Minggu, 25 April 2021

Sayangi aku

Hujan sudah semakin jarang, udara pagi semakin dingin, bunga-bunga kehausan. Tampaknya  tanda-tanda memasuki  musim  kemarau segera tiba.

Yang menjadi kewaspadaan  bagi kita  adalah  jangan sampai  bunga-bunga itu  kehausan. Setiap hari harus diberi  minum,  harus disapa,  dirapikan  agar  dia tetap mempesona dan menunjukkan  aura semangatnya.

Semangatnya  akan mempengaruhi juga kesehatan , suasana hati dan pikiran kita. 

"Beri aku minum, sayangi  aku,  kau kuberi oksigin dan keindahan." Begitu  kata bunga  rose  ketika  aku  berjalan melewatinya.

Nafasnya  tampak tak teratur,  sedikit  gugup kelihatan  antara lelah dan kurang semangat.
Wajahnya pucat  setengah layu membiru.

Aku setengah  terkejut , ini bunga  kok bisa berbicara seperti  dalam cerita  fiksi saja. 
Aku mendengarnya dan memahaminya.

"Iya jangan khawatir  anakku  setiap pagi  akan mendatangimu,  menyapa dan menyayangimu." Kataku sambil  memberinya  minum seteguk air kehidupan.

Kemudian aku perintahkan kepada Bapak Ibu Guru  untuk  mengawal  anak-anak  setiap  pagi piket  menyapa dan menyayangi  bunga-bunga,  tida saja  Rose , tapi juga Anggrek , Bogenfil, Tapak dara dan aneka  warna  bunga  yang lain. 

Kamu harus tetap hijau , segar ,sehat  , dan semangat. 
Aku tidak mau kau sakit.
Karena kehadiranmu  sangat penting bagiku, bagi kami semuanya.  

Seindah  apapun dunia  , rasanya tidak sempurna  tanpa hadirmu disisiku.


Magetan,  26 April  2021







9 komentar:

  1. O iya....hujan SDH jarang-jarang

    BalasHapus
  2. Kata bunga .... hausku kan reda , cantiku akan lbih mmpesona ..dan itu akan mmbuatmu lbih semangat tentunya ...terimakasih aku engkau rawat 🌹⚘🌷

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jwb bunga ....sm sm , Unt esperoka si bunga akan ttap mmpesona⚘🦋⚘,,,🙏🙏

      Hapus
  3. "Bukan bunga biasa , akulah bunga kehidupan , Yg mengerti arti persahabatan. Terima kasih telah menggairahkan aku tadi pagi,tak elok rasanya kalau tak tahu diri , bersama angin aku akan persembahkan rapsodi, memainkan sendratari bersama tetes embun dan rin tik hujan , di tamanmu ARGASOKA ESPEROKA" , kata bunga.

    BalasHapus
  4. Akulah bunga yang kembali indah karena sentuhan kasih tanganmu, yang kembali segar karena siraman hati tulusmu, kan kubalas dirimu dengan keindahan warnaku, kusapa pagimu dengan kuncup mekarku...terima kasih sudah menjaga diriku...

    BalasHapus