Senin, 27 Juli 2020

NERACA PERDAGANGAN



            Sumber ilustrasi : Pixabay.com
Saya tadi malam ( 26 Juli 2020) melakukan perjalanan dari  Magetan  menuju Kecamatan Barat, desa Klagen dimana mertuaku  tinggal. Yang menjadi perhatian saya adalah  disepanjnag jalan itu  banyak para penjual berbagai macam produk.  Maunya penjual orang itu disuruh  membeli  dagangannya semua. 

Kemudian kalau kita melihat TV, di sana banyak iklan agar kita semua  memakai produk apa saja, kita disuruh memakai dan membeli produk apa saja.

Kalau kita  buka  internet,  disana kita  juga  dihadapkan pada penawaran berbagai produk,  maunya kita disuruh memakai dan membeli, kita disuruh jadi custumer berbagai produk itu. 

Permasalahan
Yang menjadi  permasalahan dalam kajian ini adalah:
1. Bagaimana kemampuan  daya beli kita?
2. Apakah barang barang itu benar-benar menjadi kebutuhan kita?
3. Bagaimana sikap kita yang benar menghadapi itu semua?

Himpunan penyelesaiannya.
1. Agar kita bisa  membeli kebutuhan atau keinginan kita,   maka kita harus punya produk.  Produk di sini tidak hanya  berupa barang,  tapi  juga  bisa berarti jasa, atau sesuatu  yang  menghasilkan uang. Hal ini  bisa diterapkan baik sebagai  individu  maupun bangsa. Kita jangan mau  menjadi bangsa  pemakai, bangsa pembeli, bangsa custumer, tapi kita harus menjadi bangsa yang bisa memproduksi barang barang, yang  dipakai oleh  bangsa bangsa  lain, yang dibeli oleh bangsa bangsa lain di seluruh dunia. 

Kalau  secara pribadi individu,  pastiakan dalam hidup ini anda  punya produk. Entah apa saja yang penting yang bernilai positif dan baik, yang menghasilkan uang.

2. Tidak semua keinginann kita itu adalah kebutuhan.  Kita harus bisa membedakan mana yang  keinginan mana yang kebutuhan. Misalnya anda berprofesi  sebagai tukang kayu. Gergaji, pasah, tatah, bur, Palu, grendo  adalah kebutuhan. Sedangkan HP android, laptop, camera digital, adalah  keinginan.  Anda harus  bisa menepis keinginan,  yang diutamakan adalah  kebutuhan. Kalau kedua duanya dipenuhi akan membuat keuangan anda  tidak  sehat. 

3. Sikap yang benar 
Kita harus punya neraca perdagangan surplus. Artinya pemasukan kita  harus lebih banyak daripada  pengeluaran kita. Dalam  istilah saya, produktifitas harus lebih banyak nilaianya dari pada  belanja kita . 

Seperti halnya suatu negara. Neraca perdagangan suatu negara dikatakan aktif (surplus) apabila nilai ekspor lebih besar dari nilai impor, hal tersebut di karenakan laba lebih besar daripada rugi. Sehingga terdapat kelebihan dana. Dana tersebut biasanya dijadikan tabungan kas.

Kalau nilai impor lebih  besar dari pada ekspor  maka neraca perdagangan suatu negara dikatakan minus.  Demikian juga  kita,  kalau belanja lebih besar dari pada pendapatan,  maka keuangan kita akan minus,  tidak sehat.  Kalau keuangan kita tidak sehat membuat hidup kita tidak tenang, tidak nyaman,  biasanya kurang ceria, kurang bahagia, merasa ada beban dalam  hidup ini. Akhirnya kita menjadi tua sebelum waktunya.

Kesimpulan penting 
Dalam belanja barang harus berdasarkan skala prioritas. Kebutuhan yang mendesak yang diprioritaskan, lebih lebih di era pandemi covid-19 ini.  Kesampingkan keinginan, lupakan gengsi sesaat, tapi akhirnya tidak sehat,  bagik tidak sehat secara ekonomi  maupun psikis dan  fisik badan kita.

Upayakan meningkatkan produktifitas.  Kalau produktifitas kitab bagus maka  akan sehat secara ekonomi atau finansial.

Upayakan neraca perdagangan kita surplus, sehingga kita  bisa menabung untuk kebutuhan yang lebih besar.  Untuk cita cita besar kita untuk masa depan kita yang lebih baik. 

Magetan,  28 Juli 2020

Sabtu, 25 Juli 2020

CAHAYA CINTAI HATI SANUBARI






APA YANG KITA PIKIRKAN ITU DOA KITA

Ada kalanya dalam pikiran manusia itu  ada diskusi yang  panjang untuk memutuskan perkara harian. Apa yang akan  dilakukan  dalam  sehari  semalam itu didiskusikan  oleh  pejabat pejabat nafsu manusia,  ada amarah, ada aluamah, mutmainah, sufiah.

Maka akan keluar keputusan. Apabila keputusan itu  menuju kebaikan  dan kebenaran  maka akan selamatlah manusia.  Apabila keputusan itu  menuju kearah  keburukan  kesalahan maka celakalah manusia. 

Padahal tidak ada manusia yang ingin celaka,  manusia itu inginnya selamat,  beruntung,  enak, bahagia,  sejahtera  dan sebagainya.

Akan tetapi dibalik keinginan manusia itu ada dzat yang maha menentukan,  adalah Allah SWT. Kita manusia suka atau tidak suka , mau tidak mau harus menerima keadaan  dan kenyataan ini. Kalau kita menerima dengan iklas dengan senang hati,  maka namanya ridho. Kalau manusia ridho, maka Allah akan menambahkan pahala untuknya. 

Kalau manusia tidak ridho biasanya akan mengeluh,  akhirnya keluar pemikiran pemikiran yang negatif yang dihiasi nafsu  amarah, aluamah  atau nafsu syaitoniyah. Kalau demikian yang  terjadi maka celakalah kita.  Seperti hadits berikut ini;

"Barang siapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya"
(HR. at-Tirmidzi)

Oleh karena itu ditengah pandemi covid 19 ini, banyak kejadian kejadian yang tidak kita inginkan, kita sebaiknya ridho sambil berdoa dan berusaha semampu kita.  Bekerja dengan hasil yang sedikit ya kita syukuri, dengan iklas dengan ridho tadi. Maka yakinlah  Alloh pasti akan menambah  nikmat itu. 

Anak anak belajar dari rumah,  ya dijalani saja,  semampunya,  menerima dengan ikhlas,  dengan  ridho.  Belajar  dengan telaten dengan hati yang bersih insyaallah  Allah akan memberikan kemudahan masuknya cahaya ilmu kepada  pikiran kita,  kedalam kejernihan hati  sanubari kita. 

Makan keseharian adanya apa dan apa adanya, dari hasil tanaman kita sendiri, dari kebun kecil kita sendiri, dari sayuran  dalam pot sendiri,  disyukuri, dinikmati dengan cahaya cinta hati sanubari. 

Dengan anak-anak,  hilangkan amarah amarah yang ada, kejengkelean kejengkelan yang ada, bagaimanapun mereka anak kita,  amanah kita,  harta termahal kita, mutiara termahal kita. Maka kita rawat dengan ketulusan cinta dan kasih sayang terbaik yang kita punya.  

Sejatinya kebahagiaan itu terletak pada rasa menerima dengan tulus ikhlas hati sanubari yang bercahaya cinta atas takdir dan keputusan Allah, seperti  disebutkan dalam. Hadits;
"Salah satu kebahagiaan seseorang adalah keridhaannya menerima keputusan ALLAH."
(HR. Ahmad)

▪Semoga Alloh memasukkan kita kedalam golongan hambanya  yang beruntung 🀲🏻

Magetan,  26 Juli 2020

Jumat, 24 Juli 2020

Lima puluh empat



Seperti  biasa saya bangun sekitar  pukul 03.00, kemudian  menuju  kamar  mandi, abis  itu  mengambil  air  wudhu untuk  menunaikan  shalat malam.

Demikian  juga  istri  saya, menuju  kamar  mandi,  abis  itu  menyalakan kompor  di dapur. Tidak  biasanya  jam  segitu menyalakan  kompor. "Masak apa mi?",sapaku diliputi  tanda tanya. 
"Ada deh ." Jawab dia sekenanya. Saya tidak  melanjutkan bertanya banyak langsung  menuju  tempat  sholat,  begitu saja.  Dia saya  tinggal  sholat  sendirian,  biasanya  dia  terus  menyusul. Sampai  akhir  sholat  dan doaku  dia  tudak  menyusul.  

Kemudian  saya  menuju  masjid adzan subuh, biasanya  yang  adzan kang Slamet, tetangga  dan juga saudara saya  yang  rumahnya disebelah saya. Entah  kecapean atau  bagaimana hingga  dia terlambat  adzan  subuh. 

Saya sholat  sunah  ko'beliyatal subuh , saya baca surat  yang panjang,  surat al waqiah, sambil  menunggu  jamaah lainnya. Tak lama  kemudian  pak  Min  datang,  anggota  jamaah saya ini  tak  bisa  melihat,  tapi  kalau  terdengar suara adzan  beliau  pasti  datang. Beliau  tak pernah  bicara  kalau  tidak  diajak bicara. Entahlah apa yang  ada  dihatinya,  mungkin hanya kalimat dzikir yabg yang ada dihatinya. 

Selesai sholat  sunah,  kemudian  iqomah dan sholat subuh  berjamaah. 
Seperti biasa  dalam perjalanan  pulang  sambil  dzikir melihat bintang bintang di langit. Ada yabg besar  bersinar terang,  ada yang kecil kecil jauh di atas sana. Seperti itu adalah keindahan yang  tak ternilai. 

Samapai rumah  mengucapkan  salam. Masya  Allah,  terdengar suara istri saya  dan  anak anak  dari ruang belakang, sambil membawa  tumpeng lengkap dengan lawuhann. 
"Happy birthday to you,  happy birthday to you,  happy birthday  happy birthday happy birthday to you.... selamat ulang tahun Abi..." Dia  mendekatku  dengan  membawa  tumpengan. Tumpeng saya  terima  kemudian kami  berpelukan.

"Terima kasih Umi,  masya Allah  kok  sudah mateng tumpengnya?", Respon saya,  jadi  tersanjung saya. Diikuti Diar, Hindun mengucapkan hal yang sama, kemudian saya cium  anak  saya  yang  ganteng dan cantik ini. 
Kemudaian kami  berdoa  bersama untuk diberikan keselamatan,  semoga keluarga kami  senantiasa sakinah  mawaddah  wa rohmah,  diberikan keturunan yang  sholih sholikah untuk seterusnya hingga akhir jaman.

Seperti biasa saya  abis  subuh membaca  al qur'an.  Kebetulan yang  saya baca  samapai  suray  At Taubah ayat  119, saya  lihat  artinya. "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah , dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang  benar."

Semoga ini  menjadikan nasihat kepadaku di usia 54 ini. Semoga senantiasa diberikan kesehatan,  panjang umur yang  barokah dalam mengisi sisa usiaku yang kutapaki yang telah digariskan oleh dzat kang murbeng dumadi , Gusti Allah SWT. 

Selasa, 21 Juli 2020

Tanggapan Pembaca

Pagi juga sang Motivator πŸ™⭐ salut dgn bapak KS satu ini .. sll bs mengispirasi di dlm cerita" nya 
Bangga pnya Family sperti Mbah Guru Noto dan Mbah Guru Parno πŸ™πŸ™
Mugo iso tularan ☺☺

Orang malas itu memang betul tdk dapat apa2....tp sebenarnya di dlm diri kita ada virus penyemangat acievement yg bisa membangkitkan energi positif..hanya kadang orang tdk tau atau tdk peka ...tulisannya sederhana tp enak dibaca dan mudah dipahami....terus menulis utk kebaikan......πŸ‘semangat sll mumpung msh punya napas....😘


Kesederhanaan, kebersamaan,ketaqwaan, perhatian pondasi keluarga bahagia( hikmah dr cerita)

Unknow

Kerinduan pada aktivitas belajan dan mengajar mutlak diperlukan dalam mendidik dan kependidikan.
Dengan pengetahuan yang di transfer dari seorang pendidik mempercepat kemampuan kemandirian yg diterima oleh peserta didik.
Terdidik mempunyai kempuan untuk mengembangkan segala sivitasakademik yang luar biasa dimiliki olehnya.
Bukan tidak mungkin maka tiap anak di sekolah terdapat kelebihan dan kekurangan, masing masing.
Lihat dan cermatilah kemamouan yang dimiliki anak dalam menterap pengetahuan dari trasformasi ilmu yang di berikan guru di sekolah.
Hingga pada kenyataan berbeda beda daya serap anak untuk mencerna pengetahuan dari guru.
Tidak semua siswa bisa sepenuhnya paham akan ilmu akademik dari guru.
Maka bida terlihat anak di sekolah hanya bisa menyerap ketrampilan atau non akademik saja di sekolah.
Demikian pula anak nisa berjibaku paham semua akademikbyg diberikan guru.
Inilah fenomena pendifikan alami.
Teorisitas lingkungan alam berpengaruh terhadap kebergasilan guru dalam mengajarkan ilmu pengetahuan.
Selamat berjuang dalam dunia nyata kependidikan.

Luar biasa benar 2 tulisan Bp Suparna menambah ilmu khususnya untuk saya , tp semua wejangan dr B Nyai sampai di rmh kok lupa ya P Parno nyuwun tlng mangke saling melengkapi njih jngn engkang taksih muda mesti taksih emut benten kalih sampun purna ilang malih kados melukis diatas air hehehe.

Assalamualaikum WW...Sugeng enjing pak Parno, tulisan yg bagus, namun terlalu menjunjung sy. Sy blm setinggi yg panjenengan tulis, sy masih trs berusaha: *MENGALAHKAN DIRI SENDIRI, MEMANTASKAN DIRI, MELAKUKAN YANG TERBAIK DENGAN IKHLAS DAN GEMBIRA DALAM SUASANA APAPUN* selamat berkarya dan sukses selalu...πŸ‘πŸ‘πŸ™πŸ™




Jangan pelihara malas

sumber ilustrasi: www.actconsulting.co

Pengertian  malas
adalah suatu perasaan di mana seseorang akan enggan melakukan sesuatu karena dalam pikirannya sudah memiliki penilaian negatif atau tidak adanya keinginan untuk melakukan hal tersebut.
Orang malas  tidak  ada keinginan melakukan  kegiatan,  akhirnya  tidak  produktif, dalam pikirannya negatif thinking akhirnya  tidak melakukan  sesuatu, pada hal perubahan  akan terjadi  kalau kita  melakukan  sesuatu.  Makin banyak kita melakukan  sesuatu yang positif, maka  kita dikatakan  makin produktif. 
Ibu saya pernah mengatakan, "orang itu  nganggur  ya  makan ,  kerja  ya  makan". Kalau  nganggur kita  tidak  dapat apa apa, kalau  kerja dapat uang. Untuk itu  harus kerja. Apa saja yang bisa  kita  kerjakan. Berpikir cerdaslah mencari-car

Apa dampak malas?
Dampak  malas  , kita  tidak menghasilkan karya. Akhirnya  kita  menjadi  pemakai, pembeli lama-lama  ekonomi kita minus. 
Menurut saya inilah  sebab  yang mendasar dari kemiskinan. Coba kalau kita amati  disekeliling kita,  orang-orang kaya adalah  mereka  yang  suka kerja keras.  

Kalau anda  orang  kantoran,  jika atasanmu mengetahui  bahwa anda  orang  malas,  maka anda termasuk orang yang tidak  disukai, atau  lama-lama  anda  bisa  di PHK.
Keberadaan  anda sejatinya  merugikan perusahaan. Bahkan dalam rumah tanggapun anggota  keluarga yang malas akan  merugikan anggota keluarga yang lainnya. Untung tidak  ada PHK dalam  rumah  tangga. Tapi  tidak  sedikit  seorang priya yang ditinggalkan istrinya gara gara malas. Seorang istri yang  ditinggalkan suaminya  gara gara malas.

Cara mengatasi malas
Malas itu adalah penyakit maka harus  disembuhkan, harus  dihilangkan. Himpunan penyelesaiannya  adalah sbb:
1. Gaya hidup sehat, jaga kesehatan, jangan merokok, waktunya tidur ya tidur,  waktunya makan ya makan, waktunya  istirahat ya istirahat,  waktunya  kerja ya kerja, waktunya  ibadah  ya ibadah.
2. Olah raga. Untuk  menjaga kebugaran tubuh perlu sekali olah raga, sehingga terjadi sirkulasi darah  yang  lancar, metabolisme dalam tubuh lancar, akhirnya  seluruh organ tubuh  sehat.
3. Makan teratur. Kalau kita  salah makan, atau jadwal makan  yang telat  bisa  membuat  energi kita  berkurang,  akhirnya kurang tenaga.
4.Sadari  benar bahwa  malas itu penyakit. Maka harus diobati,  harus disembuhkan. Apabila  rasa malas itu  ada pada diri anda,  harus  dihilangkan,  harus  diupayakan agar  sifat malas itu hilang dari  diri  anda. Tidak  ada yang diuntungkan dengan  sifat  ini. Anda rugi,  kelua anda rugi,  masyarakat rugi, agama tidak menyukainya, negara  rugi,  lebih-lebih  anda  seorang pegawai. 

Demikian, semoga  kita  tidak  termasuk orang yang malas, tapi orang yang semangat.  Semangat  belajar, semangat kerja, dan semangat ibadah. Terima kasih .

Takeran 22 Juli  2020
.

Sumber bacaan:
www.kejarmimpi.id:22 Juli2020:08.00
Https:bobkgrid.id 22 Juli 2020:08.20
Https://id.scribd.com 22 Juli 2020: 08.30

Minggu, 19 Juli 2020

SMP1 Takeran sekolah berbasis IT, Agamis dan Peduli Lingkungan



Ini brand sekolah kami, Sekolah berbasis IT, Agamis dan Peduli lingkungan.  Dalam brand ini  bukan berarti  parameter yang lain terabaikan,  tetap jalan, justru  ketiganya ini memicu tercapainaya prestasi  belajar yang  dahsyat.

IT, sejak  jaman  dulu kala  SDM guru  dibidang yang  satu  ini termasuk diperhitungkan di Kabupaten  Magetan,  di sini  ada guru guru IT kami  yang luar biasa.  Ada pak Anto Pramono, Supriyadi, Tri W dan tenaga kependidikan Amirul Mulminin.

Sekolah kami banyak dijadikan rujukan dalam  IT oleh  guru guru Tikom,  memasang jaringan internet,  jaringan komputer, instal  soft ware, service  komputer dan  lain lain menjadi menu keseharian beliau. 
Di sekolah kami  ada Web,  ulangan  berbasis IT , pembelajaran  berbasis daring  dsb.

Memiliki dua ruang lab komputer dengan spek yang bagus,  jaringan internet yang memadai,  cukup untuk menjadi sarana prasarana kegiatan belajar mengajar di sekolah kami.

Dalam hal  keagamaan  juga  begitu,  Kecamatan  Takeran sejak kurang lebih 200 tahun  yang lalu menjadi  tempat  nyantri dari  berbagai  daerah. 
Sekarang banyak pondok pesantren  , sekolah sekolah  berbasis agama, tumbuh  subur di Kec. Takeran. Untuk  itu kami tidak ketinggalan memajukan pendidikan dibidang agama. Banyak guru guru kami yang memiliki pengetahuan agama yang luas. Kegiatan keagamaan padat sekali.

Mulai  ngaji di pagi  hari, sholat dhuha, membaca  al qur'an,  sholat dhuhur berjamaah, sholat Jum'at, kegiatan  ekstra  baca qur'an, kelas tahfidz ,  qiro'ah . Berkurban dll  menjadi misi kami.
Di sini ada juga mesjid yang  cukup  megah dan luas,  bisa multi fungsi. Untuk  tempat  beribadah,  dan juga  tempat  rapat sosialisasi  macam  macam kebijakan Dindik. 
Guru-guru  memakai peci,  murid laki laki pakai peci, yang perempuan  memakai  jilbab, mirip di pondok pesantren. 

Sekolah peduli lingkungan 
Sekolah peduli lingkungan  adalah sekolah  adiwiyata, akhirnya  menjadi tempat yang  nyaman untuk melaksanakan  kegiatan belajar mengajar. 


Disini  ada  green house yang  dihiasi dengan aneka ragam anggrek,  ratusan pohon pohon hijau menjadikan udara di sini  dingin dan  segar serasa di kaki  gunung Lawu.  Taman taman  kami bangun  dengan bagus, ada kolam ikan yang indah, di pinggirnya ada tempat  duduk , yang digunakan tempat  melepas lelah  saat KBM usai.

Kalau  ada tamu  kami punya ikon untuk  menjamu,  walaupun sekedar minuman, pelepas dahaga yang menyehatkan,  adalah Jaseku. Jahe, serei, kunir,  semua  tersedia  disini.

Kalau  saya, saya tambah madu,  menjadi Jasekuma. Luar biasa  minuman yang menyehatkan  bisa  untuk  penanggulangan  corona. 

Semoga pandemi corona  bisa  segera  berakhir, dan   anak anak  bisa  masuk  sekolah lagi.
Terima kasih.












Talenta menulis Hindun

Bahwa Hindun bisa  menulis,  saya pikir banyak orang yang tahu, karena sudah terbukti menghasilkan satu buku novel di kelas 9 SMP.
Pelajar SMA 1 Magetan kelas 12 IPA 7 ini  ternyata juga  bisa  menulis  cerpen bahasa Jawa. Beruntung sekali di SMA juga ada pelajaran bahasa Jawa. 

"Guru saya itu  masih muda bi, tapi pinter sekali bahasa Jawa", kata dia, di saat santai bersama saya. Guru yang bisa membangun image,  sehingga muridnya mengatakan sebagai guru pandai,  itu guru yang hebat.
Sehingga anak-anak  mengidolakan, akhirnya dengan senang hati  belajar mata pelajaran yang diampunnya.

Bu Dika nama gurunya,  di tengah pandemi covid 19 ini  memberikan tugas menyusun cerkak, bahasa Jawa. Berikut ini hasil tugas  yang dikumpulkan. 

Nama: Hindun Fitria Masitoh
Nomor: 17
Kelas: XII MIPA 7

Tugas Damel Paguneman Ngangge Unggah - Ungguhing Basa

Bima dolan menyang omahe Hendra, arep budhal mancing wong loro bareng. Nanging ora Hendra sing ditemoni, malah Mas Jaka sing lagi wae kondur saking Surabaya. 

Bima: "Ndra! Hendra!"
(Ora ono wangsulan)
Bima: "Ndra! Hendra! Kok yo sepine ora ana sing nyaut ki ning ndi yo? Ndra! Hendra!"
Mas Jaka: "Waalaikumsalam! Ealah Bim, sliramu kui mertamu ning omahe wong opo ora luwih becik yen uluk salam dhisik ta?"
Bima: "Waduh, Mas Jaka. Ngapunten Mas, kula kinten boten wonten tiyang. Raosipun sepen sanget lho mas wau. Ngapunten nggih, mas!"
Mas Jaka: "Hmm iyo wes, ora apa-apa. Gek kene, mlebuo! Hendra sek adus."
Bimo: "Nggih mas. Maturnuwun."
Mas Jaka: "Bapakmu apa wis kondur saka Jakarta?"
Bima: "Alhamdulillah sampun mas, kala wau dalu."
Mas Jaka: "Alhamdulillah. Sliramu arep dolan karo Hendra ta?"
Bima: "Nggih mas. Celak-celakan mawon, badhe mancing."
Mas Jaka: "Wong loro wae?"
Bima: "Nggih mas. Lha pripun mas saenipun?"
Mas Jaka: "Sek, sek. Sliramu arep mancing ning telaga kidul kana ta?"
Bima: "Nggih mas. Leres."
Mas Jaka: "Lho, jeru kui telagane. Opo ora wedi?"
Bima: "Lha boten ta mas. Wong kula niku lare jaler kok ajrih."
Mas Jaka: "Yo ngerti aku. Ning telaga kui pancen jeru lho, Bim. Winginane ana bocah klelep amarga nglangi dhewekan ning kana."
Bima: "Astaghfirullah, saestu ta mas?"
Mas Jaka: "Lha iyo, mosok aku ngapusi. Wong nganti kepaten lho, Bim. Wes, ngene wae aku tak melu sliramu karo Hendra mancing. Nanging aku ora melu cawe-cawe, mung ngawasi wae. Pye?"
Bima: "Lha napa boten ngerepoti mas?"
Mas Jaka: "Yo ora, wes gak usah bingung. Santai wae karo aku."
Bima: "Menawi mekaten, kulo ndherek mawon mas. Murih saged aman lan wilujeng."
Mas Jaka: "Yo uwis, tak salin dhisik, ya?"
Bima: "Nggih mas. Monggo."
(Mas Jaka mlebu, Hendra metu)
Hendra: "Sampeyan bar omong-omongan bab opo Bim karo Mas Jaka?"
Bima: "Yo lumrahe wong omong-omongan. Pye? Sampeyan bisa ta mancing saiki?
Hendra: "Tenang wae. Aman. Mas Jaka durung ngerti aku arep budhal mancing."
Bima: "Lho?! Lha aku mau wis kandha Mas Jaka, awkae dhewe arep budhal mancing."
Hendra: "Waduhh!!!!"
Bima: "Ngapa Ndra sampeyan?"
Hendra: "Yen ngene iki carane aku ora bisa metu! Yen ora ngono, mesti Mas Jaka bakal melu-melu iki!"
Bima: "Waduh. Lha sampeyan gak kandha aku dhisik, yen sampeyan kandha ora bakal tak kandhakne Mas Jaka iki mau!"
Hendra: "Healah, yo wis. Gak apa-apa ya Mas Jaka melu?"
Bima: "Yen aku ora apa-apa."
Hendra: "Aku sing apa-apa."
Wong telu budhal mancing ing telaga. Karo jejaduman bab sopan santun.
Mas Jaka: "Bim, aku lali arep ngandhani sliramu. Ojo lali yen mertamu ning nggone sapa wae, uluk salam dhisik. Yen ora ngono, nyuwun sewu. Ora becik anggonmu dolan nggone Hendra mau, durung uluk salam wis langsung nyeluk jeneng. Ora peduli kui kanca sing wis cedhak, utawa wong sing durung kokkenal sing penting tetep kudu njagani sing jenenge sopan santun. Ajining diri dumung ing lathi, ajining raga dumung ing busana, eling ya. Iki kanggo Hendra barang."
Bima: "Nggih mas, kulo nyuwun pangapunten ingkang sanget."
Hendra: "Mas Jaka iku, kok ngono ae dibahas."
Bima: "Hus! Basamu lho Ndra!"
Hendra: "Ben wae. Wes biasa ngene iki."
Mas Jaka: "Yo ngene iki Bim, Hendra yen dikandhani ora ngenekne. Aku wes gak iso ngandhani maneh ngantian."
