Selasa, 20 Oktober 2020

Menerbitkan buku tanpa biaya


Malam ini kita akan berbagi pengalaman hebat dengan Thamrin Dahlan, SKM, M.Si.
Seorang dosen Akper Polri, Publisher, penulis, dan telah menerbitkan 30 buku.

Juga seorang pemimpin yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) yang fokus membantu teman teman menerbitkan buku ber lisensi Barcode ISBN tanpa biaya
bersebab tidak ada jasa yang paling tinggi dan layak untuk sorang guru ketika  anak didik menjadi Presiden.

Kendala yang  dialami ketika akan menerbitkan buku karena posisi sebagai penulis pemula (belum terkenal) sehingga Penerbit Besar ( major) belum berkenan menerima naskah buku

Buku bukunya sampai yang ke 20 diterbitkan oleh Leutikaprio.com dengan membayar Rp. 1.250.000 untuk 25 buku.
YPTD terbentuk 29 Juli 2019 berdasarkan Akta Notaris dan SK Kemenkumham. YPTD sebagai Penerbit mendapat kewenangan dari Perpustakaan nasional untuk mengusulkan ISBN buku yang akan diterbitkan. Kini menerbitkan buku menjadi lebih mudah.

Berdasarkan kewenagan itu  kini bisa menerbitkan buku secara indie (pribadi) buku lebih mudah dan cepat ditrerbitkan. sampai buku ke 30.

Setelah itu YPTD membantu teman teman penulis yang telah memiliki naskah buku untuk diterbitkan.  Sejak launching Terbitkan buku gratis ber ISBN 19 Agustus 2020 sudah 36 buku diterbitkan YPTD.

Ada 3 program penerbitan  buku yang dikelola YPTD;
Program A : Penulis telah mempunyai naskah buku segera  kirim ke email thamrindahlan@gmail.com

Program B : YPTD menerbitkan Buku dari Para Penulis posting di website terbitkanbukugratis.id setelah terkumpul naskah 150 – 200 halaman.

Program C : Penulis posting di website YPTD terbitkanbukugratis.id sampai 40-50 artikel kemudian buku diterbitkan YPTD

YPTD menerima Nahkah Buku Penulis via email thamrindahlan@gmail.com lengkap dengan Judul, Daftar Isi, Cover depan belakang Buku dan Kata Pengantar.
Ketentuan Standard baku Buku terbitan YPTD 
a. Ukuran A5
b. Font 12
c. Margin 1.5/1/1/1
d. Huruf Times News Roman
e. Spasi 1.5
f. Ketebalan 150 – 200 Halaman


Pada program B disebutkan ketebalan 150-200 halaman. Buku itu berpunggung.  ketebalan > 150 halaman postur buku lebih gagah bisa beridir di rak perpustakaan.  Ketika buku tipis  tak berpunggung rasanya kurang sreg. 

Reesep Thamrin Dahlan supaya  fokus dalam menulis buku  adalah menulis satu hari minimal menulis  satu artikel adalah niat berbagi.  Inspirasi tak pernah terputus ketika kepekaan naluri menulis sudah melekat pada diri.  Semua yang menghampiri dan terjadi disekitar kita adalah materi tulisan.

Penerbit besar akan memperhatikan kualitas sebuah tulisan, maka tidak sembarang menerima penulis yg belum di kenal, tp kelemahannya tdk memberi kesempatan bagi mereka yg masih pemula. 
YPTD  memiliki prinsip semua bahwa tulisan adalah bagus selama bukan plagiat dan hoaks.  Tidak berani kita menilai tulisan yang akan diterbitkan.  Kualitas itu sangat bertingkat dan beragam. Semua berproses.  Dalam kondisi sudah ada naskah maka YPTD siap membantu menerbitkan buku. Kita semua masih dalam proses belajar. Tujuan utama adalah bagaimana meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Literasi Indonesia

Syarat naskah untuk bisa diterbitkan seperti diuraikan diatas. Menurut Thamrin agar tulisan menarik dan apik, maka  tulisan rekan rekan Guru bisa berbentuk Reportase, Opini, Fiksi dan Buku Ajar.  Tidak ada syarat metode penulisan karena setiap penulis memiliki gaya sendiri dan unik. Learning by doing, Belajar dan belajar. Saya menulis mengikuti gaya Buya Hamka.  Beliau menulis dengan kalimat pendek pendek dan acap di ulang ulang.  Enak dibaca dengan bahasa sederhana sepeti orang bertutur

YPTD untuk satu judul buku mencetak 5 ekp/.  2 buku untuk Perpustakaan Nasional, 1 buku (master) beserta soft copy untuk Penulis, 1 Buku untuk YPTD dan 1 buku untuk Penyandang Dana.   Dana awal YPTD berasal dari Wakaf Keluarga. Admin  YPTD terdiri dari keluarga dan sukarelawan tanpa dibayar atas keikhlasan berbahakti untuk Literasi Indonesia. 

Thamrin menjelaskan banyak kendala dalam menulis ketika niat tidak kuat untuk berbagi. Mottonya menulis 3 Pena yaitu Penasehat, Penakawan dan Penasaran. Menulis untuk berbagi kebaikan.  Metode yang  digunakan ketika menulis ialah " sekali duduk jadi"   artinya jangan pernahi meninggalkan artikel yang sedang digarap. Selesaikan kemudian posting.  Posting ke sosial media dan seketika tulisan  memiliki roh.  Roh itu membuktikan tulisan hidup ketika dibaca apalagi dikomentari.  Bisa jadi itulah kiat menulis selama 10 tahun ini sehingga sudah posting 2.800 artikel. Kembali ke niat berbagi maka inspirasi tak pernah terputus.  Apalagi muara menulis itu adalah BUKU.  Sejatinya Buku adalah mahkota seorang Penulis.

Bagi Thamrin menulis itu mudah dia berkeyakian semua orang bisa menulis.  Artinya ketika bisa berbicara atau bertutur maka otomatis bisa menulis.  Menulis adalah proses sederhana memindahkan apa apa yang kita katakan ke laptop atau pc bahkan hp.  

Penerbitan lewat YPTD,  Naskah fiksi atau cerpen tidak diseleksi.  Ada aturan baku Penerbit Buku Indonesia yang ditulis di halaman judul : Hak Cipta ada di penulis. Penerbit tidak bertanggung jawab atas Isi Tulisan. 

Penutup

1. YPTD Turut berperan Serta Mengorganisir Gerakan Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Literasi Indonesia focus menerbitkan buku.  Buku adalah Mahkota seorang Penulis. Secerdas dan sepintar apapun seseorang apabila belum menulis apalagi menerbitkan buku maka ilmunya akan hilang sia sia.

2. Kmitment Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan membantu para penulis dari berbagai profesi untuk memiliki Buku ber Lisensi ISBN Tanpa Biaya perlu dukungan semua pihak.  

3. Bersama kita bisa membantu Pemerintah Republik Indonesia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui profesi masing masing.  Membaca kemudian menulis  adalah kegiatan mulia, 

4. Menerbitkan buku muara dari menulis.  Kehadiran penulis abadi sepanjang masa ketika Bukunya menjadi asset Negara tersimpan di Perpustakaan Nasional. 

5. Terima kasih Om Jay dan Rekan Rekan Guru atas partisipasi. Silaturahmi menambah teman dan menambah wawasan serta memberikan kebahagiaan untuk kemaslahatan bersama

Pengabdian Ikhlas Tak Perlu Tanda Jasa Bersebab Tidak ada jasa yang paling tinggi dan layak untuk sorang guru ketika  anak didik menjadi Presiden.


Thamrin Dahlan
Ketua Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan
Hp. 0815 9932 527
Website YPTD :  terbitkanbukugratis.id
Email thamrindahlan@gmail.com

4 komentar: