Senin, 31 Januari 2022

Berlian Nusantara

Kemarin stand kami yang menamakan diri "Berlian Nusantara"  mengadakan acara  pembubaran panitia. Kalau  istilah kami "sum-suman". Artinya makan jenang sumsum. Warnanya putih kemudian dikasih "juruh". Dikenal sebagai jenang sumsum.

Harapannya  menghilangkan capek capek,  sehingga  tenaga pulih kembali  untuk  memulai aktivitas yang baru. 

Tapi itu hanya filosofi  saja, kemarin tidak makan  jenang sumsum  tapi ayam kremes yang juga kesukaan  kami.

Bertempat  di sekolah kami, SMPN  2 Karangrejo,  kebetulan  pas panen pisang rojo yang menjadi ikon sekolah kami.  

Kenapa pisang raja, harapannya  alumni  SMPN 2 Karangrejo  kelak menjadi raja ( baca: pemimpin masa depan).

Di sini ada gedung "Sasana budaya" warnanya merah putih  untuk  pendidikan  cinta tanah air dan bangsa,  tertuliskan  sapta arga  ambang nata. Ini sengkalan yang artinya  1977. Artinya  sekolah ini berdiri  tahun 1977. 
Juga mengandung harapan  semoga  alumni  SMPN 2 Karangrejo  kelak menjadi pemimpin masa depan.  Sekolah  ini saya beri nama Sapto argo. Itu pertapan  dari Abiyasa,  yang memiliki  keturunan  Pandu  dan Destrarasto.
Putra Pandu adalah Pendowo  limo  yang punya negara  ngamarto. Putra pendawa  kelak menjadi pemimpin masa depan.  

Kembali  pada pembubaran panitia Berlian Nusantara,  dalam pameran  kemarin  kami  mengklaim  sebagai terbaik.  ( maaf untuk  stan yang lain).

Indikasinyana pengunjungnya terbanyak,  penataan  lebih artistik, variasi  jenis  hasil  karyanya juga banyak.

"Stand kita  kemarin  buku nya paling banyak ", kata Kanda Isnan  yang dikenal  satria  Madukara  itu.

Berkenan hadir  para pejabat  antar lain Bapak Bupati,  Bapak Kadin,  Bapak Saif Muklisun  dan lain-lain.  Beliau membaca buku, dan tak lupa  mencicipi  suguhan kami,  ada teh kelor, bidadara  dan Kamboja.
Ini fasilitas gratis yang  disajikan stand kami yang tidak disajikan oleh stand lain.
Oo iya masih ada lagi  , stiker gratis. 

Mau tahu  biayanya  berapa? Untuk  stand kami kemarin  menghabiskan  biaya Rp. 13.500.000. 

"Kita harus menyajikan  karya terbaik  sak Indonesia ", kata Pak Edy  ketua  Kelompok sekolah  wilayah  timur laut. 

Dalam acara ini juga diadakan evaluasi dan refleksi untuk  kedepan lebih baik. 

Pak Anwar dari SMP1 Sukomoro  memaparkan  Selayang pandang  hasil pameran  dan laporan keuangan. 

Dari pameran ini juga  akan dihasilkan 4 buku  yang akan diterbitkan ber ISBN.

Terima kasih  wujud aksi nyata  dari sekolah kami yang  ingin menyajikan terbaik  untuk  dilihat guru guru hebat  Kab. Magetan,  semoga menginspirasi kita semua. 


Kehilangan

Pernahkah Anda mengalami peristiwa kehilangan? Kehilangan benda yang kita sukai, mungkin HP, arloji, cincin atau apalah.

Hati kita sedih, menyesal kenapa tadi lupa menaruhnya, kenapa tidak hati-hati dan sebagainya. 

Tapi ada yang lebih besar dari itu, adalah kehilangan orang-orang  yang kita cintai. Mereka satu persatu meninggalkan  kita, atau kita yang meninggalkan mereka.  Kita berpisah , untuk selamanya, kecuali kita menjadi orang-orang  yang beruntung  yang suatu saat dipertemukan  Allah di SurgaNya. 

Kita akan bahagia sekali,  berpelukan mungkin sampai  menangis  saking bahagianya.

Karena dulu  pernah bersama dalam suka dan duka. Bersama sama membesarkan anak-anak,  mendidik anak-anak,  bekerja bersama, makan bersama dll. Walaupun terasa sebentar.  

Ya itulah realita,  harus kita terima. Berani hidup  harus berani  mati, takut mati jangan hidup. Berani hidup berani menghadapi masalah, berani sedih, berani sengsara,  berani berpayah -payah.

Kalau sebaliknya  tak usah bertanya,  siapa saja  pasti berani.  


Kemarin, 30 Januari  2022, pakde Suliyo meninggal. Beliau saudara  sepupu ibu saya. Semasa hidupnya  juga dekat  dengan saya. Banyak keteladanan hidup  yang bisa  diambil hikmahnya. Beliau  orang baik yang tekun. Anaknya 4 orang, sarjana semua, jadi ASN semua. Bisa naik haji bersama  istrinya dengan biaya sendiri. Itu suatu capaian  luar biasa  bagi orang  desa.
Anak-anaknya kehilangan, untuk  selamanya.

Saya mewakili  keluarga memberikan sambutan keluarga dalam acara pemberangkatan jenazah. Lazimnya  dalam sambutan itu hemat saya harus mengandung  unsur unsur sebagai berikut;
1. Mengucapkan terimakasih  atas kehadirannya.
2. Memintakan maaf atas kesalahan almarhum.
3. Memintakam kesaksian  almarhum beragama apa.
4. Meminta  kesaksian almarhum  termasuk orang baik. 
5. Kalau ada permasalahan hutang piutang  bisa diselesaikan dengan ahli waris. 

Semoga beliau,  diampuni  dosanya  , diterima amalnya,  diterima haji mabrurnya, dan ditempatkan  di surgaNya. 

Selamat  jalan pakde, kami semua mendoakanmu, semoga surga tempat kembalimu.

Magetan,  31 Januari  2022


Sabtu, 29 Januari 2022

Tindakan kita

Hidup ini 10% adalah tentang apa yang terjadi dan 90% tentang bagaimana kita menyikapi,  ini yang dikatakan Merry Riana, seorang Motivator hebat di negeri ini.

Jadi yang paling penting itu adalah bagaimana kita menyikapi terhadap sesuatu yang terjadi. Sesuatu yang sudah terjadi tidak bisa diubah. Tetapi bagaimana menyikapi atau bagaimana kita bertindak  itulah yang terpenting.

Tindakan kita memperkeruh  keadaan atau memperbaiki  keadaan. 
Yang hebat  adalah apabila  kita bisa memperbaiki  keadaan. Karena keadaan itu bisa diciptakan, bisa direkayasa. Tapi bagi orang-orang  beriman  itu semua akhirnya  adalah terpulang pada garis takdir.  

Keadaan itu hakikatnya  netral,  kitalah  yang mengubahnya menjadi  seperti apa,  menjadi bagaimana.

Oleh karena itu kerja kita, tindakan kitalah  yang nembuat  hidup kita ini berharga dan bernilai.

Siapa saja suka terhadap  orang yang suka kerja keras.  Sehingga mereka diperlukan  oleh orang  banyak. Atitudenya bagus. Menyenangkan orang lain.

Karena  itu penting kita tanamkan  pada anak-anak  kita, murid kita  untuk  suka kerja  keras,  atitudenya  baik. Sudah barang tentu  kita juga harus memberikan  keteladanan.

Senyampang masih muda, badan sehat, otot kuat, otak cemerlang,  maka bekerja dan berkaryalah karena akan datang suatu masa, badan mudah sakit,  otot lemah, suka lupa, sedikit -sedikit capek, itulah tandanya  sudah tua. 

Saat itu cerita  kira adalah tentang masa lalu, masa yang telah kita isi dan lewati.

Selamat  memasuki bulan Rojab,  bulan yang semua amalan  dilipat gandakan pahalanya  sedikitnya  70 x lipat.

Ini doa memasuki bulan Rojab , "Allohuma bariklana fi Rojaba, wa Sakbana wabalighna Romadhona."

Kita juga dianjurkan  banyak membaca subhanalloh walhamdulillah  wala ilaha  illallohu Allahu  akbar. Wala  haula  wala quwwata  ila billahil  aliyyil  adhiim.

Semoga kita beruntung,  dunia akhirat. 


Magetan,  31 Januari  2022











Jumat, 28 Januari 2022

Eksistensi guru penggerak

"Kerja-kerja literasi secara umum masih kurang mendapatkan apresiasi. Masyarakat lebih menyukai kerja-kerja instan, kerja yang mendongkrak popularitas, dan memberikan dampak finansial yang konkret. Literasi tampaknya jauh dari itu."

Kalimat  di atas saya kutip dari tulisan Prof. Naim, di blog pribadinya. Tulisan  -Tulisan beliau  yang mengangkat  tema dunia  literasi, selalu memberikan penyegaran  pada orang-orang  yang suka pada dunia literasi. 

Kemarin ( 27 sd. 28 Januari  2022) kami ikut  pameran  literasi.  Kami dari komunitas guru  penggerak  Kab. Magetan.  Karena guru penggerak , maka yang kami sajikan adalah sekitar , praktik baik, aksi nyata dalam bentuk tulis maupun digital. 

Dari pengunjung  yang mengisikan buku  tamu rata- rata menuliskan kesan mantab. Guru penggerak  luar biasa, terus maju. Dan lain-lain.

Diantara mereka sedikit sekali yang mau buka -buka buku.  Malah suka melihat produk  lain , walauoun yang itu  juga produk dari guru  penggerak. 

Membaca itu sepertinya  berat, belum menjadi sesuatu yang  penting. 

Dari pameran itu   sebenarnya  kami ingin  mengajak  pengunjung yang sebagain besar adalah guru  untuk  suatu saat nanti  juga bergabung menjadi  guru  penggerak. 

Mereka mau buka-buka buku,  sedikit  membaca,  menghargai proses kreatif  penulisnya,  kemudian terinspirasi  untuk menulis juga.

Mereka mau bertanya  guru  penggerak  itu apa? Kegiatannya  apa saja? Capaiannya sejauh mana, Manfaat  apa yang diperoleh  dari guru  penggerak  dan sebagainya. Cara daftarnya bagaimana, prospeknya bagaimana? Dan lain lain. 

Guru  penggerak  itu seperti gerbong panjang  yang rangkaianya  terdiri dari bermacam-macam  komunitas,  antara lain Pengajar Praktik,  sekolah penggerak,  Fasilitator,  pelatih ahli, asesor, P4TK, Dirjen GTK dan lain lain.

Semuanya  satu kesatuan yang   punya mimpi  besar untuk  perubahan  kualitas  pendidikan lebih baik di masa depan.

Saya yakin mimpi  itu akan menjadi kenyataan  bila kita semua mendukung,  melaksanakan  praktik baik, aksi nyata  dalam memajukan Pendidikan.

Demikian semoga  Tuhan Yang Maha Esa meridhoi  dan memberikan jalan lapang menuju  pendidikan  Indonesia yang terus menerus berubah  lebih baik. 


Magetan,  29 Januari  2022


Rabu, 26 Januari 2022

Aksi Nyata Guru Penggerak

Sepanjang  sejarah hidup saya  baru kali ini ada event safari duta baca literasi di Kab. Magetan.  

Acara ini merupakan  salah satu rangkaian dari peresmian gedung Literasi  yang  diberi nama Graha Pusat Literasi  yang berada di Plaosan.

Gedungnya megah , udaranya  sejuk dikelilingi  pemandangan alam yang magis. Disebelah  baratnya ada taman refugia. Taman bunga yang ditata  apik indah mempesona. 

Saya ikut  menyiapkan  pameran  stand  Disdikpora. Pameran ini kami isi dengan program unggulan Dikpora  yaitu  Guru Penggerak. 

Guru penggerak dan Pengajar  Praktik  menampilkan  aksi  nyata  berupa  deskripsi  aksi nyata dari modul  1.1, 1.2, 1.3, dan 1.4.
Deskripsi itu  diketik  selanjutnya  dicetak  menjadi buku.  Disamping itu ada dalam bentuk  vidio yang disebut  juga literasi  digital.

Hasil dalam bentuk vidio dipresentasikan  dalam vidio elektronik,  semacam tv led berukuran 1 x 1.5 M.

Persiapan  kami sejak 26 Januari 2022, menata  stand  dan hasil karya  Bapak Ibu sehari penuh  masih belum selesai.  Kemudian kami lanjutkan  tgl 27 pagi hari. 

Setelah mengunjungi  spot SMP1 Magetan,  Bapak Bupati  berkenan  mengunjungi  stan Kami,  Disdikpora.
Tak lama kemudian  Bapak Kadin, Bapak Drs. Suwata, M.Si. beliau juga berkenan mengisi buku tamu. Bagi kami buku ini penting  untuk  evaluasi diri kami, Guru Penggerak .

Beliau bayak memberikan masukan  , motivasi dan harapan ke depan  tentang guru penggerak.   Guru  Pengajar Praktik  dan Guru  Penggerak  merasa senang  dengan  motivasi  untuk  kedepan lebih baik,  tentang  penyelenggaraan  pameran  dan juga mengenai  aksi nyata  ke depan akan lebih baik jika dikaitkan dengan profil pelajar Pancasila. 

Setelah itu  ada acara seremonial  penandatanganan MoU dengan sister school  dengan SMP di Tokyo Jepang lewat zoom meeting. 

Tak kalah menarik  setelah itu  bu Imma  Bintari  menyanyikan  lagu Kokoronotomo. Sebuah lagu jepang  yang ngehit tahun  1985.

Mengingatkan masa  lalu. Saat itu saya masih  duduk di bangku SPG  dan kost  di Jalan Bali Magetan  bersama mbak Tutik, mbak Yat dan dik Yayuk.  

Itu di rumah dik Yayuk,  saudara  sepupuku yang cantik dan baik hati  yang sekarang  tinggal  di Malang.  Seorang Dosen di Universitas  Wisnu  Wardana Malang. Kami sering menyanyikan lagu itu  walau tak tahu artinya. 

Ayo kita saksikan tolk  sow Bunda Literasi,  Bapak Bupati dan juga Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur. 

Bunda Kepala BKKBN Jawa Timur,  berharap anak-anak  tidak ada yang putus sekolah.

Pak Bupati, juga menyampaikan , "orang bodoh akan miskin,  orang miskin  itu akan bodoh. Mata rantai  ini harus diputus  dengan sekolah,  dengan pendidikan. Oleh karena itu  pendidikan  itu penting."

Apa yang disampaikan  Bapak Bupati  ini penting sekali,  artinya  kita jangan jadi orang bodoh kalau tidak mau miskin. Oleh  karena  itu  harus berusaha  keras memutuskan mata rantai  kemiskinan  dengan sekolah,  agar jadi orang pintar.

Bapak Bupati menambahkan,  "membangun sekolah, membangun rumah  sakit tidak mikir  rugi atau untung. Tidak ada ruginya,   karena  berkaitan dengan investasi  masa depan untuk  kepentingan  rakyat banyak."

"Bangun Sekolah itu penting,  sekolah itu harus nyaman,  ramah. KS di Magetan  harus sesuai dengan   visinya Pak Bupati."  

Pak Bupati  kalau abis kunjungan  pasti mampir  ke sekolah,  tidak mampir ke Kecamatan, yang ditanyakan  , "masalahnya apa?". Sarana prasarana  harus diperbaiki,  anak tidak boleh ada rasa takut  di sekolah.  Harus nyaman  dan menyenangkan.  

SMPN 1 Magetan  salah satu sekolah  yang mendeklarasikan sebagai  sekolah ramah anak.  Saya yakin  sebenarnya  semua sekolah di Magetan  mengarah ke sana. Step by step melengkapi sarana prasarana hingga  memenuhi  prasarat  sebagai sekolah  ramah anak.

Saya mengagumi sekolah ini.  Di setiap sudut yang saya lihat  tidak ada yang jelek, semuanya  bagus, berkelas, dan berkualitas.  

Dalam acara itu datang juga pemuda yang menamakan diri "forum Anak Magetan." Memakai selempang  hitam tertuliskan "Forum Anak Magetan, 4 hak Anak antara lain; Hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan,  dan hak partisipasi.  

Sebenarnya  apa yang disampaikan para nara sumber  semuanya  isi "mentes", sayangnya dari belakang  suara kurang jelas untuk di tangkap.

Acara dihadiri  juga Bapak Kepala Dinas, Kepala  BKKBN Provinsi  Jawa Timur,  Ndan ramil , Kapolsek Magetan  dan Bapak Asiten Bupati. Juga hadir di acara itu semua KS SMP se Kabupaten Magetan yang bertugas sebagai terima tamu.

Acara selesai  pukul 14. 46 ditutup dengan "Andaikan kau datang kembali", bu Ima Bintari menghibur  seluruh undangan yang hadir.

Berturut turut  para tamu undur diri meninggalkan gedung megah yang baru selesai dibangun  itu.

Saya melihat Bunda Titik seorang  figur yang paling sibuk, mendesain itu semua dengan apik, hingga saya mau minta foto bersamapun tidak berani. Hehe.

Selamat Bunda Titik,  acaranya  lancar,  sukses  dan menginspirasi,  menurut  saya ini yang terpenting dalam event  ini. Jadi tidak berhenti  sampai di sini,  tapi terus tumbuh  kreativitas baru  disemua jenjang sekolah untuk  bergerak maju dengan aksi nyata yang kita bisa.


Magetan,  27 Januari  2022

Selasa, 25 Januari 2022

Persahabatan 2 Anak muda

Anak muda itu sedang duduk di depan kantin kampus yang belum buka. Karena hari masih pagi, sambil menunggu acara Ospek dimulai.
Seremonial Ospek diadakan  persis di depan Kantin.

Kemudian saya mendekati dan mengulurkan tangan , "Suparno," dia mengeluarkan tangan juga dan menjabat tanganku ,"Suyono."

Kami berkenalan panjang x lebar maka kami cepat akrab dan berkarib. 

Itu terjadi 35 tahun yang lalu. Saat dimana kami kuliah di kampus yang sama, IKIP Surabaya  yang sekarang dikenal Unesa.

Sejak itu kami bersahabat karib, tak pernah ada perselisihan,  kami saling berkunjung silaturahmi,  bahkan sampai  Bapak dan Ibuku  kenal baik dengan Dia. Demikian juga aku di keluarganya. 

Ketika  masa masa libur sekolah  kalau Dia ke rumahku  selalu makan bersama,  sebagai jamuan.  Memang adanya ya itu,  tidak ada yang lain. Tapi kami senang-senang saja.

Tahun 1989 ,kedua anak muda ini sama sama lulus dan  berprestasi,  terbaik di jurusannya.  

Tahun 92 diangkat   sebagai CPNS, tanpa harus melamar kemana mana. yang satu ditempatkan  di SMP 2 Kawedanan, yang satu ditempatkan  di SMP 1 Barat.

Tahun 2012 saya menyerahkan kepemimpinan  MGBK kepada pak Yono.

Kedua anak muda itu  kini duduk berdampingan  dalam acara serah terima jabatan Kepala Sekolah Pendamping MGBK.

"Dengan ucapan bismillahirrohmanirrohim,  pendampingan MGBK SMP Kab. Magetan  saya serahkan  kepada Bapak Suyono, semoga  Allah  Tuhan Yang Maha Esa  selalu melindungi  dan meridhoi  kita semua."

Saya yakin dibawah pendampingan Pak Yono  MGBK SMP Magetan  tetap exsis  menyajikan karya terbaik  untuk  bersama sama memberikan kontribusi  untuk  Magetan  terepan.  

MGBK SMP Kab Magetan,  sejak tahun 1994 saya aktif, hingga jadi sekretaris,  jadi ketua, jadi Guru Inti, hingga jadi KS Pendamping.

Saya cinta padamu.  Cintailah profesi  ini , karena itu yang mengantarkan kamu pada posisi yang sekarang.  Sesulit apapun posisimu sekarang , jalani dengan baik , Tuhan tidak pernah salah mendudukkan kamu pada posisi  yang sekarang. Sebab itulah cara Tuhan mendidik Kamu agar kelak kamu jadi orang hebat seperti kehendak-Nya.

Magetan  , 26 Januari  2022





Rabu, 19 Januari 2022

Ternyata aku salah

sumber  gambar: beritasatu.com

Sekarang usiaku 56 tahun kurang 6 bulan. Rambutku sudah mulai ada tanda-tanda memutih, tapi ada juga teman -teman seusiaku yang betul-betul sudah  memutih.

Gigiku sudah dicabut 5. Bahwa aku rajin gosok gigi, istriku mengatakan iyya. Tapi banyak gigiku  yang rusak. Gara-gara salah cara gosok gigi. 

Ternyata gosok gigi  itu harus dengan gerakan lembut. Sedangkan aku terlalu keras,  maksudku biar bersih  tapi malah merusak lapisan email gigi.

Kalau permukaan samping kanan dan kiri dengan gosokan yang memutar,  kalau gigi depan dari arah gusi ke bawah dan sebaliknya. 

Demikian  juga yang permukaan dalam,  harus juga dibersihkan  dengan meletakkan ujung sikat gigi  dari gusi kearah luar. 
Demikian juga  untuk gigi atas.

Gigi belakang harus juga dibersihkan dari permukaan atas gigi. 

Tidak itu saja, kesalahan  juga bisa berawal dari pemilihan sikat gigi  dan pasta gigi. Yah, ternyata banyak yang harus kita pelajari  dari  hal merawat  mulut saja.

Kemarin saya ke dokter gigi,  untuk  periksa. Dan hasilnya itu tadi.  Banyak  gigiku yang rusak. 

Jika Anda diusia  yang sama dengan aku, gigi Anda masih bagus,  saya angkat topi, bahwa Anda hebat luar biasa.  

Sakit gigi itu rasanya  sakit, luar biasa.  "Cedut cenut" makanya  merawat gigi yang benar  perlu dilakukan sejak  dini agar gigi Anda awet yang suatu  saat mau tidak mau  di usia tua pasti  akan tanggal.

Walaupun  anda secantik  bidadari,  kalau gigi  Anda sudah  ompong,  maka kecantikan  Anda akan  berkurang. 

Pun  dalam mengunyah makanan,  akan tersiksa  ketika mengunyah  daging yang harusnya lezat  jadi tak nikmat.  

Kalau gigi kita baik  kita bisa tersenyum dengan ganteng atau cantik. Jika profesi kita melibatkan ketrampilan tersenyum. Maka tersiksa rasanya jika gigi kita jelek.

Karena itu cara gosok gigi yang benar dan kesadaran gosok gigi  merupakan warisan berharga  untuk  anak cucu kita.

Bagaimana  menurut Anda?

Magetan,  25 Januari  2022

Senin, 17 Januari 2022

Sombong

Sumber gambar : umma.id

Jangan- jangan aku sombong. Aku takut kalau demikian. Karena ini termasuk sifat iblis.  Sifat iblis,  sifat Malaikat  bisa saja terjadi pada manusia. Kalau sifat  Malaikat itu baik. Kalau sifat Iblis itu tidak baik. Kalau tidak diperbaiki akan menjadi -jadi dan akan mencelakakan diri sendiri.

Ketika melakukan kesalahan  Iblis tidak mau mengakui kesalahan itu,  malah mencari kejelekan orang lain.  Padahal  belum tentu yang dikatakan jelek atau salah itu benar adanya. 

Jadi ketika penciptaan manusia pertama kali, Adam. Iblis dan malaikat disuruh sujud kepada Adam. Malaikat  mau bersujud tanpa syarat, Iblis tidak mau bersujud. Alasannya  Dia lebih mulia  dari Adam yang terbuat dari tanah lumpur, sedangkan  Iblis terbuat  dari Api. Iblis merendahkan manusia.

Allah berfirman,  "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kalian kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia menolak dan menyombongkan diri, dan adalah dia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (Qs Al Baqoroh 34 ).

Ada lagi sifat Iblis, ketika dia melakukan kesalahan akan ditambahi dengan kesalahan berikutnya. 

Yang pertama  membangkang perintah Allah, yang kedua bersumpah  akan menggoda  seluruh anak keturunan Adam hingga hari akhir.

Alhamdulillah  kalau manusia  tidak begitu. Ketika melakukan kesalahan maka dia bertobat  tidak mengulangi  lagi.
Jadi ketika Adam memakan buah larangan di Surga, maka Allah mengeluarkan  dari Surga dan Adam bertobat,  tobatnya Adam diterima  oleh Allah  dan kelak masuk Surga lagi.

Malaikat  yang terbuat dari cahaya tidak berfikir  lebih mulia atau sebaliknya. Yang penting  ini perintah Allah maka harus taat,  itu keputusan  paling benar, maka Malaikat langsung bersujud.

Apa sih pengertian sombong itu?
Sombong  adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.  

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

إن الله جميلٌ يحب الجمال، الكبر بطر الحق وغمط الناس

Sungguh Allah itu Maha Indah, dan mencintai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan memandang remeh orang lain.” (HR. Muslim)

Ketika kita sudah pandai, lulusan dari  perguruang tinggi ternama, punya jabatan yang tinggi kemudian  pandai berdebat, sehingga  tak ada satupun  yang bisa mengalahkan.  Kadang-kadang  tidak mau mengakui  kebenaran  yang disampaikan  orang lain. Karena orang lain itu berada dibawahnya. Yang demikian inilah namanya merendahkan manusia dan menolak  kebenaran  , sifat demikian  namanya sombong. 

Sifat sombong  adalah sifatnya  Iblis. 

Sombong itu  adalah selendang Allah,  maka siapa saja yang merebutnya  akan dilempar  ke Neraka. 

Naudzubillahi min dzalika,  semoga Allah menjauhkan  dari yang seperti  itu.

Dari tulisan ini , saya mengajak pada diri sendiri dan saudaraku  yang mau saja , hati hatilah dari sifat sombong,  karena sedikit  saja , akan dimasukkan ke Neraka.

Rosuululloh solallohu alaihi wasallam bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji sawi. (HR. Muslim)

Yang baik itu tawadzuk,  rendah hati, memuliakan manusia,  menghormati  manusia, menghargai  manusia, semoga kita semua  bisa seperti  itu.

Magetan,  19 Januari  2022


Sabtu, 15 Januari 2022

Teman lama itu permata



Teman baru itu emas, teman lama  itu permata, itu kata hikmah yang disampaikan Sugeng Harianto yang akrab saya panggil Mas Doktor,  teman saya dari Malang  dalam acara HUT paguyuban alumni SPG yang dikenal  dengan GAS ini.

Kami semua adalah teman lama, yang selepas tamat  SPG, 36 tahun yang lalu , ada yang baru bertemu kali ini.  Teman lama lebih bernilai dari pada teman baru, walaupun diantara kami memiliki nasib yang berbeda tapi jiwa persaudaraan  masih melekat  dihati kami. 

Kami dengan wajah-wajah yang tidak muda lagi ini bertemu di destinasi  Bedeng Genilangit Poncol  hari ini, Minggu 16 Januari  2022.

Yang namanya  teman seperjuangan  walaupun dulu tidak kenal sama sekali  seolah menjadi bagian  dari diri itu sendiri. Maka ketika lama tidak bertemu  hati ini rasanya ingin bertemu,  bisa bercanda dan ketawa bersama -sama walaupun setahun sekali.  

Acara dimeriahkan oleh elektone Mas Gut Santoso dengan dipandu pembawa acara  kondang,  Mas Parno  benet ( maaf panggilan akrabnya). 
Dalam acara ini juga diadakan  doa bersama dengan potong tumpeng ,  yang diserahkan kepada Mas Ndarto.  
Mas Ndarto adalah teman kami yang  sekarang   menahkodai PGRI Kab. Magetan, yang memiliki gedung megah di jalan Kemasan No 1 Magetan  ini.

Oo iya ada beberapa teman kami yang bertugas jauh tapi berkenan hadir  adalah mas Sulamin,  mbak Sarmini dan Mas Juari.

Mas Sulamin tinggal di Gresik yang terkenal  personal  brandingnya yaitu  "ketan poya". Setiap hari rajin berolahraga senam di dekat GOR Gresik dan selalu men- share fotonya  dengan instruktur senam. 

"Besuk kalau sudah pensiun pulang ke Magetan  apa tidak mas?" Tanya Agustin yang duduk di jok belakang mobilku, sambil perjalanan  pulang  setelah  usai acara.

"Sepertinya  tidak Mbak" jawabnya singkat. 
"Karena mas Sulamin  sudah punya teman instruktur senam di Gresik," gurauku sekenanya.  Mereka tertawa bersama.

Mbak Sarmini, tinggal di Bogor  dan Mas Juari tinggal di Bojonegoro. 

Acara tadi penuh canda tawa. Saya juga ngisi acara dengan outbond. Walaupun tempatnya terbatas tapi bisa menjadi pemicu teman-teman  untuk  tertawa,  sehingga sesekali  membuat para pengunjung  tempat wisata yang dekat rumah Mas Gimun  ini juga ikut  tertawa.

Saya juga kagum dengan tempat  wisata yang baru dibuka  oleh pemerintah  desa setempat , perkembangannya  luar biasa, tambah bersih, indah, bagus Sehingga  menarik pengunjung  dari luar daerah. 
Jalannya juga sudah beraspal,  5 tahun lalu masih makadam dan   bebatuan.  Termasuk tempat parkir  juga luas  dan nyaman. Hanya satu saja tempat  parkir  yang bila diratakan seperti  yang  lain membuat  pemilik  kendaraan sedan serasa dimanjakan.

Sudah kawan, sekedar catatan ringan,  acara diakhiri  pukul 13.30 dengan menyanyikan lagu kemesraan dan alhamdulillah.

Semoga kita bisa ketemu lagi dalam sehat dan bahagia. 

Magetan, 16 Januari  2022





Renungan sore

Melihat tayangan di GWA yang di share Bunda Titik  Sudarti, betul betul menjadi  renungan saya. 

Jangan diartikan  pikiran saya sudah positif  atau masih negatif.  Tapi hikmah  yang ada dalam  vidio  itu mari kita  sama-sama  renungkan. 

Dalam vidio itu dijelaskan  betapa pikiran negatif  itu meracuni  pikiran positif  kita. Dicontohkan  setetes  tinta  hitam  , akan mengeruhkan  segelas  air putih.

Setetes  tinta hitam itu gambaran pikiran negatif  kita,  segelas  air jernih  itu pikiran  positif  kita. 
Untuk  menjernih  segelas  air jernih  yang mendapat  setetes  tinta hitam diperlukan  banyak  air jernih sekitar 2 gelas.  

Dari renungan ini betapa  pikiran negatif seseorang walaupun  sedikit sekali akan merusak kejernihan  pikiran kita.

Mungkin manusia  yang sempurna  saja yang tidak memiliki  pikiran negatif. Tapi dengan merenungkan ini  akan membentengi  kita  jangan punya pikiran negatif.  

Atau begitu  muncul  pikiran  negatif  segera  "set" menghindari.  Atau dinetralisir  dengan pikiran  positif yang banyak.  

Yah.... kita berusaha  dan berdoa  semoga  Alloh  membentengi  kita dari "punya pikiran negatif". 

Karena kita yakin bahwa pikiran negatif  itu tidak baik  dan meracuni  pikiran  positif  kita. 

Selamat sore,  eh .... magrib dulu  ya.

Magetan,  15 Januari  2022


Kamis, 13 Januari 2022

Jangan jadi orang sulit

Suparno,S.Pd.,M.Pd
SMPN 2 Karangrejo 
Email: suparno42magetan@gmail.com 

Kata Mas Menteri,  guru penggerak  itu akan disiapkan menjadi  pemimpin  pembelajaran  masa depan. Suatu saat akan menjadi Kepala Sekolah, Pengawas, atau pemimpin  pendidikan yang lain.

Guru penggerak  menjadi  pelopor tercapainya  karakter profil pelajar  Pancasila.  Sehingga  sudah sepatutnya  sikapnya, tingkahlakunya,  kepribadiannya  mencerminkan karakteristik  profil  pelajar  Pancasila.

Apa saja itu? Ada 6 hal yaitu;
Beriman  dan bertaqwa  terhadap Tuhan Yang Maha Esa  dan Beraklaq mulia    , mandiri, bernalar  kritis,  kreatif,  bergotong royong, berkebinekaan global.

Dalam tulisan ini saya akan mengkaji gotong royong  saja.
Pelajar Indonesia  memiliki  kemampuan gotong royong,  yaitu kemampuan untuk  melakukan kegiatan secara bersama- sama dengan suka rela , agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar , mudah dan ringan. 

Elemen kunci  gotong royong ada 3 yaitu; 1. kolaborasi,  2. kepedulian dan 3. berbagi.
Contoh kasus  bersama  sama memiliki  seragam. Untuk  menentukan warnanya apa, harganya berapa, modelnya bagaimana ?

Maka akan terjadi usulan yang bermacam-macam. Menurut  saya kalau usul jangan  atas nama kepentingan  pribadi,  tapi kepentingan bersama. Jadi usulan itu  yang bersifat solutif,  jangan dengan usulan anda malah  menimbulkan masalah baru. 

Kemudian jangan punya pikiran  usulan anda harus diterima,  kalau tidak diterima  ngambek, marah,  lebih - lebih pake gebrak meja segala.

Bayangkan,  adalah tidak mungkin  satu keputusan  itu akan bisa memenuhi keinginan  semu anggota,  iya kalau anggotanya  5 , kalau anggotanya  130 bagaimana?
Sehingga harus berkolaborasi,  harus ada kepedulian.  Kepedulian  itu tidak mementingkan kepentingan pribadi.  Tetapi kepentingan  bersama. Harus berbagi,  berbagi itu tidak dengan diri sendiri,  tetapi harus dengan orang lain.

Sehingga  harus ada elemen  turunan  berupa mengalah, rela berkorban. Tidak merasa benar  sendiri,  tidak merasa pinter sendiri, tidak merasa  paling bijaksana  sendiri.

Marilah kita sebagai bagian dari guru penggerak  jangan jadi orang sulit. Diajak  baik sulit, diajak maju sulit,  diajak musyawarah  sulit,  diajak iuran sulit. Takutlah  anda di"personal branding" sebagai orang sulit atau "wong angel".

Saya yakin  suatu saat Anda akan menjadi pemimpin. Calon pemimpin itu  harus belajar dulu bisa dipimpin. Seorang pemimpin  itu dulu lahir dari seorang anak buah terbaik  yang bisa dipimpin.  Bukan sulit dipimpin,  bukan pecundang, bukan penjegal, bukan pengkianat. Tetapi sekali lagi berasal dari anak buah  terbaik.

Semoga kita semua bisa.

Magetan,  13 Januari 2022

*) Penulis adalah ketua Komunitas Pengajar  Praktik Kabupaten  Magetan.

Referensi:
https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/profil-pelajar-pancasila/; 13 Pebruari  2022; 19.33.









Selasa, 11 Januari 2022

Janmo limpat seprapat tamat

Kemarin saya mengikuti  diklat menulis  yang diadakan di SMP 1 Magetan, sekolah adiwiyata Provinsi  yang dinahkodai Bunda Titik Sudarti, S.Pd.,M.Pd.

Mengenai indahnya  SMP 1 Magetan sulit dilukiskan dengan kata-kata. Artinya indahnya sekali,  setiap bulan selalu ada saja sesuatu  yang baru bagi sekolah  yang berbranding "sekolah berkebinekaan global  ini."

Saya memakai surjan lurik dengan blangkon ala Yogyakarta, adapun teman-teman  memakai busana  daerah lainya. 

Kalau memakai  pakaian seperti ini ingin rasanya  sebagai MC menyapa  dengan bahasa "Jawa rinenggo", sebagai ajang nguri-nguri kebudayaan Jawa.  
Kami diajari menulis best practices dengan model esay,  bukan laporan best praktis. 

Tulisan ini  akan dikumpulkan  menjadi buku  antologi yang siap diterbitkan  menjadi buku  ber-ISBN.

Luar biasa,   walaupun  hanya dalam waktu  2 hari  kepala  sekolah  hebat ini bisa menulis  best  praktis, janmo limpat seprapat tamat. Artinya  manusia  luar biasa  yang dalam  waktu  singkat  bisa menyelesaikan  pekerjaan.  

"Sat ...set ...was... wes". Itu ungkapannya.  Menurut  saya yang penting adalah kemauan. Kalau kemauannya tinggi  pasti semua  pekerjaan  dapat diselesaikan dengan baik. 

Kemauan tinggi identik dengan semangat. Ini harus selalu  dipupuk  dan dipelihara  agar dapat tumbuh dimanapun  berada.

Nara sumber  dari kegiatan  ini berasal dari Unesa.  Ada pak Anas, ada pak Harmanto dan lain-lain  yang memiliki  kepiawaian dalam menulis dan membimbing  guru untuk  menulis buku. 

"Bapak Ibu KS, disini saya hanya sharing  dalam menulis buku,  saya tidak "menggurui" apalagi "mendoseni". Kata Pak Harmanto dalam memulai sesi pembelajaran. 

Memang kata-kata  itu  pas sekali  disampaikan  oleh  orang dewasa  yang mengajar  orang dewasa.  Karena  orang  dewasa  itu tidak suka digurui  walaupun  sebenarnya juga tidak bisa. 

Oleh  karena  itu ada model pembelajaran  untuk  orang dewasa  yang disebut andragogi. Model ini jauh  dari yang namanya "menggurui"  atau "mendoseni".

Setelah itu peserta  mulai praktik  menulis.  Sebenarnya  intinya sederhana. Jadi ada judulnya,  nama penulis unit kerja kemudian menyertakan  email  pribadi. Setelah itu ada Pendahuluan,  pembahasan,  penutup  dan referensi. Selesai.

Tapi ada ilmu  yang menyertainya yaitu bagaimana menentukan judul yang baik,  bagaimana menulis Pendahuluan  yang baik, bagaimana pembahasan yang baik  bagaimana penutup  yang baik dan bagaimana tata cara menulis  referensi?

Semuanya  dibahas  tuntas dalam diklat  ini,  sehingga  wajar Bapak Ibu KS dapat menulis  dalam waktu dua hari,  sehingga  cocok dengan ungkapan ini ,"janmo limpat  seprapat  tamat".

Selamat berkarya,  karena  Allah dan Rosulnya juga orang-orang  beriman akan melihat hasil karya  kita. 

Magetan 12 Januari  2022

Sabtu, 08 Januari 2022

Tertawa itu sehat

Orang yang paling menderita  hidupnya adalah yang cemas akan masa depannya  dan meratapi masa lalunya dalam kesedihan,  sahingga  tidak ada kesempatan untuk  menikmati  hari-hari  bahagianya.

Bahagia itu  tidak harus punya uang banyak, mobil mewah, jabatan mapan. Tapi syukurilah  apa yang ada, manfaatkan  waktu yang tersedia,  capai semampumu yang menjadi harapan anda.

Bagi saya kondisi sehat  sekeluarga  itu  sudah merupakan  nikmat  besar  yang harus saya syukuri. Karena dengan sehat  siapa saja bisa bekerja  , bisa beribadah bisa ketawa,  dan makan  apa saja terasa  nikmat. 
Kemarin  saya mengadakan  outbond  di Skipan. Saya ingin mencatat  macam macamnya outbond.

1. Peserta  membentuk libgkaran  besar.  "Lingkaran  besar, Lingkaran besar,  Lingkaran  besar,  ayo bersama bergandeng tangan,  Lingkaran  besar". Syair  lagu ada beberapa  yang saya modifikasi.

Peserta  berhitung,  1,2,3,4, bum,5,6,7,8,9,bum,11,12,13,14,bum.
Ketika kelipatan  5 Peserta mengganti  nomernya dengan teriak bum dan melompat ke atas.

Bagi peserta yang salah mendapat hadiah.  Hadiahnya dikasih bedak di hidungnya.
Siapa yang memberi  hadiah? Teman di sebelah kiri dan kanan Anda.

2. Taat perintah. 
Posisi peserta masih bergandengan tangan, perintahnya, " lompat ke kanan, lompat ke  kiri. Lompat ke depan, lompat  ke belakang. 
Anda harus fokus  dalam hal ini, karena kalau tidak anda pasti salah, walaupun dalam keseharian  Anda orang yang cerdas. 
Tapi orang cerdas itu menurut  saya orang  yang bisa fokus dalam waktu  yang lama. 
Permainan ini sederhana  banget, tapi kalau Anda tidak fokus  Anda akan salah. Oleh karena itu  permainan ini bisa Anda praktikkan untuk  ice breaking ketika Anda menjumpai  murid Anda sedang ngantuk saat Anda mengajar   di kelas.

3. Opposite ( lawan kata)
Peserta  masih posisi bergandengan tangan, kalau perintah  "lompat  ke kanan", maka lompatnya ke kiri sambil teriak "kiri". Begitu sebaliknya.  Maju  x mundur,  berdiri x duduk  dan sebagainya. Anda harus fokus,  Kalau tidak, Anda akan salah dan dapat "hadiah".



4. Komandan  berkata.
Permainan ini mensyaratkan  setiap perintah  yang diawali dengan frase  "Komandan  berkata", peserta  harus melakukan.  Akan tetapi kalau perintah  tanpa diawali dengan fase itu  , peserta  tidak boleh  melakukan.  Kalau melakukan  "salah" dan Anda akan diberi "hadiah".
Bagi peserta yang melakukan kesalahan  dipersilahkan berdiri  di tengah  Lingkaran.  Kemudian disuruh berbaris.  Masing- masing  peserta  disuruh  mengucapkan rangkaian  kata-kata sebagai  berikut: 1. Sate - tujuh- tusuk. 2. Tongkat- kompak- tongkol. 3. Kopi- kenduri-  cengkeh

5. Sangkar burung
Peserta membentuk formasi lingkaran  besar. Kemudian  diperintah  dalam waktu  cepat untuk membentuk formasi  5, formasi 7, formasi  3. Peserta  bisa berkolaborasi  mencari anggota  untuk  membentuk  formasi  sesuai dengan perintah leader.  
Pada permainan  sangkar burung  ada 3 anggota.  Yang satu sebagai burung,  yang dua bergandengan 2 tangan membentuk  formasi sangkar. Burung berada pada posisi  tengah.  
Ada 3 frase sebagai perintah  berubah  posisi dalam permainan  ini. Yaitu "burung", "sangkar,"  dan "gempa".
Ketika  leader bercerita kemudian  dalam cerita  itu  ada kata "burung,"  maka burung harus cepat lari dan mencari sangkar  baru. Ketika  dalam cerita itu ada kata sangkar  maka sangkar yang berlari  mencari burung.  Ketika dalam cerita  itu ada frase gempa,  maka berubah posisi  untuk  mencari pasangan  baru untuk  membentuk  sangkar.  
Begitu  seterusnya. 

6. Permainan dengan alat. 
Bentuk peserta menjadi 2  kelompok besar. Silahkan mereka berembuk untuk menentukan nama kelompok, kemudian  membuat yel-yel. Dari kolaborasi  ini bisa diketahui kekompakan  peserta. Kemudian masing-masing  kelompok  dipersilahkan  memperkenalkan  diri hingga seluruh peserta mendapat giliran memperkenalkan diri semua.
Ada 3 alat yang  bisa dipakai dalam Permainan  ini. 1. Bola, 2 tongkat ,  dan 3. lingkaran menjalin.

6.1. Bola.
Peserta  berbaris dan disuruh berhitung agar bisa diketahui  dua kelompok  itu anggotanya  sama.
Kemudian dua kelompok itu  disuruh saling berhadapan.  Letakkan bola kecil  di depan peserta. 
Kemudian  leader memberi aba- aba atau perintah.  Contoh perintah  adalah angkat tangan, pegang  kepala, pegang pundak,  pegang  lutut,  ambil bola. Maka ketika perintah ambil  bola, peserta  adu cepat untuk  mengambil  bola yang ada di depannya. 
6.2 tongkat. 
Letakkan  tongkat di leher sebelah kanan dengan merapatkan dagu Anda. Kemudian  serahkan tongkat itu pada anggota dibelakang  Anda di ketiak sebelah  kanan. Hati-hati jangan  sampai tongkatnya jatuh.  Begitu seterusnya  hingga sampai pada peserta  paling belakang.  Kelompok yang paling cepat  akan memenangkan  permainan  ini. Di sini pemimpin kelompok  juga sangat berperan  untuk  mengawal  kelompoknya  menjadi pemenang. 
6.3. Lingkaran  menjalin 
Peserta  bergandengan tangan  , kemudian  bawa Lingkaran  menjalin  sampai di ujung  peserta.  Silahkan  kelompok  berpikir  sendiri  agar menjalin bisa sampai pada peserta  paling ujung kemudian kembali lagi pada peserta  nomor satu. Yang penting tetap  bergandengan tangan.

Kelompok  yang paling cepat  menyelesaikan tugas ini  keluar  sebagai  pemenang. 

Demikian  permainan  ini,kalau kurang jelas bisa bermain  bersama saya, dijamin ngakak ketawa bersama.  

Saya kagum dengan tema saya kemarin,  walaupun  usia tidak muda lagi, tapi kegigihan peserta  luar biasa,  walaupun  harus jatuh bangun. 

Ada satu hikmah dalam permainan  ini, orang itu  untuk  mencapai  suasana senang harus capek dulu. Untuk  sukses harus kerja keras  dulu, untuk  mencapai surga  harus beribadah  dulu.
Pinjam istilahnya Bang Haji Roma Irama
"Berakit - rakit  ke hulu , berenang  ketepian,  sakit - sakit dahulu,  baru kemudian  berbahagia......".
Selamat berakhir  pekan,  sehat dan kompak selalu.....jangan lupa bahagia!

Magetan,  9 Januari  2022.