Kamis, 03 Desember 2020

Kutersanjung

Namanya Pak Sukar. Saya mengenal  beliau sudah  sejak lama  sekali,  sekitar  tahun 2000-an, saat  itu  saya  guru  SMP2 Kawedanan dan beliau  guru  SMP1  Kawedanan.  

Beliau seorang guru  Fisika yang baik, pengamalan agamanya  baik, dan berdisiplin. Kalau  menjelaskan  enak, mudah  dipahami. Begitu  menurut  muridnya yang pernah  diajar anggota  Dewan Pendidikan  Kab. Magetan  yang tinggal di desa Jetàk Kecamatan Kawedanan ini.

Setelah  jadi  guru  kemudian  menjadi Pengawas Dikmen bersama  dengan pak Diro Harijadi. Setelah  pensiun  aktif  sebagai  anggota  Dewan Pendidikan  Kabupaten Magetan hingga  sekarang. 

Kemarin  hari  Selasa (1 Desember  2020 ) berkunjung  ke SMP1  Takeran  untuk  monev pelaksanaan  PTM di SMPN 1 Takeran  kaitanya  dengan tugasnya sebagai  anggota Dewan  Pendidikan. 

Kami  antarkan  untuk  melihat  secara  langsung  pelaksanaan  PTM di kelas 9B. Pak Karni  guru  yang  mengajar  di kelas  itu  agak  terkejut,  karena  keduanya  sudah saling  kenal. 
Setelah  itu  melihat  di kelas 9A.  Tak lama  kemudian  kembali  ke ruang KS. Kami bercerita  panjang  kali  lebar,  sampailah  kepada  passion  saya menulis. 
"Apakah  ada yang sudah jadi buku  Pak?" Tanya pak Sukar  sambil nyruput  minuman Jaseku,  minuman kas Sekolahku.

"Ada pak, ini." Tangan saya mengambil  sebuah  buku  yang  terletak  di atas meja dimana  saya duduk.  
"Jika  Bapak  berkenan  membaca,  ini  hadiah  untuk  Bapak." 
"Terima kasih Pak, saya masih suka  membaca  buku."
Buku yang saya serahkan berjudul  "Catatan Harian Seorang Kepala  Sekolah".
Setelah  dua hari  ternyata  buku  saya  dibaca  beneran oleh  beliau  dan memberikan  apresiasi  atas tulisan  saya. Ini copy lengkapnya.  

"Assalamualaikum  Wr. Wb.
Maaf Bapak saya menunda bukan karena  lupa, tapi saya perlu membaca agar memahami  isinya . Satu baris tulisan  bermakna adalah sebagian kecil isi hati  ( kepribadian  penulis ) 
Tulisan  yang dibukukan lebih mencerminkan  siapa  sebenarnya kita. 
CATATAN  HARIAN SEORANG  KEPALA  SEKOLAH  oleh Bapak Suparno,  S.Pd.,M.Pd.
Menjadi catata saya;
1. Isinya ringan, mantab, berkualitas. 
2. Dapat menginspirasi dan memotivasi siapapun (baca: rekan sejawat,  siswa, para peminat  baca yang  lain)
3. Penulis memiliki komitmen,  bersungguh-sungguh,  kreatif, teliti,  dan senantiasa  ingin maju  dengan segala konsekuensinya.
Mohon maaf bila ulasan saya kurang  berkenan,  selamat  menulis dan berkarya , kemudian bawalah SMP1  Takeran menuju   lebih maju dan berprestasi.   Saya tunggu  karya buku  berikutnya.  ....SUKSES...."

Masya Allah,  tersanjung rasanya membaca tulisan ini, terima  kasih  Bapak  sudah  berkenan  membaca  dan memberikan  apresiasi  sekaligus  motivasi  untuk  berkarya  lebih  baik  lagi.

pangestunipun  Pak Sukar,  mugi penjenengan  pinaringan  sehat  sak keluarga,  yuswa panjang  ingkang  Barokah.  🙏🙏🙏🙏🙏

Magetan,  3 Desember  2020.





Rabu, 02 Desember 2020

Koperasi Bangun yang tidak pernah tidur

Hari ini  ( 3 Desember 2020) saya tidak sampai  siang  di SMPN 1 Takeran,  karena  menghadiri Rapat Anggota  Rencan Kerja dan Rencana anggaran pendapatan  dan belanja KPRI  Bangun  Takeran. 

Rapat Anggota  RKRA  tahun ini diadakan  di SMK 1 Takeran. Yang dulu  perubahan dari  SMP 3 Takeran menjadi  SMK. Saat  itu  kekurangan  murid  sehingga  akhirnya  dialih fungsikan. 

