Ini Diorama penobatan Sri Kresna. Pada jaman Majapahit.
Jumat, 07 Oktober 2022
Hotel Ibis Style, semalam kami di sana
Tadi malam kami tidur pulas, AC di hotel terlalu dingin saya lihat 16 derajat celcius, kemudian saya tambah menjadi 30 derajat saya sesuaikan dengan suhu di Pojoksari Magetan, rumah kami.
Di hotel ibis tempat kami menginap, hotelnya lumayan bagus, hotel bintang 3, semalam 500 ribu tapi itu kira kira nanti saya tanyakan ke resepsionis.
Saya sudah 3 kali ini ke Bali. Di sepanjang jalan banyak kami jumpai hutan yang merupakan konservasi alam sehingga cuaca di sini cukup dingin.
Oo ternyata tidak melesat jauh perkiraan saya sudah saya tanyakan ke resepsionis, di hotel ini sehari semalam Rp. 520.000
Hari ini perjalanan kami menuju lapangan Renon yang berada di tengah kota , ada destinasi wisata yang bernama Bajra Candi
Kemudian ke ds adat yang bernama penglipuran.
Pantai Melati dan ke Jimbaran resto.
Perjalanan dimulai pukul 08.00 Wita. Alhamdulillah kami sehat sehingga siap melanjutkan perjalanan berikutnya. Minum kopi tentu aktivitas yang tidak terlupakan. Tapi kopi saya khusus, Red kopi. Kalau kopi hitam perut jadi kembung.
Merokok, ooo tidak saya tak terbiasa merokok. Dulu ketika masih muda pernah belajar sih, tapi tidak berhasil, selalu batuk-batuk. Tapi malah satu hikmah yang saya syukuri.
Turun dari hotel sudah dijemput bidadari cantik namanya Angelin, usianya sebaya dengan anakku Hindun, kami foto bersama
Sudah makan pagi abis satu piring, tapi tidak banyak-banyak . Dulu tahun 97 pengalaman diklat pertama di hotel, waduh makannya banyak sekali, piring itu seperti gunung lawu menjulang tinggi. Maklum anak muda dari desa. Makanya banyak tapi kerjanya juga banyak haha.
Itu lihat teman-temanku sudah menunggu, siap melanjutkan perjalanan hari kedua.
Aku segera menuju bus bersama Umi.
Hari ini dipandu oleh guide namanya Nyoman Sungkana. Dia pintar bercerita
Orang bali gak boleh makan sapi, kambing kepiting, ular , bebek. Tapi kalau rawon, sate kambing boleh....haha... pagi-pagi sudah kena prank Beli Nyoman.
Oo kita sampai ke lapangan Renon salah satu destinasi wisata di Denpasar.
Bajra Candi artinya Genta yang dipakai Pendeta semacam candi Prambanan kata dimas Sumadi kawan saya yang dulu kuliahnya di Udayana.
Candi ini dibangun tahun 2003.
seperti ini, pukul 8.45 belum buka, kami lihat- lihat disekitar Candi dulu. Sambil menunggu ibu-ibu yang suka selfi.
Oke kami boleh masuk, sebuah kemajuan arsitek bangunan yang luar biasa, disebelah kiri dan kanan bangunan ada air mancur,
Kami masuk dalamnya Candi , liat itu di depan namanya Benawan Nalo yang menjaga keseimbangan alam semesta menurut mas Nyoman Sukena guide kami.
Lihat ditengah ada tangga melingkar yang menjulang tinggi. Dari atas anda bisa melihat seluruh dunia pemandangan alam.
Sedang bangunan ini diatas tanah seluas 3.5 hektare atau 35.000 m2.
Sesampainya diatas betul juga, kami bisa melihat pemandangan alam yang indah.
Alhamdulillah saya sampai atas. Naik tangga yang tinggi, berat kalau tlaten akhirnya sampai puncak juga.
Artinya dalam hidup ini penuh lika-liku dan tanjakan tangga perjuangan kalau kita tekun sabar semangat akhirnya tercapailah cita-cita perjuangan itu.
Lihat itu ditengah alun-alun ada tulisan kalimat baik, "tular nalar colaboratin ". Maksudnya "berbagi akal baik bersama sama."
Mari kita turun, hati hati diusia setengah abad lututnya yang tidak muda lagi. Harus fokus tidak boleh tolah-toleh lebih-lebih melamun.
O di didalam samping tangga ada diorama yang indah mempesona juga, menceritakan sejarah orang bali dari jaman pra sejarah ,
sebelum merdeka hingga jaman merdeka.
ada Puputan Badung . Perang melawan Belanda yang dipimpin Gusti Ngurah Rai sebagai raja Badung.
Pulau Bali dihuni manusia sejak 3000 th sebelum masehi tapi belum manusia modern, namanya pithecanthropus erectus, mereka makan babi hutan berburu dengan peralatan dari kapak genggam, memetik buah pada salah satu pohon.
Pada 2000 sm , masyarakat sudah mengenal sistem penguburan mayat disimpan dalam sarkopagus dan juga telah mengerjakan pengeboran nekara perunggu.
Seperti ini bentuk Dioramaa. Karena dibangun 2003 di sini sudah ada edukasi yang baik. Cocok untuk wisata anak-anak pelajar. Saya percaya ini prospeknya baik. Anak-anak dari Jawa biasanya mulai dari anak-anak SMA sudah berwisata edukasi ke sini.
Lihat diorama ini menggambarkan budaya abad 11 M.
Di Bale Banjar yang dipimpin oleh Klim Banjar
Ini Diorama penobatan Sri Kresna. Pada jaman Majapahit.
Sudah , banyak sekali Diorama bagus tapi kalau dibaca semua mungkin butuh waktu setengah hari. Dibaca sambil menghayati kejadiannya.
Kami turun , dipelataran candi temannya indah, ini yang bisa kami tiru sebagai manajer di sekolah agar sekolahnya tambah indah dan bagus.
Seperti ini indah tertata rapi dan bersih.
Di tengah alun alun masyarakat berjualan bebas tapi tertata rapi, kami tidak "dipaksa" membeli. Tapi kami membeli ap yang kami butuhkan. Ini bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan. Orang Bali 80 persen hidup dari sektor pariwisata sehingga ketika masa pandemi Yang lalu , masyarakat Bali yang paling terkena dampaknya, ekonomi lumpuh total sulit bertumbuh.
Kami melanjutkan perjalanan menuju desa Penglipuran Kabupaten Bangli. Desa terbersih se dunia yang terkenal itu. Abis itu anda pasti ingin sekolahnya , rumahnya, desanya, menjadi terbersih sedunia apa bisa ya. Asalkan bersama - sama saya yakin bisa.
Disini ada pagar bambu untuk pembatas yang indah, ada kesenian ada suguhan aneka kuliner yang membuat anda ingin kembali ke sini.
Lihat itu mita sampai desa Sukowati banyak berbagai barang barang antik dijajakan. Ada kaos di sini harus pintar menawar misalnya patung ditawarkan dengan harga 1 juta. Maka orang Jawa akan nawar 500 rubu. Di berikan maka anda akan senang sekali.
Tapi perlu diketahui menurut Bli Sukena patung itu tidak ada yang diatas 250.000. Berarti anda keliru menawar.
Ada kaos 100 ribu dapat 8 lembar , tapi hati hati dipake satu minggu hidung barengan itu sudah pindah di leher. Artinya kualitas barang harus hati-hati dipertimbangkan.
Perjalanan kami agak jauh tapi karena jalanya lurus , halus nyaman-nyaman saja.
Samapai di sini dulu nanti dilanjut pada tulisan berikutnya.
Gianyar, 8 Oktober 2022
Wahyu Makuthoromo
Malam ini kami berada di Denpasar dalam rangka penguatan dan pelepasan purna tugas KS. Suasana di Bali tenang, damai alhamdulillah tak ada hujan yang mengguyur malam ini.
Acara seremonial dipandu oleh Pak Isnan, dihadiri oleh Bapak Bupati, Bapak Kadin dan segenap KS.
Dalam sambutanya Bapak Kadin menyampaikan, agar Bapak Bupati berkenan memberikan penguatan dan wejangan pada KS baik yang purna tugas maupun yang masih aktif, beliau juga mengucapkan "selamat menjalani masa purna tugas dan kami atas nama pribadi dan kedinasan mengucapkan terimakasih atas dedikasi penjenengan semua.
Semoga penjenengan semua diberi umur panjang dan selalu sehat.Beliau juga memohon doa, "kami-kami ini yang masih aktif menjalankan tugas amanah sampai purna tugas lancar tidak ada masalah atau apa."
Bapak Ibu KS yang purna tugas adalah Pak Edy Siswanto, Pak Sumino, bu Titik Irianti, Pak Basuki Rahmad, Pak Samuji, pak Sigit Triono dan Pak Agus Pramono. Beliau datang bersama suami/ istri. Bapak Kadin hafal samapai menyebutkan tempat tugas terakhir bagi KS yang purna tugas ini.
Sambutan purna tugas diwakili Pak Edy, menyampaikan sebagai berikut;
Orang kecil itu berbicara orang lain, orang besar selalu berpikir kreatif untuk orang lain contohnya Bapak Bupati kita ini.
Pemberian cindera mata disampaikan oleh Bapak Bupati Dr. Drs. H. SUPRAWOTO, SH, MSi.
Sambutan yang terakhir oleh Paduka yang Mulia Bapak Bupati.
Beliau menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Ibu Ks yang telah purna tugas
"Tetap sehat dan kami pesan begini beliau menceritakan kisah seorang wartawan pak Rosihan. Resepnya apa kok awet muda. Resepnya adalah ;
1. Olah roso, 2. Olah pikir, 3. Olah raga.
Gampang stres, itu yang membuat sakit.
Jadi kadang kadang sebagai pemimpin itu di kritik, dicaci dll. Waktu yang akan menjawab. Suatu saat akan terjawab sendiri.
Kita itu terjabak profan, orang dikatakan alim kalau berpakaian jubah.
Anak kita itu pintar tapi juga punya karakter itu keinginan kita bersama.
Kunci sukses menurut Stenly Pintar itu nomor 23. Yang pertama apa, jujur.
Seperti sifat Kanjeng Nabi itu. Sidik, fathonah, amanah dan tablik
Disiplin, kerja keras itu nomor dua, tidak harus lulusan perguruan tinggi terbaik.
Bapak Bupati dalam sambutannya sambil duduk. Berarti agak lama sambutannya. Karena beliau seorang penulis, bukunya banyak dan ilmu wawasannya juga luas, maka kalau bercerita menarik.
Beliau tidak ingin anak-anak Magetan itu tidak punya "hope". Harapan. Setiap anak itu harus punya harapan. Kita harus menciptakan harapan untuk anak-anak itu.
"Kalau aku antuk kepercayaan Masyarakat." Bapak Bupati hari ini sedang menulis judul ini. Jiwa beliau sering bergolak menulis kalau membaca dan menulis seringkali sampai jam 02.00 pagi. Luar biasa.
Beluau menyampaikan "Senyampang ditakdirkan diberi kepercayaan sebagai Bupati Magetan , maka akan digunakan sebaik baiknya.
Sebagai KS penjenengan juga begitu, meninggalkan monumen-monumen kebaikan di sekolah masing-masing.
Dulu guru itu naik sepeda, kalau sampai pintu gerbang turun, kemudian anak-anak berebut untuk menuntun ketempat parkir.
Beruntunglah kita semua menjadi guru karena penjenengan dipercaya masyarakat Magetan untuk mendidik putra -putrinya.
Wingko katon kencono. Anak-anak kita itu walaupun jelek tapi katanya kencono. Artinya berikan anak-anak itu terbaik. Pendidikan, kesehatannya dll.
Banyak yang disampaikan Bapak Bupati tapi hanya ini yang mampu saya tulis. Beliau juga menyampaikan pendidikan harus baik, dalam kondisi apapun.
Kalau kita sukses menjadi guru, menjadi KS sukses dalam mendidik anak-anak maka insyaallah surga sudah disediakan oleh Allah untuk kita.
Amiin ya Robbal alamin.
Terima kasih Bapak Bupati atas pembekalan penguatan untuk kami semua, sungguh bermanfaat bagi kami, senang rasanya mendengarkan uraian ini. Semoga Bapak selalu sehat, sehingga terus dapat bekerja dan berbagi praktik baik dan memberi manfaat untuk semua.
Denpasar, 7 Oktober 2022
Selasa, 27 September 2022
Kesalahan dalam penulisan nama
Dengan kejadian ini akhirnya orang tua harus repot dengan wira-wiri mengurus itu. Biasanya untuk keperluan persyaratan masuk ABRI atau ASN.
Dalam tulisan ini tidak usah mencari yang salah siapa tapi sebagai ajakan kehati- hatian untuk ke depan jangan sampai ada kesalahan dalam penulisan nama di rapot atau ijazah.
Di era globalisasi seperti ini nama anak itu sedikit sekali yang sederhana, biasanya panjang dan ejaannya memerlukan kecermatan dan ketelitian.
Tidak peduli mereka dari kalangan kelas ekonomi bawah hingga atas, tidak peduli orang berpendidikan rendah hingga tinggi, tidak peduli mereka tinggal di pelosok desa hingga kota. Sekali lagi namanya panjang dan sulit.
Saya pernah membaca judul tulisan apalah arti sebuah nama. Ini tulisan penyair terkenal dunia, William shakespeare yang juga menulis novel Romeo and Juliet.
"What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet".
Kira-kira artinya begini;
"Apalah arti sebuah nama? Itu sebabnya kita menyebut setangkai bunga mawar dengan nama lain yang berbau manis."
Maksudnya kira kira nama itu tidak penting, tinggal sipemilik nama itulah yang menjelaskan hasil karyanya, sehingga namanya benar-benar bermakna.
Menurut pandangan Islam nama itu penting sekali , karena besuk di akhirat orang itu dipanggil dengan namanya ketika di dunia.
Rasullullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺑِﺄَﺳْﻤَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺳْﻤَﺎﺀِ ﺁﺑَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺣْﺴِﻨُﻮﺍ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀَﻛُﻢْ
“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian” [HR. Abu Dawud & Al-Baihaqi, Sebagian ulama menilai sanadnya munqathi’, Sebagian menilai sanadnya jayyid]
Sehubungan dengan itu maka orang tua wajib memberikan nama yang baik. Berkaitan dengan agar tidak menyulitkan guru dalam penulisan ijazah maka gunakan ejaan yang sederhana sesuai EYD.Dan yang kedua jangan terlalu panjang memberikan nama, karena di rapot atau ijazah itu tempatnya terbatas, sementara nama tidak boleh disingkat.
Yang ketiga, jika orang tua menerima rapot anaknya tolong dicek apakah ada kesalahan dalam penulisan nama atau sudah benar.
Karena ada kasus nama atau identitas anak itu berbeda antara di SD, SMP dan SMA.
Saya bersyukur , orang tua saya memberi nama sederhana, "SUPARNO", Berita baiknya tidak pernah mengalami kesalahan penulisan nama saya sejak SD sampai perguruan tinggi, termasuk kesalahan penulisan nama di SK kepegawaian saya.
Kesimpulan, jika memberikan nama pada anak yang baik, sederhana tapi bermakna agar tidak menyulitkan yang diberi nama atau kita sendiri sebagai orang tua yang memberikan nama.
Tapi itu semua hanya usulan pemikiran untuk setidaknya dipertimbangkan bagi calon orang tua yang Anda pasti memberikan nama.
Magetan, 27 September 2022
Sumber bacaan:
Senin, 26 September 2022
Menunggu antrian
Apa yang anda lakukan saat menunggu antrian? Apapun jawaban anda sah-sah saja.
Ada yang melihat WA, menjawab, atau berkomentar di group. Ada yang membaca koran, ada yang bercakap cakap, ada yang diam, ada yang berzikir, ada yang mengantuk dan sebagainya.
Memang butuh kesabaran untuk menunggu antrian, kita harus tèrtib sesuai urutan, sebab itu juga budaya yang baik. Jangan menyerobot antrian, karena mereka juga ingin mendapatkan pelayanan cepat.
Mereka juga punya kesibukan yang padat untuk dilakukan. Oleh karena itu tertib antri itu budaya yang terpuji.
Saya memilih menulis dan membaca. Kenapa saya mulai menulis, karena saya menyadari kegiatan menulis itu kalau tidak segera dimulai maka tidak akan ada progres.
Banyak godaan menulis itu, seperti kesibukan, diajak ngobrol teman, membalas WA, malas, kurang percaya diri, tidak mendapatkan apresiasi walaupun sekedar "like dan comen".
Ubahlah tujuan menulis jangan like and comen, tetapi menjadi media untuk membentuk olah pikir anda yang sistematis, maka ada "like atau tidak" menjadi tidak menyurutkan keistiqomahan anda dalam menulis.
Saat ini saya berpendapat bahwa mengisi waktu antri dengan menulis merupakan aktivitas yang paling tinggi "grade"nya.
Pagi ini saya mengantarkan nyonya berobat di RSAU dr. Efram Harsana, Lanud Iswahyudi Ternyata sekarang pintu masuknya berubah dari arah barat. Hal ini memudahkan custumer untuk menuju RSAU.
Saya memasuki Rumah sakit ini pertama kali tahun 1980. Waktu itu saya di SMP1 Maospati. Harus mengetahui golongan darahnya. Maka saya bersama teman-teman cek up di sini.
Kembali pada topik menulis, akhir akhir ini produktivitas menulis menurun tidak seperti setahun yang lalu, yang mana diberbagai tempat diadakan diklat menulis, seminar menulis atau workshop menulis.
Semuanya rontok bagaikan daun berguguran dimusim kemarau, kecuali orang yang benar-benar memiliki passion menulis. Mereka tetap tumbuh bersemi walaupun tak ada hujan.
Mereka tidak sepenuhnya yakin bahwa menulis dan membaca merupakan aktivitas intelektual yang banyak manfaatnya.
Oleh karena itu para pegiat literasi harus mulai bergerak lagi, menggerakkan orang-orang yang tidak punya program, untuk menulis lagi.
Karena orang itu kalau tidak punya program pasti diprogram orang lain. Kalau programnya baik tidak masalah, tetapi kalau jelek maka kita semua akan rugi.
Sehingga mari kita program diri kita untuk menulis, karena dengan menulis kita bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan pada orang lain.
Magetan, 27 September 2022
Sabtu, 24 September 2022
Tut- tut, Naik Kereta Api Cepat
Pagi ini, Minggu 25 September 2022, saya agak santai, abis sholat subuh saya persiapan ke Surabaya, menjenguk si Kecil Hindun.
Sudah lama saya tidak bepergian ke Surabaya Lebih-lebih naik kereta. Naik kereta terakhir tahun 2016. Saat itu masih aktif sebagai Instruktur Nasional guru pembelajar.
Saya buka aplikasi, ternyata sudah jauh beda dengan 6 tahun yang lalu. Tapi segera saya bisa menyesuaikan. Jam 05.45 saya sampai stasiun. Trus menuju loket.
"Beli tiket mas, untuk 2 orang." Sapa saya pada petugas.
"Tujuan mana pak?"
"Surabaya Gubeng".
"Bisa pinjam KTP Bapak."
"Bisa."
"Kereta api Mutiara Selatan Eksekutif berangkat jam 06.20 tujuan Stasiun Gubeng 2 orang, sit 9A 9B , Rp. 130.000."
"Oke , ini terima kasih." Jawab saya sambil mengeluarkan dompet dan melunasinya.
Kalau harga normal untuk kelas dan tujuan yang sama 1 seat Rp 305.000.
Tapi saya dapat Go Show. Jadi satu seat hanya Rp. 65.000. Murah banget kan.
Kami bisa lebih hemat Rp. 430.000
Pukul 06.5 kereta api sudah tiba, dan kami segera naik. Mencari seat kami 9A ,9B.
Segera kami duduk. Saya amati beberapa fasilitas yang tersedia. Seperti di depan tempat duduk saya ada tumpangan kaki.
Sandaran kursi juga bisa distel sesuai dengan kesukaan.
Liat itu di sebelah kanan Anda ada tombol. Tekanlan sambil kau tekan punggung Anda ke belakang.
Ada lagi Sandaran tangan itu bisa di buka , kemudian ada meja kecil yang bisa di gunakan. Jika anda sedang makan atau Anda sedang menulis di laptop. Anda bisa gunakan itu.
Satu lagi gerbongnya bersih sekali tak ada satupun sampah di sana. Sesekali petugas sampah melewati kami memeriksa sampah yang ada.
"Adakah sampah, adakah sampah?" Kata Dia.
Kemudian penumpang menyerahkan sampah yang ada, dan dimasukkan ke karung sampah. Para penumpang kesadarannya sudah luar biasa, terutama saya, karena saya Kepala Sekolah Adiwiyata Propinsi. Jadi kalau melihat sampah itu selalu reflek berpikir. Pungut simpan atau buang ke tempatnya.
Oo iya tumpanganya halus sekali rasanya seperti Naik Fortuner. Mobil terbaik yang pernah saya naiki. Bukan mobil saya, tapi mobil senior saya, Abah H. Syaikur.
Kemudian saya ditawari makan pagi oleh petugas restoran. Saya mau lauknya ikan sapi, ada sayur dan kerupuk. Satu porsi Rp. 40.000. Mahal ya. Yah sekali-kali biar tahu harganya berapa.
Dulu juga pernah, tapi saat itu harganya Rp. 20.000 enam tahun yang lalu. Sekarang sudah berubah.
Kalau resep pak Dahlan Iskan agar bisa menghemat uang, beli makanan di luar stasiun, kemudian dibungkus lalu bawa naik kereta.
Saya sedikit berbicara dengan istri, karena seperti biasa saya menulis. Tahu-tahu sudah sampai Mojokerto dan satu jam lagi sampai Surabaya.
Kami sudah 2 bulan tidak ketemu dengan si kecil. Jadi sudah kangen banget. Rupanya Dia sudah mandiri, tambah dewasa. Sudah menyatu dengan kehidupan Kota Surabaya.
Sayangnya saya tidak bawa jajan apa apa, "nanti saja saya ajak makan-makan di luar." Pikir saya. Keberangkatan ini agak mendadak, karena dia pindah Kos. Mencari yang lebih dekat katanya.
Jadi ingat tahun 1996, saat saya kuliah di IKIP Surabaya, saat itu saya mencari kos sendiri, tidak diantar Bapak Ibuk saya. Bahkan Bapak saya hanya menemani saya saat wisuda saja. Tapi tidak menjadi masalah, umumnya saat itu memang begitu , lagian saya seorang anak laki-laki. Jadi harus memiliki mental kuat dan pemberani.
Oke terimakasih pembaca sudah menemani perjalanan saya ke Surabaya. Semoga penjenengan sekeluarga sehat, dan bahagia selalu.
Surabaya, 25 September 2022
Senin, 12 September 2022
Only one earth
Seperti biasa, sebelum fajar subuh aku sudah bangun, kemudian persiapan ke Masjid di gelapnya malam.
Tapi tidak biasa kegiatanku hari ini. Ada acara di Surabaya penerimaan penghargaan sekolah adiwiyata Provinsi. SMPN 2 Karangrejo mendapat penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Propinsi.
Dulu tahun 2016 sekolah pertama kali dimana saya diangkat sebagai Kepala Sekolah, kami merintis sekolah adiwiyata. Saat itu belum banyak sekolah di Magetan yang masuk sekolah adiwiyata.
Hanya SMP 4 Magetan, SMP 1 Ngariboyo, itu yang banyak dikenal publik. Memang untuk penyelenggaraan adiwiyata perlu dukungan dana. Tapi menurut saya dengan dana yang sedikitpun bisa, asalkan semua warga sekolah memiliki keinginan dan semangat (visi) yang sama.
Menurut saya inilah langkah penting yang harus dikondisikan. Kesamaan visi.
Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan idial untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita cita pembangunan berkelanjutan
Adiwiyata merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup. Di dunia internasional juga dikenal dengan nama Green School.
Sekolah adiwiyata merupakan sekolah selangkah lebih maju dipandang dari sisi edukasi terhadap kelestarian bumi, karena di sini dedikasi masalah:
SEKAM ; Sampah, Energi, Keanekaragaman hayati, Air dan Makanan.
Oke, kami sampai di Surabaya pukul 10.00 dan dimulai dengan kegiatan talksow masalah hari lingkungan hidup sedunia tahun 2022.
Yel-yel nya seperti ini
Adiwiyata, bisa
Adiwiyata mandiri pasti bisa
Salam bumi, pasti lestari.
Jawa Timur, Jaya.... Jaya.... Jaya ...luar biasa
Hari lingkungan hidup selalu diperingati setiap 5 Juni.
Penggagas lingkungan hidup pertama adalah negara Jepang dan Sinegal. Kita semua harus menjaga bumi kita agar lestari.
Bumi ini hanya satu kalau tidak dijaga maka akan ada bencana - bencana. Oleh karena itu kita harus bersatu. Satukan bumi untuk masa depan.
Sejarah adiwiyata dimulai th 1975 oleh IKIP Jakarta , menteri lingkungan hidupnya waktu itu adalah Prof. Emil Salim . Tahun 79 ada uji LH , kemudian muncul KK 84. Bagaimana caranya kependudukan masuk dalam KK 84. Th 98 ada semacam pengembangan materi di IKIP Malang bekerja sama dengan Swiss.
2006 muncul sekolah model
Gresik, Mojokerto, Tulungagung
SMP kedamaian, SMP 3 Gresik.
Di Jatim ada 1355 sekolah adiwiyata yang terdiri Provinsi, Nasional, Mandiri. Untuk Kabupaten belum di hitung.
Anak kita kedepan harus memiliki kompetensi Kritis, kreatif, inovatif, kolaborasi dan partisipatif. Itu semua penting untuk menyongsong Indonesia emas
Bumi kita satu untuk masa depan. Dalam pembelajaran kita tidak lagi "teacher center", tapi "student center" ,berikan kemerdekaan berpikir pada peserta didik , passionnya apa itu yang kita kembangkan.
Menurut Kihajar Dewantara sintem pembelajaran kita adalah Sistem among, tugasnya guru mengimplementasikan kurikulum itu ngemong, asah ,asih , asuh.
Kita diberikan alam untuk hidup adalah flora dan fauna.
Banjir, to much. Kelebihan air . To litle air kita minim, saatnya anak anak berkreasi menanam sehingga 25 tahun yang akan datang kita tidak kekurangan air. Jangan sampai ada kejadian penggunaan air kita dibatasi menjadi perorangan 2 liter sehari . Berarti kita tidak mandi.
Dalam gerakan adiwiyata tidak ada persaingan, saling sikat, akan tetapi bersatu mewujudkan gerakan yang betul dengan peduli dan pembiasaan.
Eko literasi
Melek ekologi, tingkat kesadaran manusia yang tertinggi itu menghargai ekosistem. Jadi implikasinya bagaimana kita mencintai lingkungan agar bumi pasti lestari.
Dalam profil pelajar pancasila , cinta lingkungan itu bisa dicantolkan pada Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Beraklaq mulia. Salah satu elemennya Akhlak kepada alam, perilaku yang mencerminkan kepada alam sekitar. Ketika ada tanamam yang haus, layu, maka kita sirami. Pohon jangan dipaku, jangan disemplah.
Alam ada 3 hal; 1. Anak-anak memiliki alamnya sendiri, 2. Memiliki karakter yang berbeda beda. Ini harus didapat mereka.
3. Alam sosial, jangan dihilangkan alam sosialnya, termasuk kemajuan teknologi.
Alam flora fauna juga wajib ada pada anak-anak kita. Ayat ayat kauniyah menjadi eko literasi kita. Kita bisa belajar banyak. Sebagai pengelola sekolah kita mengajak semuanya belajar dari alam disekitar kita. Sampah kotor, sampah juga bisa jadi keberkahan jadi bagian ibadah.
Lihat lingkungan kita seperti apa, itu yang menjadi literasi kita. Jadi memanfaatkan lingkungan kita.
Ketika kita melakukan adiwiyata sendiri maka lelah, wasalam, oleh karena itu mari ini kita jadikan gerakan bersama. Kita harus konsern di lingkungan untuk bumi pasti lestari.
Daun kelor kecantol kawat, jangan kendor terus semangat.
Surabaya, 13 September 2022
Senin, 05 September 2022
Hati yang tenang
Kadang dalam hidup ini tidak menutup kemungkinan hati kita gelisah, ada dalam suatu masalah. Tidak bisa tidur. Saat itu kita memohon pada Tuhan, ya Allah aku hambamu, tolonglah aku untuk bisa istirahat tenang, berilah aku bisa tidur.
Orang kalau tidak bisa tidur semalam saja, maka berat badannya turun, tubuhnya seakan melayang meriang, bagaikan kapas ditiup angin tak ada kekuatan sama sekali.
Untuk bisa tidur kita butuh ketenangan hati , meletakkan semua beban yang kita pikul di saat sadar.
1. Orang yang hidup sewajarnya
2. Iklas menerima kenyataan
3. Tidak memaksakan diri di luar kemampuan
4 Tidak pernah dengki dengan milik orang lain
5. Berzikir.
Saya sejak lama belajar itu entah sampai berapa yang aku dapatkan, tak ada angka yang pasti, insyaallah saya merasa lebih dari 80 % hidup saya tenang.
Karena hidup sewajarnya harta, atau jabatan yang aku peroleh mungkin tidak sebanding dengan orang-orang kaya dan sukses lainnya.
Tapi nggak apa-apa, saya ingin tubuh saya sehat bisa bekerja sampai tua yang saya mampu.
Bahwa saya suka kerja keras, itu iya, melebihi batas wajar, pernah. Tapi berakhir sakit.
Ketika kecil saya memandang teman saya hidupnya enak, ekonomi orang tuanya mapan, rezekinya banyak. Ternyata hidupnya tidak berumur panjang.
Oleh karena itu tidak usah memandang posisi orang lain. Mungkin Tuhan memberikan anugrahnya tidak sekarang. Tuhan sedang mempersiapkan anda pada posisi yang lebih baik. Oleh karena itu tugas kita memantaskan diri, agar kita suatu saat pantas di posisi itu.
Maka itu jangan "dibandingke, saing-saingke", kalau anda sukses tidak usah dipamerkan, tapi justru banyak di "istighfari", bukan saja pasti ada kekurangan dan salahnya, tapi orang yang banyak membaca istighfar itu akan diberi solusi yang baik dalam masalah hidupnya.
Jazad kita ini punya keterbatasan, seperti kendaraan ada batas maksimal daya angkut orang. Jangan memaksa diluar batas kemampuannya agar kendaraan kita awet, agar tubuh kita awet. Tuhan saja tidak membebani seseorang diluar batas kemampuanya.
Innalloha la yughoyyiruma bi kaumin hatta yughoyyiruma bi anggusihim.
Jangan dengki dengan apa yang dimiliki orang lain, Tuhan telah membagikan rezekinya kepada siapa yang dikehendaki. Ini hak ferogratif Tuhan. Satu variabel yang tidak bisa dipengaruhi.
Jika anda iklas menerima kenyataan, setidaknya Anda pasti diberi sakinah, ketenangan. Jika Anda berdoa pasti diberikan, kalau tidak didunia pasti di akhirat.
Kalau bisa sedikit saja yang diberikan di dunia supaya diakerat bisa diberikan banyak.
Yang terakhir berzikir, "ala bidzikrillahi tat'mainul klub". Dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang.
Wahai jiwa yang tenang, kembalilah pada Tuhanmu.
"Yaa Ayyatuhan Nafsul Muthmainnah, Irji'i ilaa rabbiki raa dhiyatam mardhiyyah, Fadkhuli fii 'ibadi, wadkhuli janaati"
Artinya:
"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-Nya. Maka masuklah kedalam golongan Hamba-hambaKu. dan masuklah kedalam surga-Ku." (Q.S. Al-Fajr :27-30)
Yang demikian itu termasuk orang yang beruntung. Semoga kita termasuk mereka yang beruntung, katakan amin jika itu juga doa anda.
Magetan, 6 September 2022
Langganan:
Postingan (Atom)



