Minggu, 22 November 2020

Keberkahan bersama hujan

Tadi malam (21 November  2010) hujannya lebat  sekali  seperti  disuntak dari langit hingga menjelang subuh bahkan sampai pukul 05.30 WIB,  alhamdulillah  tidak disertai angin kencang. Jalan  jalan sepi,  tak ada suara motor yang menderu.  

Dua hari  sebelumnya  yaitu  hari kamis malam, hujannya  juga lebat  bahkan disertai  angin kencang, sampài  ada dua pohon  besar  tumbang  di dekat  lapangan  Takeran,  hingga  menyebabkan jalur   lalulintas  dialihkan  untuk  beberapa saat  karena mengevakuasi pohon btersebut.

Hujan itu  termasuk  siklus  tahunan yang terjadi  di negara  kita,  dengan hujan  itu  kita senang  karena tumbuhan  bisa hidup  subur,  sawah  bisa ditanami  padi  dengan biaya  pengairan  gratis. Tetapi  sebenarnya  tidak  gratis,  akan tetapi  pemberian  dari Allah,  Tuhan Aza wajala.

Apakah  pemberian  Allah  itu  gratis. Menurut  saya tidak ada  yang gratis dalam  hidup  ini, apa  yang diberikan  Allah  kelak  akan  dituntut  tanggung jawabnya, apakah  kita mensyukuri atas nikmat  yang diberikan,  atau  abai  saja. 

Bagaimana kalau  misalnya  ada saudara  kita yang memberikan  sesuatu  kepada  kita dengan  gratis? Minimal  kita  harus berterima kasih.  Berterima kasih  kepada  sipemberi  dan berterima kasih kepadaTuhan yang telah menggerakkan  hambanya  memberikan  hadiah kepada kita. Tuhan pasti  membalas kebaikan  hambanya  tadi.

Hujan  kadang menimbulkan  rasa takut, takut  kalau  banjir,  apalagi  disertai  angin kencang,  apalagi  rumahnya  tidak kuat,  sudah reot,  tinggal  menunggu  hari  kapan ambruknya. Tahun lalu  rumahku  kena giliran,  sekitar  30 genting  melayang  dibawa angin. Tahun  sebelumnya  4 esbes  dibredel  angin kencang  hanya  dalam  waktu  5 detik.

Kadang  kadang saya  ingat  saudara kita yang  rumahnya di daerah  pegunungan,  atau  didekat  tebing  gunung,  kalau  hujan  deras  rawan terkena longsor. Beberapa  tahun lalu  di Kabupaten  Ponorogo  terkena  tanah  longsor hingga  menelan  puluhan kurban jiwa. 
Ada keberkahan  bersama hujan, antara  lain.
1. Disaat  hujan deras  itu termasuk istajabnya  doa, maka berdoalah mengenai  segala  hajat  dan keperluan  disaat  hujan deras. 
Imam an-Nawawi juga mengatakan, bahwa doa pada saat hujan tidak ditolak atau jarang ditolak karena pada saat itu tengah turun rahmat, khususnya curahan hujan pertama di awal musim. 

2. Apa yang kita tanam  bisa hidup  subur , maka saat  musim hujan  adalah  saatnya  menanam yang tiga bulan  kemudian  akan  membawa  panen.

3. Air  hujan  bisa digunakan  untuk  pembangkit  tenaga  listrik. Dengan melimpahnya air maka bisa memenuhi bendungan untuk  digunakan  pembangkit  listrik tenaga air. 

4. Air  hujan  bisa digunakan  untuk  air  minum. Dengan  kecanggihan  ilmu pengetahuan  dan teknologi,  airbhujan bisa ditampung  pada suatu tempat , dihilangkan  unsur  unsur  yang  tidak baik  untuk  dikonsumsi  langsung.

5. Air  hujan  menjadi kelangsungan hidup bagi  manusia,  hewan,  binatang  dan tumbuh tumbuhan. 

Seperti ditegaskan dalam Alquran surah al-Anbiyaa ayat 30, bahwa dari air Allah menjadikan segala sesuatu yang hidup. Imam al-Baghawi menafsirkan dalam ayat tersebut, yakni "Kami menghidupkan segala sesuatu menjadi hidup dengan air yang turun dari langit, yaitu menghidupkan hewan, tanaman, dan pepohonan. Air hujan inilah sebab hidupnya segala sesuatu."

Apa yang sebaiknya  dilakukan  saat  hujan?
1. Berdiam diri  di rumah,  jangan keluar  rumah  disaat hujan  karena,  udara dingin  lebih lebih kalau berkendaraan, kadang  kadang  ada pohon  tumbang  atau  batang  ranting  yang patah,  kurang  beruntungnya  akan mengenai  kendaraan  kita. Jika  terpaksa sudah  dijalan maka kurangi  kecepatan kendaraan  anda, lebih aman  lagi  kalau  istirahat. 

2. Berdoa  di rumah. Karena saat hujan , saat  mustajabnya  doa.

Semoga  hujan tahun ini membawa  keberkahan untuk kita semua. Ada doa yang baik dibaca ketika hujan  turun;

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

“Allaahumma Shayyiban Naafi’an”

Artinya:
Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang bermanfaat. ( HR. Bukhari no. 1032)

Kemudian jika hujan itu  disertai  angin  kencang  ada  baiknya kita berdoa;

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

“Allaahumma Inni As aluka Khairahaa Wa Khaira Maa Fiihaa Wa Khaira Maa Ursilat Bihii Wa A’uudzu Bika Min Syarrihaa Wa Syarri Maa Fiihaa Wa Syarri Maa Ursilat Bihi”

Artinya: Ya Allah, aku meminta kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan yang angin ini diutus untuk bertiup kepadanya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan angin ini, kejelekan yang ada padanya, dan kejelekan yang angin ini diutus untuk bertiup kepadanya. ( HR. Muslim no. 899)

Ini ikhtiar  yang bisa kita lakukan , selebihnya  kita bertawakkal pasrah  pada Allah,  memang  sifatnya  hamba  itu  banyak  dosa,  apes,  jelek,  dan bodoh. Tidak ada  yang sempurna,  kesempurnaan  hanyalah milik Allah.

Semoga  Allah  menjauhkan  balak, bencana, musibah, penyakit  tahun ini  dan seterusnya, sehingga  hati kita tenang  dalam  bersujud kepada-Nya. Aamiin. 

Magetan,  22 November  2020 



Sumber  bacaan: republika.co.id, 22 Nopember  2020:19.55




Sabtu, 21 November 2020

Mengangkat martabat guru Indonesia




Sumber  ilustrasi : Https://www.gurupenggerakindonesia.com

Tanggal  28 November 2020 nanti  ada acara peringatan HUT  PGRI yang ke 75. Pada saat  itu  akan hadir  Bapak Presiden Jokowi, dan para menterinya secara virtual. 

Yang menjadi tokoh sentral  nanti adalah  Bu Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd  dan Bapak Presiden  Jokowi. 

Sambutan dari  kedua tokoh ini  akan didengarkan  dan diharapkan  oleh Guru  seluruh  Indonesia,  apakah  menguntungkan  dunia  pendidikan, apakah  menguntungkan Guru apakah  memecahkan  persoalan  yang  masih  ada  di dunia  pendidikan? Ini  yang kita nantikan  bersama.

Peringatan  hari Guru  biasanya  diadakan secara meriah di Jakarta.  Kalau di tingkat  Provinsi  diadakan secara  bergilir  di berbagai  kota/ Kabupaten. Tahun lalu Provinsi Jatim, mengadakan  peringatan  HUT PGRI ke -74 di Sumenep Madura,  demi  solidaritas  profesi semua  perwakilan  seluruh  Kabupaten/ kota hadir. 

Biasanya  mengangkat  isue  sekitar  permasalahan  Guru  atau permasalahan  di dunia  pendidikan. 
Dari group WA saya mengedarkan angket permasalahan permasalahan  apa yang dialami  Guru  yang sekiranya  bisa  diperjuangkan  PGRI.  Begini redaksinya;

Coba  teman  teman  , masalah  masalah apa yang dihadapi guru dan  harapan harapannya  bagaimana  yang sekiranya bisa diperjuangkan  pengurus  PGRI. Saya pengurus  PGRI  walaupun  ditingkat  paling bawah,  tapi  saya  punya  akses  dengan pengurus  tingkat  pusat,  silahkan  dituliskan  untuk  saya usulkan , terima kasih

Dari sharing itu bisa dirumuskan sebagai  berikut;
1. Guru  honorer yang puluhan tahun mengabdi  belum diangkat.
2. Kenaikan  pangkat  guru yang sulit , puluhan tahun tidak naik  pangkat
3. Guru harus bersusah payah, berdarah  darah mencari  murid. 
4. Akhirnya  itu  "sumur  golek timbo seharusnya  timbo  golek  sumur".
5  Penyebaran guru  yang belum merata,  ada di suatu  sekolah  kelebihan guru  tapi ada di sekolah  lain kekurangan guru. 
Ini ungkapan  seorang KS  di daerah Sumatera, "Kalau masalahku penyebaran guru di wilayah Sumatera tidak merata yang di kota atau pinggiran kota menumpuk, Sementara didaerah semacam kami daerah terpencil kurang,tempatku yg PNS hanya 4 mas dengan KS, Itulah yg bikin 😇😇dana Bos habis tuk bayar honorer".
Guru  honorer  usianya  ada yang sampai  35 tahun  bahkan  ada yang 50 tahun. 

6. Disisi  lain mereka  menyampaikan  bahwa banyak  disekolah  SD sangat  kekurangan  guru mapel  PAI.

7. Permasalahan  mencari  murid  yang  bersaing  ketat  dengan sekolah  lain.  Kalau  persaingan  yang sehat  tidaklah  menjadi masalah , terapi  apabila  persaingan yang tidak sehat  yang menjadi  korban adalah  kualitas pendidikan  masa depan. 

8. Sertifikasi  guru  yang belum  dirasakan merata. Ada di banyak  sekolah  guru tidak bisa Sertifikasi  karena kekurangan  jam mengajar. Yang mengalami  nasib demikian biasanya  tidak semangat  kerja,  kasihan  mereka,  temannya  menerima  puluhan juta  dalam setahun tapi  dia sendiri  tidak  merasakan  manisnya  Sertifikasi. Sebenarnya  pemerintah  sudah memberikan solusi untuk  pindah  ke SD,  tapi  yang bersangkutan  tidak mau, yang seperti  ini  perlu  adanya mediator  yang baik agar  bisa  diputuskan  solusi  terbaik.

9. Kualitas kompetensi  guru  yang belum merata. 

Sembilan  permasalahan  ini  yang saya usulkan  ditingkat  kecamatan  dimana  saya  menjadi pengurusnya, dan saya  sampaikan  ke guru  "spiritual" saya dalam  menulis,  Omjay.  Yang  beliau  pengurus  pusat  dan dekat  dengan  Ibu  Ketum PB PGRI,  Prof. DR. unifah  Rosyidi, M.Pd.

Bulan September  2020 yang lalu  ibu Ketum menghadap Presiden  Jokowi, yang berkenan mendengarkan langsung   perjuangan PGRI, CPNS Honorer PPPK yang sudah lulus, perhatian kesejahteraan honorer, penolakan penghapusan Mapel Sejarah, perlindungan guru siswa dalam PJJ, memohon klaster pendidikan di luar RUU Cipta Kerja, penguatan peran LPTK, dan lain-lain yang selama ini menjadi isue perjuangan PGRI.

Semoga  semuanya permasalahan  guru di hari Guru  ke- 75 ini ada solusi yang baik dan bijaksana  sehingga  guru  bisa melaksanakan  tugas pengabdiannya dengan baik  , tenang  dan bahagia sejahtera  sehingga  bisa turut  serta  memajukan kualitas  pendidikan  di tanah air tercinta , Indonesia. 

Hidup  PGRI,  Hidup Guru,  solidaritas..... yes!


Magetan,  21 Nopember  2020



Sumber  bacaan:

Https://www.gurupenggerakindonesia.com
















Jumat, 20 November 2020

Mengubah sarang laba-laba menjadi penuh tulisan


Guru hebat Indonesia,  kali ini kita akan belajar  bersama dengan Ibu  Rita Wati Asal dari Tanjung Pinang Kepri yang sekarang mengajar di SMP Negeri 2 Mendoyo Kab.Jembrana Provinsi Bali. 

Penulis buku  Merajut  Asa Sejak Belia ini lahir di Tanjung Pinang pada tanggal 
24 September 1982 dari orang tua berdarah minang. 

Sejak kecil memiliki hobi membaca terkhusus buku-buku cerita.
Sekarang berprofesi sebagai guru, operator,writer, kurator dan blogger. 

Motto hidupnya adalah Setelah kesulitan pasti ada kemudahan dan Belajar sepanjang hayat.
sumber ilustrasi: https://teruslahmenulis.blogspot.com

Awal mula menjadi penulis sudah terbesit sejak lama ketika menginjakkan kaki  di Yogyakarta tahun 2001. Ketika itu teman sekos  telah menjadi seorang penulis. Melihat beliau aktif menulis sudah terbesit keinginan ingin ikut-ikutan menulis. Akan tetapi ketika itu tidak tahu mau mulai dari mana, dan mau menulis apa.

Karena kebersamaannya dengan temanya cukup sebentar karea sahabatnya memutuskan menikah muda, akhirnya keinginan tersebut terpendam.

Tahun 2005 kembali terbesit  lagi keinginan menulis karena saat  kuliah  sering di ajak menjaga stand bazar buku. Sambil menjaga stand sambil membaca buku sehingga keinginan untuk menulis bangkit kembali.

Rita mulai mencoba untuk menulis cerpen ala Rita dan puncaknya ingin menulis novel hingga sudah di tulis sebanyak 80 halaman. Tapi… ada tapinya saat itu  malu menunjukkan tulisan kepada orang lain.  

Masa-masa kuliah temanya sering meminjam komputer. Sangking khawatirnya tulisannya di baca sama mereka akhirnya semua tulisan, diberi password.

Begitulah ketidakpedeannya saat itu. Karena tidak pernah PD tulisan di baca oleh orang lain akhirnya  menjudge diri sendiri bahwa dia tidak bakat menulis.

Tahun 2005  blog juga sudah mulai booming, sebagai mahasiswa komputer saya juga memiliki keinginan untuk memiliki jejak digital. Akhirnya membuat blog masih banyak tapinya tahun itu kalau kita mau menggunakan internet kita masih harus ke warnet. Dan terjadilah blog yang dibuat untuk pertama dan terakhirnya karena malas ke warnet.

Tahun 2013 Kurikulum Baru di mana Mapel TIK dihapus. Sebagai guru TIK Rita ikut galau sehingga ketika ada lomba English Essay  di UNDIKSHA dengan tema kurikulum 2013 Rita ikut menulis essay walaupun kemampuan Bhs Inggrisnya tidak seperti guru Bhs Inggris tapi dia PD aja yang terpenting pada saat itu  bisa mengungkapkan uneg-unegnya jika Mapel TIK dihilangkan maka akibatnya siswa akan mengalami buta teknologi. Jika pun ada yang mampu menggunakan secara otodidak jumlahnya hanya terbatas.

Lama  tidak pernah memikirkan blog dan menulis, karena sudah merasa tidak berbakat akhirnya 2011 kembali lagi membuat blog. Seperti keinginan semula ingin memiliki jejak digital. Bulan pertama bisa memposting 6 tulisan, bulan berikutnya semakin berkurang 3 tulisan semakin lama kembali blog di abaikan.

Dalam lomba tersebut  tidak menyangka menjadi finalis, dimana hampir semua peserta dari guru Bhs Inggris. Itulah awal prestasi dalam menulisnya. 

Akan tetapi lagi dan lagi itulah tulisan terakhirnya hingga benar-benar vakum sampai pandemi datang. Ibarat kata Omjay blognya sudah penuh sarang laba-laba, ibarat rumah yang telah ditinggal hingga sekian lama.

Hikmah dari pandemi akhirnya tahun 2020 Bulan April inilah awal keaktifannya ngeblog

saya mulai mengaktifkan blog untuk mengisi materi tapi hanya bertahan 3 postingan kembali penyakit malas menghantui.

Mulailah saya mengikuti webinar pada tanggal 27 April dan kebetulan acara di buka oleh Prof.Unifah Ketum PGRI pusat, dan menyampaikan jika ada pelatihan menulis pesertanya dari seluruh Indonesia dan menyinggung dari Provinsi Bali masih sedikit.

Saat itu saya mulai tertarik untuk join di group Belajar Menulis yang di pelopori oleh Omjay. Padahal selama gelombang 1-10  selalu mendapatkan link untuk join group menulis karena Omjay selalu mengeshare di Group Elearning Guru TIK Bali. Tapi  baru bergabung di gelombang 10.

Alhamdulillah berkat belajar meresume di Kelas Belajar Menulis Bersama Omjay  menjadi aktif menulis resume walaupun bukan materi di kelas belajar sehingga hadiah buku,termos, souvenir lainnya mulai di dapati di acara lain.

Saat bergabung  sudah telat sehari, masih bingung ini group pelatihan nya lewat WA, hanya membaca text , di siang hari pada saat bulan puasa. Sambil jalan melihat teman-teman memposting tulisan di group mulai mengerti jika setiap materi peserta harus meresume dan posting di blog masing-masing.

Ikut memeriahkan lomba blog dalam rangka HUT RI yang ke-75 Alhamdulillah mendapat kesempatan  8 besar.

Sambil berjalan akhirnya hingga kini  telah menerbitkan 2 buku solo, 1  calon buku duet bareng Prof Eko yang Alhamdulillah sudah di nyatakan di terima tanpa revisi oleh penerbit Andi.

5 buku antologi di mana 3 antologi saya menjadi kurator yaitu the meaningfull true stories, Senandung Guru Jilid 1 dan 2.

Bagaimana tips konsisten  dalam menulis?
Menurut  Rita  agar kita  konsisten dalam menulis adalah belajar dari para narasumber. Masing-masing nara sumber memiliki trik jitu tentang menulis. Kemudian dicatat semua triknya dan dikerjakan. 

Misalakan Omjay Menulislah Setiap hari dan Buktikan apa yang terjadi itu saya praktikkan.

Ketika mengikuti kelas belajar menulis berpikiran seperti teman-teman yang baru belajar,  berpikir memerlukan puluhan purnama agar bisa memiliki buku solo.

Alhamdulillah pikirannya salah, ternyata tidak sampai satu purnama pun bisa, hal ini  di buktikan di buku merajut asa, hanya memerlukan waktu 3 minggu buku sudah terbit.

Selama ini  hanya menulis, sebelumnya belum mengenal Bu Kanjeng.
Ceritanya cukup unik pada saat itu  telah menyelesaikan resume sebanyak 20 narsum. Rita  berpikir sudah cukup, akan tetapi Omjay menambah 10 pertemuan lagi pada saat itu. merasa itu tidak wajib.

Hal yang tidak terduga ketika Bu Sri Sugiastuti/ Bu Kanjeng mengajak  menjadi kurator. Pada saat itu saya bertanya-tanya apa  mampu? Tapi mengapa Bu Kanjeng mengajaknya?

3 narsum telah terlalui termasuk bu Kanjeng. Di minggu berikutnya mulai menulis resume kembali dan perlahan-lahan menulis ketertinggalan. 

Kemydian discroll ke atas butuh perjuangan karena sudah tertimpa dengan ratusan postingan.

Sampai-sampai  tidak tahu jika Bu Kanjeng pernah mengomentari blognya, dan ketika bu Kanjeng mengajak menjadi kurator dia bertanya-tanya.

Juga baru digandeng Bu Kanjeng untuk jadi Kurator di buku antologi bersama gelombang 16.  Sekarang bu Kanjeng sedang kena typus, mari berdoa sejenak untuk Bunda dan Omjay. Semoga lekas sembuh. Alfatihah...

Trik Rita menulis dalam  satu minggu 
Kebetulan mengikuti tantangan bersama Prof Eko di beri waktu 1 bulan.  Saat itu yang mengikuti tantangan cukup banyak sekitar 47 orang. Sehingga kita cepat-cepatan untuk mengambil tema di youtube Prof Ekoji. Akan tetapi TOC harus selesai selama 2 hari. Saat itu cukup sibuk karena di sekolah  juga sebagai Operator Dapodik dan kebetulan saat itu dateline penginputan no Hp siswa di Dapodik untuk program kuota internet dari Kemendikbud.

Hampir meyakinkan diri tidak ikut di tantangan September Ceria karena terbentur dengan Dateline. Akan tetapi ide itu muncul saat last minute 2 jam sebelum dateline.

Tipsnya tulis TOC yang telah kita buat. Tidak mesti berurutan ikuti ide yang muncul. Yang terpenting banyak mencari referensi.

Rita berpendapat
Semua buku bagus. Tergantung tujuan kita menulis mau mencari profit, atau sekedar hobi. Jika ingin mencari profit sebanyak-banyaknya kita harus mengikuti tema populer. Kita bisa mencari di https://trends.google.co.id/trends/?geo=ID. Apakah buku yang ingin kita tulis temanya sedanga banyak di cari orang lain atau tidak.

Rita juga menulis yang bertema pariwisata,  di bulan Oktober yang lalu sebulan penuh menulis tentang tema pariwisata. Tidak hanya di Bali tapi beberapa daerah yang pernah dikunjungi seperti Semarang, Makassar,Pacitan,Semarang, Tanjung Pinang dsb.
Cara membagi ide Untuk Blog dengan  terus menulis  lebih fokus ke materi baik itu tentang TIK, Belajar Menulis dsb. Untuk Kompasiana saya fokus ke tips dan trik, untuk di wordpress seperti catatan harian contohnya perjalanan wisata. 

Motivasi menulisnya dahulu karena kepengen aja, melihat teman sekos sudah menjadi penulis. Seperti termotivasi ingin menjadi penulis juga kurang lebihnya seperti itu. Terkadang kita menjadi tidak bersemangat karena lingkungan. Rita tidak pernah mengikuti komunitas apapun sehingga  menulis hanya sekedar dan muncul keinginan jika BW ke blog orang , tapi kembali lagi malas menulis karena tidak ada yang memotivasi.
Alhamdulillah bisa menulis buku di masa pandemi ini berkat mengikuti komunitas. Sehingga  terpacu/ tertantang untuk menulis dan menerbitkan buku karena melihat teman-teman yang telah berhasil menerbitkan buku. 

Bagaimana Mengatasi ketidakpedean kita? Yaitu dengan cara meyakinkan diri kita sendiri jika tulisan yang kita buat memang bermanfaat . Yakinlah tidak ada tulisan yang jelek 
Rita sering meyakinkan peserta antologi untuk  tetap menulis. Ada beberapa yang merasa tidak PD dengan tulisannya. Dan diyakinkan kepada mereka tidak ada tulisan yang jelek sehingga ada peserta yang benar-benar tidak pernah menulis sebelumnya tetap ikut di antologi.

Jika kita sudah posting di blog itu sudah bukan ruang privasi lagi Bu, Blog kita sudah bisa di baca di seluruh penjuru dunia. Jadi kita harus memantapkan hati ketika menulis di blog harus siap di baca oleh orang lain.

 
Penutup 
Tulisan ini ditutup dengan kata-kata bijak dari bu RA.Kartini yang diketahui sejak  SMP dan menjadi pedoman selama ini .
"Nothing is impossible in this world what we look upon today tomorrow may be accomplished fact.” Tidak ada yang mustahil di dunia ini apa yang kita lihat hari ini,  besok bisa jadi kenyataan.

*Man jadda wa jadda Siapa yang besungguh-sungguh maka akan berhasil*

Jangan malu untuk menulis, tulislah apa yang akan kita tulis. Jangan takut salah dan tidak PD. Sesungguhnya  setiap manusia mempunyai bakat terpendam. Hanya bagaimana cara kita untuk mengasah keterampilan, dengan menjaga konsistensi untuk  menulis setiap hari. Semoga para peserta semakin semangat dalam menulis sampai bukunya terbit. Amin.

Kamis, 19 November 2020

Mencintai warisan budaya sendiri

Anak anak milinial  kebanyakan  kurang mengenal budaya warisan leluhur  nenek  moyang kita   seperti  gamelan, wayang kulit, ketoprak,  ludruk,  wayang orang, lenong, reog Ponorogo  dan lain  lain. 

Mereka beralih menyukai  alat alat  musik  modern,  Band, ndang dut, kroncong,  jaz, pop, rock dan lain  yang itu  merupakan  budaya luar  negri.

Kok  bisa begitu  ya? Siapa  yang bersalah?
Jangan mencari  siapa  yang  bersalah, kalau  sudah ketemu  mau diapakan. Saya dulu  ditugasi  menemukan siapa  yang mengambil  uang hilang di kelas 3a tahunnya  lupa.

Saya panggil  anak  yang kehilangan,  saya interview.  Anak-anak  yang dicurigai  di interview,  akhirnya  ketemu,  setelah  ketemu  apakah  digebugin, ya tidak,  apakah dilaporkan  ke Polisi  , ya tidak.

Jadi  yang penting  adalah  menumbuhkan  rasa cinta  pada budaya  asli  bangsa  Indonesia kepada anak anak didik kita.

Bagaimana  menumbuhkan,  dengan mengadakan  even even lomba seni.  Kemudian  diapresiasi , diberikan  sertifikat,  diberi  hadiah.

Kita  beri  keteladanan bahwa kita orangtua mencintai  budaya  kita sendiri. Budaya  adalah  bentuk kreativitas  manusia  dari jaman  ke jaman.  Budaya  adalah hasil buah budi daya manusia  yang bernilai  estetis dan bermakna. 

Oleh  karena  itu  kita  harus mencintai budaya  kita sendiri. 

Banyak orang asing belajar  budaya  Indonesia.  Kang Den nama aslinya  Daniel Nicky dari Amerika  pergi ke Bandung untuk  belajar  budaya  Indonesia.  Dia bisa bahasa Indonesia  dengan fasih, dia bisa memainkan alat musik  kecapi, seruling, gendang.  Dia bisa berbahasa  sunda dengan fasih. 

Cerita  lain, cak Dave Londo Kampung,  dia dari Austria  datang  ke Bandung,  belajar  budaya  dan bahasa,  kemudian pindah  di Surabaya.  Dia bisa bahasa  Suroboyoan , Bahasa Madura,  Bahsa  Indonesia  dll. Dia tinggal  di Kampung  agar bisa  mengenal  lebih banyak budaya  Indonesia. 

Kalau  orang asing  saja mencintai  budaya  kita,  mengapa kita  tidak?

Oleh  karena  itu  kami  punya  paguyuban  Kerawitan yang anggotanya  para Kepala  Sekolah.  Kami datang ke sekolah  sekolah,  saling berkunjung,  untuk  latihan Kerawitan.  Banyak  sekolah sekolah  yang mendapatkan  bantuan  alat  musik,  kasihan  kalau  tidak digunakan. Kalau  membeli mahal, untuk  itu  mari  kita manfaatkan yang  sebaik baiknya. 

Saya berpikir  seandainya  diadakan  lomba  Kerawitan antar  sekolah sangat  positif  sekali.
Dulu  pernah ada lomba nembang moco pat.  Saya pikir  mulai  diadakan  lagi akan lebih baik.  


Magetan,  3 Desember  2020











Rapid test Smesta

Sumber ilustrasi: dokumen pribadi

'Assalamualaikum,  pak Parno", suara dari luar  ruanganku  ternyata  suara bu Dokter  Renny, Kepala Puskesmas  Takeran, dengan wajah  manis nan ceria.  Saya tidak asing dengan Dokter  lulusan Unair ini. Sebab dia putri  temanku, pak Sumirin  ketika kami masih sama  sama menjadi guru di  SMPN 2 Kawedanan. 
Putri pak Sumirin  ini sejak kecil memang cerdas cemerlang  sehingga  jalannya menuju karir  Dokter  lancar  seperti  melintas di jalan tol nya pak Jokowi.

Lulusan  SMA 1 Magetan  ini selalu  juara,  tidak pernah ikut  les  seperti  anak-anak  sekarang.  Dia bermodalkan apa yang diajarkan gurunya di kelas saja. Tapi  memiliki  niat  dan hasrat yang kuat untuk  menjadi  Dokter.
Sumber ilustrasi: dokumen pribadi

Ketika kelas  3 SMA datang ke SMP 2 Kawedanan, untuk belajar  komputer,  saya "mendampingi", saat  itu  kebetulan  saya mengajar  komputer. Ini  kenangan pertama saya dengan beliau  yang tak terlupakan. Kenangan  kedua saat jadi manten, saya hadir,  dan kirabnya  tidak seperti  lazimnya  resepsi , tapi ada arak arakan  "demo",  saya memahami,  karena  suaminya  adalah  Presiden  BEM Unair waktu  itu. 

Pada hari ini datang ke SMP1  Takeran  dalam rangka memenuhi  surat  permohonan  saya, agar  guru dan karyawan  di cek kesehatannya  agar bisa memberikan pelayanan  yang terbaik  pada Pembelajaran  Tatap Muka (PTM).

Jelasnya  guru guru  akan di rapid test. 
Ternyata  perlu keberanian  untuk  mengikuti  rapid test. Awalnya agak takut,  takut  diambil darahnya  dan takut  kalau hasilnya  reaktif. 

Ternyata  tidak se- ngeri yang dibayangkan.  Ketika diambil darahnya  dengan alat khusus  rasanya seperti  digigit  semut saja. 

Dalam 15 menit bisa diketahui hasilnya. Reaktif atau non reaktif. Kalau dalam tubuh anda tidak ada virus jahat, maka hasilnya non reaktif. Tetapi apabila ada virus jahad maka hasilnya reaktif. Memang fungsi tes  ini  untuk  mengetahui  apakah  ada virus  jahat pada tubuh kita  atau  tidak. 

Saya mendapat giliran  nomor  satu  untuk  di tes.  Kalau saya  pasrah  saja ketika  di tes,  yang penting  badanku  sehat. Dan yang lebih penting  lagi  untuk  memastikan  bahwa  saya sehat.  Dalam PTM ini tidak membahayakan  bagi anak-anak  atau  guru guru lainnya. 
Sumber ilustrasi: dokumen pribadi

Alhamdulillah  hasilnya  Non reaktif.  Lega rasanya. Ketakutan  Ketakutan  yang dirasakan sebelumnya  terbayar  sudah. 
Akan tetapi  kita tidak boleh lengah dalam pergaulan  dan dalam perilaku  hidup  sehari-hari.  Harus  hati-hati  , pakai  masker, jaga jarak,  sering cuci  tangan pakai sabun  dengan air mengalir.  

Tapi  ada satu hal yang  membuat  hatiku  tidak  tenang,  ada "guruku " yang reaktif.  Terhadap beliau  ada tiga option yang saya tawarkan.
1. Langsung ikut  Swab, untuk  mendeteksi  apakah  positif terinfeksi  virus corona  apa tudak. Kalau positif  isolasi mandiri  selama  10 hari dengan ikut  program penyembuhan. 
2. Isolasi mandiri  selama  14 hari,  nanti hari ke 15 boleh  masuk. 
3. Melakukan  penyembuhan  dengan minum jamu, vitamin, olah raga dan sebagainya,  kemudian setelah 4 hari rapid lagi,  kalau hasilnya Non reaktif  boleh  mengajar  lagi.

Memang  dengan adanya  pandemi  ini ada hikmah  yang  diberikan  Tuhan kepada kita. Kita harus belajar  belajar  dan belajar. Belajar  sabar, belajar  hidup  sehat,  belajar menghadapi  masalah  masalah  baru  yang ketika  tidak ada pandemi  tidak  kita pelajari. Belajar  mengambil  sikap  yang benar, cepat dan bijaksana,  lebih  lebih bagi seorang leader. Sekarang  ini yang menjadi  prioritas  bukan  kualitas  pendidikan,  akan tetapi  adalah  kesehatan  anak-anak,  kesehatan  kita semua. 

Ironisnya  ada warga masyarakat yang tidak  percaya  bahwa corona itu  ada, mereka mengatakan  corona itu  akal  akalan  kelompok  tertentu  dan sebagainya. Lebih sulit  lagi  kalau  guru  juga  berpendapat  seperti  itu.  Atau  orang orang berpendidikan  tinggi  mengatakan  yang  nada, syair, dan iramanya  sejenis dengan  lagu di atas. Hingga  pak Jokowi  mengatakan  ruwet, ruwet  , ruwet.

Apabila  kita semua  lulus  dalam  "universitas  corona" ini luar  biasa  kita akan di "wisuda"  sebagai  "sarjana  tangguh".

Untuk  itu  kita semua  mari  dengan kesadaran yang baik,  melakukan  dengan keikhlasan segala  pola hidup  di  masa pandemi  ini, pakai  masker ya iklas,  tidak karena  aturan pemerintah,  jaga jarak  kita lakukan  dengan ikhlas  dan sadar,  tidak berada dalam kerumunan dan lain lain. 

Untuk  orang-orang  berpendidikan  tinggi  berposisi  sebagai  pelopor  dan edukator. Memberikan keteladanan  dan pencerahan agar  seluruh  masyarakat  berpikiran positif  untuk  sama  sama  berjuang  selamat  dari wabah  corona ini. 

Semoga badai  segera berlalu, hujan segera reda agar  kita bisa berjalan  dalam  cerahnya  cakrawala  kehidupan untuk  sampai pada  tujuan  dan harapan kita masing-masing. 

Magetan,  19 Nopember  2020.





Rabu, 18 November 2020

Proses editing bersama Eva

Narasumber malam ini adalah ibu Eva Hariyati Israel, S.Kom.  Asli dari Kupang, NTT.  Beliau adalah alumni kelas belajar menulis gelombang 7. Satu angkatan dengan Ditta Widya Utami, narasumber tempo lalu. Beliau juga salah satu duta Rumah Belajar seperti Bapak Hamzah Ramdhani dari Sulsel.

Mari kita lanjutkan ceritanya😁

Setelah buku dinyatakan diterima tanpa revisi oleh penerbit mayor( penerbit Andi) mulailah proses editing pertama oleh pihak penerbit.
Proses editing ini berlangsung dengan beberapa tahapan hingga buku terbit

1.Editing Sampul : saat sampul pertama kali dikirim  rasanya sudah sangat senang sekali sepeti melihat buku saya sudah jadi😍😍 

2. Editing naskah oleh penerbit, tata kelola urutan dan tulisan disesuaikan dengan konsep dan gaya bahasa kita

3.Setelah editing penerbit naskah proof dikirim kembali ke penulis beserta surat perjanjian penerimaan naskah dan royalty bagi penulis.Sebagai penulis kita diberi kesempatan melihat kembali susunan dan tata bahasa buku kita sebelum dinaikkan ke proses cetak

4.Setelah editing oleh penulis naskah kembali dikirim ke penerbit untuk selanjutnya ke proses cetak.

Berselang 1 bulan setelah editing naskah proof dikirim akhirnya tibalah masa yang ditunggu tunggu launching buku pertama yang dirangkai dengan seminar Digital Mainset yg disajikan melalui bincang daring dengan Prof.Eko melalui zoom dengan TV.Andi

Inilah salah satu keuntungan jika buku kita diterbitkan penerbit mayor, marketingnya tdk lagi membebani kita😁

Selama proses belajar dalam grup menulis bersama om jay ini ,refleksi peristiwa, perasaan dan pembelajaran serta pengembangan diri bisa sahabat dapatkan dalam komunitas menulis ini

Hal yang menarik lainnya yang saya dapatkan dari proses menulis ini dan bisa lolos kurasi dan di terbitkan oleh penerbit Mayor adalah bertambah wawasan dan keilmuan tentang publikasi dan teknik menentukan tema penulisan yang sesuai tren zaman

Ini beberapa hal yang saya dapatkan dari grup menulis ini hadirnya narasumber narasumber yg luar biasa yang terus berbagi dan memotivasi.
Buku bisa lolos ke penerbit mayor jika memenuhi beberapa kriteria diantaranya
1.Tema buku jika di cari pada google trends menunjukkan grafik yang bagus
2.Profil penulis ,semakin terkenal dan kredibel akan sangat baik
3.Target pasar yang menguntungkan
4.Ragam tulisan kita sesuai dengan visi misi penerbit.

Apa keuntungan yang kita dapat ketika kita berhasil menulis dan buku yang kita tulis itu terbit:
1.Kepuasan batin, satu hal yang tidak bisa kita ukur dengan apapun
2. Integritas ,kredibilitas dan percaya diri semakin baik.
3.Motivasi bertambah
4.Terbuka peluang peluang baru untuk menjadi narasumber, motifator menulis dan hal hal positif lainnya.
5.Royalty

Perasaan saya setelah buku pertama terbit
Bahagia tak terkira ketika 100 exp yang dipesan sahabat-sahabat guru berhasil terjual ini sudah pencapaian yang luar biasa sebagai bentuk dukungan dan motifasi untuk lebih giat lagi.apalagi dengan dukungan komunitas seperti PGRI merupakan berkah tersendiri buku mendapat apresiasi dan dilabeli logo PGRI pada sampul depannya.

Motivasi apa yang membuat Bu Eva ingin menulis? 
Motifasi saya adalah berbagi dan berkarya.Dengan menulis saya membagikan ilmu yang bermanfaat dan saya menhasilkan sebuah karya yang akan tidak akan hilang.
2. Kiat apa untuk  konsisten menulis? 
Tema tentang apa yg menarik Bu Eva utk ditulis? 
Kalo konsisten setiap hari saya juga belum termasuk dalam kategori ini, tapi saya ketika saya menemukan ide dan semangat itu ada langsung lakukan jangan ditunda...pasti lebih mengalir.

3. Apa ada dukungan sekitar terhadap kegiatan menulis?
Kalo dukungan sekitar tentunya salah satu yang patut kita syukuri saat ini kita berada dalam komunitas menulis yg memiliki visi misi yang sama mengembangkan diri untuk bisa menulis lebih baik.Dan dukungan terbaik itu harus datang dari diri sendiri, kalo tekat dan niat sudah ada bergerak, ini yang paling menggerakkan kita.

Kiat mengelola rumah belajar 
1.Rumah belajar adalah portal pembelajaran yang dikelola oleh pustekkom sekarang dikenal dengan pusdatin kemdikbud yang memberikan ruang seluas luasnya untuk siapa saja berbagi, belajar, dan melakukan proses pembelajaran secara gratis dan terus diupdate dan berkesinambungan dalam pemeliharaanya.Sebagai salah satu pengembangan diri dalam hal keprofesian sebagai guru, mengikuti program PembaTIk dari pusdatin hingga berbagi inovasi pembelajaran dengan rumah belajar menjadi bagian dari diri saya

KIiat sukses menulis  slesai 7 hari.
Fokus dan yakin, lakukan dengan nyaman dan sepenuh hati jangan lupa doa Kita pasti bisa, ketika kita sudah memulai sesuatu yang baik maka kebaikan kebaikan lainnya juga akan mengikut termasuk motifasi dan semangat juga dengan sendirinya hadir
Inilah yang membuat saya berhasil.

Apanyang dimaksud penerbit mayor?  Penerbit mayor adalah penerbit penerbit besar yang sudah terkenal dan kredibikitasnya diakui

Kalo buku solo artinya buku yang ditulis sendiri kalo buku yang di tulis berkolaborasi dengan orang lain itu namanya buku antologi

MUNGKINKAH SELESAI DALAM 7 HARI ?
Pertanyaan ini juga yang mendominasi hati dan pikiran saya😄
Seperti yang saya sampaikan tadi tekad dan niat sudah bulat harus bisa menjawab tantangan dari prof Eko akhirnya motifasi itu lahir dengan sendirinya dan ketika yang tersulit itu adalah mulai menemukan ide

Dan kiat saya ternyata ide saya datang dari hasil refleksi peristiwa yang saya lalui dari situ lahirlah ide dan judul Kelas Maya membangun ekosistem E learning di Rumah belajar.Saat itu saya menjawab tantangan tema E-Learning yang diberika prof Eko.