Saya sebagai  pembina  diberi  waktu  untuk  memberikan  sambutan.  
Sambutan  saya berisi indikator  koperasi sehat menurut saya;
1. Melaksanakan  tahapan rapat  perkoperasian
2. Tidak ada kredit  macet.
3. Amanah
4. Memiliki  peningkatan  SHU.
Empat  hal ini  yang  harus  dilaksanakan  oleh pengurus agar  koperasi  kuta sehat.  
Mengapa harus  sehat.  Kalau  tidak  sehat maka  mudah sakit.  Kalau  sakit  maka  berbahaya  kalau  tidak sembuh  ya mati  atau  dalam  istilah  koperasi  kolaps.

Sambutan setelah saya, Pak Sudirmanto,  dari  Dekopin, seniornya  perkoperasian ini menyampaikan  motivasi  pada pengurus  dan anggota. Dalam rapat  jangan cari ikan lele, carilah ikan sepat  dan ikan gabus. Artinya  jangan bertele tele, lebih cepat  lebih bagus. RKRA  ini sudah dipikirkan masak masak  oleh  pengurus.

Pak Didik Wijanarko dari Dinas Koperasi, menyampaikan masalah  yang di hadapi Koperasi.
1.Anggota , Anggotanya  menurun.
2. Kas besar , yang pinjam  sedikit,  digunakan  untuk  mendirikan usaha pertokoan. Apalagi  Anggotanya  besar,  peluangnya  semakin  besar. 
Menurut  pak Didik  indikator  kesehatan  koperasi dapat  ditinjau  dari ;
Permodalan, Likuiditas, Managemen , Kas dst.

Setiap  tahun kita  harus cekup,  penilaian kesehatan.  Agar  kita mengetahui  kondisi  kesehatan  kita. Koperasi  juga seperti  itu  harus mengadakan  cekup  kesehatan.

Koperasi  Bangun  nilai  79 , termasuk  sehat.
Rapat  dipimpin  oleh ketua  Bapak  Karno dari  SMP1 Takeran, dengan menyampaikan  RKRA yang  konsepnya  sudah dibagikan  4 hari yang lalu.  Dengan santun memimpin  rapat,  alhamdulillah  berjalan lancar. 

Ada kenaikan  hadiah  hadir  dan perangsang  hadir  dari 20.000 menjadi 25.000. 
Acara  pengesahan  disetujui  oleh seluruh  anggota yang hadir,  mulai  RKRA pendapatan dan belanja   dan rencana kerja pengawas. 

Rapat  ditutup  pukul 11.30, oleh ketua  dengan membaca alhamdulillah. 

Takeran,  3 Desember  2020.








 




Bagaimana menjadi guru inovatif dan Inspiratif

Malam ini  hujan mengguyur desa ku seperti  disuntak  dari langit,  cuaca dingin,  anai anai berterbangan  sejak magrib hingga  isak. Setelah  itu  dia terkapar  diatas  lantai  serambi  mesjid,  kasian  mereka tak bergerak.  Seperti  itulah hidup  kita kelak, tak bergerak.

Senyampang  masih diberi  hidup mari diisi  dengan kegiatan  yang bermanfaat. Selain ibadah  yang harus diletakkan  nomor satu, malam ini  WAG kedatangan  narasumber  hebat yaitu  Ibu Umi Rosidah, M.Pd.I.
Dari  SMP Negeri 2 Kepung kab. Kediri. 
Prestasi : 
Wisudawan Terbaik Pascasarjana Sekoah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri Tahun 2013
Penulis Tesis Terbaik Ke-2 Pascasarjana Sekoah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri Tahun 2013
Juara Harapan 3 Lomba Guru PAI Berprestasi Tk. Provinsi jawa Timur Tahun 2014
Juara 3 Lomba Guru PAI Berprestasi Tk. Provinsi jawa Timur Tahun 2015
Juara 1 Lomba INOBEL (Inovasi Pembelajaran) Tingkat Nasional Tahun 2017
Short Course Jepang 2018
Juara 2 guru Berprestasi Tingka Kab. Kediri 2019
Juara Apresiasi Guru Inspiratif Kemendikbud 2020

Pada kesempatan yang luarbiasa ini  akan  berbagi mengenai bagaimana menjadi guru Inovatif dan Inspiratif
Menurut  Prof. Suhendro, Phd , kita 
menjadi guru  akan dihadapkan  berbagai tantangan kendala  dan hambatan  untuk  itu kita harus berinovasi  yang Inspiratif  dan inspirasi  yang inovatif.
Untuk  itu  kita  start  to maka it happen. Kita harus  belajar  bersama  mewujudkannya.


saya yakin bapak ibu guru hebat di sini pasti memiliki karya, dalam bentuk apapun itu karya yang kita buat dengan sungguh-sunguh pasti akan menunjukkan jalan menuju kesuksesan.

Guru adalah teladan, jika guru belajar peserta didiknya juga akan terus belajar, jika guru berhenti belajar maka peserta didiknya juga tidak akan pernah berkembang.
apa modal  utama mencapai  prestasi, jawabnya  mimpi  dan implementasi 
Terus belajar  dan berkarya akan membawa kita ke jalan yang tidak pernah kita sangka sebelumnya,  

Modal Utama Mencapai Prestasi adalah MIMPI dan IMPLEMENTASI
agar mimpi tidak hanya menjadi sekedar mimpi maka harus ada tindakan yang aktual yang benar-benar kita lakukan dan kita laksanakan.
kenapa seperti itu, menurut Umi, Dia merasa dari semua yang telah dicapai, itu semua karena siswanya. karena tugas utama kita mengajar, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu memberikan layanan yang terbaik untuk peserta didik kita, dan pada akhirnya Allah akan membukakan jalan terbaik untuk kita.

Jangan berkarya karena kita ingin menang, karena jika kita tidak menang kita akan kecewa dan berhenti berkarya.

maka berkaryalah untuk peserta didik kita, sehingga kita akan terus berkarya karena mendidik adalah bagian dari hidup kita.




Untuk literasi membaca dan menulis sudah banyak yang melakukannya, dan  banyak penulis-penulis hebat di grup yang luar biasa ini.

Akan tetapi yang tidak boleh kita lupakan adalah bagaimana meningkatkan literasi digital. karena literasi digital ini sangat penting di era globalisasi seperti saat ini, di mana teknologi dan komunikasi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Jika bapak ibu gurunya gagap teknologi, maka kita tidak akan bisa membekali peserta didik kita dengan ketrampilan digital yang sangat mereka perlukan di masa depan.

Selain itu saat kegiatan-kegiatan perlombaan maupun event forum ilmiah tingkat nasional banyak menggunkan portal digital dalam seleksi awalnya.

Selanjutnya Mengapa kita perlu diskusi?? seringkali sebuah karya tidak terealisasi karena kelemahan kita dalam memunculkan ide, dengan berdiskusi kita bisa mencari inspirasi dari orang lain kemudian menterjemahkannya dan memodifikasinya dan pada akhirnya akan muncul sebuah kreasi yang kemudian kita sempurnakan menjadi sebuah inovasi. dan Inovasi yang kita buat akan menjadi hebat jika kita bisa melakukan kolaborasi
Baik dengan siswa maupun rekan sejawat kita.

Akselerasi  akan menjadi  prestasi jika kita memiliki konsistensi,  konsistensi  keteladanan, konsistensi  dengan berkarya,  konsistensi  dengan belajar,  dan konsistensi untuk  berbagi. 

maka Konsistensi akan menjadi Inspirasi bagi orang lain untuk melakukan
Hal yang sama dengan yang kita lalukan.

inilah prestasi yang sesungguhnya, jika kita melakukan hal baik dan orang lain terinspirasi dan melakukan hal yang sama dengan yang kita lakukan.
 Ini tugas berat kita sebagai seorang pendidik, Karena kitalah Pelukis masa depan generasi muda, Menjadikan mereka pribadi-pribadi yang unggul Untuk kejayaan Bangsa INDONESIA.

Untuk sementara saya cukupkan dulu paparan saya, sebenarnya masih ada beberapa slide mengenai tips untuk menjadi pemenang pada kegiatan lomba Inovasi pembelajaran, tapai mengingat waktunya sdah pukul 20.00 lebih, nanti bisa saya share file PPTnya.

Apakah  Kepala Sekolah  dan rekan kerja  mendukungnya. Umi belum pernah ada masalah dengan KS semuanya maupun rekan kerja. Yang penting berusaha memberikan Kinerja Terbaiknya di sekolah. jadi kita harus bisa mmeberikan kontribusi yang seimbang kepada sekolah ketika kita aktif di kegiatan luar. meskipn atif diluar tapi kegiatan di sekolah terutama pekerjaan yang berat dihendel, contohnya Dia Proktor Utama UNBK di sekolah meskipun bukan guru TIK, Umi juga admin Erapot, Admin PPDB, Ketua SMPI dan beberapa tanggung jawab lain.

Bagaimana .enakan mood dalam menulis?
Untuk menjaga mood tiap orang berbeda, salah satu yang bisa kita lakukan adalah berada dalam komunitas yg prosuktif contohnya seperti di grup ini. tapi menurut Umi cara yang paling tepat untuk menjaga mood dalam menulis adalah kita harus tetapkan dulu, apa Motivaasi kita untuk menulis, Motivasi yang kuat adalah satu-satunya alasan agar kita tetap bisa menulis.

Tips bagaimana menjadi juara Inobel, di sini  akan dijelaskan secra singkat.

Dari pengalaman mengikuti lomba Inobel sejak tahun 2015 dan menjadi pemenang 2017 ada beberapa tips yang mungkin bapak ibu bisa lakukan, jika nanti lomba Inobel sudah dibuka kembali.
yang pertama tentunya bapak ibu harus mempunyai akun di web kesharlindung dikdas, karena semua informasi perlombaan (tidak hanya INOBEL) melaui web tersebut dan bagi yang belum mempunyai akun di persilahkan utk mengunjungi alamat webnya dan sudah ada di PPT. Hanya saja hari ini jika dicek webnya  masih belum bisa diakses mungkin karena masa pandemi. 

tips yang kedua saat membuat Inovasi tentukan secara pasti apakah itu INovasi dalam bidang Metode atau Media pilih salah satu saja, agar tidak terjadi kerancuan atas keberhasilan  inovasi yg sudah kita lakukan apakah itu karena medianya atau karena metodenya(begitu pesan jurinya).

Judul menjadi salah satu bagian yang sangat penting dalam penilaian karya tulisnya. HINDARI MEMBUAT JUDUL DENGAN AKRONIM YANG TIDAK MEMILIKI ARTI. kemudian judul harus menunjukkan sesuatu yang inovatif dan unik, dan tidak lebih dari 20 kata.

misalnya judul ini : PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN MOMO (MONOPOLI MORAL) PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS 1 SMPN 2 KOTA KEDIRI.

akronim momo tidak ada dalam kamus bahasa Indonsia, jadi sebisa mungkin yg seperti ini di hindari meskipun kita harus membaut judul yg unik dan menarik.

silahkan membuat judul yang memiliki makna filosofis yang sesuai dengan karya yg sedang kita buat.

judul saya : PENINGKATAN PEMAHAMAN  TAJWID MELALUI PENGEMBANGAN MEDIA MAD CETAR (Mad cerdas berputar) karena memang media saya berbentuk sepertilingkaran yg berwarna warni yg cara penggunaanya diputar. Mad adalah nama materi  dalam mapel PAI.

Tips yang ketiga dalam menuliskan karya tulis ilmiahnya harus sesuai dengan gaya selingkung perlombaan tersebut.

Struktur penulisan karya tulis ilmiah masing-masing lomba berbeda, jika ingin mendapat penilaian yang terbaik, kita benar-benar harus memahami dan melengkapai apa saja kelengkapan dan struktur penulisan karya ilmiah yang tersebut, jangan ngotot mempertahankan yang kita punya dan kita kirimkan seadanya, misalnya karya tulis kita berbentuk PTK, maka harus kita rubah gaya penulisannya sesuai dengan selingkung yang diminta.

Yang keempat karya tulis kita harus bebas Plagiat atau lolos uji similarity dan sitasi.

Uji similarity (atau tingkat kesamaan karya kita dengan karya yang sudah ada sebelunya. Masing-masing dari karya yg kita kirim akan di cek dengan menggunkan Plagiarisme checker yaitu turnitin yang dilakukan oleh dosen-dosen dari PT yang ditunjuk oleh kesharlindung.

Uji sitasi adalah ketepataan jumlah kutipan yang kita pakai di dlam karya tulis kita dengan refereni yang kita tulis.

Agar diterima maka Uji similarity kita harus sekecil mungkin dan uji sitasi kita harus setinggi mungkin.

1. Apa kunci sukses bu Umi utk mendapatkan semua prestasi tsb.
2. Untuk masa pandemi ini, adakah lomba serupa yg bisa diikuti ?
3. Bagaimana supaya tetap semangat mengikuti lomba ?

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, orientasi kita adalah siswa, kita lakukan hal-hal terbaik yang kita bisa untuk siswa kita maka Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita. karena dari setiap perlombaan yg saya ikuti hampir semuanya melihat seberapa besar kebermanfaatan inovasi yang kita lakukan itu utk siswa kita, dan seberapa mudah hal itu diduplikasi oleh orang lain dan dimanfaatkan oleh siswa di tempat yang berbeda. tapi biasanya titik utamanya adalah kebermanfaata bagi siswa di sekolah kita.

Di masa pandemi ini saya hanya mengikuti satu lomba Apresiasi guru dan kepala sekolah pendidikan dasar yg baru saja di laksanakan dijakarta. sebetulnya ada bayak lomba yang bisa diikuti tapi kebanyakn mengani pembuatan video atau pembelajaran digital.

