Rabu, 19 Januari 2022

Ternyata aku salah

sumber  gambar: beritasatu.com

Sekarang usiaku 56 tahun kurang 6 bulan. Rambutku sudah mulai ada tanda-tanda memutih, tapi ada juga teman -teman seusiaku yang betul-betul sudah  memutih.

Gigiku sudah dicabut 5. Bahwa aku rajin gosok gigi, istriku mengatakan iyya. Tapi banyak gigiku  yang rusak. Gara-gara salah cara gosok gigi. 

Ternyata gosok gigi  itu harus dengan gerakan lembut. Sedangkan aku terlalu keras,  maksudku biar bersih  tapi malah merusak lapisan email gigi.

Kalau permukaan samping kanan dan kiri dengan gosokan yang memutar,  kalau gigi depan dari arah gusi ke bawah dan sebaliknya. 

Demikian  juga yang permukaan dalam,  harus juga dibersihkan  dengan meletakkan ujung sikat gigi  dari gusi kearah luar. 
Demikian juga  untuk gigi atas.

Gigi belakang harus juga dibersihkan dari permukaan atas gigi. 

Tidak itu saja, kesalahan  juga bisa berawal dari pemilihan sikat gigi  dan pasta gigi. Yah, ternyata banyak yang harus kita pelajari  dari  hal merawat  mulut saja.

Kemarin saya ke dokter gigi,  untuk  periksa. Dan hasilnya itu tadi.  Banyak  gigiku yang rusak. 

Jika Anda diusia  yang sama dengan aku, gigi Anda masih bagus,  saya angkat topi, bahwa Anda hebat luar biasa.  

Sakit gigi itu rasanya  sakit, luar biasa.  "Cedut cenut" makanya  merawat gigi yang benar  perlu dilakukan sejak  dini agar gigi Anda awet yang suatu  saat mau tidak mau  di usia tua pasti  akan tanggal.

Walaupun  anda secantik  bidadari,  kalau gigi  Anda sudah  ompong,  maka kecantikan  Anda akan  berkurang. 

Pun  dalam mengunyah makanan,  akan tersiksa  ketika mengunyah  daging yang harusnya lezat  jadi tak nikmat.  

Kalau gigi kita baik  kita bisa tersenyum dengan ganteng atau cantik. Jika profesi kita melibatkan ketrampilan tersenyum. Maka tersiksa rasanya jika gigi kita jelek.

Karena itu cara gosok gigi yang benar dan kesadaran gosok gigi  merupakan warisan berharga  untuk  anak cucu kita.

Bagaimana  menurut Anda?

Magetan,  25 Januari  2022

Senin, 17 Januari 2022

Sombong

Sumber gambar : umma.id

Jangan- jangan aku sombong. Aku takut kalau demikian. Karena ini termasuk sifat iblis.  Sifat iblis,  sifat Malaikat  bisa saja terjadi pada manusia. Kalau sifat  Malaikat itu baik. Kalau sifat Iblis itu tidak baik. Kalau tidak diperbaiki akan menjadi -jadi dan akan mencelakakan diri sendiri.

Ketika melakukan kesalahan  Iblis tidak mau mengakui kesalahan itu,  malah mencari kejelekan orang lain.  Padahal  belum tentu yang dikatakan jelek atau salah itu benar adanya. 

Jadi ketika penciptaan manusia pertama kali, Adam. Iblis dan malaikat disuruh sujud kepada Adam. Malaikat  mau bersujud tanpa syarat, Iblis tidak mau bersujud. Alasannya  Dia lebih mulia  dari Adam yang terbuat dari tanah lumpur, sedangkan  Iblis terbuat  dari Api. Iblis merendahkan manusia.

Allah berfirman,  "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kalian kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia menolak dan menyombongkan diri, dan adalah dia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (Qs Al Baqoroh 34 ).

Ada lagi sifat Iblis, ketika dia melakukan kesalahan akan ditambahi dengan kesalahan berikutnya. 

Yang pertama  membangkang perintah Allah, yang kedua bersumpah  akan menggoda  seluruh anak keturunan Adam hingga hari akhir.

Alhamdulillah  kalau manusia  tidak begitu. Ketika melakukan kesalahan maka dia bertobat  tidak mengulangi  lagi.
Jadi ketika Adam memakan buah larangan di Surga, maka Allah mengeluarkan  dari Surga dan Adam bertobat,  tobatnya Adam diterima  oleh Allah  dan kelak masuk Surga lagi.

Malaikat  yang terbuat dari cahaya tidak berfikir  lebih mulia atau sebaliknya. Yang penting  ini perintah Allah maka harus taat,  itu keputusan  paling benar, maka Malaikat langsung bersujud.

Apa sih pengertian sombong itu?
Sombong  adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.  

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

إن الله جميلٌ يحب الجمال، الكبر بطر الحق وغمط الناس

Sungguh Allah itu Maha Indah, dan mencintai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan memandang remeh orang lain.” (HR. Muslim)

Ketika kita sudah pandai, lulusan dari  perguruang tinggi ternama, punya jabatan yang tinggi kemudian  pandai berdebat, sehingga  tak ada satupun  yang bisa mengalahkan.  Kadang-kadang  tidak mau mengakui  kebenaran  yang disampaikan  orang lain. Karena orang lain itu berada dibawahnya. Yang demikian inilah namanya merendahkan manusia dan menolak  kebenaran  , sifat demikian  namanya sombong. 

Sifat sombong  adalah sifatnya  Iblis. 

Sombong itu  adalah selendang Allah,  maka siapa saja yang merebutnya  akan dilempar  ke Neraka. 

Naudzubillahi min dzalika,  semoga Allah menjauhkan  dari yang seperti  itu.

Dari tulisan ini , saya mengajak pada diri sendiri dan saudaraku  yang mau saja , hati hatilah dari sifat sombong,  karena sedikit  saja , akan dimasukkan ke Neraka.

Rosuululloh solallohu alaihi wasallam bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji sawi. (HR. Muslim)

Yang baik itu tawadzuk,  rendah hati, memuliakan manusia,  menghormati  manusia, menghargai  manusia, semoga kita semua  bisa seperti  itu.

Magetan,  19 Januari  2022


Sabtu, 15 Januari 2022

Teman lama itu permata



Teman baru itu emas, teman lama  itu permata, itu kata hikmah yang disampaikan Sugeng Harianto yang akrab saya panggil Mas Doktor,  teman saya dari Malang  dalam acara HUT paguyuban alumni SPG yang dikenal  dengan GAS ini.

Kami semua adalah teman lama, yang selepas tamat  SPG, 36 tahun yang lalu , ada yang baru bertemu kali ini.  Teman lama lebih bernilai dari pada teman baru, walaupun diantara kami memiliki nasib yang berbeda tapi jiwa persaudaraan  masih melekat  dihati kami. 

Kami dengan wajah-wajah yang tidak muda lagi ini bertemu di destinasi  Bedeng Genilangit Poncol  hari ini, Minggu 16 Januari  2022.

Yang namanya  teman seperjuangan  walaupun dulu tidak kenal sama sekali  seolah menjadi bagian  dari diri itu sendiri. Maka ketika lama tidak bertemu  hati ini rasanya ingin bertemu,  bisa bercanda dan ketawa bersama -sama walaupun setahun sekali.  

Acara dimeriahkan oleh elektone Mas Gut Santoso dengan dipandu pembawa acara  kondang,  Mas Parno  benet ( maaf panggilan akrabnya). 
Dalam acara ini juga diadakan  doa bersama dengan potong tumpeng ,  yang diserahkan kepada Mas Ndarto.  
Mas Ndarto adalah teman kami yang  sekarang   menahkodai PGRI Kab. Magetan, yang memiliki gedung megah di jalan Kemasan No 1 Magetan  ini.

Oo iya ada beberapa teman kami yang bertugas jauh tapi berkenan hadir  adalah mas Sulamin,  mbak Sarmini dan Mas Juari.

Mas Sulamin tinggal di Gresik yang terkenal  personal  brandingnya yaitu  "ketan poya". Setiap hari rajin berolahraga senam di dekat GOR Gresik dan selalu men- share fotonya  dengan instruktur senam. 

"Besuk kalau sudah pensiun pulang ke Magetan  apa tidak mas?" Tanya Agustin yang duduk di jok belakang mobilku, sambil perjalanan  pulang  setelah  usai acara.

"Sepertinya  tidak Mbak" jawabnya singkat. 
"Karena mas Sulamin  sudah punya teman instruktur senam di Gresik," gurauku sekenanya.  Mereka tertawa bersama.

Mbak Sarmini, tinggal di Bogor  dan Mas Juari tinggal di Bojonegoro. 

Acara tadi penuh canda tawa. Saya juga ngisi acara dengan outbond. Walaupun tempatnya terbatas tapi bisa menjadi pemicu teman-teman  untuk  tertawa,  sehingga sesekali  membuat para pengunjung  tempat wisata yang dekat rumah Mas Gimun  ini juga ikut  tertawa.

Saya juga kagum dengan tempat  wisata yang baru dibuka  oleh pemerintah  desa setempat , perkembangannya  luar biasa, tambah bersih, indah, bagus Sehingga  menarik pengunjung  dari luar daerah. 
Jalannya juga sudah beraspal,  5 tahun lalu masih makadam dan   bebatuan.  Termasuk tempat parkir  juga luas  dan nyaman. Hanya satu saja tempat  parkir  yang bila diratakan seperti  yang  lain membuat  pemilik  kendaraan sedan serasa dimanjakan.

Sudah kawan, sekedar catatan ringan,  acara diakhiri  pukul 13.30 dengan menyanyikan lagu kemesraan dan alhamdulillah.

Semoga kita bisa ketemu lagi dalam sehat dan bahagia. 

Magetan, 16 Januari  2022





Renungan sore

Melihat tayangan di GWA yang di share Bunda Titik  Sudarti, betul betul menjadi  renungan saya. 

Jangan diartikan  pikiran saya sudah positif  atau masih negatif.  Tapi hikmah  yang ada dalam  vidio  itu mari kita  sama-sama  renungkan. 

Dalam vidio itu dijelaskan  betapa pikiran negatif  itu meracuni  pikiran positif  kita. Dicontohkan  setetes  tinta  hitam  , akan mengeruhkan  segelas  air putih.

Setetes  tinta hitam itu gambaran pikiran negatif  kita,  segelas  air jernih  itu pikiran  positif  kita. 
Untuk  menjernih  segelas  air jernih  yang mendapat  setetes  tinta hitam diperlukan  banyak  air jernih sekitar 2 gelas.  

Dari renungan ini betapa  pikiran negatif seseorang walaupun  sedikit sekali akan merusak kejernihan  pikiran kita.

Mungkin manusia  yang sempurna  saja yang tidak memiliki  pikiran negatif. Tapi dengan merenungkan ini  akan membentengi  kita  jangan punya pikiran negatif.  

Atau begitu  muncul  pikiran  negatif  segera  "set" menghindari.  Atau dinetralisir  dengan pikiran  positif yang banyak.  

Yah.... kita berusaha  dan berdoa  semoga  Alloh  membentengi  kita dari "punya pikiran negatif". 

Karena kita yakin bahwa pikiran negatif  itu tidak baik  dan meracuni  pikiran  positif  kita. 

Selamat sore,  eh .... magrib dulu  ya.

Magetan,  15 Januari  2022


Kamis, 13 Januari 2022

Jangan jadi orang sulit

Suparno,S.Pd.,M.Pd
SMPN 2 Karangrejo 
Email: suparno42magetan@gmail.com 

Kata Mas Menteri,  guru penggerak  itu akan disiapkan menjadi  pemimpin  pembelajaran  masa depan. Suatu saat akan menjadi Kepala Sekolah, Pengawas, atau pemimpin  pendidikan yang lain.

Guru penggerak  menjadi  pelopor tercapainya  karakter profil pelajar  Pancasila.  Sehingga  sudah sepatutnya  sikapnya, tingkahlakunya,  kepribadiannya  mencerminkan karakteristik  profil  pelajar  Pancasila.

Apa saja itu? Ada 6 hal yaitu;
Beriman  dan bertaqwa  terhadap Tuhan Yang Maha Esa  dan Beraklaq mulia    , mandiri, bernalar  kritis,  kreatif,  bergotong royong, berkebinekaan global.

Dalam tulisan ini saya akan mengkaji gotong royong  saja.
Pelajar Indonesia  memiliki  kemampuan gotong royong,  yaitu kemampuan untuk  melakukan kegiatan secara bersama- sama dengan suka rela , agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar , mudah dan ringan. 

Elemen kunci  gotong royong ada 3 yaitu; 1. kolaborasi,  2. kepedulian dan 3. berbagi.
Contoh kasus  bersama  sama memiliki  seragam. Untuk  menentukan warnanya apa, harganya berapa, modelnya bagaimana ?

Maka akan terjadi usulan yang bermacam-macam. Menurut  saya kalau usul jangan  atas nama kepentingan  pribadi,  tapi kepentingan bersama. Jadi usulan itu  yang bersifat solutif,  jangan dengan usulan anda malah  menimbulkan masalah baru. 

Kemudian jangan punya pikiran  usulan anda harus diterima,  kalau tidak diterima  ngambek, marah,  lebih - lebih pake gebrak meja segala.

Bayangkan,  adalah tidak mungkin  satu keputusan  itu akan bisa memenuhi keinginan  semu anggota,  iya kalau anggotanya  5 , kalau anggotanya  130 bagaimana?
Sehingga harus berkolaborasi,  harus ada kepedulian.  Kepedulian  itu tidak mementingkan kepentingan pribadi.  Tetapi kepentingan  bersama. Harus berbagi,  berbagi itu tidak dengan diri sendiri,  tetapi harus dengan orang lain.

Sehingga  harus ada elemen  turunan  berupa mengalah, rela berkorban. Tidak merasa benar  sendiri,  tidak merasa pinter sendiri, tidak merasa  paling bijaksana  sendiri.

Marilah kita sebagai bagian dari guru penggerak  jangan jadi orang sulit. Diajak  baik sulit, diajak maju sulit,  diajak musyawarah  sulit,  diajak iuran sulit. Takutlah  anda di"personal branding" sebagai orang sulit atau "wong angel".

Saya yakin  suatu saat Anda akan menjadi pemimpin. Calon pemimpin itu  harus belajar dulu bisa dipimpin. Seorang pemimpin  itu dulu lahir dari seorang anak buah terbaik  yang bisa dipimpin.  Bukan sulit dipimpin,  bukan pecundang, bukan penjegal, bukan pengkianat. Tetapi sekali lagi berasal dari anak buah  terbaik.

Semoga kita semua bisa.

Magetan,  13 Januari 2022

*) Penulis adalah ketua Komunitas Pengajar  Praktik Kabupaten  Magetan.

Referensi:
https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/profil-pelajar-pancasila/; 13 Pebruari  2022; 19.33.









Selasa, 11 Januari 2022

Janmo limpat seprapat tamat

Kemarin saya mengikuti  diklat menulis  yang diadakan di SMP 1 Magetan, sekolah adiwiyata Provinsi  yang dinahkodai Bunda Titik Sudarti, S.Pd.,M.Pd.

Mengenai indahnya  SMP 1 Magetan sulit dilukiskan dengan kata-kata. Artinya indahnya sekali,  setiap bulan selalu ada saja sesuatu  yang baru bagi sekolah  yang berbranding "sekolah berkebinekaan global  ini."

Saya memakai surjan lurik dengan blangkon ala Yogyakarta, adapun teman-teman  memakai busana  daerah lainya. 

Kalau memakai  pakaian seperti ini ingin rasanya  sebagai MC menyapa  dengan bahasa "Jawa rinenggo", sebagai ajang nguri-nguri kebudayaan Jawa.  
Kami diajari menulis best practices dengan model esay,  bukan laporan best praktis. 

Tulisan ini  akan dikumpulkan  menjadi buku  antologi yang siap diterbitkan  menjadi buku  ber-ISBN.

Luar biasa,   walaupun  hanya dalam waktu  2 hari  kepala  sekolah  hebat ini bisa menulis  best  praktis, janmo limpat seprapat tamat. Artinya  manusia  luar biasa  yang dalam  waktu  singkat  bisa menyelesaikan  pekerjaan.  

"Sat ...set ...was... wes". Itu ungkapannya.  Menurut  saya yang penting adalah kemauan. Kalau kemauannya tinggi  pasti semua  pekerjaan  dapat diselesaikan dengan baik. 

Kemauan tinggi identik dengan semangat. Ini harus selalu  dipupuk  dan dipelihara  agar dapat tumbuh dimanapun  berada.

Nara sumber  dari kegiatan  ini berasal dari Unesa.  Ada pak Anas, ada pak Harmanto dan lain-lain  yang memiliki  kepiawaian dalam menulis dan membimbing  guru untuk  menulis buku. 

"Bapak Ibu KS, disini saya hanya sharing  dalam menulis buku,  saya tidak "menggurui" apalagi "mendoseni". Kata Pak Harmanto dalam memulai sesi pembelajaran. 

Memang kata-kata  itu  pas sekali  disampaikan  oleh  orang dewasa  yang mengajar  orang dewasa.  Karena  orang  dewasa  itu tidak suka digurui  walaupun  sebenarnya juga tidak bisa. 

Oleh  karena  itu ada model pembelajaran  untuk  orang dewasa  yang disebut andragogi. Model ini jauh  dari yang namanya "menggurui"  atau "mendoseni".

Setelah itu peserta  mulai praktik  menulis.  Sebenarnya  intinya sederhana. Jadi ada judulnya,  nama penulis unit kerja kemudian menyertakan  email  pribadi. Setelah itu ada Pendahuluan,  pembahasan,  penutup  dan referensi. Selesai.

Tapi ada ilmu  yang menyertainya yaitu bagaimana menentukan judul yang baik,  bagaimana menulis Pendahuluan  yang baik, bagaimana pembahasan yang baik  bagaimana penutup  yang baik dan bagaimana tata cara menulis  referensi?

Semuanya  dibahas  tuntas dalam diklat  ini,  sehingga  wajar Bapak Ibu KS dapat menulis  dalam waktu dua hari,  sehingga  cocok dengan ungkapan ini ,"janmo limpat  seprapat  tamat".

Selamat berkarya,  karena  Allah dan Rosulnya juga orang-orang  beriman akan melihat hasil karya  kita. 

Magetan 12 Januari  2022

Sabtu, 08 Januari 2022

Tertawa itu sehat

Orang yang paling menderita  hidupnya adalah yang cemas akan masa depannya  dan meratapi masa lalunya dalam kesedihan,  sahingga  tidak ada kesempatan untuk  menikmati  hari-hari  bahagianya.

Bahagia itu  tidak harus punya uang banyak, mobil mewah, jabatan mapan. Tapi syukurilah  apa yang ada, manfaatkan  waktu yang tersedia,  capai semampumu yang menjadi harapan anda.

Bagi saya kondisi sehat  sekeluarga  itu  sudah merupakan  nikmat  besar  yang harus saya syukuri. Karena dengan sehat  siapa saja bisa bekerja  , bisa beribadah bisa ketawa,  dan makan  apa saja terasa  nikmat. 
Kemarin  saya mengadakan  outbond  di Skipan. Saya ingin mencatat  macam macamnya outbond.

1. Peserta  membentuk libgkaran  besar.  "Lingkaran  besar, Lingkaran besar,  Lingkaran  besar,  ayo bersama bergandeng tangan,  Lingkaran  besar". Syair  lagu ada beberapa  yang saya modifikasi.

Peserta  berhitung,  1,2,3,4, bum,5,6,7,8,9,bum,11,12,13,14,bum.
Ketika kelipatan  5 Peserta mengganti  nomernya dengan teriak bum dan melompat ke atas.

Bagi peserta yang salah mendapat hadiah.  Hadiahnya dikasih bedak di hidungnya.
Siapa yang memberi  hadiah? Teman di sebelah kiri dan kanan Anda.

2. Taat perintah. 
Posisi peserta masih bergandengan tangan, perintahnya, " lompat ke kanan, lompat ke  kiri. Lompat ke depan, lompat  ke belakang. 
Anda harus fokus  dalam hal ini, karena kalau tidak anda pasti salah, walaupun dalam keseharian  Anda orang yang cerdas. 
Tapi orang cerdas itu menurut  saya orang  yang bisa fokus dalam waktu  yang lama. 
Permainan ini sederhana  banget, tapi kalau Anda tidak fokus  Anda akan salah. Oleh karena itu  permainan ini bisa Anda praktikkan untuk  ice breaking ketika Anda menjumpai  murid Anda sedang ngantuk saat Anda mengajar   di kelas.

3. Opposite ( lawan kata)
Peserta  masih posisi bergandengan tangan, kalau perintah  "lompat  ke kanan", maka lompatnya ke kiri sambil teriak "kiri". Begitu sebaliknya.  Maju  x mundur,  berdiri x duduk  dan sebagainya. Anda harus fokus,  Kalau tidak, Anda akan salah dan dapat "hadiah".



4. Komandan  berkata.
Permainan ini mensyaratkan  setiap perintah  yang diawali dengan frase  "Komandan  berkata", peserta  harus melakukan.  Akan tetapi kalau perintah  tanpa diawali dengan fase itu  , peserta  tidak boleh  melakukan.  Kalau melakukan  "salah" dan Anda akan diberi "hadiah".
Bagi peserta yang melakukan kesalahan  dipersilahkan berdiri  di tengah  Lingkaran.  Kemudian disuruh berbaris.  Masing- masing  peserta  disuruh  mengucapkan rangkaian  kata-kata sebagai  berikut: 1. Sate - tujuh- tusuk. 2. Tongkat- kompak- tongkol. 3. Kopi- kenduri-  cengkeh

5. Sangkar burung
Peserta membentuk formasi lingkaran  besar. Kemudian  diperintah  dalam waktu  cepat untuk membentuk formasi  5, formasi 7, formasi  3. Peserta  bisa berkolaborasi  mencari anggota  untuk  membentuk  formasi  sesuai dengan perintah leader.  
Pada permainan  sangkar burung  ada 3 anggota.  Yang satu sebagai burung,  yang dua bergandengan 2 tangan membentuk  formasi sangkar. Burung berada pada posisi  tengah.  
Ada 3 frase sebagai perintah  berubah  posisi dalam permainan  ini. Yaitu "burung", "sangkar,"  dan "gempa".
Ketika  leader bercerita kemudian  dalam cerita  itu  ada kata "burung,"  maka burung harus cepat lari dan mencari sangkar  baru. Ketika  dalam cerita itu ada kata sangkar  maka sangkar yang berlari  mencari burung.  Ketika dalam cerita  itu ada frase gempa,  maka berubah posisi  untuk  mencari pasangan  baru untuk  membentuk  sangkar.  
Begitu  seterusnya. 

6. Permainan dengan alat. 
Bentuk peserta menjadi 2  kelompok besar. Silahkan mereka berembuk untuk menentukan nama kelompok, kemudian  membuat yel-yel. Dari kolaborasi  ini bisa diketahui kekompakan  peserta. Kemudian masing-masing  kelompok  dipersilahkan  memperkenalkan  diri hingga seluruh peserta mendapat giliran memperkenalkan diri semua.
Ada 3 alat yang  bisa dipakai dalam Permainan  ini. 1. Bola, 2 tongkat ,  dan 3. lingkaran menjalin.

6.1. Bola.
Peserta  berbaris dan disuruh berhitung agar bisa diketahui  dua kelompok  itu anggotanya  sama.
Kemudian dua kelompok itu  disuruh saling berhadapan.  Letakkan bola kecil  di depan peserta. 
Kemudian  leader memberi aba- aba atau perintah.  Contoh perintah  adalah angkat tangan, pegang  kepala, pegang pundak,  pegang  lutut,  ambil bola. Maka ketika perintah ambil  bola, peserta  adu cepat untuk  mengambil  bola yang ada di depannya. 
6.2 tongkat. 
Letakkan  tongkat di leher sebelah kanan dengan merapatkan dagu Anda. Kemudian  serahkan tongkat itu pada anggota dibelakang  Anda di ketiak sebelah  kanan. Hati-hati jangan  sampai tongkatnya jatuh.  Begitu seterusnya  hingga sampai pada peserta  paling belakang.  Kelompok yang paling cepat  akan memenangkan  permainan  ini. Di sini pemimpin kelompok  juga sangat berperan  untuk  mengawal  kelompoknya  menjadi pemenang. 
6.3. Lingkaran  menjalin 
Peserta  bergandengan tangan  , kemudian  bawa Lingkaran  menjalin  sampai di ujung  peserta.  Silahkan  kelompok  berpikir  sendiri  agar menjalin bisa sampai pada peserta  paling ujung kemudian kembali lagi pada peserta  nomor satu. Yang penting tetap  bergandengan tangan.

Kelompok  yang paling cepat  menyelesaikan tugas ini  keluar  sebagai  pemenang. 

Demikian  permainan  ini,kalau kurang jelas bisa bermain  bersama saya, dijamin ngakak ketawa bersama.  

Saya kagum dengan tema saya kemarin,  walaupun  usia tidak muda lagi, tapi kegigihan peserta  luar biasa,  walaupun  harus jatuh bangun. 

Ada satu hikmah dalam permainan  ini, orang itu  untuk  mencapai  suasana senang harus capek dulu. Untuk  sukses harus kerja keras  dulu, untuk  mencapai surga  harus beribadah  dulu.
Pinjam istilahnya Bang Haji Roma Irama
"Berakit - rakit  ke hulu , berenang  ketepian,  sakit - sakit dahulu,  baru kemudian  berbahagia......".
Selamat berakhir  pekan,  sehat dan kompak selalu.....jangan lupa bahagia!

Magetan,  9 Januari  2022.