Sabtu, 10 April 2021

Pisah di lahirnya

Tulisan ini saya  awali dari doa  Pak Khoirul Anwar. Ketika sedang  khusuk berdoa  tiba-tiba  tubuhku  seperti  terayun. Kemudian  saya segera memegang meja di depanku.
Saya lirik  ke atas , saya lihat lampu  lampu yang bergantung  itu  juga berayun. 

Orang-orang  berteriak , "lindu .....!", saya juga berucap lirih, "Linduuuu.....", sambil menoleh pada teman-temanku  disebelah  kanan dan kiriku. 

Saya siap -siap mau lari,  tapi tidak jadi karena  goyangan  akibat  gempa  bumi  ini segera  reda. 

Barangkali  ini sebagai penanda  perpisahan  kami  dengan 3 orang guru yang  pensiun dan bu Endang Rukmini  yang mutasi KS  di SMP 1 Barat. 

Tiga orang  guru itu  adalah  Pak Nurwahyono, guru Matematika yang sudah 39 tahun berdinas. Pak Taslim, guru Agama yang berasal dari desa Temboro  dan bu Sri Lestari,  guru  Bahasa Indonesia.

Ketiganya masih tampak  sehat. Senyum merekah  banyak terlihat  dari raut wajahnya  yang santun  itu. Itulah  cita-cita  seorang  ASN yang tidak  terucap,  bekerja  sampai  pensiun  dalam keadaan  sehat. 

Bu Endang Rukmini, senior  saya dalam sambutannya  menyampaikan  , capaian yang telah  diraih  Esperoka  agar dilanjutkan dan dipertahankan,  sebagai sekolah Adiwiyata  yang dulu  kuning  sekarang hijau. Disamping  itu  juga sekolah  ramah  anak. Sekolah  yang membuat  anak-anak  betah di sekolah , rindu  belajar  dan rindu sekolah.

Banyak  dinding  tembok  yang berlukiskan  pemandangan  yang menakjubkan, mungkin  bu Endang  termasuk  pionir  melukis indah di dinding tembok. 

Sebenarnya  saya sendiri juga pernah  melakukan  dengan melibatkan  anak-anak  melukis  di dinding  pagar  ketika  ujian  praktek. Tapi karena hasil  karya  anak  hasilnya  tidak  sebaik  pelukis  profesional.

Tapi saya bangga  dengan lukisan calon penerus  generasi kita itu. 

Kembali  pada perpisahan tadi,  ini merupakan  tradisi  dikalangan  guru-guru. Merupakan bentuk  penghormatan dan rasa sayang kita pada seorang  sahabat  yang puluhan  tahun bekerja  bersama  setiap  hari. Kami memberikan  "tali asih", artinya " ikatan kasih   sayang", sehingga  persahabatan dan persaudaraan  kami tak akan berpisah  hanya  dengan secarik  kertas  yang bernama  SK pensiun. 

Saya sebagai KS dalam  sambutanku mengatakan, kita ini satu keluarga,  suatu  saat  nanti  kalau  kita sudah  tua,  kemudian  mendapatkan  undangan  reuni  oleh  generasi  muda  kita, saya insyaallah akan datang, walaupun  jalanku  harus ditegakkan oleh  tongkat penyangga,  karena ketuaanku.  

Saya akan meminta  cucuku  untuk  mengantarkannya. Demikian juga bapak ibu semua. Semoga  saat itu  kita semua  dalam  keadaan sehat walau  sudah tua.

Cerita  indah  Esperoka  selama  Bapak Ibu  di sini  silahkan  dishare,  di upload. Cerita  yang lain  silahkan  dikubur  dalam rapatnya tanah.

Kami atas nama Esperoka  dan Dinas Pendidikan  menyampaikan  terimakasih  dan penghargaan  yang setinggi tingginya  atas dedikasi,  karya dan prestasi  Bapak Ibu semua. Semoga  dicatat  oleh  Allah  sebagai  amal sholeh  yang Allah  memberikan  balasan  lebih. Lebih baik  lebih berkah. 

Demikian,  kita saling  berdoa  semoga  Allah  senantiasa  merahmati  dan melindungi  kita semua  dimanapun  kita berada. 

Mohon  maaf atas segala  kekurangan dan kesalahan,  wassalamu alaikum  Wr. Wb. 


Magetan,  10 April  2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar