Sabtu, 13 Maret 2021

Perjuangan mewujudkan mimpi indah

Pagi tadi saya awali dengan bermain bulu tangkis dengan bu Parno di halaman rumah. Cuaca cerah sinar matahari hangat memanjakan tubuhku yang semakin  keriput ditelan usia ini.

Belum sampai berkeringat  si kecil  berlari lari kegirangan karena hasil percobaannya  membuat puding buah berhasil. 
"Mi.., aku berhasil  membuat  puding buah", teriaknya  sambil berjingkrak kegirangan.

Untuk menyenangkan  hatinya  kami menghampiri dan melihatnya  dari dekat.  Ternyata luar biasa,  sebuah  puding cantik  telah  tertata  apik dipiring. 

Hindun adalah siswa  kelas 12 SMASA yang menyelesaikan  salah satu  tugas akhirnya,  ujian praktek  membuat  puding buah. 

Untuk  kegiatan  ini harus merogoh kocek 150.000. Uang itu digunakan beli piring  untuk  menata  puding, kemudian sendok dan  garpu  kecil  , buah  buahan , ager ager dan lain-lain.  

Dia ingin mempersembahkan   maksimal  kemampuannya untuk  mengerjakan ujian praktek ini.
"Ndun kalau ujian praktek itu  kerjakan yang maksimal,  biaya mahal  tak jadi apa, jangan asal asalan", kata Ibunya yang juga sering  menilai  hasil ujian praktek  siswanya  ini.

Kadang-kadang  anak-anak  itu  mencari  yang gampang saja, tidak mau mengeluarkan  biaya, tidak mau yang susah susah. 

Untuk  mendidik  kreativitas  anak  itu  memang  kadang  perlu biaya, walaupun  tidak semuanya.  Menurut  saya disinilah  kadang  orang tua membantu  memfasilitasi dengan iklas. Agar anak bebas berkreasi dan  bebas mengeksplorasi  kemampuannya.

Agar kelak ketika dia dewasa  terbiasa mengeksplorasi  kemampuannya  untuk  menyelesaikan  berbagai  masalah dalam hidupnya  yang tidak sesederhana  hidup kita.

Beberapa hari yang lalu minta dibelikan buku seharga 237.000. Buku SBMPTN setebal 5 cm. Kalau dibaca dan dipelajari  tidak masalah. Karena itu pertanda  dia suka membaca buku,  suka ilmu  pengetahuan.

Saya perhatikan  juga sibaca dan dipelajari,  bahkan  seringkali  menemani dalam mimpi tidurnya. 

Semoga mimpinya  menjadi kenyataan linier  dengan perjuangan dalam mewujudkannya.

Dan juga  pembaca  semuanya akan terwujud  semua  mimpi-mimpi indahnya.  


Magetan,  14 Maret  2021






3 komentar:

  1. Anak Jaman Now sungguh berbeda dgn jaman kita. Dulu kita serba terbatas. Walau maaf bapak dan ibu saya seorang pendidik yg juga berkecimpung dlm dunia pendidikan / tumbuh kembang anak. Namun tdk seperti anak sekrang. Ibaratnya belum sampai si anak mau minta sdh tersedia utk difasilitaskan. Itulah perkembangan jaman. Walau ada istilah wolak walik e jaman. Kita tetap berpegang tegung dlm Agama Kita tetap dlm keImanan itulah yg harus dijaga. Dlm aspek segalanya. Klau iman kita kuat Insya Allah kita terhindar dr hal-2 yg tdk kita inginkan.

    Terima kasih sahabat mohon maaf Komen blog agak terlambat utk merespon nya. Tetap semangat sehat terus dan good luck. Salam utk keluarga. Semoga kita tetap dlm Iman Islam.

    BalasHapus
  2. Terima kasih mbak Niken yang baik hati. Aamiin

    BalasHapus