Sabtu, 15 Mei 2021

Sowan Kyai

Hari ke 3 Idul fitri saya lewati  dalam sepi,  rumah-rumah sepi,  jalan-jalan sepi, karena ada larangan mudik. 

Silaturahmi  hanya  pada tetangga dekat  saja, demi keamanan  bersama.  

Kemarin ( 14 Mei 2021) aku Silaturahmi  ke Kyai Gun, sayang kami tidak bisa bertemu, beliau sakit. 
Hanya bu Nyai Nuning  yang menemui. 
Kyai Gun  gulanya naik, sampai 400 an,  kemudian berapa hari lagi  cek malah hanya 90. 
Menurut  putranya  yang di Ngawi, Kyai Gun baru saja jatuh. Kira-kira puasa  ke 25.
Semoga Kyai Gun segera sembuh. Biasanya  kalau bertemu  saya pasti ada saja yang diceritakan. 

Setelah proses sungkem,
Kami dipersilahkan  menthong. Menthong  itu  semacam makan ke dua. Kalau di desaku  namanya mindho. Makan kedua setelah makan siang. Biasaya  waktunya  jam 16.00. Dulu jam segitu  aku merasa lapar. Karena tidak ada  makanan lain  kecuali nasi.
Tidak ada jajanan,  tidak ada camilan  dan lain-lain.

Kami merasa seperti  cucu  sendiri,  kalau  ke sana  pasti  dipersilahkan  makan. Bagi saya bukan  perkara  lapar  atau  kenyang,  tapi masalah "keberkahan." Makan di rumah Kyai  itu  banyak keberkahan,  untuk  itu entah  sedikit  atau banyak  saya pasti makan.

Rasanya beda,  saya merasakan enak.  Barangkali  itu  salah  satu keberkahan. 

Saya ingat  teman-teman  saya ketika "meguru"  di sini, ada bu Juk ( Siti Juariah), Pak Giono dan bu Marsi, ada mas Wawan dan Andika. Ooo... ada yang lupa bu Bibit. Ibu yang satu ini perjuangannya luar  biasa,  walaupun  ada gangguan  pendengaran  tapi semangatnya luar biasa untuk  "diwejang  ngelmu hak satoriyah." 
Pak Waji dan Pak Nur  yang setia  mendampingi  kami. Beliau ini luar  biasa  termasuk  santri  "kinasih" nya bu Nyai. Di Malam hari  beliau  bercerita  tentang  Kyai Haji Abdurrohman  yang masa kecilnya dikenal sebagai Bagus Bancolono. Seorang putra  Kyai di Pacitan, yaitu Kyai Ahmadiyo.

Habis itu saya pamit pulang, kemudian   karena waktunya  salat  asar, saya mampir  di Masjid. Salat  di sini  memang beda,  rasanya  mak cles, sejuk  dihati,  tenang di kalbu,  damai di sanubari. 

Yang saya kagum,  masjid  sudah 200 tahun,  tapi masih megah  dalam kewibawaan. Tidak banyak  rehab  di dalamnya,  hanya  lantainya saja diganti  marmer. 

Nenek saya bercerita, masjid ini  pernah  di bom  oleh  tentara  Jepang,  tapi  tidak mempan,  bomnya "mejen", katanya.

Yah..., itu salah satu karomah,  karena  masjid  ini didirikan  oleh  wali,  yang " gede tirakate , bentur tapane". 

Selesai salat, saya pulang, ditemani  nyonya, bu Parno.  Saya nyopir  sambil  mendengarkan  alunan takbir  di radio Temboro. Saya fokus,  bu Parno  tentram hatinya  tak ada suara tak ada kata. Setelah  saya toleh ternyata  hes..... tidur, ya udah.


Magetan,  15 Mei 2021
 

Kamis, 13 Mei 2021

Sungkem simbah

Kira kira saat itu  aku berumur  antara 8 sampai 9 tahun. Kemudian  rombongan  dengan teman-teman  yang rata-rata  berumur  diatasku. Berangkatlah  badan, atau disebut  juga sungkeman,  atau disebut juga ujung ke rumah  tetangga  yang hampir  semuanya  saudara. Karena kami tinggal di desa  yang kebanyakan masih sudara sepupu. Sepanjang  250 meter atau satu Rt, semuanya  masih saudara  dekat. 

"Badane lahir batin mbah" ucap  teman yang usianya  di atasku. Dia dalam posisi  seperti bersembah sujud.

"Iyya ngger  sira ngaturake pangabekti  neng aku yo wis tak tampa , ana luput  tindakmu sak pecak rembukmu sekecap, muga sampurna  ana dino  mariadin  iki yo. Nanduro  pandan  kurung,  ringin agung,  doyong -doyong  jejegno,  alum -alum siramono, sinyirami  anak putuku  yo ngger. Simbah  ndedongo  mugo mugo  kasembadan  apa kang dadi sedyamu  yo ngger,  wis dongane  slamet." Kurang lebih  seperti  itu  jawaban  simbah.

Giliran  saya maju dengan posisi  seperti  yang dilakukan  temanku. Tapi aku nerves,  ndredeg, aku lupa  apa yang aku katakan.

"Batane  lahir  batin mbah". Waduh ucapku  kliru. Teman-temanku  ketawa. Tetapi simbah  tetap  bijaksana  menjawab  sungkemku  dengan jawaban  persis  seperti  apa yang dikatakan  pada  teman-temanku.

Selesai sudah,  kami  dipersilahkan  mengambil jajanan  yang tersedia. Makin  kaya simbah,  makin  lengkap  jenis jajanan  yang disajikan. Tapi semua  serba jajanan tradisional,  ada rengginan, likak-likuk, jadah, jenang,  kacang oling, ada tape ketan, dan lain-lain, minumnya  sirup  berwarna  merah.

Biasanya  kalau pulang "disangoni galak gampil,"  10 rupiah.

Peristiwa  itu  membuat aku terkenang,  kemudian  aku diajari  oleh simbok. Simbokku bukan orang berpendidikan  tinggi, tapi memiliki  pengetuan  yang banyak tentang  budaya Jawa.

"Kulo nuwun mbah, sowan kulo wonten  ngarsanipun simbah. Kulo ngaturaken sungkem pangabekti,  katuro dateng  simbah,  wonten klintu tindak  kulo sak pecak  rembak kulo sak kecap,  kulo nyuwun  pangapuro  dateng  simbah saha nyuwun pangestu  dateng simbah." Ini yang diajarkan  simbok  kepada aku, saya hafalkan dengan baik. Tidak  ada teman-temanku  yang memiliki  ucapan seperti  ini.  

Giliran  sekarang  tidak  ada simbah  yang menerima sungkem  dengan ucapan seperti  itu. Mungkin  sudah dianggab  kuno , tidak sesuai  dengan perkembangan  zaman. Atau menghafalkannya terlalu  sulit. 

Tapi sebenarnya  yabg diucapkan  simbah  dulu mengandung  nilai sastra yang baik,  seperti  ono  luputmu  tibdak sak pecak  rembuk sakecap  muga sampurna  dino mariadin ( Riyadin, ariyadin ) iki.

Lebih-lebih  masa  sekarang,    cukup dengan twibon  ucapan lebaran. 

Pernah  saya sungkem dengan ucapan  seperti  yang diajarkan simbok  dulu, eh jawabnya  begini, "iyoo le badane lahir  batin ya", dalam hati  tertawa...., nggak nyambung. 

Oleh karena  itu kalau mau sungkeman  harus pandai membaca dan menerka,  kepada siapa kita sungkem,  dengan bahasa  yang mana Dia menerima.

Semoga Pandemi  segera berlalu  terhempas  tumpas oleh doa hamba yang ikhlas.

Magetan,  14 Mei 2021





Menghafal Surat Al Mulk


Sumber ilustrasi : Pesantren laduni.id

Syawal hari ke dua, ada hal yang sangat penting  saya tulis. Mungkin penting juga untuk  anda. Ada santrinya  gus Baha' dari Sulawesi. Pada suatu  saat dia setor  hafalan surat Al Mulk. Surat itu agak panjang  ayatnya terdiri dari 30 ayat. Ada di halaman 562. 
Santri ini berusaha keras  menghafal  surat ini agar kelak di hari akhir  tidak di siksa oleh Malaikat. 

" Bermain gitar itu  hukumnya bagaimana  Gus?" Tanya santri itu.
"Kurang kerjaan", Jawab Gus Baha'

"Nggak Gus, halal atau haram?" Desak Santri itu.
"Kurang  kerjaan, kalau saya jawab marahi ruwet." Jawab Gus Bahak.

Rupanya santri itu tanggap, akhirnya  menghafal surat  Al Mulk ini agar tidak disiksa Malaikat. 

Menurut  Gus Baha' Malaikat  itu juga mukalaf, artinya  juga terikat  pada peraturan. Malaikat  tidak boleh menyiksa manusia  yang dihatinya ada Al Qur’an. 

Gus Baha' menyanpaikan ada satu surat  dalam Alqur'an  yang berjuang  mati-matian  membela  orang  yang hafal  surat ini, hingga  masuk  Surga. Yaitu  surat  Al Mulk. 

Oleh karena itu penting sekali  untuk  kita hafal  agar tidak disiksa Malaikat,  agar diperjuangkan  hingga masuk  surga.

Mengikuti  ceramahnya  gus Baha' memang  menentramkan  hati,  banyak  ilmu  yang disampaikan beliau. Beliau  termasuk Kyai yang sederhana, biasanya pakai baju putih, kopyah hitam kelihatan rambut depan sedikit dan seperti  Kyai lain, selalu pakai sarung.  Cita citanya jadi wali.  Wali itu  kekasih Allah. Luar  biasa,  siapa  yang tidak suka menjadi  kekasih Allah. Pasti masuk Surga.

Gus Baha'  yang mempunyai nama lengkap K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim   (lahir pada 15 Maret 1970 di di Sarang Rembang Jawa Tengah adalah salah satu ulama  (NU) yang berasal dari Rembang.  Gus Baha' dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar al-Qur'an. Ia merupakan salah satu murid dari ulama kharismatik, K.H Maimun Zubair . Gus Baha’ merupakan putra dari seorang ulama pakar Al Qur'an dan juga pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA yang bernama KH. Nursalim al-Hafizh dari Narukan Kragan Rembang.

Ayah Gus Baha’ (KH. Nursalim) merupakan murid dari KH. Arwani al-Hafidz Kudus dan KH. Abdullah Salam al-Hafidz Kajen Pati, yang nasabnya bersambung kepada para ulama besar.

Saya senang mengikuti  ceramahnya  walaupun di youtube.  Tamapaknya  Kyai  yang satu  ini namanya  sudah sangat  terkenal di dunia maya. 

Semoga  pandemi  segera  berlalu , kita bisa bebas  merdeka  untuk belajar  ilmu. 



Magetan,  14 Mei 2021

Sumber bacaan : 
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Bahauddin_Nursalim

 


Rabu, 12 Mei 2021

1 Syawal Rayakan Hari Kemenangan

Selamat  hari raya idul fitri 1 Sawal 1442 H. Minal aidin wal faizin,  mohon maaf lahir dan batin. Kemeriahan  hari raya tahun ini dipenuhi dengan twibon. Karena belum bisa berjabat  tangan secara  langsung  disebabkan pandemi Covid-19  yang belum mereda. 

Hari ini saya bertugas sebagai khotib  seperti  tahun lalu juga, tetapi tidak di tanah lapangan,  hanya  di Masjid  dengan  protokol kesehatan  yang ketat.

Inti  yang  saya sampaikan  adalah ajakan taqwa,  mengajak diri  sendiri  dan jamaah  semuanya. Sebab itulah  yang menjadi  modal keselamatan  kita  baik  di dunia  maupun  di akherat  kelak. 

Taqwalah yang menyebabkan kehormatan  dan kemuliaan kita  di sisi Allah kelak. 

Orang yang  bertaqwa  akan diberikan  rezeki  dari arah yang tidak disangka-sangka.

Orang  bertaqwa  akan diberi  jalan keluar  baginya.
Orang  bertaqwa  akan diberikan  kemudahan  segala urusannya.
Orabg bertaqwa  akan diampuni  dosa-dosanya  dan dilipatgandakan  pahalanya.  (QS.At talaq 2-5)

Oleh  karena  itu  predikat  taqwa  yang  kita peroleh  setelah  berpuasa  sebulan penuh harus kita pertahankan  ada pada diri kita.

Penilaian  terpenting  atas diri kita adalah  detik  terakhir  hembusan  nafas  kita. Bukan startnya  tapi  yang terpenting  adalah  finishh nya. 

Disamping  itu  juga menyampaikan  pentingnya  silaturahmi,  saling memaafkan  dengan orang  tua, menyampaikan  sungkem  bekti kita pada orang  tua yang  telah membesarkan  kita,  mendidik  kita, menyekolahkan  kita hingga  kita bekerja  hingga kita berkeluarga.

Kalau  orang  tua sudah meninggal  kita kunjungi  makamnya,  kita bersihkan  rumput rumput  di sekelilingnya,  kita taburkan  bunga  kehormatan  sebagai rasa  cinta  dan hormat kita  pada orang  tua,  dan yang terpenting  adalah kita doakan,  kita bacakan  surat  yasin,  kita hadiahkan pahalanya  pada nya. 

Setelah  itu bersilaturahmi  pada tetangga,  tapi  karena  suasana  masih pandemi,  harus jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan.

Atau  bersilaturahmi  lewat  WA, dengan twibon yang sedang marak. 

Hari  raya  tahun ini kami mendapatkan  keberkahan,  ibu mertua  bersama  dalam keluarga  kami,  karena kondisi sakit,  dan ingin  bersama  kami  di Pojoksari. 

Walaupun  tidak ada silaturahmi  saat pandemi,  meja tamu  diisi jajanan,  sebagai  tradisi  umat islam  saat merayakan  idul fitri. 
Dengan do'a umat Islam seluruh dunia disaat puasa bulan Romadhon semoga  pandemi segera diberi selesai, diberi jalan keluar, dimudahkan segala urusan dan   kita semua  dipertemukan  dengan  Romadhon  tahun depan. 

Magetan,  13 Mei 2021




Selasa, 11 Mei 2021

Alumni Romadhon

Puasa  hari ke 30, langit bersih,  hawanya sejuk , angin semilir  berhembus lembut  di sekitar raut wajahku.

Istri saya menyirami bunga di taman,  bunganya  indah sekali,  warna warni  menarik  hati. Tiba tiba ada seekor  ular kecil,  sebesar  kayu siwak. 

Ular  itu disentuh  oleh  bu Parno,  eh ada keanehan  yang menakjubkan,  ular  itu  berubah menjadi  besar. Kemudian  kepala ular  itu  digecek pakai batu. Ehh, ular itu tidak mati tetapi tambah besar lagi.  

"Yah...., ada ular  ini lho , kepalanya tak gecek kok tambah besar." Kata bu Parno dengan suara  menjerit.  

Aku datang, ular itu saya pegang  kemudian saya lemparkan  sejauh kekuatanku.  
Maka selamatlah, ular  itu  tidak  menggigit.
Sayapun tidak  tahu mengapa  saya bisa seberani  itu , memegang  ular  besar  itu  dan melemparkannya.  

Itu ceritanya  bu Parno dalam  mimpi. Untung  tidak sampai  di gigit. Kalau digigit  wah bahaya  ini,  walaupun dalam mimpi.
 
Sebenarnya  saya tidak bercerita  itu,  tapi saya akan bercerita mengenai  puasa  hari ke 30. 

Puasa  itu  sebuah diklat,  yang lulusannya  adalah "la alakum tataqun." Menjadi bertaqwa.  

Orang  bertaqwa  itu luar  biasa,  barang siapa  bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan  jalan keluar  baginya.

Tidak itu saja akan diberi  rezeki  dari arah yang tidak disangka-sangka. 

Masih ada lagi , barang  siapa  bertakwa  kepada Allah , niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.  

Dan lanjut lagi, Allah  akan menghapus  kesalahan kesalahan  dan akan melipatgandakan  pahala  baginya.  
(Lihat At-Talaq ayat 2 - 5)

Mungkin  masih ada lagi  hadiah  yang diberikan  kepada  alumni  Romadhon , yang belum saya tuliskan. Tapi itu  saja sudah membuat  sangat ingin sekali.

Semoga  kawanku  semua  lulus cumloud dalam menjalani  puasa  Romadhon. Jika itu  yang terjadi,  Anda lebih  beruntung  dari alumni  perguruan tinggi  paling terkenal sekalipun,  dengan predikat  suma cumloud.

Semoga  kita semua  dipertemukan  dengan  Romadhon  tahun  depan,  berarti  usia kita  akan bertambah setahun lagi.

Semoga  Romadhon tahun depan  kita bisa beribadah  dengan kualitas  yang lebih baik  dari tahun ini. Sholat  lima waktu  tertib jamaah di Masjid,  Sholat sunah rowatib  bisa kita jalankan,  sholat tarowih, solat tahajud, sholat isro' , sholat  duha  dan lain-lain.  

Semoga pandemi  segera  berlalu , sehingga kita bisa melakukan  apa saja  tanpa ada rasa kekhawatiran.

Ya Allah  terimalah  puasa kami, sholat kami, zakat kami,  Amalan-amalan  kami. Jika ada ketidaksempurnaan  ibadah kami, itulah kelemahan  kami  sebagai hamba. 
Ya Allah, aku hambamu  yang berharap  kemurahanMu, ampunanMu  ridho-Mu 

Sesungguhnya  Engkau  maha mendengar  do'a, innaka sami'u du'a, innaka sami'ul 'aliim.


Magetan  12 Mei 2021



Rindu di bawah lindungan-Mu

sumber ilustrasi: GWA GAS

Hari ke 29 menjalani ibadah puasa  Romadhon  saya lalui dengan optimis. Masih masuk kerja, karena libur  sekitar  hari raya  dimulai tgl  12 s.d tanggal  15 Mei 2021.

Ini puasa kedua  di masa pandemi. Harus lebih  hati  hati menjalani  pola hidup agar  tetap sehat. 

Kami yang tergabung  dalam grup  Calon Jamaah Haji Sukomoro,  berharap harap cemas, apakah tahun ini 2021, ada kesempatan  untuk  menjalankan  ibadah haji bagi Jamaah  haji Indonesia. 

Seandainya  tidak ada pandemi  Covid-19,  sebenarnya  kami sudah berangkat  pada Juni 2020 kemarin.

Saat itu  pembekalan  yang diberikan  BPIH sudah 80%, tinggal menunggu  berangkat  begitu  saja. Tapi  karena  pandemi  membuat  semuanya  berubah. 

Sekarang  kami sudah  agak lupa,  mengenai  manasik haji. Nanti  seandainya  berangkat  tahun ini,  berharap  walaupun  sekilas  diulangi  lagi  secara garis besarnya. 

Labbaikallahumma labbaik 
Labbaika  laa syariika laka labbaik.
Innal hamda  wanikmata  laka wal  mulk
Laa syarii kalak.

Doa  talbiyah  yang banyak  dibaca, harus  hafal  tidak boleh lupa. 

Kemudian doa diantara pilar hijau  ketika sa'i

Robbighfir  warham wa'fu  watakarom 
Watajawas  amma ta'lam  innaka  ta'lam 
Maa  la na'lama innaka  antallohu  a 'azal  akrom 

Ini doa ketika hendak mendaki bukit safa sebelum memulai sa'i.

"Innassofa  wal marwata  min sya'a irillah 
Faman  hajjal  baita  awi' tamaro fala junaaha alaih  ayyatowwafa  bihimaa  waman tatowwa 'a  khoiron  fainnalloha syaakiron 'aliim."

Hanya ini yang dulu saya hafal , lainnya  membaca  buku saja  kalau tidak hafal. 
Ayo kawan belajar  lagi,  semangat  menyambut  panggilan  Allah.  Jangan putus asa, di akhir  Romadhon  ini mari berdoa  bersama  agar pandemi  segera  berlalu  dan kita  bisa   beribadah haji  bersama  saudara  kita umat  Islam  sedunia.

Kalau tahun ini jadi berangkat, sedangkan sekarang  sudah tanggal 12 Mei, maka tinggal  satu bulan lagi. Dulu direncanakan  berangkat  tanggal 12 Juni. Tapi sekali lagi itu hanya kalau.  Yah, semoga Allah  berbelas kasihan kepada  kami semua.

Ya Allah   berikanlah  kemurahanmu, pandemi  segera  berlalu,  sehinga  kami  bisa menunaikan  ibadah haji  bersama saudara  kami umat  Islam  seluruh  alam.

Kami ingin  sholat  dekat kabah, kami ingin mencium hajar aswat,  seperti  yang pernah dilakukan Nabimu, kami ingin ziaroh  ke makam  kekasihmu SAW dan para sahabatnya. 

Kami sudah rindu,  rindu yang terlalu. Kami ingin menangis  dihadapan-Mu, berharap  ampunan-Mu,  berharap  rahmat dan ridho-Mu.

Ya Allah,  aku adalah hambamu, engkau Tuhanku,  tidak ada tuhan kecuali Engkau, hanya  kepadamu aku menyembah  dan hanya kepadamu aku meminta  pertolongan.

Selamatkanlah  hidup kami, Selamatkanlah  agama kami,  Selamatkanlah  akhirat  kami. Masukkanlah kami semua  ke dalam golongan  hambamu  yang beruntung  baik di dunia  maupun di akherat  nanti.
Sesungguhnya  Engkau  maha mendengar  do'a. 



Magetan,  11 Mei 2011








Minggu, 09 Mei 2021

Hari Raya Baju Baru

Kemarin saya bertanya  pada murid saya yang sedang piket,  ada 3 anak yang sedang duduk istirahat  setelah menyiram bunga-bunga  di depan kelasnya.

"Mau hari raya sudah dibelikan  baju baru atau  belum? Tanyaku  , sebenarnya  hanya menyapa   berbasa basi.

"Belum pak? Jawab mereka. 
"Apakah kamu sedih?"
"Tidak pak , pakaian  saya sudah banyak."

"Syukurlah kalau begitu,  mungkin  uangmu bisa dipakai untuk  melanjutkan  sekolah saja  ya."
"Iya pak."

Hari raya tahun ini masih belum bisa  seperti  dahulu, yang dirayakan dengan meriah bisa bertemu  saudara,  saling silaturahmi,  dengan baju baru dan sebagainya. Karena masih dalam. Suasana  pandemi. 

Sebenarnya  di Desaku sudah zona hijau,  tapi  sebagai bentuk antisipasi  kewaspadaan  saya sangat  setuju. Karena saya sendiri  merasakan  bagaimana ribetnya seseorang kalau  terkena corona. 

Di medsos  saya melihat  penjagaan  di perbatasan  ada yang jebol, mereka meringsek  masuk  dan menuju  tujuan  masing-masing.

Ini yang mengkhawatirkan  banyak pihak,  jangan-jangan  pulang dari kota  malah membawa bencana virus corona.

Kembali  pada budaya beli pakaian