sing ngresiki", jawabnya sambil  menaruh  rumput  di angkong,  sebuah alat  angkut  sederhana  yang dipakai  untuk  mencari  rumput. Ru adalah guru, sebuah panggilan untuk  orang-orang  yang bekerja sebagai  guru. 

Seperti  tulisan  saya yang lalu  tentang keiklasannya  yang pantas diteladani,  semangat  ngajinya,  ibadahnya.

Pokoknya  senang deh bertetangga dengannya.  

Alhamdulillah  Aku tinggal di lingkungan orang-orang  sederhana,  orang-orang  baik  yang  barokah. 

Orang-orang  barokah  itu kata Gus Ron,  orang  yang kehadirannya  membawa  kebaikan , memberikan manfaat untuk   lingkungannya. 

Bila Dia tiada  ditangisi,  karena kelompoknya  merasa  kehilangan. 

Sebaliknya  adalah  orang yang  membawa  musibah. Hadirnya membawa sial,  kepergianya  membuat  orang  lepas  dari musibah dan penderitaan.

Semoga kita  semua termasuk  orang-orang  barokah.



Magetan,  19 Mei 2021



3 komentar:

  1. Tetap selamat dunia dan akhirat.
    Walau pada dasarnya manusia dlm.merugi kecuali orang yg saling ingat mengingatkan dlm kebaikkan dan
    kebenaran serta dlm kesabaran.

    Cupilikan diatas tadi menerangkan bahwa demi masa sesungguhnya manusia dlm mwrugi.Klau sdh rugi pasti celaka. Dunia dikejar tdk ada puasnya sementara Akhirat yg jelas pasti kita abaikan.

    Artinya apa, jangan lah kita mengutamakan dunia. Tp juga dunia jamgam kau abaikan namun hrs kita pikirkan utk kelangsungan hidup di dunia. Sedangkan bekal hidup kita di negei yg kekal adalah amal kebaikkan individu masing-2.

    Ibarat kata bgn " Dunia kita kejar akhiratnya lepas". Walau lah kita punya target atau semacam perolehan prestasi pasti tdk mungkin seluruh keinginan akan tercapai itulah dunia.
    Krn dunia adalah hanyalah sendau gurau serta kesenengan yg menipu.
    Janganlah kita tertipu oleh gemerlapnya dunia ini.

    Kita harus ingat negeri yg abadi adalah kampung Akhirat.
    Terima kasih sahabat terus berkarya semoga kita termasuk orang bertaqwa serta beramal sholeh. Yg aktivitasnya hanya mencari Ridho Allah semata.

    Salam utk keluarga sehat semua. Semoga Allah selalu memberikan hambaNya yg terbaik.

    BalasHapus