Rabu, 17 Februari 2021

Keshalihan Bu Parno

Istriku tahu kalau keuanganku menipis, lebih lebih menjelang  sakit ini,  pengeluarannya bnyak sekali. Untuk  berobat dan pemenuhan gizi setiap  harinya.  Karena orang  yang sakit  corona  harus makan banyak dan bergizi.

Pada saat sakit  ATM ku saya serahkan padanya,  saat itu ada isinya  9 juta. Pada saat sakit  itu istriku berpikir bahwa harta, jabatan, dan lain-lain  itu tidak penting,  yang paling penting adalah kesembuhan dan kesehatan suaminya. 

Pada saat keuangan menipis,  istriku  minta ijin untuk  menjual  perhiasan  gelangnya  yang dulu   saya belikan.  Dia tidak ingin berhutang  pada Ibunya, saudaranya,  lebih-lebih  temanya.  Dia tidak ingin merepotkan  orang lain.  Apa yang ada saja dimanfaatkan.

Saya dengan berat  hati mengijinkan. "Iya nanti kalau punya rezeki akan saya belikan lagi ya," saya merasa  kasihan pada  perempuan itu, setiap  kali  punya perhiasan  larut terjual.  

Dulu ketika  rumah baru berdiri sementara  belum  diplaster temboknya,  dia minta ijin juga  gelangnya  dijual untuk  biaya  memlaster  tembok biar  rumahnya  bersih.

Walaupun  dia punya perhiasan  karena dia berhijab,  maka juga tidak tampak di mata orang lain.  Jadi perhiasan itu hanya  ditunjukkan pada  saya agar kelihatan  cantik. Karena wanita  itu kalau memakai perhiasan  akan bertambah kecantikannya. 

Semua wanita itu  pasti suka perhiasan. Karena wanita  itu sendiri adalah perhiasan.  Dan sebaik baik  perhiasan adalah wanita yang sholihah. 

Saya pernah membaca kisah perjuangan Pak Dirman. Saya teringat  istrinya pak Jenderal  Sudirman, ketika  mau berangkat  perang gerilnya di Nganjuk,  istrinya  menjual  seluruh  perhiasanya , gelang  dan kalungnya untuk  bekal pak Dirman. Ketika gerilya pak Dirman tidak  pernah tertangkap  musuh,  karena pak Dirman punya amalan gantung  wudhu. Artinya  Beliau selalu berwudhu lagi kalau batal wudunya.  Istri Pak Dirman adalah memiliki  pribadi istri sholihah.

Kembali pada istriku. Tadi malam Dia menemaniku dalam tidurnya,  Dia berfikir  jangan-jangan suaminya   berpikir bahwa ketika sakit  tak ada seorang pun  yang mau dekat  dengannya. Sehingga  Dia curhat  pada  Hindun,  anakku  yang kecil.   Bahwa Dia ingin menemaniku  tidur.

Sebenarnya  saya tidak punya pikiran seperti  itu. Saya iklas tidur seorang diri.  Toh besuk  kalau saya meninggal juga akan seorang diri, tidak ada yang menemani. Sesholih apapun istri kita  tidak akan menemani  ketika kita pergi ke alam kubur. Hanya istri yang sholihah  pasti mendoakan  suaminya ketika suaminya  sudah meninggal dunia.

Saya tidak menolaknya,  karena  sudah 17 hari tidur seorang  diri, hanya tidur disampingku hatiku menjadi tentram. Sudah barang  tentu Dia melaksanakan  protokoler  kesehatan  secara  ketat. Dia pakai masker  rangkap dua. 

Ketika  kondisi  sakit  saya memuncak, dalam tahajutnya dia membaca alfatihah  41 kali membaca ayat kursi 41 kali. Dia memohon  pada Allah untuk kesembuhan suaminya.  
Apa yang dilakukan  itu  baru diceritakan  pagi tadi sambil  meneteskan  air mata.  Dia banyak bersyukur  karena suaminya  sekarang telah sembuh  dan sehat. 

Dia ingat  istrinya  mas Anang yang penyanyi  itu  namanya Ahshanti  sekarang  juga sakit  corona,  dihidungnya dipakaikan  oksigin  untuk  membantu  pernapasannya. Kalau Ahshanti  mungkin  harta dan uangnya melimpah. Tapi  ketika  sakit seperti  itu  harta seolah tak berarti  apa-apa.  Yang paling  penting adalah  kesembuhannya.

Seperti  itulah kawan pentingnya  istri sholihah bagi seorang  suami,  akan mempercepat  kesembuhan suaminya  disaat sakit , akan menentramkan dam membahagiakan suaminya  saat bersedih. Maka beruntunglah suami- suami yang istrinya  sholihah.

Tulisan  ini sebagai penanda saya sudah sehat, dan isolasi mandiri  hari ke 18. Tinggal  2 hari lagi  isolasi  saya selesai, saya akan ke mesjid  ikut sholat  jamaah bersama orang-orang  baik.

Demikian  kawan, semoga  istri kalian sholihah,  kalian sehat beserta  keluarga,  terhindar  dari segala macam musibah bahaya selamat  dunia akherat. 

Magetan,  18 Februari  2021







11 komentar:

  1. Subhanallah. Beruntunglah Pak KS. Semoga keluarga samawa seterusnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mas Doktor, doa yang sama untuk penjenengan sekeluarga

      Hapus
  2. Aamiin...semoga istiqamah sampai akhir
    Salam buat istri tercinta nggih

    BalasHapus
  3. Aminn, semoga badai covid segera berlalu, pak No. Leres ngendikan sampeyan, kita pasrah diri, sedaya ingkang gumelar ing jagat raya niki kagunganipun Gusti Alloh kang Maha Agung.
    Kita manungsa hamung saget ngreka lan daya, pepesthining namung ngarsane Alloh.
    Pak D, mung tansah dedonga muga Pak No, enggal pinaringan bagas waras, wiris kaya wingi uni, slamet donya akhirat,amin.

    BalasHapus
  4. matur sembah nuwun Pade, alhamdulillah kulo sampun sehat

    BalasHapus
  5. Ya betul sebaik-2 perhiasan dunia adalah Istri yg Sholehah, kita jd istri tentunya paham akan kedudukan hak dan tanggung jawabnya.


    Nabi Muhammad telah bersabda " Aku pernah diperlihatkan Neraka yg kebanyakkkan penghuninya " Wanita " sahabat bertanya apakah wanita itu khufur terhadap Allah ya Rosul? Nabi menjwab bukan. Wanita itu khufur kpd Suaminya. Jika sepanjang hidupnya dia baik padanya hak d kewajibannya telah dijlnkan namun ada sekali saja sesuatu yg tidak menyenangkan wanita/istri tsb berkata " saya tdk pernah melihat kebaikkan dr mu.( Suamunya). Ya Allah Surga telah ditampakkan oleh Allah utk para istri. Jihadnya istri ada di rumah. 4 Perkara atas wanita masuk Surga :
    1. Sholat 5 waktu
    2. Puasa di bulan Ramadhan
    3. Taat kpd suami
    4. Menjaga kehormatannya

    Maka silahkan masuk Surga dr pintu mana yg ia suka.
    Suami adalah Surga bagi istri. Jikalau Manusia boleh menyembah Manusia. Maka istr-2 itu sy suruh nyembah suamianya. Nabi Muhammad penah perkata begitu. Krn tdk diperbolehkan sama Allah. Maka istilah menyembah adalah rasa kepatuhan kpd suami adlah hal yg pokok.

    Sebegitu nya Islam mengatur tatanan hidup berumah tangan.

    Bu Parno walau saya pribadi belum kenal tapi hati mulia penjenengan adalah bekal utk diakhirat kelak. Semoga tetap jd istri yg menentramkan hati suami. Tetap patuh selama itu benar.
    Krn Suami adalah Surga bagi wanita/istri.Cukup dekat Surga kita yaitu Suami.Jalani tugas kita krn Allah ,tdk usah jauh-2 kita mencari amalan. Krn jihadnya Wanita ada di dlm rumah. Perginya Wanita/ istri dr rumah tanpa ijin dr Suami adalah Maksiat ingat itu.

    Maaf panjang sekali saya berkomentar semoga tidak bosan.
    Tetap kembali sehat ya sahabat. Allah senantiasa selalu melimpahkan nikmatNya kod kita semua..dan good luck.

    BalasHapus
  6. Terima kasih mbak Niken , apa yang penjenengan tulis melengkapi artikel saya. Luar biasa

    BalasHapus