Sabtu, 25 Juli 2020

CAHAYA CINTAI HATI SANUBARI






APA YANG KITA PIKIRKAN ITU DOA KITA

Ada kalanya dalam pikiran manusia itu  ada diskusi yang  panjang untuk memutuskan perkara harian. Apa yang akan  dilakukan  dalam  sehari  semalam itu didiskusikan  oleh  pejabat pejabat nafsu manusia,  ada amarah, ada aluamah, mutmainah, sufiah.

Maka akan keluar keputusan. Apabila keputusan itu  menuju kebaikan  dan kebenaran  maka akan selamatlah manusia.  Apabila keputusan itu  menuju kearah  keburukan  kesalahan maka celakalah manusia. 

Padahal tidak ada manusia yang ingin celaka,  manusia itu inginnya selamat,  beruntung,  enak, bahagia,  sejahtera  dan sebagainya.

Akan tetapi dibalik keinginan manusia itu ada dzat yang maha menentukan,  adalah Allah SWT. Kita manusia suka atau tidak suka , mau tidak mau harus menerima keadaan  dan kenyataan ini. Kalau kita menerima dengan iklas dengan senang hati,  maka namanya ridho. Kalau manusia ridho, maka Allah akan menambahkan pahala untuknya. 

Kalau manusia tidak ridho biasanya akan mengeluh,  akhirnya keluar pemikiran pemikiran yang negatif yang dihiasi nafsu  amarah, aluamah  atau nafsu syaitoniyah. Kalau demikian yang  terjadi maka celakalah kita.  Seperti hadits berikut ini;

"Barang siapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya"
(HR. at-Tirmidzi)

Oleh karena itu ditengah pandemi covid 19 ini, banyak kejadian kejadian yang tidak kita inginkan, kita sebaiknya ridho sambil berdoa dan berusaha semampu kita.  Bekerja dengan hasil yang sedikit ya kita syukuri, dengan iklas dengan ridho tadi. Maka yakinlah  Alloh pasti akan menambah  nikmat itu. 

Anak anak belajar dari rumah,  ya dijalani saja,  semampunya,  menerima dengan ikhlas,  dengan  ridho.  Belajar  dengan telaten dengan hati yang bersih insyaallah  Allah akan memberikan kemudahan masuknya cahaya ilmu kepada  pikiran kita,  kedalam kejernihan hati  sanubari kita. 

Makan keseharian adanya apa dan apa adanya, dari hasil tanaman kita sendiri, dari kebun kecil kita sendiri, dari sayuran  dalam pot sendiri,  disyukuri, dinikmati dengan cahaya cinta hati sanubari. 

Dengan anak-anak,  hilangkan amarah amarah yang ada, kejengkelean kejengkelan yang ada, bagaimanapun mereka anak kita,  amanah kita,  harta termahal kita, mutiara termahal kita. Maka kita rawat dengan ketulusan cinta dan kasih sayang terbaik yang kita punya.  

Sejatinya kebahagiaan itu terletak pada rasa menerima dengan tulus ikhlas hati sanubari yang bercahaya cinta atas takdir dan keputusan Allah, seperti  disebutkan dalam. Hadits;
"Salah satu kebahagiaan seseorang adalah keridhaannya menerima keputusan ALLAH."
(HR. Ahmad)

▪Semoga Alloh memasukkan kita kedalam golongan hambanya  yang beruntung 🤲🏻

Magetan,  26 Juli 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar