Minggu, 10 Januari 2021

template


JUDUL
BUKU




Sanksi Pelanggaran Pasal 113
Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta
1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak 
ekonomi sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (1) huruf i untuk 
Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling 
lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak 
Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).
2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau 
pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta 
sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, 
dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan 
pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling 
banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
3. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau 
pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta 
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, 
dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan 
pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda 
paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
4. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) 
yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana 
penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling 
banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).




JUDUL
BUKU
Nama Penulis
SYIAH KUALA UNIVERSITY PRESS


Judul Buku : 
JUDUL BUKU DISINI
Penulis : 
Nama Penulis
ISBN :
Pracetak dan Produksi :
SYIAH KUALA UNIVERSITY PRESS
Penerbit :
Syiah Kuala University Press 
Jl. Tgk Chik Pante Kulu No.1 Kopelma Darussalam 23111, 
Kec. Syiah Kuala. Banda Aceh, Aceh
Telp : 0651 - 8012221
Email : 
upt.percetakan@unsyiah.ac.id
unsyiahpress@unsyiah.ac.id
Website:
http://www.unsyiahpress.unsyiah.ac.id
Edisi : 
Cetakan , Tahun
Jumlah Halaman (16 X 23)
Anggota IKAPI 018/DIA/2014
Anggota APPTI 005.101.1.09.2019
Dilarang keras memfotokopi atau memperbanyak sebagian 
atau seluruh buku ini tanpa seizin tertulis dari penerbit.




KATA PENGANTAR
Ucapan terimakasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada semua 
pihak yang telah berkonstribusi dalam penulisan dan penerbitan buku referensi ini. 
Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam buku ini. Untuk itu kritik dan 
saran terhadap penyempurnaan buku ini sangat diharapkan. Semoga buku ini 
dapat memberi maanfaat bagi pembaca.
Banda Aceh, Februari 2020
 Tim Penulis
iii


Prakata .....................................................................................................................iii
Daftar Isi....................................................................................................................v
BAB 1 Pendahuluan.................................................................................................1
BAB 2 Definisi Dan Ruang Lingkup Sains Arsitektur.............................................7
2.1. Defenisi ...................................................................................................7
2.2. Kaitan Bentuk Dan Sains Bangunan ....................................................7
BAB 3 Pemanasan, Pendinginan, dan Pencahayaan Sebagai Pemberi bentuk 
dalam Arsitektur ........................................................................................13
3.1. Pengantar ...............................................................................................13
3.2. Arsitektur Vernakular Dan Regional .....................................................13
3.3. Bangunan Dinamis Dan Bangunan Statis ...........................................18
3.4. Energi Dan Arsitektur .............................................................................19
BAB 4 Kenyamanan Termal ..................................................................................21
4.1. Kenyamanan Termal .............................................................................21
4.2. Faktor-Faktor Kenyamanan Termal .....................................................21
4.3. Kondisi Termal Lingkungan....................................................................23
4.4. Grafik Psikomotrik ..................................................................................24
4.5. Kenyamanan Termal Adaptif ................................................................25
4.6. Kenyamanan Termal Berdasarkan Bio-Climatic Chart .......................27

BAB 1
PENDAHULUAN
Perubahan iklim yang memberikan efek buruk terhadap lingkungan adalah 
efek terbesar dari aktifitas manusia. Arsitektur mendapatkan jastifikasi sebagai 
salah satu pemicu efek perubahan iklim tersebut. Jastifikasi ini merunut kepada 
hadirnya sebuah bangunan yang ternyata bertanggung jawab terhadap pemakaian 
energi sekitar 30-40% (Rumah Ide, 2008). Apabila kita melihat pada teori ‘Embodied 
Energy’ maka setiap material bangunan yang terpakai didalam bangunan 
membutuhkan energi dari awal terbentuk hingga akhir pemakaian material tersebut 
yang dinyatakan dalam satuan MJ/Kg. Selain pemakaian energi yang cukup besar 
yang mengakibatkan emisi CO2 juga yang cukup besar, keseluruhan proses 
tersebut juga memberikan pengaruh pada lingkungan seperti semakin langkanya 
material seperti kayu yang berefek naiknya panas global dan resiko banjir.
Selain arsitek, masyarakat umum sebagai pengguna jasa arsitek memiliki 
peran besar didalam aplikasi konsep ramah lingkungan ini. Kecenderungan 
masyarakat saat ini pada bangunan moderen dengan mengadopsi gaya non lokal 
dan bahkan material bangunan yang diimpor dari luar telah meninggalkan konsep 
arsitektur vernakular yang sangat tanggap terhadap iklim lokal. Arsitektur dan 
masyarakat tradisional masih banyak terdapat di seluruh pelosok di Indonesia, 
namun keberadaannya sudah semakin sedikit dan mulai tersingkir ke luar kota. Hal 
ini disebabkan oleh kemajuan teknologi yang telah merubah sikap 
masyarakat dalam menanggapi gaya hidup termasuk perubahan pada arsitektur 
huniannya. Ciri khas arsitektur lokal menjadi hilang dan berkembanglah Arsitektur
moderen yang hanya mengacu kepada style dan langgam yang berkembang pada 
saat ini. Proses perubahan ini berlangsung begitu cepat sehingga dapat 
menyebabkan konsep Arsitektur Vernakular yang sanggat tanggap terhadap 
iklim lokal menjadi hilang. Perubahan ini akan mengakibatkan hilangnya identitas 
lokal dari Arsitektur Vernakular dan masyarakat tradisional.
1.1 DEFINISI

Sains arsitektur adalah ilmu pengetahuan tentang menghadirkan 
kenyamanan bagi pengguna bangunan yang mempertimbangkan aspek 
klimatologi dan ekologi secara optimal dengan tujuan untuk efesiensi energi. 
Dari beberapa referensi, sains arsitektur erat kaitannya dengan sistem 
lingkungan pada bangunan yang mencakup pendinginan, pemanasan dan 
pencahayaan. Sistem lingkungan tersebut dilakukan baik secara aktif maupun 
pasif. 
Tabel 1. Contoh Format Tabel
No. Tujuan Instruksional 
Khusus
Pokok 
Bahasan
Sub Pokok 
Bahasan
Est. 
Waktu
1 Mahasiswa memahami 
latar belakang, dan 
pentingnya penerapan 
sains arsitektur pada 
rancang bangun
Pengantar 
arsitektur
Penjelasan GBPP 
dan penjelasan 
metode perkuliahan
3 x 50 
menit
2 Mahasiswa dapat 
memahami bagaimana 
pengaruh pemanasan, 
pendinginan dan 
pencahayaan pada 
desain arsitektur
Pemanasan, 
pendinginan, 
dan 
pencahayaan 
sebagai 
pemberi bentuk 
dalam arsitektur
Arsitektur 
vernakular dan 
regional
Bangunan dinamis 
dan statis
Energi dan 
arsitektur
3 x 50 
menit
1.2 KAITAN BENTUK ARSITEKTUR DAN SAINS BANGUNAN
Hasil karya bentuk suatu arsitektur banyak terkaitkan dengan 
pertimbangan berbagai aspek seperti: ekologi, bioclimatic, sains 
bangunan/lingkungan, ekonomi, teknologi canggih, ideologi, philosofi, & 
dekonstruksi, dan lain. Tiap desainer/arsitek mempunyai misi tertentu (yang 
paling lazim hemat energi, ramah lingkungan hidup) dalam menghasilkan 
1. Desain dengan kaidah “Sunpath” yang dipakai oleh arsitek Ken 
Yeang,Nicholas Grimshaw.
2. Pemanfaatan Angin Musim (seasonal wind) untuk ventilasi alam dengan 
“Wind Tower” oleh France.
3. Pemanfaatan tenaga angin untuk menghasilkan tenaga listrik pada 
bangunan oleh Richard Roger dan
4. Pemanfaatan pencahayaan alami dengan “high-tech” oleh Norman Foster.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar