Senin, 05 April 2021

Esperoka Jaya, sekolahku SIP

Hari pertama masuk  sekolah baru, saya lalui  dengan menyenengakan. Saya datang pukul 07.35. Mas Luki penjaga pintu  siap menyambut  siapa saja yang datang, mengukur  suhu tubuh  dengan termogan.

Setelah  parkir  kendaraan  segera menaruh tas dan bergabung  dengan  mas Luki,  menyambut  anak-anak  yang datang ke sekolah. 

Anak-anak  dengan santun  masuk  ke sekolah, tapi ada juga yang terlambat  dengan berbagai  alasan. Sudah  1 tahun tidak masuk  sekolah, maka penyesuaian  diri dengan aktivitas  di waktu pagi mulai dibiasakan  lagi.

Setelah  itu saya berkeliling  menuju  kelas kelas tempat  US. Anak anak dengan tekun  mengerjakan  US dengan memakai  masker,  ada beberapa  anak yang pemakaiannya kurang benar  segera  diingatkan untuk  memakai  masker yang benar.

Fentilasi  jendela  yang masih  tertutup,  dibuka. Kita ini tahu  manfaatnya  jendela  tapi banyak  orang  tidak melakukan  membuka  jendela. Maka fungsi  jendela  menjadi nihil.  

Selesai US, kami melaksanakan  rapat  dinas, semua guru  hadir, ruang  guru  sangat luas,  ukurannya  2 ruang menjadi satu untuk ruang  guru.  Jarak antara guru  satu  dengan yang lain  1.5 meter.  Cukup  ideal. 

Saya menyampaikan  info  terkini  di dunia  pendidikan. Motivasi kerja  tak luput  dari agenda  rapat. Agar kita semua  senantiasa  semangat  kerja. Kerja keras, kerja iklas, kerja cerdas, kerja tuntas. 

Ujian Sekolah ini  merupakan  uji coba pelaksanaan  PTM di bukan Juli , oleh karena itu syarat ketentuan berlaku.  Misalnya  harus pakai  masker,  jaga- jarak, cuci tangan , tidak terjadi kerumunan, dan   mobilitas. 

Yang lain minta tolong pada Bapak  Ibu Guru agar disela  sela mengajar  dititipkan  pesan pada anak-anak  untuk tidak melakukan  pernikahan  dini. Karena  pernikahan dini banyak menimbulkan  masalah  yang tak jarang  berakhir  dengan perceraian,  disamping  itu  se usia SMP secara  fisik dan psikis  masih belum  siap  menikah. 

Kemudian  saya juga membagikan  kertas satu lembar,  untuk  dituliskan  Bapak Ibu  guru  berisi tentang  pemikiran  bagaimana  untuk  memajukan  Esperoka  menjadi  sekokah maju dan hebat. 

Kemudian  yang kedua,  menuliskan  potensi  apa yang ada di Esperoka  yang bisa kita  berdayakan. Tulisan Bapak Ibu  guru  akan  kami kumpulkan  dan dijilid menjadi buku. 

Buku  ini akan menjadi  salah satu sumber literasi untuk  memajukan  sekolah.  

Rapat ditutup  pada pukul  13.15. Dengan bacaan hamdalah. 

Demikian  catatan hari ini , menjadi pertanda dimulainya  aktivitas  saya di hari pertama bersama Bapak Ibu Guru , berfikir,  bekerja,  berkarya  memajukan Esperoka. Sekolah  SIP. Santun, Inovatif dan Peduli. 

Esperoka.... Jaya
Sekolahku  SIP
Wow.... dahsyat 


Magetan,  6 April  2021








4 komentar:

  1. Selamat bapak, semoga esperoka semakin jaya dan besar

    BalasHapus
  2. Waduuuuuh..Bu Yatmi sekarang jadi prajuritnya Pak Parno

    BalasHapus
  3. Mbak Endah sebaiknya di bw juga biar bisa reoni

    BalasHapus