Pada kegiatan apresiasi ini yang saya angkat adalah mengenai pemanfatan Microsoft 365 dalam pembelajaran jarak jauh. jadi Microsft 365 ini kami gunakan secara penuh oleh seluruh siswa kami sejumlah kurang lebih 950 siswa dan seluruh bapak ibu guru. dan saat ini saya sedang mendampingi beberapa sekolah yg sdg dalam proses implementasi microsft 365 utk LMS di sekolah mereka mulai dari penyiapan domain, pengajuan deploy, pembuatan akun dan kelas virtualnya.

Untuk bagaimana tetap semangat mengikuti lomba berarti kita harus terus menerus belajar dan berinovasi untuk siswa kita.

Penutup 
Orang yang bisa menyelsaikan tulisannya bukanlah orang yang punya banyak waktu luang akan tetapi  orang yang bisa meluangkan waktu di tengah kesibukannya.
Guru  mulia karena karya. 


Magetan,  2 Desember  2020




Selasa, 01 Desember 2020

MKKS selalu ada yang baru

MKKS  hari ini diawali  dengan motivasi  dari Bunda Titik  untuk  merubah sekolah  dari rangking  23 menjadi  ranking 2 se Surabaya.  SMP 26 adalah tempat  beliau  mengawali karir KS. Kemudian pindah  di SMP 1 Surabaya  yang meraih  berbagai  prestasi  baik  tingkat  nasional  maupun  internasional. 

Di Magetan  mengikuti suami  sebagai  Bupati. Bunda Titik mutasi di SMPN 1 Magetan,  berbagai prestasi  telah diraihnya.   Termasuk  semua  sekolah se Kabupaten Magetan memiliki  branding itu  adalah  inspirasi  dari mantan KS SMPN 1 Surabaya  ini.
Sumber ilustrasi: dokumen pribadi. 

Konsep beliau  adalah memiliki  pikiran positif dan melakukan  yang terbaik.
Yang kedua  memantaskan  diri  sebagai  apa saja sekarang  berperan.  

Berikutnya  senior  kami Bp. Murdo yang mulai  1 Januari  2020 memasuki  purna tugas,  menyampaikan  berbagai  pengalamannya selama  39 tahun mengabdi  sebagai PNS, pernah  memberikan  diklat  di berbagai  kalangan,  mengajar SMP, SMA, SMK dan terakhir  sebagai  KS SMPN 2 Maospati.

Selama  5 tahun  menjadi KS mutasi  2 kali. Pertama  di SMP2 Sidorejo, mutasi  ke SMP 2 Bendo  dan terakhir  mutasi  ke SMP 2 Maospati.

Terakhir  KS yang aktif  di Pramuka  ini minta  maaf apabila ada tutur  kata yang salah dan tidak  berkenan  selama  bersama  dalam forum KS ini. Juga beliau memohon Bunda Titik  berkenan  mencalonkan  diri  sebagai  KaKwarcab  untuk  memajukan  Pramuka di Kabupaten Magetan. 

Acara  berikutnya  Ketua  MKKS  memberikan  kesempatan pada Pak Sukadi  sebagai  KS  yang mengikuti  akreditasi  virtual atau daring  di tahun  2020 ini, untuk  berbagi  pengalaman.

Pertanyaan dari asessor kepada KS, Bagaimana  guru  meningkatkan  kompetensinya. Pertanyaan  ini bisa dijawab  dengan baik,  melalui  melanjutkan setudi ,diklat , webinar,  studi banding  dan sebagainya. 

Dari Dikpora  hadir Bapak Drs. SUROSO,  MM  dan Bpk. Drs. Sugeng Riadi  Kasi Kurikulum. 
SK Bupati tentang  literasi sudah jadi, segera  action,  ada pengurus  Literasi Kabupaten Magetan. 

Setelah  PTM dua minggu tetap  dilaksanakan  protokoler  kesehatan secara  ketat.  Mulai  Januari  SD juga sudah PTM.

Dalam bulan ini  ada agenda  banyak  berbagai  lomba mulai  akademik,  sampai  lomba seni. 

Dari pak Sugeng  menyampaikan beberapa  hal, laporan tagihan  kaitanya  dengan pendidikan  anti korupsi.

Kegiatan  kesiswaan  ada perubahan  yang mendadak karena  disebabkan  kondisi  pandemi  kovid 19 mohon dipahami  bersama. Sain, seni, olahraga  akan  diadakan  berbagai  lomba dan akan disediakan  hadiah, tropi  , sertifikat  dan uang pembinaan.

Kompetensi sain di SMP 4 Magetan. 
Seni di SMP 1 Ngariboyo  dan 
Olah raga Silat  di SMP 1 Magetan 

Tentang  libur  nasional  Ketua MKKS  menanyakan,  tgl 29, 30 libur  apa tidak,  jawaban  menunggu  surat  edaran Bapak  Bupati .

