Selasa, 10 Agustus 2021

Melakukan terbaik dan tetap produktif




"Sikap terbaik adalah sikap yang bijak. Ya, menyalahkan itu tidak akan menyelesaikan persoalan. Sebaliknya justru membuat keadaan semakin carut-marut. Aspek yang lebih penting adalah memberikan kontribusi, sekecil apa pun, dan dalam bentuk apa pun."

Statmen diatas  saya kutip  dari tulisan Dr. Ngainun Naim  yang berjudul KKN, Kesehatan dan kreativitas.  

Saya terus terang  hari hari berfikir  apa yang bisa saya lakukan  yang bisa memberikan kontribusi  terhadap membaiknya  pandemi covid-19.

Dimulai  dari diri sendiri,  keluarga,  instansi  dimana  saya bekerja.  Walaupun hanya sedikit, walaupun kecil itu lebih baik. 

Dari keluarga  saya mulai  dari kebersihan  rumah,  saya  awali dengan mengecat rumah,  mencuci tirai,  korden.  Akhirnya  timbul  semangat baru dalam menghadapi  pandemi  seperti  ini. 

 Berapa hari yang lalu,  adik saya menunggui  istrinya  di rumah sakit  yang divonis  covid.  Dia mengawasi dari luar,  karena instrinya  tidak mau  ditinggal sendiri  di rumah  sakit.

Saya tidak bisa menjenguknya  di rumah sakit,  hanya sesekali  menjenguk  Bima   anaknya yang kecil  tinggal seorang  diri  di rumah.

Betul betul  perjuangan  melawan maut. Yah... alhamdulillah  Allah  menakdirkan sembuh.  

Adiknya istri saya sendiri  sekeluarga  juga flu  saya juga tidak bisa menjenguk,  semua isolasi mandiri. 

Teman  teman kantornya  2 minggu  yang lalu  juga banyak  yang terpapar,  alhamdulillah  sembuh semua.  Kejadian  Kejadian  itu  membuat  Dia cemas,  akhirnya  asam lambungnya  naik.  Rasanya mual  , mau muntah  tidak bisa. 

"Mas nanti antar saya ke dokter ya ," suaranya memelas mendekati  saya.
"Ya nanti saya antar. Sudah tenang  saja nanti pasti  sembuh."

Saya optimis saja  karena  saya pernah  dengar  taujiah pak Ustad  bahwa Allah itu sesuai  persangkaan hambanya.  Jadi jangan sampai  kita  bersangka  yang buruk-buruk.  
Kita akan sehat,  kita akan diberikan rezeki  yang banyak,  kita akan di tolong   kita akan disayangi,  kita akan diberikan  hidayah,  kita besuk  di akhirat  akan dimasukkan  ke surga.
Dan lain  lain  intinya  mindset  kita selalu positif dan prasangka  yang baik kepada Allah. 

Yang penting  kita juga harus menyesuaikan diri,  kalau bahasanya  Bunda  Titik  Sudarti, M.Pd, kita "memantaskan  diri"  sebagai  pribadi  yang pantas  apa-apa ditolong  Allah.  

Di instansi  saya bertugas,  saya berbenah sekolah  dengan mengatasi  kebocoran  genting  dan plavon   senyampang hujan reda. Di sekolah  banyak kebocoran  itu karena banyak  talang  yang rusak. 

Di sekolah ini  saya menemukan ilmu.   Bahwa kalau membangun  sekolah  jangan memasang   banyak talang , karena  5 sd  10 tahun pasti  bocor. Di rumah juga begitu   jangan  membangun  dengan banyak talang  nanti  kalau sudah  tua tidak bisa memperbaiki. 

Pengecekan kebocoran  penting sekali,  agar sekolah tampak indah  tidak rusak plavonya.
Semiga pandemi  segera berlalu sehingga  kita bisa lebih produktif  menghasilkan karya yang berguna.


Magetan,  12 Agustus  2021







Tidak ada komentar:

Posting Komentar