Ternyata pengalaman saya sebagai sahabat rumah belajar,hasil refleksi peristiwa ,perasaan, dan pembelajaran dengan rumah belajar inilah yang saya kembangkan menjadi tulisan dikarya pertama saya😁😁

Bagaimana melihat itu penerib mayor dan minor,dari segimana kita menilai nya,untuk kita terbitkan atu kita cetak tulisan kita,dan berikan contoh salah satu penerbit mayor
terimakasih 🙏

Penerbit mayor adalah penerbit yang punya nama beken, perusahaan sendiri dan biasanya paling banyak diminati penulis  salah satu contohnya penerbit Andi, Gramedia, Mizan,Erlangga dan masih banyak lagi

Bisa nanti sambil browsing di internet kategori penerbit penerbit mayor😊🙏

Banyak tema yang diberikan prof eko kalo tidak salah mengingat ada 7 tema yang diberikan saat itu semuanya tentang teknologi dan semua konten youtube yang ada di Ekoji Channel ini nama akun Youtube milik prof.Eko yang bisa bapak liat semua konten materinya bisa menjadi tema untuk menulis bersama prof Eko.

Biasanya setiap gelombang ada sesi Prof.Eko
Agar segera bisa menghasilkan karya, untuk  penulis pemula segera mulai bergerak menuliskannya.
Sejatinya kita sudah memiliki bakat menulis hanya belum termotivasi untuk menuliskannya menjadi karya.semoga satelah sharing ini bisa menghasilkan karya

Bagaimana cara merangsang munculnya potensi menulis,
Mulai menulis ,tuliskan apa saja yang terlintas dalam pikiran, setelah sesi ini coba  refleksikan pengalaman bapak mengikuti sesi sharing bersama kita malam ini mulai tahapan peristiwa yang terjadi, perasaan yang bapak rasakan, pembelajaran yang bapak dapatkan, pasti akan berkembang menjadi rangkaian kalimat indah.Saya tunggu resumenya ya Pak, Bapak akan membuktikan kalo bapak punya potensi menulis.

Haruskah tulisan yg ingin kita cetak itu harus di publikasikan terlebih dahulu,atau kita tulis kemudian baru kita cetak, yang baik bagai mna ?

Tergantung jenis tulisannya kalo misalnya bapak menuliskan artikel seperti membuat sebuah resume yang endingnya nanti bapak jadikan buku ya tentunya publikasi lebih dulu baru digabungkan untuk dicetak ,tapi kalo bapak mau lebih cepat menghasilkan buku fokus dan sediakan waktu tulisan jadi baru dicetak dan dipublikasikan.

 Pernahkah dari beberapa buku yang ditulis, ada yang mengkritik habis-habisan? Baik dari segi tata bahasa, konten, dll.
Kalau ada, bagaimana tip nya utk bangkit kembali.

Selama pengalaman saya tidak saya temukan bu😁
Dan jikapun ada ,jangan dijadikan penghalang buat kita mengembangkan diri.Karna setiap diri memiliki keistimewaan dan potensinya sendiri.Kalo kita  terpengaruh dengan penilaian orang lain kita tidak ada berkembang dengan baik.Ambil yang positif abaikan yang negatif.1 kebaikan yang kita bagikan melalui tulisa yakin bu akan tumbuh kebaikan kebaikan yang lain.jangan berhenti hanya karna kritikan, kritikan yang datang jadikan refleksi diri untuk lebih baik.


Mengggerakkan,memotivasi  untuk mencoba menuangkan apa yang ada di benaknya menjadi sebuah tulisan.
   Menuangkan ide pertama mnjadi tulisan itu tidak akan terwujud tanpa kita menorehkannya kedalam bentuk tulisan, gagasan itu akan terurai seperti air mengalir kalau sudah mulai digoreskan, ibarat mata air yang keluar dari balik bebatuan ,setelah berhasil keluar maka alirannya akan semakin deras. 
    Keberanian memulai rupanya hal yang sangat menjadi penting utuk modal kita menjadi penulis,itu yang dapat ditangkap dari pemaparan  nara sumber hebat hari ini. 

 Berani mencoba maka akan terlihat hasilnya, segala sesuatu yang kita alami,segala rasa yang kita miliki adalah asset untuk kita tuangkan dengan bebas untuk menjadi jejak literasi  yang bermakna.

 
.



Selasa, 17 November 2020

BSU

Hasil streaming bantuan BSU ( bantuan subsidi upah ) yg diberikan kepada tenaga pendidik dan kependidikan : 
1. Syarat dan ketentuan : 
   a. WNI 
   b. Bukan PNS 
   c. Gaji di bawah 5 juta 
   d. Tidak menerima bantuan subsidi upah dari kementrian ketenagakerjaaan (BPJS ) ketenaga kerjaan , 
e. Tidak masuk dalam kartu pra kerja. 
f. Terdaftar dalam dapodik 
2. Siapa yang berhak mendapatkan bantuan BSU : 
a. Guru non PNS 
b. Tenaga laboraturium 
c.  Guru yg diberi tugas kepala sekolah 
d. Dosen 
e. Guru paud 
f. Tenaga perpustakaan
g. Tenaga administrasi ( OpS ) 
3. Berapa besaran bantuan BSU ? 
  Bantuan BSU sebesar Rp. 1.800.000 diberikan satu kali saja.
4. Kapan di cairkan ? 
   Di cairkan mulai bulan ini sampai Juni 2021 
5. Bagaimana untuk mengetahui dapat bantuan BSU ? 
  Untuk mengetahui mendapatkan dana BSU dapat di cek di info gtk 
6. Bagaimana cara pencairannya? 
   Ptk tinggal mendownload SPTJM dan surat keterangan yg ada di info gtk, menandatangi SPTJM bermetrai dan srt keterangan lsug ke bank yg telah tertera di info gtk 
7. Bank apa saja yg di tunjuk oleh pemerintah ? 
a. BRI 
b. BNI 
c. Mandiri 
d. BTN 

Semoga bermanfaat ,, jangan lupa berdoa smga menjadi rezeki kita ... Amiin