Terakhir  Ketua  MKKS menyimpulkan  acara  hari ini . Kita kader guru guru kita  untuk  suatu  saat  menggantikan  kita, dengan memberikan  tugas  di sekolah dengan berbagai  kegiatan.  Pengalaman  itu  akan sangat  penting  ketika  mereka  ditugaskan  menjadi seorang  leader.
Kegiatan  PAS ada perubahan jadwal pelaksanaan  , kita tunggu  saja jadwal terbaru.


Magetan,  2 Desember  2020














Prospek menulis Potensi Desa

Motivasi awal saya menulis Potensi dan sejarah desa  Pojoksari  adalah  agar Desa memiliki  dokumen  sejarah untuk  menjadi  literatur  anak-anak muda di masa kini  dan masa  depan. Lama sekali  saya memendam  keinginan  ini. Saya pernah  menyampaikan  niat  saya ini kepada Pak Lurah. 

Edy Mulyono, S.Psi, Lurah Desa Pojoksari yang  melejitkan jeruk Pamelo ini menyambut  baik.

Kemudian  saya bertemu penerbit  Telaga Ilmu,  yang  memberikan  fasilitas dalam  mencetak buku. Gayung bersambut mulailah  saya  menulis buku ini.
Sumber ilustrasi: dokumen pribadi 
Buku  ini bisa saya tulis dalam satu  bulan. Dengan menulis buku ini, potensi desa bisa diketahui,  Sejarah  desa bisa diabadikan. Hari  ini Bapak  Edy Mulyono,  yang menjadi  idola pemuda desa  ini memesan  65 exemplar,  akan dibagikan  3 SD yang ada di Desa Pojoksari  dan Taman   bacaan Masyarakat.  Juga  kalau  ada kunjungan  dari  desa lain bisa sebagai  hadiah  cindera mata. 

Manfaat  buku Potensi  Desa
Disamping  memuat  sejarah  desa, buku  ini juga memuat Potensi  yang ada  di desa,  sehingga  menjadi  pertimbangan  untuk  program pembangunan di Desa  itu. Tidak  menutup  kemungkinan  ada investor  yang  menanamkan modal  didesa itu  sehingga  pergerakan perekonomian  desa  berjalan pesat.
Contoh  di Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, 

Bumdes di Desa Ponggok merupakan salah satu desa yang paling berhasil di Jawa Tengah dalam mengelola Bumdes. 

Pada tahun 2004, desa itu masih merupakan daerah tertinggal. Namun berkat tangan Junaedhi Mulyono, Desa Ponggok disulap menjadi desa wisata yang setiap harinya bisa mendatangkan ribuan wisatawan.

Pendapatan Asli Desa (PAD) di Dsa ini sudah mencapai Rp 4 miliar per tahun dan ini bahkan melebihi Dana desa yang dikucurkan di setiap desa.
 
Sumber ilustrasi: https://m.merdeka.com

Menurut Kades Ponggok (Junaedhi Mulyono) bahwa PAD dari Desa Ponggok sudah mencapai Rp 4 miliar per tahun dan dari unit kegiatan usahanya satu tahun sudah mencapai Rp 10 miliar, artinya dalam setahun dari PAD dan penghasilan Bumdes hampir mencapai Rp 14 miliar,” ujar Firman.

Yang lebih menarik lagi di sini bahwa masing-masing penduduk sudah memiliki saham sebanyak Rp 5 juta, dan  Rp 5 juta tersebut dalam bentuk kartu (e-money) sehingga transaksi di Desa Ponggok menggunakan online. Selain itu, Desa Ponggok memiliki program, satu rumah satu mahasiswa,” kata Firman.

Contoh  kedua Desa Sungai Nyalo, Painan
Terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, desa adat berbentuk nagari ini dikenal  memiliki  potensi pariwisata,  akhirnya  di kelola dengan baik kemudian  menjadi  Desa Wisata Terbaik yang berhasil mengelola potensi pariwisata untuk majukan perekonomian warga.
Sumber ilustrasi:Republika.co.id
Kawasan pesisir pantai ini miliki pantai dan bukit yang menjadi andalan. Selain Bukit Mandeh yang menawarkan pemandangan batu-batu berbentuk pulau, ada pula Pantai Carocok yang terkenal dengan Pulau Cubadak yang masih sangat asri. Meski belum begitu dikenal di dalam negeri, turis asing banyak yang berwisata ke kawasan yang dijuluki "Paradise of the South" ini.

Jika tidak bisa sehebat contoh  di atas , setidaknya  anak muda desa  mengetahui  potensi  dàn sejarah desanya, yang tidak  menutup kemungkinan anak muda ini  yang. Mengembangkan dan memaksimalkan di masa depan.

Harapan 
Untuk  memajukan budaya  literasi  di desa  diadakan TBM, Taman Bacaan Masyarakat, semacam perpustakaan desa,   dari  tempat  ini  bisa untuk  memberikan  edukasi  pada masyarakat,  dengan Kegiatan  membaca  buku. Buku  Potensi  dan sejarah desa  bisa  menghiasi taman bacaan masyarakat  ini. Buku  yang dikoleksi lebih mengarah  ke buku  ketrampilan  hidup. Contoh  berternak lele,  menanam  alpukat, budi daya tanaman  pete, budi daya jamur,  dan sebagainya. Sehingga  warga  bisa menciptakan  pekerjaan  sendiri  sehingga  busa membantu pemerintah  mengatasi  pengangguran.

Penutup 
Mari  menulis  buku Potensi dan sejarah desa,  agar desa memiliki  literatur  untuk  menjadi  pertimbangan  memajukan  dan memberdayakan  desanya. 



Sumber bacaan 
www. Republika.co.id ;2 Desember  2020; 05.30

https://www-goodnewsfromindonesia-id.cdn.;2 Desember  2020;06.03

https://m.merdeka.com; 2 Desember 2020; 06.18.


Hujan menjelang malam


Hujan rintik  rintik  sehabis  magrib  tak berhenti  mengguyur  desa kami, akan tetapi  tak menyurutkan langkah kecilnya Martani menuju  Masjid.  Sebuah tempat  yang menentramkan hatinya  sejak kecil  hingga dewasa.

Cerita  Martani  memang  hanya  ada 4 titik,  rumah, sekolah,   masjid dan  kebun,  kecuali  ada keajaiban  dari Allah yang luar  biasa. Kalau  Martani  pernah  ke Jogja itu juga karena tugas mendampingi  anak-anak  karya wisata,  kalau  Martani pernah  ke Surabaya,  itu  karena  tugas penataran  sebagai  I N(Instruktur  Nasional). Yah seperti  itu.

Selepas pulang  dari  Masjid,  Dia duduk di kursi  reot,  pemberian  warisan  dari buliknya yang  ada di Kota. Sudah  10 tahun, sponya  tepos, karena  diduduki  setiap  hari. Dulu  ada temanya  yang  bertubuh  bongsor  duduk  di situ  akhirnya  bokrak. "Krak," suara  itu  yang membuat  trauma kalau  punya  tamu  berbadan gendut.

"Ini Kang teh hangat, " sapa istrinya  dari  dalam  sambil  membawa  jajan bakpia patok,  pemberian  Kepala  Sekolahnya, karena  pulang  dari Jogja.

Sudah  tiga hari  jajan itu  tidak dimakan, karena  biar  dimakan  anaknya,  kalau  anaknya  sudah  tidak  mau makan,  baru  itu  rezeki  Dia.

"Kok  tidak manis bune?" Tanyanya sambil  menoleh  istrinya yang duduk disampingnya.
"Maaf Kang gulanya  habis." Mendengar itu  Martani bagai  disambar  petir  di siang bolong. Betapa  seorang  ayah tidak bisa  mencukupi  kebutuhan  keluarga. 

"Maafkan aku  ya Bune."
"Tidak apa apa Kang."
"Aku minum  teh tidak manis  juga tidak  apa apa, sambil  minum teh,  aku  melirik  bune  yang manis,  sama saja."
"Terima kasih Kang."

Tangannya  mengambil  bakpia  pathok di depannya  yang sejak tadi  belum disentuh. 

"Rasanya  manis Bune,  seperti  dirimu. 
Lezat sekali, semoga besuk  di akhirat  kita juga bisa makan  seperti  ini ya Bune.
Mosok  kita  ini  di dunia sudah  miskin   di  akhirat  nanti  miskin  lagi.
Kita di Akherat harus jadi  orang kaya Bune."
 
"Aamiin, ya jangan di akherat  saja to  Kang. Didunia  kaya, di akherat  juga kaya." 

"Aamiin."

"Jadi orang miskin  itu  tidak enak. Diejek, dihina, direndahkan orang , sakit  rasanya." 

"Tapi  nggak apa apa Bune  semua  itu  sudah diatur  oleh  Allah.
Biarpun orang seluruh  dunia mengejekku, menginjakku,  selama  dihatiku  masih punya Allah aku akan baik-baik  saja."
"Iya Kang,  semoga Allah memberikan  kesabaran  kepada kita." 

Hujan semakin deras, malam semakin pekàt,  cuaca  bertambah dingin,  kedua insan ini  masih  berdiskusi,  karena hanya dia teman yang memahami  satu dengan yang lainnya. Alhamdulillah  Tuhan memilihkan jodoh  yang baik.  Wanita  sederhana  yang sholihah,  yang  menentramkan  hatinya saat Dia memandangnya. 

Magetan,  1 Desember  2020

Adzan subuh

Pagi yang sangat  indah, udara  di desa ini dingin,  27 derajat, pas dengan kondisi  tubuh, kebetulan  bulan purnama, ikut  menerangi  langkah langkah hamba yang taat  menuju  Masjid tempat  hamba yang lemah bersujud. 

Martani membuka pintu  Masjid, krekeet....., didekat  pintu  ada saklar  untuk  menyalakan lampu.  Kemudian  Dia berjalan  menuju  ampli tempat  menyalakan  speaker.  Dicarinya gagang mic berwarna hitam kusam.  
"Allaahuakbar  Allaahuakbar,  Allaahuakbar Allaahuakbar." Suara  adzan terdengar  membelah  sepinya pagi. 

Dulu 50 tahun yang lalu,  pada menjelang  subuh  banyak  mbok  bakul  menggendong  barang  dagangannya  ke pasar. 

Pemandangan  seperti itu  sekarang  sudah  tidak ada lagi. Orang  kalau  belanja  cukup  di depan rumah,  sudah ada bakul  ethek  yang siap  melayani  berbagai  kebutuhan  dapur. 

"Ya Allah  kok  melamun  jauh,  bukankah  saya  mau sholat  sunah  kokbeliyah  subuh."  Begitulah  cerdasnya  setan selalu  menggoda  manusia  untuk  lupa pada  Allah,  selalu  dibelokkan hati  ini  untuk  tidak  dzikir. Gumam Martani. 
"Dah Aku mau sholat  sunah."
Sholatnya  dikusuk  kesukaan, seolah olah  nanti  siang  akan mati. 
Kadang  kadang  hati  ini memang harus dipaksa  untuk  ingat  mati  agar kalau  sholat  pikirannya  tidak melayang  kemana-mana.  Lebih lebih  masa pandemi  kovid 19 ini, banyak  orang mati  mendadak. Siang sehat, malam meninggal. Malamnya sehat  esuk hari sudah meninggal. Jadi antara  hidup  dan mati  itu  hanya beda  tipis.  
Tapi Martani masih takut  mati,  karena anaknya  masih  kecil kecil,  dosanya  masih banyak,  amalnya  belum  banyak,  kadang  kadang  masih diajak  menggunjing  orang. Rumahnya  belum jadi, lebih lebih  cita citanya naik  haji seperti  pak Haji Umar  masih  jauh  panggang  dari  api.

"Ya Allah..., pingin sekali  rasanya  aku bisa Naik Haji seperti  pak Haji  Umar , ke tanah suci,  aku bisa sujud  di Masjidil Harom,  bisa melihat  makam  Rosuulullah." Doa Martani  tak henti  hentinya setiap  habis sholat. 

Padahal  Dia seorang guru  yang miskin,  yang secara  rasional  tak mungkin  bisa Haji bersama  orang-orang kaya. Tapi Dia paham bahwa  kalau  Allah  menolong,  tak ada yang sulit.  Disisi lain Dia juga percaya  bahwa setiap  doanya  pasti  dikabulkan  oleh  Allah. Perkara  kapan  mengabulkannya  itu  hanya masalah  waktu. Oleh  karena itu  tak lelah  mulutnya berkomat kamit seperti  berbicara  memohon lepada  Tuhan.  

Selesai  sholat  subuh,  Dia melangkahkan kaki sambil  dalam hati  berdzikir  pada Allah. Dia bersyukur  dalam kondisi  kemiskinan  yang paling pinggir,  masih  diberi  hati  yang selalu  berdzikir,  sholat  5 waktu  berjamaah  dengan tertib di Masjid. 

Banyak  orang kaya  yang tidak  bisa berdzikir,  jarang  sholat  5 waktu  di Masjid.  Barangkali  itulah  rahasia  Allah  menempatkan  posisi  Martani dalam kemiskinan yang pinggir,  agar  dia bisa merengek,  mewek  memohon  pada Allah.  Brangkali Allah  masih menghendaki  Dia sholat  sambil  menangis,  berdoa sambil  meneteskan  butiran mutiara  air mata.
Butiraan  mutiara  airmata  yang seperti  inilah  yang mahal harganya, lebih mahal dari pada mutiara terbaik  di dunia.

Setelah membaca  Al Qur'an,  Dia menyiapakan  keberangkatan ke Sekolah  tempatnya mengajar yang sudah 12 tahun ditekuninya dengan sabar.
"Aku berangkat ya Bu," Pamitnya  pada istri setianya.
Dipancalnya  sepeda motor Honda  grand  buatan Jepang tahun  94 itu. Tidak  segera  menyala, barang kali masih dingin karena  Matahari  belum  tampak.

Magetan,  1 Desember  2020.