Bima: "Boten sah sumleang mas. Kula sing ngandhani mangke."
Mas Jaka: "Iya kana, kandhanana kui bocahe. Wes gak kuat aku."
Bima: "Siap, Mas Jaka!"
Hendra: "Alah! Njenengan ki wis ta lah mas. Gak usah ngurusi aku. Jaman saiki kok sek nganggo bebasan, wis ora tren e!"
Mas Jaka: "Lha sopan santun marang wong tua ke opo kudu ngenteni tren?  Opo basa marang wong kui ngisin-ngisin sliramu? Nyebabake sliramu malih ketok ndesomu? Ora, Ndra. Kudune sliramu ngerti, sing malah wajib dirabuk jaman-jaman saiki yo kui nyinau bab unggah-ungguhing basa marang wong sing luwih tuwa."
Hendra: "Hm. Iya, iya."
Mas Jaka: "Ealah apa ta Ndra! Yen dikandhani isine mung iya, iya. Ayo gek ndang mulih wae, wis wancine sholat dhuhur iki."
Bima: "Nggih mas. Monggo."
Tekan omah e Hendra.
Pak Sutoyo: "Lho, kok rame bar ko ndi iki mau?"
Mas Jaka: "Assalamualaikum Pak, kulo kaliyan lare-lare nembe mawon bibar mancing."
Pak Sutoyo: "Waalaikumsalam. Lho sliramu melu to Ka?"
Mas Jaka: "Nggih, Pak. Nanging kulo namung ningali kemawon."
Pak Sutoyo: "E ngono. Iyo wes kono, ndang mlebu, anakmu nangis kae. Putuku yen tak gendhong malah pijer nangis wae."
Mas Jaka: "Menawi mekaten, kula mlebet riyen nggih, Pak."
Pak Sutoyo: "Iyo, le."
Pak Sutoyo: "Lha iki wong loro kok ngadek ae nyapo? Ora pengin lungguh pye?"
Bima: "Boten Pak, kula badhe wangsul rumiyin, sampun wancinipun Dhuhur."
Pak Sutoyo: "E ngono. Iya le, ngati-ngati ya ngger."
Bima: "Nggih Pak, maturnuwun. Assalamualaikum,"
Pak Sutoyo + Hendra: "Waalaikumsalam."
Pak Sutoyo: "Lha sliramu ora mlebu Ndra?"
Hendra: "Ngko wae Pak. Sek teles klambine."
Pak Sutoyo: "Ealah Ndra. Mbok yo sithik-sithik sinau bab unggah-ungguhing basa marang wong tuwa. Bima kui pinter bocahe iso basa marang wong tuwa."
Hendra: "Angel Pak. Kula males, akeh eram bab sing kedah disinau."
Pak Sutoyo: "Tanah jenenge nyinau. Mesti ana rasa wegah, males, lan liya-liyane. Amarga awake dhewe iki durung biasa nglakoni. Tapi yen sliramu semangat lan seneng nyinau, basa jawa iku asline apik banget isine. Yo oleh sliramu pinter basa wong manca, Bapak ora ngelarang. Nanging luwih becik yen awakmu tetep nglestareake budaya Basa Jawa iki. Jaman saiki akeh bule sing nyinau Basa Jawa, malah nrithik banget omong jawane. Kui mertandhani yen Basa Jawa asline nyimpen akeh banget wewarah sing becik. Nyinau lan pinter basa krama lan liya-liyane kui ora ngisin-ngisini sliramu. Malah wong padha seneng ngrungokake, sliramu bisa pinter basa ne wong manca, ning ya ora lali karo basamu dhewe."
Hendra: "Hm, jan-jane kula nggih kepingin Pak nyinau. Nanging kula isin kaliyan Mas Jaka sing jarene paling pinter basa krama marang wong tuwa, sak desa niki."
Pak Sutoyo: "Yen ngono belajar o karo masmu kui. Dhewek e mesti seneng yen dijaluki tulung adik siji-sijine iki nggo nyinau unggah-ungguhing basa. Ben anak e bapak loro kabeh, ngerti sopan santun unggah-ungguhing basa marang wong tuwa."
Hendra: "Nggih Pak. Menawi mekaten kula tak nyinau bab unggah-ungguhing basa kaliyan Mas Jaka!"
Pak Sutoyo: "Lha iki lagi semangate anake Bapak. Yo wis ayo gage mlebu, sholat jamaah bareng."
Hendra: "Nggih Pak."