Selasa, 25 Oktober 2022

Sambutan purna tugas

Alhamdulillah ironbil.alamain

Bu Tri Wahyuni
Bapak Khairul  Anwar 
IBu Anis Winarni SPd M.Pd

Bapak.Ibu keluarga  besar  SMP 2 Karangrejo 

Syukur alhamdulillah  kita panjatkan kehadiran  Allah SWT 

Bapak Ibu sudah menjadi hukum alam  bahwa ada perjumpaan pasti ada perpisahan.  Termasuk  pada siang hari ini  kita semua secara kedinasan  berpisah dgn beliau  bertiga  karena telah sampai  pada puncak  pengabdian nya sebagai PNS, yaitu pensiun. 
Alhamdulillah  beliau  bertiga Bu Tri Wahyuni, S.Pd. Bapak Khairul Anwar, S.Pd dan Ibu Anis Winarni, S.Pd.,M.Pd pensiun dalam keadaan sehat  walafiat.  


Banyak praktik baik, prestai  dan keteladanan  dari beliau  bertiga, itu yang menjadi catatan emas bagi kami.  Kami kenang  dan kami teladani.  

Dari itu semua  kami memberikan  apresiasi  yang setinggi tingginya, dan teriring doa  semoga itu semua menjadi catatan amal baik penjenengan  yang Allah akan menggantikan  dgn yang lebih baik. 

Pensiun bukan berarti   berhenti dari pengabdian  pada bangsa  dan  negara akan tetapi regulasi yang membatasi pada ladang yang berbeda, untuk  itu tetap berkarya  sesuai dengan yang kita bisa.

Dalam pergaulan  kedinasan  tentu ada sikap, tutur  kata yang  mungkin  ditafsirkan berbeda  untuk  itu  atas nama pribadi maupun mewakili keluarga besar esperoka mohon dimaafkan .

Jangan lupa  Persaudaraan  yang tak mengenal  batas  ruang dan waktu , untuk  itu harus terus berlanjut  hingga akhir  dunia akhirat. 

Semoga suatu  saat kita bertemu lagi ditempat baik dalam keadaan yang baik juga.
Ditempat menyenangkan  dalam suasana hati  yang menyenangkan juga. 

Akhirnya  selamat  menjalani  purna tugas, sehat dan bahagia selalu  

Mohon maaf  atas alah dan khilaf  bilaahi taufik wal  hidayah  wassalamu  alaikum  wr. Wb. 

Magetan, 26 Oktober  2022









Rabu, 19 Oktober 2022

Pak Teguh

Sekarang ke Borobudur  tidak bolih  naik Candi hingga  atas. Hanya diijinkan mengelilingi  pelataran Candi, kemudian Pulang. Pengunjung  harus mengeluarkan kocek 50.000. 

Setiap tahun biasanya  saya ke sana mendampingi  anak-anak studi tour. Hari ini saya ada zoom meeting koordinasi untuk  menentukan  lokakarya ke 8  Guru penggerak.  

Akhirnya  saya tidak bisa mengikuti  melihat  Candi Borobudur.  Ada seseorang  menawari  pijet. "Ngersakne pijet  Pak monggo supados mboten sayah, mboten batesi  Pak, sak leh maringi."

 Begitu seseorang paruh baya itu menawarkan jasanya. Orangnya sopan  , bahasanya  santun. Sambil menunggu  anak-anak  selesai menikmati indahnya karya  sejarah  ini, saya mendekati  seseoran itu. 

Sebuah tikar  digelar rapi di serambi mushola, saya diminta  tengkurap. Mulailah saya dipijat. Namanya Pak Teguh, sudah 20 tahun ini Dia menekuni  profesi ini. Anaknya 4 orang  sudah berkeluarga  semua. Bahkan 2 diantaranya  mengikuti  jejak ayahnya  menjadi tukang pijat yang bermangkal  sekitar mushola  pelataran Candi Borobudur. 

Pijatannya  enak, tidak keras tapi juga tidak ringan. Seluruh  kaki badan dan tanganku  dipijat  dengan urut berirama sambil bercerita ke sana  ke mari. 

Dia tahu kondisi Magetan, karena 14 tahun yang lalu Dia Jualan jeruk Pamelo  produk Magetan. Jeruknya manis  harganya murah. Entah mengapa usaha ini tidak berlanjut.  

Pak Teguh termasuk  kreatif dengan menjual jasa pijat  bisa menghidupi keluarganya. Yang kedua  Dia iklas berapapun orang memberi, Dia yakin  rejeki itu dari Allah  berapun disyukuri  insyaallah  berkah. 

Selesai  memijat, saya mengeluarkan  dompet  saya kasih 50.000. "Namung nyuwun tulung nggih Pak, nyuwun didongakne panjang yuawo tahun ngajeng kepanggih malih. 

Nggih Pak matur  nuwun, dongo dinongo  mugi pinaringan sehat yuswo panjang.

Selesai memijat saya sudah ada yang antri 2 orang  tampaknya  sudah berlangganan. Tapi minta dipijat anaknya.

Begitu seterusnya pekerjaan itu  dilakukan  terus menerus. Menurut  Pak Teguh  pengunjung  Candi berkurang  atau menurun dibandingkan  dulu sebelum corona.  Rejekinya juga menurun, tapi tetap  diayukuri  saja.

"Sampun Pak Teguh murid kulo sampun ketingal meniko, nglajengaken lampah  menapaki  jejak jejak sejarah."


Jogjakarta, 19 Oktober  2022

Jamiadi sahabatku dari desa Pojoksari

Ketika awal bertemu kami sama sama pake sepeda jelek. Mengayuh sepeda setiap hari ke Maospati.

Kendaraan masih jarang, orang yang  punya sepeda motor  masih jarang, bahkan anak desa yang melanjutkan  sekolah ke SMP masih jarang. Itulah gambaran keadaan di desa Pojoksari  saat itu. 

Kami masih beruntung  busa sekolah  ke kota  walaupun  dengan segenap perjuangan, lapar, letih, hujan, sepeda rusak di jalan, bahkan kecelakaan di jalan itu sudah  biasa.

Hari ini saya mendengar kabar mas Jamiadi meninggal, Info  dari tetangganya  jenazah dimakamkan  di Sumatera  karena keluarga besarnya  sudah di sana

Mas Jamiadi  pernah mengatakan, beliau mau mengajukan pensiun dini. Bukan karena sakit  tapi beliau  mau dicalonkan sebagai  wakil Bupati.

Di sana beliau  memang sukses, kebun sawitnya  10 tahun yang lalu  35 Ha.
Pekerjaannya  dari Pojoksari  ler orang sehari dapat bayaran 350.000
Itu 10 tahun yang lalu, Kalau sekarang  mungkin ya 500 ribu

Beliau  seorang pekerja  keras, membiayai  sekolahnya  sendiri  sejak  dibangku  SMP
Beliau di SMP 2 Maospati, saya di SMP 1 Maospati, kami selalu  berangkat  bersama dan pulang  bersama.

Ketika  di SPG beliau sudah mampu beli sepeda balap  dengan uangnya  sendiri. Sepeda ini yang mengantarkan  ke SPG  setiap hari, bajunya basah  kuyub  dengan keringat, begitu juga Saya.  Saya pake sepeda jengki Phonix warna merah. Hadiah Ketika sunat.

Kami bersama  tidak pernah  bertengkar , Dia baik.  Kami berada di kelas yang sama  2 D dan 3D
Dia duduk dibelakang  dengan Sutopo.  Ini teman akrabnya.  Ketika  lulus  SPG , dia bertekad  merantau  ke negeri sebrang, Sumatra.  Ketika  mau berangkat  bertemu Sutopo  di terminal Maospati.  Dia mengatakan, "Po aku arep nang Sumatra  , gak pisan pisan mulih nang Jawa  nek durung diangkat dadi guru".

Beberapa bulan yang lalu  pulang  menghadiri  reuni  di rumah  Mas Tikno, aku duduk disampingnya  sambil bercerita  panjang x lebar sama dengan luas.
Mas Tikno mengatakan  "beliau orangnya sangat baik, dermawan, beliau donatur GAS yang luar biasa"

Ada cerita yang terakhir  beliau pulang menghadiri  hajatan mantu adiknya. Yang hampir  bersamaan  dengan mas Jumai mantu.  Beliau juga datang bersama  teman-teman  yang lain. 

Dia sudah Haji sekeluarga, menunaikan  panggilan Tuhan, bersujud didekat Ka'bah, berdoa  untuk  keberkahan hidupnya.

Ternyata  kepulangannya  menghadiri  reuni  , berpamit kepada kita semua  untuk  berpisah selamanya.  Selamat  Jalan Mas Haji  semoga  Kau ditempatkan  terbaik  di sisiNya .😭😭🙏

Selasa, 11 Oktober 2022

p

Program  Pendidikan  Guru Penggerak  PGP merupakan  langkah strategis dari pemerintah Republik Indonesia  dengan mewujudkan guru yang berdaya  dan memberdayakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan  proses dan hasil belajar peserta didik. 

Pada hari Ini berkumpul di hotel mercure Surabaya semua Pengajar  Praktik  se Jawa Timur  dalam rangka koordinasi  persiapan  Lokakarya  7.

Seperti biasa sebelum acara dimulai  para peserta heboh berfoto selfi.  Suasana canda ceria tawa  mewarnai  situasi saat ini. Karena selama ini,  satu tahun , kami belum pernah bertemu. Bertemunya lewat daring terutama pada masa pandemi  kemarin. 

Kita ikuti sambutan Kepala  BBGP Provinsi  Jawa Timur, Bapak Drs. Abu Khair, M.Pd. Kami sudah bertransformasi 
Beliau menitip pesan bagi Bapak ibu yang belum membuka platform  merdeka mengajar  agar kita semua membersamai  mereka.  






Minggu, 09 Oktober 2022

Seratus Ferry di selat Bali

Sebenarnya  empat kali saya mengikuti  penyeberangan di selat Bali. Puluhan Kapal menyangkut  penumpang  dari Bali ke Jawa atau sebaliknya. Rutinitas seperti berlangsung sepanjang hari sepanjang malam sepanjang bulan sepanjang tahun.

Sebuah pemandangan yang indah melihat benda besar terbuat dari besi ini mengapung  di laut.

Betapa tidak, dia mengangkut puluhan bus, ratusan manusia.  

Segera duduk , ambillah posisi ditengah  kapal untuk  menghindari gerakan oleng kapal kalau ada ombak. Lebih-lebih kalau Anda gampang mabuk.

Mari kita berdoa dulu ya;
"Bismillahi maj'reha wamursaha , inna Robbi  laghofururrohim".
Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan  ini, berlayar dan berlabuh , sesungguhnya  Tuhanki Maha pemanfaatan lagi maha pengasih. 

Doa bepergian naik kendaraan laut ini diucapkan sebelum mesin kapal atau perahu menyala.

Panjang  selat Bali 5 km seimbang dengan  selat Madura yang sudah berhasil dibuat  jembatan Suramadu.  

Ide membuat jembatan  yang menghubungkan  antara pulau  Bali dan Pulau  Jawa sudah ada sejak tahun 1960. Oleh seorang Profesor  di ITB  yang bernama Sedyatmo. 

Ketika penyebrangan  kemarin saya juga berfikir, jika dihubungkan dengan jembatan  maka dapat peron masuk. Dapat uang banyak sekali. Saya yakin anda juga berfikir  begitu. 

Tapi tak sesederhana itu. Ternyata  mendapat penolakan dari orang Bali. Orang bali tidak mau pembangunan gedung atau apa saja yang tingginya  melebihi  tempat ibadah.  

Yang kedua terus mau dikemanakan kapal kapal ferry yang ratusan ini. Satu kapal Ferry  ini menyerap  tenaga kerja puluhan manusia.

Lihat ke bawah ada puluhan  anak muda berenang dipinggiran geladak kapal. Mereka sambil berteriak  minta  "disawer". Mereka dengan enaknya berenang  tanpa rasa takut. 
Memang ombaknya  tenang.

Kapal mulai berjalan, pelan tapi pasti. Kami tidak merasakan, tapi kalau  anda beranjak  dari tempat  duduk  melihat  diluar, jalannya kapal dapat dirasakan dan terlihat  jelas.

Pada pandangan jauh sana banyak juga kapal  yang sedang berlayar  menuju dermaga berlabuh  merapat ke Dermaga. 

Hei rasakan  ombaknya di tengah besar  kami rasakan kapal mendongak keatas ke bawah. 
Kami berada  di bagian depan.
Saya lihat penumpang yang lain mulutnya kumat-kamit berdoa agar diberi keselamatan. 
Alhamdulillah  tidak berselang lama kapal tenang.

Saya rasakan Kapal tidak berjalan hanya berhenti  tetapi sebenarnya  Kapal ini berjalan  dengan kecepatan  5 knot. 

Sebentar lagi  sudah sampai alhamdulillah  perjalanan  kami selamat. 
Lihat itu  didepan kita  sudah tampak dermaga pelabuhan Ketapang. 
Tanah Jawa di depan  mata. 

Mari kita segera masuk ke Bus untuk  turun dari kapal. 
Lihat itu didepan bus kita ada rumah makan Sunoto, namanya  seperti  saudara  saya pakde Sunoto  hehe. 

Sekarang  kami menuju restouran Grafika, makan lagi, makan seadanya  walaupun  direstoran  tetap  rindu masakan  istri sendiri atau bu Yani  penjual nasi pecel Pojoksari. 

Banyuwangi, 9 Oktober  2022












Sabtu, 08 Oktober 2022

Cintaku bersemi di Tanah Lot

Tanah Lot sebenarnya merupakan tempat pemujaan bagi agama Hindu yaitu Pura. Pura Tanah Lot adalah salah satu Pura yang sangat disucikan di Bali . 
Terletak di Desa Beraban. Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, Bali.
Di Sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing.  

Sipa tahu arti Tanah Lot?

Tanah sama artinya dengan tanah dalam bahasa Indonesia, sedangkan Lot artinya laut. Jadi Tanah Lot berarti tanah yang berada di tengah laut.

Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan yang merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat  Sun set matahari terbenam.

Hari ini saya menuju ke sana perjalanan 1.5 jam dari penginapanku.  

kami harus bersama  dengan istri, agak ada gangguan  lututnya. Tapi demi cinta  harus mendampingku  , termasuk di tanah lot. 

Bergandengan tangan berjalan mengayunkan kaki tertaih-tatih  menapaki  jalan cinta  yang dulu pernah bersemi di sini. Seperti pasangan muda yang sedang bersama dengan perasaan berbunga -bunga  seperti bunga Kamboja yang ada di setiap  sudut rumah.

Banyak trap anak tangga di sini, dari bus anda harus jalan 300 M. Lihat di seberang  pantai itu ada Pura. 
Kalau anda ingin ke sana harus menunggu air laut surut. 
Hati-hati disana banyak ular  laut. Tapi tidak boleh diganggu  karena katanya cerita itu adalah piaraan  para dewa. Tugasnya menjaga pura. 
Waktunya hanya  satu jam di sini, jangan berlama lama di sini. Anda tidak boleh turun ke pantai,  hanya mengagumi  pemandangan pantai yang indah mempesona.
Kalau foto  tentu boleh , langsung jadi 20.000. Cukup  murah bukan.

Sudah pukul 12.30 kami harus segera  kembali ke bus menuju  rumah makan  Waroeng kampoeng  pedas tak jauh dari parkir  bus. 

Kegiatannya  hanya perjalanan , makan dan tidur.  Tidur di bus. Dalam hidup ini memang begitu   mlaku , makaryo, mangan, nendro.

Orang untuk  mencapai kebahagiaan  harus mengadakan perjalanan  walaupun harus lelah dan haus tetap saja dilakukan.  Artinya  kalau anda ingin bahagia harus berani  lelah bersakit- sakit dahulu. 

Kami melanjutkan perjalanan pulang ke rumah masing-masing, kembali dengan aktivitas  masing-masing, dengan semangat baru, inspirasi  batu. Janga  lupa tular, nalar dan colaboratin.

Menularkan praktik baik, creatif menggunakan nalar  untuk  memecahkan masalah  dan harus bersama  sama berdampingan  untuk  mewujudkan  mimpi  misi kita bersama. 

Buah durian  dimakan Cinderawasih, cukup sekian terima kasih. 


Tabanan, 9 Oktober  2022








Jumat, 07 Oktober 2022

Desa Pelipuran desa Adat yang menakjubkan Dunia

Namanya Desa tapi ramainya  sudah seperti kota karena dari berbagai penjuru  dunia singgah di sini , desa Penglipuran.


Masyarakatnya  ramah seperti tetangga saya, jualanan makanan  yang murah seperti srabi dan lopes.

Desa ini dinyatakan  terbersih di dunia. Perjuanganya  mulai tahun 2016. Penduduknya  tidak memakai  kendaraan  yang menyebabkan polusi. 

Bersih nemang setiap saat ada petugas kebersihan. Di sini masih ada tanaman besar  besar seperti  hutan  tapi tertata apik menarik. 
Kalau di Magetan  seperti di daerah Panekan sebelah barat  seperti  di Bedagung.  
Kami memasuki  ke rumah penduduk, liat itu temanku sudah berada di situ menikmati makanan lopes. Dan minumnya  loloh cemcem dikasih daging kelapa muda , rasanya segar seperti  rujak. 
Tidak disarankan untuk yang punya asam lambung.
Kami di warung makan woles, semacam srabi di Jawa, laris sekali  banyak diminati  para wisatawan. 

Puas di sini selama satu jam kami meni ggalkan desa legendaris itu.  Kami menuju  pantai Melasti. 
Lihat itu  kita sampai di Jalan Tol terindah di Dunia namanya Tanjung Benoa. Disekitar tol ini seperti tanah rawa.

Lepas  dari jalan tol  kami sholat  sebentar  di Masjid  Ibnu Batuthah  Nusa Dua Bali.
Masjid  ini berdampingan dengan Gereja Katolik , Gereja Protestan,  Vihara Budhaguna  , Pura Jagad Nata Nusa Dua. Hal ini menunjukkan  betapa kerukunan  hidup beragama  tercipta  di Bali. Saya senang sekali dengan kerukunan  kehidupan beragama, bagaimanapun mereka saudara  kira sebangsa dan setanah air. 
Dulu para pendahulu  kita berjuang bersama  mengusir penjajah Belanda  seperti  kita saksikan  pada Diorama  di Braja Candi yang saya tulis sebelumnya.  

Sambil menulis ini saya menunggu  istriku yang sedang sholat  di sebelah kiri  masjid  khusus  untuk perempuan. 
Lihat itu sudah  bersama temannya. Menuju  bus lagi  untuk  melanjutkan  perjalanan panjang.

Sampailah kita di Pantai Melasti. 
Indah luas, ombaknya  tenang.  Itu kita lihat ada parasit  yang berlayang di udara.  Saya mau mencoba. Tapi tidak berani hehe. 
Pantai  ini Pantai buatan manusia  dengan memotong tebing curam menjadi indah nan mempesona. 

Tak ada yang berenang karena  ombaknya agak besar, tapi disekitar Pantai ada air menggenang  yang cukup  luas, tidak ada ombak, tidak terlalu dalam ,cocok untuk  bermain anak-anak. 
Ayo kawan kita hanya satu jam di sini segera kembali ke bus. Untuk  melanjutkan  perjalanan  berikutnya, GWK.
Garuda Wisnu Kencana. Untuk  destinasi ini saya ingin  melihat dari dekat. Karena aku cinta burung  garuda, mengapa. Namaku  identik  dengan  burung garuda. 
Suparno  itu  bulu yang ada di leher  burung garuda yang bercahaya. 

Lihat itu , sebentar  lagi kita sudah sampai. Kami antri di loket  pendaftaran, bayarnya  200.000. Cukup mahal ya.

Oke kami sudah boleh masuk. Kami beruntung  karena dapat melihat pertunjukan  tari kecak secara langsung. Personilnya  banyak sekali sekitar 30 orang. Ada yang berperan seperti dalang  Dia yang menarasikan jalannya cerita.

Kisah ini diambil dari cerita kitab Adi Parwa, tari Kecak Garuda Wisnu ini menceritakan tentang perjalanan Sang Garuda yang harus rela menjadi tunggangan Dewa Wisnu demi Tirta Amerta di surga untuk mengentaskan sang ibu dari perbudakan.
Perihal Tirta Amerta, siapa saja yang minum air itu  akan kekal abadi selamanya.
Sesuai legenda, tari Kecak Garuda Wisnu ini dikemas apik dan sangat sakral dimulai oleh semacam pendeta yang berdoa menyalakan dupa, mulutnya komat-kamit membaca mantra suci,  mengenakan pakaian serba putih, pertunjukkan tarian ini dibawakan oleh sekitar 30 orang  laki-laki tanpa membawakan alat musik, kemudian berbaris dan melingkar lalu mengangkat kedua tangannya sambil menyerukan kata “cak,cak,cak” secara berirama harmoni indah terdengar  di telinga. 

Suguhan tarian kecak ini menceritakan kisah Dewa Wisnu dengan Sang Garuda sebagai tunggangannya.
Di Bali  memang banyak legenda  yang diangkat  dari kitab  kitab agama Hindu. Sekaligus semuanya berdampak positif  menjadi destinasi  wisata. Tak tanggung tanggung pemerintah  daerah berani berinvestasi  mahal.

Sampai pukul 16.00 kami harus  bergeser menuju bus melanjutkan  perjalanan  ke pantai  Jimbaran.  Disini kami disuguhi  makanan seafood. Makanya dipinggir pantai. Ada ribuan pengunjung  dilayani disana. 

Mereka duduk  tertib dan makan bersama sambil  menikmati alunan musik.

Sudah malam kami segera beranjak ke hotel untuk  istirahat.  Sampai disini dulu kawan, besuk kita lanjut lagi  dengan trip berikutnya. 

Denpasar, 9 Oktober  2022