Senin, 02 Agustus 2021

Cerita dari Matali , Pak Guru Desa

sumber Ilustrasi: duniasantri.co

Satu lagi   cerita dari pak Matali , seorang  guru honorer yang ikut prihatin  atas kejadian  yang menimpa  desanya. 

Banyak tetangganya yang dinyatakan covid 19. Dan tidak sedikit  yang berakhir  dengan kematian.  

Kesadaran  masyarakat  tentang prokes juga bermacam  macam. Pada hal berbagai sosialisasi  sudah diadakan   oleh pak Camat,  Pak Babinkamtib, Babinmas, mbah lurah , pak Kyai Masjid.  

Mbah Lurah  bercerita,"Rakyat  saya itu ndablegnya  pol La wong  slametan yo gak pakai  masker, takjiah  ya gak pakai  masker,  wah repot."
Kapan itu  pas Jumatan   Midin namanya,  lha wong positif  kok ikut  Jum'atan.  "Din kowe nek ra mulih  ta bondo karo pak Tentara, we ko, lha we ki positif kok melu Jum'atan." Lanjut mbah Lurah. 

Ada lagi  namanya mbah Paidi ,  Dia sudah divonis  sebagai covid,  badanya  "nggreges" , dalam kondisi  seperti  itu  Dia masih mencari rumput  ke sawah. 

"Mbah Paidi, la sampeyan itu  dinyatakan covid  kok  masih mencari  rumput,"  tanya mbah Lurah. 

"Lha nanti kalau sapianya  lapar yang mencarikan  rumput  siapa mbah Lurah". Jawab mbah Paidi merasa tak bersalah.

Lha wong mbah Paidi itu  sebenarnya  berjuang antara  hidup dan mati, lha kok  masih mikir sapinya.  

"Sampeyan itu seharusnya  istirahat  di rumah  mbah, minum  obat biar sembuh. Tidak boleh kemana  mana agar orang lain tidak  ketularan.  Namanya  "isoman"  mbah." Lanjut mbah Lurah. 

Yah begitulah  keadaan masyarakat   di desanya  pak Matali,  ruwet  , ruwet,  ruwet.

Tadi mbah Lurah konferensi (rapat) di Kecamatan. Hasil dari rapat adalah pak camat mau buat tempat "isoter".

Isoter  adalah  isolasi  terpusat.  Tempatnya di SD Mantren  2. Orang- orang yang positif  covid  tapi  gejala  ringan  akan di rawat di sini.  

Di tempat  ini akan disediakan  makan gratis,  dan pengobatan. Tidak boleh ditunggui.  Kasur  dan alat mandi bawa sendiri dari rumah.

Ini ide yang bagus, karena  kalau tidak begitu  orang  yang sakit  masih kluyuran  ke mana mana  akhirnya  menularkan  ke keluarganya  atau  yang lain.  

Semoga  dengan cara  ini benar  benar memutuskan mata rantai  penyebaran  virus covid 19.

Virusnya segera berakhir  sehingga  semua akses  ekonomi  segera  terbuka  kembali dan  kita bisa hidup  normal. 


Magetan,  3 Agustus  2021



10 komentar: