Sabtu, 19 Desember 2020

Cerita warung kopi

Setiap orang ternyata membutuhkan teman, kalau kita ketemu teman sudah, kita ngobrol  kesana kemari  dengan perasaan  senang  , tahu tau.kkkt6j67hu sudah  satu jam dan pamit pulang.  

Demikian juga Kang Man, pagi pagi naik sepeda buntut pergi ke warung  Yu Nah. 
"Kopi yu, kirlik" sapa Kang Man pada Yu Nah, walaupun  hanya  seorang  penjaga  warung,  tapi  dandan ny74ka wah top. 
Sertiap hari sebelum  pergi ke sawah selalu  mampir  di sini, bertemu  dengan teman-teman  seusianya sambil nyruput  kopi di pagi hari. 

Saya mengamati saja apa yang dibicarakan mereka, topiknya tidak  tinggi tiggi, bukan masalah politik,  bukan masalah  pemerintahan, bukan masalah persinggungan  agama, dan lain lain, tapi masalah sehari  hari yang dialami  mereka,  sesekali  terdengar tertawa  tanda mereka bahagia. 

"Memelihara sapi, rugi tahun ini, harganya turun. Lha bagaimana  tidak ada orang mantu, karena korona." Seloroh Kang Man pada teman-temannya di warung gede milik Yu Nah.

"Tapi kalau beli daging  harganya  kok ya tetap ya, tidak turun, ya." Jawab kang Min.

"Wah gak paham saya seperti itu,  itu  rahasia  bakul daging,  kita ini  manut  saja  pada  bakul."  Timpal Kang Man sambil menyalakan api rokok  yang tidak  nyala nyala.

"Si otong sakit , sudah satu minggu  dirawat  di rumah sakit." Kang Paijo memunculkan topik lain. 
"Lha bagaimana  mau menjenguk ya tidak  boleh, biasanya ramai ramai  naik  pikepe mas Diar  ke rumah sakit." Jawab Kang Man.

"Yo wes mendoakan saja dari  rumah  agar segera sembuh.  Kita semua ini yang penting jaga kesehatan , setiap  hari bisa ke warung, gitu saja sudah senang sekali." Jawab Kang Min. 

"Yo jangan lupa ibadahnya kang, ayo mesjide  di ramekne  biar barokah." Kang Man menimpali pembicaraan  yang ganteng ini. 
"Kata pak ustad kalau  kita pergi  ke mesjid  setiap  langkah  itu  meningkatkan  derajat,  langkah  yang satunya  menghapus dosa." Lanjut  Kang Man.

"Pora ya beruntung  kalau  kita ke Masjid."
"Tadi pagi saya tidak ke Masjid,  lha bagaimana  mencari kunci kok tidak ketemu, ntah tlisut  dimana, lupa." Kang Min menanggapi. 

"Memang  sudah tua  itu  pelupa 
Lha ketemu nya dimana ?" Tanya Kang Man.
"Di saku baju,  ketemu setalah  agak siang."
"Berarti  tadi kamu tidak mendapatkan  keberkahan  sholat  subuh."
"Siapa  yang jamaah sholat  subuh  itu  dijamin  Allah hari itu?"
"Dijamain  apanya?"
"Ya rejekinya,  ya keselamatanya."
"Wah rugi  ya kalau tidak jamaah subuh."

"Gimana tanaman padimu?"
"Mau nyemprot hari ini  aku, ada walangnya,  walang sangit."
"Obatnya apa?"
"Pakei matador  aja beres."

Tahu  tahu kopinya habis  dan sarapan  satu piring nasi pecel yunah  yang mantab.
"Berapa Yu?"
"7000 kang."
Uangnya puluhan ribu  kembali  3000.
"Dah ayo berangkat." Kang man beranjak  lebih dulu  diikuti yang lain. Sambil  mengambil  sepeda buntutnya  ke sawah berjuang  menanam padi  agar panen untuk  menghidupi  anak istri.

Minggu  20 Desember  2020.


5 komentar:

  1. Cerita kehidupan samgatlah unik setiap insan manusia selalu memiliki cerita yang berbeda dengan yang lain. Bgmnpun kita makhluk sosial tentunya akan berinteraksi dgn manusia lain.Saling menghormati / adapun beda prinsip itu hal yg lumrah. Yg penting tidak berbenturan spy komunikasi kita hidup dan tidak membosankan utk didengar dgn yg lain. Cerita yg mwnarik dr sahabatku ini selalu diselipkan tentang religi yg syarat dengsn keimanan. Datngilah ke Masjid utk sholat berjamaah krn setiap jengkal kaki yang kau langkah kan dihitung suatu kebaikkan dan menggugurkan dosa kita. Terima kasih sahabat telah berbagi cerita semoga tetap sehat semangat dan good luck... selalu Allah senantiasa me-Rahmati kita semua.

    BalasHapus
  2. Persis almarhum bpk ku
    Matur suwun Yo Mas SDH mengingatkan kita yg lagi di perantauan

    BalasHapus